VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Bertemu Adik Leo


__ADS_3

Sementara itu Leo yang baru saja keluar dari pintu gerbang melihat Dion yang tengah berselisih dengan Vanya dan mulai menghampiri mereka.


"Ada apa nih?" tanya Leo.


"Enggak ada apa-apa" ujar Dion.


"Kenapa Vanya?" tanya Leo kepada Vanya kini.


"Dia paksa buat antar aku pulang, Tapi aku enggak mau" Ucap Vanya dengan raut wajah yang terlihat kesal.


"Ya udah, Aku aja yang antar kamu" ujar Leo.


Dengan spontan Dion mulai menarik bahu Leo seraya berkata," Le, Gue di kasih amanat sama Daffin buat antar Vanya pulang, Jadi lo enggak usah ikut-ikutan !"


Leo tersenyum kecut dan mulai berkata, " Ya tapi Vanya enggak mau diantar sama lo"


"Vanya kamu mau pulang sama aku atau Dion?" tanya Leo


Vanya pun terdiam dan akhirnya memilih pulang bersama Leo daripada ia terus menerus dipaksa oleh Dion pikirnya.


"Sama Kak Leo aja, Ayo Kak" ujar Vanya seraya naik ke atas motor Leo.


Dion nampak mengerenyitkan dahinya menatap Vanya yang mulai naik ke atas motor Leo, Sementara Leo tersenyum dan mulai berkata, " Ion kita duluan ya" ujar Leo seraya menjalankan motornya.


"Ah si*l !" ucap Dion


Dion mulai merogoh saku celananya lalu mengambil ponsel miliknya, Ia pun terlihat sedang menelepon seseorang.


"Fin, Bini lo di anter si Leo !" ucap Dion ditelepon.


...----------------...


Sementara itu,


Ditengah perjalanan Leo nampak ingin mengisi bahan bakar terlebih dahulu,


"Vanya, Aku isi bensin dulu ya" ujar Leo.


"Oh iya Kak,"


Sesampainya di tempat pengisian bahan bakar Vanya nampak turun dari motor berjalan menjauh dan menunggunya di tepi jalan.


Kring kring kring🎶🎶🎶


Ponsel Vanya berdering dilihatnya layar telepon dan ternyata itu telepon dari Daffin.


"Kamu lagi dimana???" tanya Daffin di telepon dengan nada yang cukup tinggi.


"Di pom bensin" jawab Vanya


"Kenapa kamu enggak pulang sama Dion??


Aku udah suruh dia buat antar jemput kamu kalau kamu pulang sendiri, Aku udah suruh dia jaga kamu !!" ucap Daffin dengan nada yang semakin meninggi.

__ADS_1


Vanya menelan ludahnya, Ia terlihat kesal karena Daffin hanya sebentar saja menelepon dan kali ini menelepon pun hanya untuk memarahinya.


"Kamu enggak salah nyuruh dia jaga aku? Hah !? ucap Vanya dengan nada tinggi pula.


"Ya memangnya kenapa?" ucap Daffin yang mulai memelankan suaranya.


"Aku enggak mau lagi dekat-dekat sama dia, Terakhir kalinya aku percaya sama dia aku ikutin dia, Kamu tahu sendiri kan bagaimana nasib aku selanjutnya?? Dan sekarang kamu malah percayakan aku sama dia ?? Dan Kamu masih tanya kenapa??" ucap Vanya kesal.


Daffin pun mulai terdiam ia tak tahu harus menjawab apa kali ini.


Leo datang setelah mengisi bensin dan menghampiri Vanya, Ia melihat raut wajah Vanya yang kesal, Pasti Daffin yang telepon pikirnya.


"Daffin ya?" tanya Leo.


Vanya hanya mengangguk,


"Sini aku mau bicara" ucap Leo yang mulai mengulurkan tangannya.


Lalu Vanya mulai memberikan ponselnya kepada Leo, Leo nampak mendekatkan ponsel milik Vanya ke telinganya.


"Halo sob" ucap Leo.


"Leo??" ucap Daffin.


"Kenapa? Tenang aja Vanya aman sama gue, Dan gue akan antar dia selamat sampai rumah tanpa kekuranga apapun" ujar Leo.


"B*ngs*t lo !!!" ucap Daffin dengan marah.


Leo mulai tersenyum kecut lalu matikan panggilannya dan memberikan ponsel Vanya kembali.


Vanya pun kembali naik ke atas motor sementara Daffin yang terlihat kesal mulai melemparkan ponselnya hingga rusak dan berantakan.


...----------------...


Sebelum Leo menjalankan kembali motornya, Ia pun mulai bertanya kepada Vanya,


"Katanya kamu mau kenalan sama adik aku bukan?"tanya Leo.


