
Sesampainya dirumah
Vanya berjalan masuk kedalam rumah,
Daffin tampak sedang duduk di sofa ruang tamu, Lalu ia pun berkata
"Darimana aja kamu?? Kenapa baru pulang?" tanya Daffin kepada Vanya
"Aku abis cari kado buat ulang tahun temen aku besok" jawab Vanya
"Kenapa kamu enggak kabarin aku dulu?" tanya Daffin lagi
"Ya tadi kan kita sama sekali enggak ketemu di sekolah jadi gimana bilangnya" ujar Vanya
"Ya kan kamu bisa telepon aku atau sms" ujar Daffin
Vanya tampak kebingungan, Daffin pun tersadar kalau ia tak pernah bertukar nomor ponsel dengan Vanya.
Apaan nih udah nikah 2 minggu lebih gue enggak kepikiran buat minta nomor teleponnya Batin Daffin
"Emm berapa nomor kamu, Aku enggak inget kalau aku juga enggak punya nomor kamu" ujar Daffin
"Hissh ya udah catet" ujar Vanya
Vanya pun memberikan nomor ponselnya dan Daffin mencoba untuk melakukan panggilan setelah tersambung lalu ia mulai menamai nomor kontaknya dengan nama ISTRIKU.
Daffin pun tersenyum senang,
Lalu Ia melihat Vanya yang sedang mengetik diponselnya dan ia pun bertanya
"Kamu kasih aku nama apa dikontak kamu?" tanya Daffin
"Daffin" jawab Vanya singkat
"Kok Daffin??" protes Daffin
"Loh emang kenapa? Kan nama kamu emang Daffin" ujar Vanya polos
"Ya iya sih" ujar Daffin sebal
"Ya udah aku mau ganti baju dulu ke atas" ucap Vanya sambil berlalu dan mulai menaiki tangga meninggalkan Daffin yang terlihat kesal dibawah
...----------------...
Keesokan harinya
Vanya melihat jam di dinding kamar sudah pukul 18.35
Ia pun sudah siap dengan dress putih dibawah lutut, Rambutnya yang panjang ia biarkan tergerai, Lalu ia mengulaskan sedikit make up di wajahnya.
Lalu ia pun mengambil gelang pemberian Niko saat ulang tahunnya dan mulai memakainya.
Ada sedikit rasa sesak yang mulai Vanya rasakan.
Entah ini keputusan yang tepat atau bukan, Vanya tetap memberanikan diri untuk datang kesana, Meskipun dalam hati kecilnya ia merasa sudah tidak sepantasnya melakukan hal ini.
Udah lah ini yang terakhir kalinya, Semoga kamu bahagia hari ini ya Nik batin Vanya
Vanya mulai bangun dari duduknya dan berjalan keluar kamar, Daffin yang berpapasan dengannya melihat Vanya dari atas hingga bawah, dan mulai mengaguminya
"Vanya" panggil Daffin
"Ya?" jawab Vanya
"Kamu cantik banget" ujar Daffin
Vanya tidak dapat menyembunyikan ekspresinya wajahnya mulai memerah,
"Aku antar kamu ya?" ucap Daffin
"Oh enggak usah aku dianter Pak Herman aja" Tolak Vanya
"Loh kenapa? Kalau kamu mau aku bisa antar pakai mobil Mama biar enggak ada yang lihat pas aku anter kamu" saran Daffin
Vanya pun tampak kebingungan,
__ADS_1
Gimana ini? Batin Vanya
"Fin dipanggil Papa tuh ke ruang kerja" ucap Mas Daniel
"Mau ngapain emangnya?" tanya Daffin
"Tahu tuh udah sana samperin dulu aja" ujar Daniel
"Ya udah aku berangkat dulu ya nanti telat" ucap Vanya seraya berjalan pergi
...----------------...
Vanya pun datang ke rumah Niko, Sesampainya di depan rumah Vanya mulai mengetuk pintu, Lalu Niko datang membukakan pintu untuknya.
"Vanya, Makasih ya kamu udah mau dateng" ucap Niko
"Iya sama-sama, Selamat ulang tahun ya semoga apa yang kamu inginkan tercapai" ujar Vanya
"Iya semoga aja" ucap Niko sambil tersenyum
Vanya pun masuk acara diadakan di halaman samping rumahnya.
Disana sudah ada teman-temannya yang berkumpul,
"Vanya, datengnya telat sih gue pikir bakalan dateng paling duluan,," ucap Fani
"Ya elah Fan si Vanya dandan dulu kali itu yang bikin lama" ujar Meta
Vanya hanya tersenyum kecut
Acara akan segera dimulai Meta mengajak Vanya untuk berdiri lebih dekat dengan Niko, Tetapi ia pun menolak
"Udah disini aja Ta, Enggak usah terlalu deket" ucap Vanya
"Kenapa?" tanya Meta
"Enggak apa-apa" jawab Vanya
Lalu acarapun dimulai, Tampak mereka sedang memanjatkan doa bersama, Lalu Niko diminta meniup lilin, dilanjut dengan memotong kuenya.
