VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Penyesalan Daffin


__ADS_3

BACA ✔


PLAGIAT ❌


Karena mikir menguras energi otak beda dengan tinggal nyomot😂, think smart 😉**


...****************...


Daffin mulai memperhatikan wajah Celine, Saat ia hendak menciumnya tiba-tiba saja ia seakan melihat Vanya, Daffin mulai mengedipkan kedua matanya.


Ya wanita di depannya bukanlah wanita yang ia cintai, Wanita yang ia cintai adalah wanita polos yang ketika marah akan memukulnya, Yang selalu memajukan bibirnya ketika ia merasa kesal kepada dirinya, Wanita yang selalu saja terlihat malu-malu, Wanita yang beberapa hari lalu mengungkapkan perasaan sayangnya kepada Daffin dan memeluknya, Wanita yang manja yang mengelus pipinya dengan lembut saat membangunkannya.


Daffin mulai bangun dan terduduk disamping Celine, Ini semua salah pikirnya, Ia berusaha keras untuk membuat Vanya jatuh cinta kepadanya, Dan kini saat Vanya mulai membalas perasaannya Daffn malah mengacuhkannya.


Daffin mulai merogoh saku celananya mengambil dompet serta mengeluarkan sejumlah uang lalu memberikannya kepada Celine.


"Lho kita kan belum ngapa-ngapain" ucap Celine.


"Iya enggak apa-apa, Ambil aja" Ucap Daffin yang mulai beranjak pergi dari sana.


Daffin mengemudi dengan perasaan yang kacau, Ia merasa sangat bodoh karena telah mengabaikan wanita yang ia cintai bahkan tadi saat Vanya bertanya kepada dirinya ia menjawab dengan begitu kasarnya, Entah apa yang sekarang Vanya pikirkan tentang dirinya, Daffin melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, Ia tidak perduli dengan mobil di depannya, Ia mulai mengklakson dengan cukup keras berulang kali agar mereka meminggirkan kendaraannya, Daffin hanya ingin segera bertemu dengan Vanya sekarang serta memeluknya dengan erat.




...----------------...


Daffin pun akhirnya pulang ke rumah ia segera menuju ke kamar.


Dibukanya pintu secara perlahan, Nampak Vanya sedang tertidur dengan posisi membelakanginya, Daffin mulai mendekat serta naik ke atas tempat tidur dan duduk di sampingnya.


Terlihat punggung Vanya yang bergetar, Dan terdengar suara samar seperti orang yang sedang menangis, Daffin pun mengerenyitkan dahinya dan mulai membalikan tubuh Vanya.


Dilihatnya Wajah Vanya yang basah, Matanya yang sembab, Vanya tampak berantakan, Ternyata Vanya sedang menangis sejadi-jadinya tanpa mengeluarkan suara.


"Kamu kenapa !!????" tanya Daffin yang panik melihat Vanya yang terus saja menangis.


Daffin mulai mendekati Vanya, Membangunkan tubuhnya serta memeluk Vanya dengan erat.


"Hikss...Hikss.. Kamu jahat banget.. Kamu jahat sama aku.. hiks.. Kamu ninggalin aku..Kamu cuekin aku.. hikkss" ucap Vanya yang terisak dan masih terus saja menangis.


"Maaf, Maafin aku ya, Aku udah jahat sama kamu" ucap Daffin yang makin mempererat pelukannya.

__ADS_1


"Kamu pembohong.. hikss.. kamu bilang enggak akan marah.. hikss.. Kamu bilang enggak bisa marah sama aku, hikss tapi kamu marah sama aku kamu tinggalin aku..hiks..hikdd" ucap Vanya terbata.


"Iya iya maaf , Aku enggak akan marah lagi, Aku enggak akan ninggalin kamu lagi, Kamu jangan nangis lagi ya, Udah berhenti nangisnya" pinta Daffin.


"Aku kesel banget sama kamu,.. hikss..Hikss.." ucap Vanya yang masih terisak.


Daffin terus saja memeluk Vanya dengan erat dan menggosok punggung,


"Udah sayang jangan nangis lagi ya, Sekarang kan aku udah di sini" ucap Daffin.


Daffin sangat menyesali sikapnya terhadap Vanya, Ia berpikir sejak kapan nafsu mengalahkan logikanya sendiri.


Sekarang orang yang sangat ia sayangi malah menangis tak henti-henti karena ulahnya.


"Udah jangan nangis lagi ya, Maafkan sikap aku tadi, Aku benar-benar enggak bermaksud mengabaikan kamu" ucap Daffin lagi yang masih berusaha menenangkan Vanya.


Selang beberapa waktu tangis Vanya mulai berangsur reda dan berhenti, Daffin masih nampak terus mengusap punggung Vanya,


"Sayang" panggil Daffin.


