
..."Akan Ada Hari yang Cerah Setelah Badai"...
...----------------...
Sementara itu dirumah,
Vanya mulai mengikat rambutnya kebelakang, Ia tengah bersiap-siap membersihkan rumah, Setelah semuanya beres Vanya mulai menelepon teman-temannya agar datang ke rumahnya.
Ting Tong
Bel rumah berbunyi, Vanya yang tengah duduk di sofa mulai membukakan pintu, Terlihat Fani serta Meta yang tengah berdiri disana.
"Akhirnya kalian datang juga, Yuk masuk" ajak Vanya.
Fani dan juga Meta mulai masuk ke dalam rumah, Meta pun duduk di ruang tamu sementara Fani tengah sibuk melihat-lihat ke setiap sudut ruangan.
Lalu Fani pun mulai menghampiri Vanya di dapur yang tengah menyiapkan minuman,
"Enak ya rumah lo, minimalis" ucap Fani.
"Iya, yang jelas enaknya kalau rumah sendiri tuh kita bebas mau ngapain aja" ujar Vanya.
"Maksudnya mau ngapa-ngapain dimana aja bebas gitu?" tanya Fani.
"Maksudnya?" tanya Vanya sambil mengerenyitkan dahinya.
"Dih pura-pura beg*, Gue yang belum merried aja ngerti," ujar Fani.
"Apaan sih enggak jelas" ucap Vanya sewot.
"Ya elah Vanyaaaaa, Maksud gue lo mau begituan ama laki lo di dapur kek di ruang tamu kek jadi bebass" ucap Fani gemas.
"Ih sembarang kalau ngomong" ucap Vanya sewot.
"Lha kok sembarangan? Lo masih kaku aja sih, Emangnya lo cuma begituan di kamar doang?" tanya Fani.
"Enggak dimana-mana, Karena gue belum pernah ngapa-ngapain lagi sama dia semenjak yang pertama kali dulu" jelas Vanya
"Ha? Seriusan Va? Kok bisa?" tanya Fani penasaran.
"Ya bisa lah, Emangnya enggak bisa kenapa ?" tanya Vanya.
"Bukan maksud gue bisa-bisanya laki lo tahan enggak lo kasih jatah" ujar Fani.
"Dia tahan-tahan aja kok" ujar Vanya.
"Wah parah lo Va, Bisa-bisa Pak Daffin cari pelampiasan diluar lho " celetuk Fani.
Vanya mulai membulatkan matanya seraya berkata," Kok lo ngomongnya begitu Fan?" ucap Vanya.
"Ya emang kebanyakan begitu kan? Enggak puas di rumah dia cari kepuasan di luar, Pelakor semakin di depan lho Vanya, Apalagi sekarang dia kerja dikantor pasti gajinya lumayan tuh, Waktu masih ngajar mungkin enggak bisa tapi kalau udah kerja apalagi perkantoran gitu gaji lumayan bisa-bisa dia punya simpenan" ucap Fani dengan lancarnya.
Vanya mulai terdiam setelah mendengar ucapan Fani, Perkataan Fani ada benarnya juga, Bagaimana kalau Daffin benar-benar mempunyai simpanan pikir Vanya.
__ADS_1
"Vanya, Woi Vanya" ucap Fani yang berusaha menyadarkan Vanya dari lamunannya.
"Kok bengong?" tanya Fani.
"Iya lo bener nanti kalau Daffin selingkuh gimana?" ucap Vanya dengan raut wajah yang memelas.
"Ya makanya dandan, Masak yang enak, Terus layanin deh di tempat tidur, Jadi Pak Daffin enggak akan nyari yang aneh-aneh diluar sana" saran Fani.
Meta pun yang sedari tadi menunggu di ruang tamu pun mulai datang menghampiri Vanya serta Fani di dapur.
"Pada ngapain sih? Kok lama banget" tanya Meta.
"Biasa Ta, Vanya lagi konsultasi masalah rumah tangga sama gue" ujar Fani.
"Jangan didenger Va, Konsultasi rumah tangga sama jomblo, Mana bener" ucap Meta.
"Yee jangan salah gini-gini juga gue udah banyak belajar, Di masa kejombloan gue ini, Gue udah banyak baca buku sama artikel tentang pernikahan, Kali aja kan gue bukan cuma pacaran tapi langsung dilamar" ujar Fani.