"Ha? Oh itu" ucap Vanya gelagapan.


"Ayo aku ajak kamu ketemu dia ya" ucap Leo.


"Tapi Kak, Aku enggak bisa kalau harus ke rumah kakak," ucap Vanya.


"Tenang aja, Dia tinggal terpisah kok sejak 2 tahun lalu" ujar Leo


"Oh, Ya udah kalau gitu" ucap Vanya akhirnya.


Leo pun mulai melaju menuju ke tempat adiknya berada, Hingga akhirnya mereka pun sampai disebuah tempat yang membuat Vanya kaget bukan kepalang, Karena mereka sekarang berada disebuah tempat yang sepi dan ada tulisan besar diatas gerbang ditempat mereka berhenti sekarang.


..." Tempat Pemakaman Umum "...


"Kok kita kesini Kak??" tanya Vanya yang mulai terlihat panik karena Leo membawanya ke pemakaman yang sepi.

__ADS_1


"Ayo jalan, Adik aku ada didepan sana" ujar Leo.


Vanya terdiam, Ia nampak mengerenyitkan dahinya, Kejadian dengan Dion dulu kembali mengingatkannya, Leo memang teman Daffin tapi bukan tidak mungkin ia sama saja seperti Dion.


Leo yang melihat Vanya mematung dan tak mau ikut pun akhirnya memutuskan untuk berjalan sendiri.


"Ya udah kalau kamu enggak mau, Aku pergi sendiri" ujar Leo yang mulai berjalan menyusuri pemakaman.


Hingga sampai lah ia disebuah nisan yang bertuliskan, 'Monalisa Keyla Hardika'


"Mona, Kakak datang nih " ujar Leo lirih.


"Kakak bawa orang yang ingin bertemu sama kamu, Tapi kayaknya dia takut buat kesini" ujar Leo.


"Kak" panggil Vanya yang membuat Leo seketika menoleh.


Rupanya setelah Leo berhenti disebuah makam Vanya mulai mengikutinya dibelakang.


Vanya pun ikut bersimpuh dibawah,


"Nah ini dia orang yang mau ketemu sama kamu" ujar Leo.


"Hai, Aku Vanya" ujar Vanya.


Flashback


Waktu itu Leo baru saja kuliah semester 3 Ia pun berpacaran dengan perempuan yang satu tingkat dengannya.


Lalu Adiknya yang kala itu masih SMA tingkat ke 2 meminta dijemput setelah belajar kelompok dari rumah temannya. Karena memang arah rumah Leo harus melewati jalanan yang sepi dan saat itu sudah pukul 18.40


Dan karena Leo tengah menemani pacarnya, Ia pun tak bisa pergi dengan segera menjemput Mona, Pacarnya terus saja menahan kepergian Leo dan meminta untuk ditemani berbelanja.


Waktu menunjukan pukul 19.30


Leo akhirnya bisa pulang ia pun mencoba menelepon ponsel adiknya namun tak aktif, Ia pun menelepon temannya, dan jawabnya adalah Mona telah pulang dari 30 menit yang lalu, Akhirnya Leo memutuskan untuk pulang.


Sampai akhirnya ia mendengar suara tangisan memberhentikan motornya dan melihat ke dalam sebuah bangunan yang kosong.


Seorang wanita berlumuran darah dikepalanya dan dengan pakaian terkoyak tengah duduk bersimpuh sambil terus menangis, Leo berusaha mendekatinya disentuhnya lengah wanita itu dan saat wanita itu menengadahkan kepalanya, Leo pun syok, Ternyata itu adalah adiknya Mona dengan kondisi yang sangat memperihatinkan.


"Dan setelah itu aku putusin dia, Aku salahkan dia, Padahal sebenarnya aku sendiri yang salah, Harusnya waktu itu aku jemput Mona, Sampai akhirnya aku menemukan dia dengan keadaan yang sangat buruk" ujar Leo yang terlihat menghela nafas agar tak menangis.


"Pelakunya sudah ditangkap dan dijebloskan ke penjara, Tapi tetap lukanya tidak menghilang, Mona depresi, Ia pun memilih untuk mengakhiri hidupnya" ujar Leo lagi.


Vanya nampak terdiam, Agak menyesal juga karena ia harus mengingatkan Leo pada adiknya, Vanya pun mulai menaruh lengannya dibahu Leo dan mulai mengusapnya dengan lembut.


Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga Votenya . Terimakasih😌😌


*Dilarang keras untuk pelagiat dalam bentuk kata apapun !


Cctv author 24jam !! (Author mode ganas)


Diam bukan emas tapi diam-diam tahu.

__ADS_1


Jadi please mikir jalan cerita uwu sendiri oke !!


__ADS_2