Namun tak ada jawaban dari Vanya, Dilihatnya wajah Vanya oleh Daffin, ternyata ia telah tertidur, Vanya terlalu banyak menangis sampai-sampai membuatnya lelah dan tertidur, Daffin mulai menggeser tubuhnya dan menyandarkan pundaknya di bantal sementara ia tetap terus memeluk Vanya.


Daffin mulai menghela nafas.


Hhh b*go banget sih lo Fin, Udah beruntung banget punya istri kayak Vanya, Tapi malah lo sia-siain batin Daffin.


"Maafin aku ya udah buat kamu menangis sampai seperti ini" ucap Daffin yang masih terus mengelap sisa air mata di wajah Vanya.


Daffin masih terus saja memperhatikan Vanya yang tengah terlelap di pelukannya, dan mulai merapikan rambutnya yang terlihat berantakan. Tidak lama setelah itu Daffin pun ikut tertidur.


...----------------...


Keesokan harinya,


Daffin mulai terbangun dari tidurnya, Ia melihat ke arah Vanya yang masih tertidur pulas dipelukannya.


Daffin pun berinisiatif membangunkan Vanya, Disentuhnya pipi Vanya oleh Daffin sambil ia berkata," Sayang bangun udah siang" ucap Daffin lembut.


Namun Daffin mulai merasakan ada yang tak beres, Ia kembali menyentuh pipi Vanya kemudian dahinya, "Kok panas banget" ucapnya yang mulai terlihat panik.


Daffin pun bangun dan duduk diguncangkannya tubuh Vanya seraya menepuk pelan pipinya , Namun Vanya terlihat lemah, Dan hanya mengerenyitkan dahinya.


Daffin semakin panik lalu di gendongnya Vanya ke luar, Sandra yang melihat Daffin membopong Vanya pun mulai bertanya kepada Daffin,

__ADS_1


"Vanya kenapa Fin??" tanya Sandra.


"Vanya demam embak, Panasnya tinggi banget" ujar Daffin yang terlihat panik.


"Ya udah cepat kamu bawa ke rumah sakit, Nanti embak sama Mama nyusul" ucap Sandra


Daffin pun bergegas menuju mobil dan membawa Vanya ke Rumah Sakit.


...----------------...


Sesampainya di Rumah Sakit,


Vanya nampak dibawa ke Instalasi Gawat Darurat untuk segera mendapatkan penanganan. Sementara Daffin mengisi formulir lalu mulai menunggu lagi di luar,


"Keluarga Ibu Vanya" ucap perawat.


"Iya saya keluarganya, Saya suaminya" ucap Daffin seraya menghampiri perawat tersebut.


"Silahkan masuk," ujar perawat tersebut.


"Ayo duduk dulu Pak" ucap Dokter saat Daffin berada di dalam.


"Gimana keadaan istri saya Dok?" tanya Daffin.


"Demamnya cukup tinggi, Untungnya Bapak dengan cepat membawanya kemari, Saya sudah memberikan cairan infus karena kondisinya terlihat sangat lemah, Dan juga saya ingin menyampaikan kalau istri Bapak ini sepertinya terlalu stres dan juga kekurangan nutrisi ini yang menyebabkan keadaannya drop bisa cukup berbahaya kalau tidak segera ditangani tadinya" ujar dokter menjelaskan.


"Apa akhir-akhir ini istri Bapak makan dengan tidak cukup baik?" tanya Dokter itu kemudian.


Daffin pun hanya bisa menelan ludah, Ia sama sekali tidak tahu, Sudah 2 hari ini Daffin sama sekali tidak memperhatikan Vanya, Ia malah sibuk mencari pelarian kesana kemari.


"Pak?" ucap Dokter yang membuyarkan lamunan Daffin.


"Oh iya Dok" ucap Daffin.


"Saran saya, Buat hati istri Bapak senang, Kasihan, Wanita yang sedang hamil tidak boleh terlalu banyak pikiran, Makanan pun harus diperhatikan, Jangan sampai telat dan harus yang memenuhi gizi, Kalau dibiarkan berlarut-larut bukan hanya berbahaya bagi kandungannya tetapi berbahaya juga untuk ibunya" ujar Dokter.


"Iya Dok saya mengerti" ucap Daffin.


Daffin terdiam kembali dan mulai mengutuk dirinya sendiri.


B*go lo Daffin b*go !! Bisa-bisanya lo mentingin ego lo sendiri, Akhir-akhir ini lo cuma sibuk ngurusin nafsu lo sendiri, Sekarang istri dan calon anak lo malah berakhir menyedihkan begini Batin Daffin.


Note : Jangan lupa like, komen dan votenya juga 😉

__ADS_1


Terima kasih untuk pembaca setia karyaku, Kalau bukan karena kalian aku mungkin udah berhenti di tengah jalan.😅


Tetap setia menanti up nya ya, Terima kasih semua😘😘


__ADS_2