"Ngayal " ucap Meta
"Udah yuk Va , Mana sini yang mau dibawa" ucap Meta lagi.
"Ini Ta" ucap Vanya.
Meta pun mulai membawa minuman serta camilan ke ruang tamu, diikuti oleh Fani dan juga Vanya yang ikut membawa makanan ditangan mereka.
...----------------...
Malam harinya,
Lagi-lagi terabaikan pikirnya, Vanya pun mulai berangsur bangun dari tempat tidur dan mulai mendekat ke arah Daffin.
"Kamu lagi apa?" tanya Vanya yang mulai menaruh dagunya di pundak Daffin
"Buat laporan" jawab Daffin.
"Tidur yuk" ajak Vanya.
"Iya sebentar lagi masih belum selesai nih" ujar Daffin yang masih terlihat sibuk mengetik.
"Fin~~~" panggil Vanya dengan manja.
"Apa sih sayang?" ucap Daffin yang mulai menoleh ka arah Vanya serta mengecup pipinya.
"Ayo tidur, Mau tidur sambil dipeluk" pinta Vanya.
Daffin pun tak kuasa menolak permintaan istrinya yang manja ini, Ia pun menghentikan kegiatannya dan mulai berkata," Iya... Ayo" ucap Daffin dengan lembut.
Vanya mulai mengangkat kepalanya dan mulai berjalan menuju tempat tidur, disusul Daffin dibelakangnya.
Vanya mulai merebahkan tubuhnya begitu pula dengan Daffin,
"Sini" ucap Daffin yang menyuruh Vanya untuk merebahkan kepalanya pada dada Daffin.
__ADS_1
Daffin mulai mengusap lembut rambut Vanya,
"Fin " panggil Vanya lagi.
"Hmm... Kenapa?" tanya Daffin.
"Tadi di kantor gimana?" tanya Vanya.
"Ya begitu lah pusing" jawab Daffin.
"Disana pasti banyak perempuan cantik ya" ujar Vanya.
Daffin pun mulai mengerenyitkan dahinya, Kenapa jadi bahas perempuan pikirnya.
"Iya banyak" ucap Daffin yang langsung disambut cubitan di dadanya dari jemari Vanya.
"Aduduh aduh... Kok aku di cubit sih?" protes Daffin.
"Abisnya kamu ngeselin" ucap Vanya.
"Ya kan aku jujur, Lagian mau sebanyak apapun perempuan cantik aku cuma sayangnya sama kamu" ucap Daffin
Vanya mulai merebahkan kepalanya lagi di dada Daffin.
"Fin" panggil Vanya.
"Hmm kenapa lagi?" tanya Daffin.
"Meskipun aku belum bisa kasih apa-apa ke kamu, Kamu jangan cari perempuan di luar ya" ucap Vanya.
"Ya makanya kamu juga harus berusaha buat nyenengin aku" ucap Daffin yang membuat Vanya terbangun dan menatap ke arah Daffin.
"Aku ini laki-laki Vanya, Aku juga punya batas kesabaran, Mau sampai kapan kamu tolak aku terus" ucap Daffin seraya menatap lekat ke arah Vanya.
"Ya udah kalau gitu" ucap Vanya dengan mata yang berkaca-kaca seraya bangun dan tidur menjauh serta membelakangi Daffin.
Daffin terlihat serba salah, Ia pun mulai mendekati Vanya dan menyentuh lengannya namun ditepis oleh Vanya,
"Hei jangan marah" ucap Daffin yang berusaha berbicara selembut mungkin.
Namun Vanya tak menghiraukannya, Daffin mulai menghela nafas, Lagi-lagi ia harus mencoba mengalah,
"Iya.. Maaf kalau aku salah bicara tadi" ucap Daffin.
"Kamu jangan marah lagi ya?" bujuk Daffin.
"Aku akan tetap menunggu sampai kamu siap kok dan aku juga akan berusaha untuk tetap setia sama kamu" ujar Daffin.
"Beneran?" ucap Vanya yang kini mulai melihat ke arah Daffin.
"Iyaa" ucap Daffin lembut.
"Udah sekarang tidur ya , Aku mau selesaikan pekerjaan aku dulu"ucap Daffin seraya menyelimuti Vanya.
__ADS_1
Vanya pun hanya mengangguk, Sementara Daffin mulai beranjak dari atas tempat tidu dan mulai melanjutkan pekerjaannya kembali.
Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga votenya. Terima kasih😌😌