
Mama telah selesai mandi dan kembali turun ke bawah, Kini nampak Vanya dan Daffin yang telah bersiap-siap untuk berpamitan.
"Kok udah rapi?? Kamu mau kemana Va?" tanya Mama ketika telah berada di dekat Vanya.
"Mau pulang Ma, Udah sore," jawab Vanya.
"Lho tapi kan mainnya baru sebentar, Masa udah mau pulang, Mama juga kan masih mau main sama Dava," ucap Mama sambil menoel-noel pipi Dava yang berada digendongan Vanya.
"Iya nanti Vanya main lagi kok Ma," ucapnya.
"Ya sudah kalau begitu, Tapi nanti harus main lagi pokonya ya, Mama tunggu."
"Iya."
Papa datang dan bergabung bersama mereka, kini ia nampak berdiri di samping Mama.
"Jadi pulang sekarang Fin?" tanya Papa.
"Iya jadi Pa, Mumpung masih sore," jawab Daffin.
"Ya sudah hati-hati dijalan ya," pesan Papa.
"Siap Pa !" jawab Daffin.
"Oh iya ada lagi yang kelupaan," ucap Mama sambil melihat ke arah Daffin.
"Kenapa Ma?" tanya Daffin.
__ADS_1
"Kamu jaga Vanya baik-baik, Enggak mudah ngurus anak itu, Apalagi sekarang dia sedang hamil muda, Jangan sampai terlalu capek, Dan lagi Dava itu lagi aktif-aktifnya, Kamu itu harus...," ucap Mama yang terpotong karena Papa mulai ikut bicara.
"Apa sih sayang, Bawel juga nih istriku yang satu ini, Percaya aja sama Daffin dia pasti jaga Vanya dengan baik, Bukan begitu Fin?" ucap Papa yang tersenyum ke arah daffin.
"Oh iya dong pasti itu Pa," ucap Daffin sambil mengangkat ibu jari tangan kanannya.
Mama ternganga sambil membelalakan matanya begitu pula dengan Vanya, sementara Daffin nampak tersenyum
Sejak kapan Papa jadi genit begitu sama Mama batin Vanya.
"Kenapa sayang kok bengong begitu sih? Aku ganteng ya?" ucap Papa yang membuat Mama merinding seketika.
"Ya udah kalian berangkat gih sana," ucap Mama yang kini mulai naik ke atas sambil bergidik geli.
Sementara Vanya tengah menyunggingkan bibirnya dan mulai berjalan keluar bersama Daffin.
Di dalam mobil
"Yang?" panggil Vanya.
"Hmm... Kenapa sayang?" ucap Daffin yang sesekali menoleh ke arah Vanya.
"Kamu lihat gak tadi Papa aku, Kok jadi genit begitu sih ke Mama," ucap Vanya dengan dahi yang mengerut.
"Lho memang kenapa? Kan genitnya ke istri sendiri bukan ke istri orang," ucap Daffin dengan santainya.
"Iya tapi aneh aja gitu seumur hidup aku nih ya, Aku baru kali ini lihat Papa begitu, Jijik yang lihatnya, Itu tuh persis banget kayak...," Vanya menggantung kalimatnya dan menoleh ke arah Daffin yang tengah mengembangkan Senyumnya.
"Kamu ya yang ngajarin Papa !!" teriak Vanya dengan mata yang membulat ke arah Daffin.
__ADS_1
"Hahaha... Kamu biasa aja dong, Aku baru kasih satu trik biar mereka makin mesra, Enggak cuma yang muda aja," ucap Daffin semringah.
"Hmmm pantesan!!! Aku tuh ngerasa enggak asing sama kelakuan macem itu, Ternyata di sini gurunya!!" ucap Vanya dengan suara yang lantang.
"Ya aku kan memang guru, Guru kamu juga waktu di sekolah, Nah sekarang aku juga guru di rumah nanti aku ajarin kamu ya di rumah," ucap Daffin sambil mengangkat kedua alisnya bersamaan.
"Enggak ah kamu ajarin yang aneh-aneh!!" ucap Vanya.
"Ya enggak dong, Lihat aja nanti aku ajarin kamu sampai mahir," ucap Daffin lagi.
Sesampainya di rumah,
Daffin nampak menggendong Dava ke atas menuju kamar, Setelah itu merebahkannya di atas tempat tidur.
"Pules banget tidurnya," ucap Daffin yang heran karena biasanya saat Dava diambil dari car seatnya ia langsung terbangun.
"Kecapekan mungkin habis main seharian,"ucap Vanya yang baru saja ikut masuk ke dalam kamar dan menaruh tas di atas meja dan kini ia mulai mengambil ikat rambut lalu mengikat rambutnya ke atas.
Daffin mulai tersenyum menyeringai dan mendekati Vanya serta melingkarkan tangannya di pinggang Vanya.
"Mumpung Dava tidur, Ayo kita mulai pelajarannya sayang," bisik Daffin di telinga Vanya.
"Pelajaran apa??" sewot Vanya.
"Pelajaran menyenangkan suami," ucap Daffin yang kini mulai memagut bibir istrinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siapa yang mau les privat sama Daffin😂😂😂
__ADS_1