VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
S2 Part 152


__ADS_3

"Niko!" ucap empat sekawan itu secara


serempak, ketika melihat pemuda bertubuh tinggi. Tetapi ada yang berbeda kali ini, kumis tipis nampak menghiasi wajahnya, membuat ia terlihat lebih maskulin.



"Niko, makin ganteng aja sih~~," ucap Fani dengan mata berbinar.


"Iya ya Niko ganteng," ucap Riri dengan mata berbinar memandangi Niko.


Meta membulatkan kedua bola matanya melihat dua temannya yang tak sadar memuji-muji orang yang dulu disukai oleh teman mereka sendiri, Vanya.


Sementara Vanya sendiri tengah menatap Niko tanpa berkedip sama halnya dengan Niko.


Udah lama banget rasanya...batin Vanya.


Tak dapat dipungkiri mungkin kapal mereka belum sempat berlayar. Tapi, rasa itu pernah ada, meskipun belum pernah saling memiliki satu sama lain.


"Gimana kabar kamu Va?" tanya Niko.


"Emm... Baik." jawab Vanya singkat.


"Va, Niko makin ganteng ya? Pantesan dulu kamu suka sama dia," celetuk Riri dengan polosnya.


Dengan cepat Meta membekap mulut Riri meskipun hal itu terlambat ia lakukan.


"Ri, Dikontrol coba mulutnya," bisik Meta sambil memelototi Riri.


Riri melepaskan bekapan Meta dari mulutnya.

__ADS_1


"Ih~ Meta apa sih. Orang bener kok!" ucap Riri lagi.


"Ri..." Meta semakin membulatkan matanya ke arah Riri, ia terlihat gemas dengan sahabatnya itu meskipun ia kuliah di luar negeri nyatanya tetap saja temannya itu polos. Saking polosnya bisa membuat gemas dan kesal secara bersamaan.


Niko nampak terus memperhatikan Vanya dan tersenyum tipis, sementara Vanya memalingkan wajahnya sedari Riri yang asal bicara.


Mungkin kalau dulu ia tak bertemu dengan Daffin, sekarang ini ia akan sangat senang melihat Niko berada di hadapannya.


Astaga Vanya...!!! Inget anak sama lakiiii ucap batin Vanya.


"Heh!! Mau sampai kapan berdiri terus begini! Hah!??? Gue laper woi!!" sewot Fani yang memang tak bisa diam dan selalu ingin memakan sesuatu, meski begitu tubuhnya tetap tak banyak berubah, seberapa banyak pun makanan yang masuk ke dalam perutnya.


"Iya ya, yuk kita cari tempat makan," ajak Meta yang berusaha menetralkan suasana.


"Nah gitu kek dari tadi. Ayo Ri, traktir gue baso tiga mangkok!" celetuk Fani.


"Iya soalnya perut gue keroncongan gara-gara kelamaan nungguin lo!" sewot Fani.


"Udah! Jangan ribut terus, kapan jalannya kalau ribut terus,"ucap Meta yang lagi-lagi menengahi.


"Yuk jalan Va," ajak Meta yang mencoba menyelamatkan Vanya dari tatapan Niko dan mulai merangkul tangannya.


"Duluan ya Nik," ucap Meta sambil berbalik diikuti hal serupa oleh Riri dan Fani.


"Aku nggak diajak?" tanya Niko yang membuat empat sekawan itu menghentikan langkahnya dan saling bertukar pandang.


"A..." Fani membekap mulut Riri sebelum ia sempat melanjutkan perkataannya.


"Emm... Kamu pasti dijemput keluarga kamu kan? Pasti mereka udah nunggu kamu, Kasihan kan." ucap Meta.

__ADS_1


"Nggak kok. Aku pulang lebih cepat dari yang seharusnya dan aku belum sempat kasih kabar ke mereka," jawab Niko.


Duh! Bingungkan gue! Diajak gimana nggak diajak juga gimana? ucap batin Meta.


"Ya udah ajak aja," ucap Vanya yang membuat ketiga temannya menoleh dan menatap ke arahnya.


"Kenapa? Dia kan teman kita juga, Itung-itung kita reunian aja," jawab Vanya dengan santai.


Vanya tak mau menghindar ataupun menjaga jarak, semakin ia menjaga jarak, Niko akan semakin berpikir Vanya masih memikirkannya pikir Vanya.


Lagi pula mereka tidak hanya berdua saja masih ada teman-teman yang lainnya.


"Ya udah, Ayo deh." ucap Meta pada akhirnya keempatnya kembali berjalan diikuti Niko di belakang mereka.


***


Kini mereka berlima nampak duduk di sebuah outlet baso terdekat, karena Fani yang bersikukuh meminta traktiran Riri baso tiga mangkok tanpa tawar menawar.


Riri duduk bersebelah dengan Fani, dan Meta duduk bersebelahan dengan Vanya, sementara Niko duduk di tengah di antara Vanya dan Fani.


Riri dan Fani nampak tengah sibuk dan fokusmenyantap makanannya, Riri tak kalah antusiasnya menyantap baso karena di luar negeri sana menurutnya rasanya berbeda dengan di Indonesia.


Sementara Meta menyantap makanan sambil sesekali memperhatikan Niko dan Vanya secara bergantian.


"Anak kamu udah berapa Va?" tanya Niko disela santapannya.


"Tiga," jawab Vanya sambil memasukkan baso ke dalam mulutnya.


"Ha? tiga?" ucap Niko dengan mata membulat.

__ADS_1


__ADS_2