"Ya ayo Niko kue potongan pertama ini bakalan kamu kasih ke siapa?" ucap pembawa acara
"Sama ada potongan kedua buat orang yang spesial juga " ucap Niko
"Wahh siapa nih kira-kira" ucap pembawa acara
Niko nampak melihat ke arah kerumunan, Matanya masih terus mencari,
Vanya tertunduk diam dan berharap kalau Niko tidak akan pernah menghampirinya.
Jangan kesini Nik, Please jangan kesini Batin Vanya
"Ini buat kamu" ucap Niko yang berdiri tepat dihadapan Vanya.
Semua teman-temannya pun bersorak gaduh, Sementara Vanya terlihat syok disana.
Kenapa gue sih Nik Batin Vanya
"Vanya" panggil Niko yang membuyarkan lamunannya.
"Oh iya makasih" ucap Vanya sambil menerima kue yang Niko berikan.
Sepontan teman-temannya pun mulai bersorak lagi,
Huuuuuuuuuu...
Suapin..
Suapin..
Suapin.. " ucap seluruh teman-temannya.
"Vanya , cepetan suapin tuh" ujar Meta
Mau tak mau Vanya pun akhirnya menuruti kemauan teman-temannya, Dan sekarang Niko membalas ia balik ingin menyuapi Vanya
"Ini Vanya" ucap Niko yang sudah bersiap dengan kue ditangannya
__ADS_1
Vanya pun menerima suapan dari Niko semuanya bersorak lagi Lalu mulai melanjutkan acara, Sedangkan Vanya undur diri untuk mencari minuman.
"Cieeee yang abis suap-suapan" ledek Meta
"Aduh gue ngiri Va, Apa katanya tadi orang spesial, Andai aja tadi tuh gue udah guling-guling kegirangan pasti gue" ujar Fani
Tetapi Vanya hanya terdiam, Ia tak tahu harus senang ataupun sedih, Mungkin kalau Vanya yang dulu sebelum bertemu dengan Daffin akan sangat senang dan bahagia, Tapi lain lagi dengan yang sekarang, Ia malah tampak merasa bersalah karena masih saja menerima perlakuan baik dari Niko dengan statusnya yang sekarang
"Gue balik sekarang aja ya" ucap Vanya
"Dih kok balik sih?" protes Meta
"Iya nih orang baru juga mulai" ujar Fani
"Vanya" panggil Niko yang datang menghampirinya
"Aku cari kamu ternyata ada disini" ucap Niko
"Fan cari makanan lagi yuk tadi sebelah sana kayaknya makanannya enak-enak" ajak Meta kepada Fani
"Ayo" jawab Fani bersemangat
Meta dan Fani pun meninggalkan Vanya berdua dengan Niko.
Mereka berdua pun terdiam Niko melirik kearah Vanya dan mulai berkata
"Akhirnya kamu pakai juga" ucap Niko yang memperhatikan gelang yang melingkar ditangan Vanya.
"Oh iya hadiah dari kamu makasih ya" ucap Vanya
"Iya sama-sama, Kamu cocok banget pake itu" ujar Niko lagi
"Oh iya hampir lupa" ucap Vanya seraya mencari sesuatu didalam tasnya
"Ini hadiah untuk kamu" ucap Vanya seraya memberikan hadiahnya
"Apa nih?" tanya Niko
"Emm kamu buka sendiri aja" ucap Vanya
Niko pun mulai membuka hadiah dari Vanya,
Ternyata sebuah jam tangan yang Vanya berikan,
"Makasih ya, Aku suka" ucap Niko sambil menatap Vanya dan tersenyum
"Syukurlah kalau kamu suka" ucap Vanya yang ikut tersenyum.
"Niko" panggil Mamanya yang datang menghampirinya.
"Iya Ma" jawab Niko
Vanya terlihat kikuk, Namun segera bangun dari duduknya lalu bersalaman dengan Mamanya Niko setelah sebelumnya diperkenalkan oleh Niko
"Ma, Ini Vanya" ucap Niko yang memperkenalkan Vanya
"Vanya tante" ujar Vanya yang langsung bersalaman dengan Mamanya Niko
"Ooh jadi ini yang sering kamu ceritain ke Mama, Cantik ya" ujar Mamanya
"Iya Ma" ujar Niko sambil menggaruk rambutnya
"Oh iya Mama mau keluar dulu sebentar ada perlu" ucap Mamanya kepada Niko
"Iya Ma hati-hati ya" ucap Niko
Lalu Mamanya Niko pun pergi, Dan Vanya yang penasaran pun mulai bertanya
"Kamu cerita apa aja sama Mama kamu?" tanya Vanya yang mulai menyerenyitkan dahinya.
"Oh enggak, Aku cuma cerita kalau kamu suka banget sama masakan Mama" ujar Niko
"Oh gitu, Emm Nik aku nyusul Meta sama Fani dulu ya" ucap Vanya kemudian
"Oh ya udah iya " jawab Nilo
Vanya mulai menghampiri teman-temannya yang sedang menyantap hidangan yang telah disediakan.
__ADS_1
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