VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Suami Pengertian


__ADS_3

Vanya mulai menghampiri serta duduk disamping Mamanya,


"Ada apa Ma?" tanya Vanya.


"Enggak apa-apa, Mama cuma lagi pengen ngobrol-ngobrol aja sama kamu" jawab Mamanya


"Oh iya gimana kamu disana?" tanya Mamanya lagi.


"Ya gitu Ma, Kayak biasa, Cuma kadang Daffin tuh suka nyebelin, Bentar-bentar ngeganggu terus makanya Vanya kesini" ujar Vanya.


"Jadi kamu kesini bukan karena kangen sama Mama nih??" tanya Mamanya.


"Eh, Enggak kok Ma , Karena Vanya kangen juga sama Mama" ujar Vanya nyengir.


"Dasar kamu ya pinter banget ngelesnya" ujar Mamanya sambil menguap rambut anak kesayangannya.


"Kalau Mama perhatikan,Sekarang kamu sudah mulai berubah ya" ujar Mamanya


"Berubah gimana maksudnya Ma?" tanya Vanya bingung.


"Kamu jadi lebih dekat dengan dia, Kalian jadi makin akrab" ujar Mamanya.


"Oh itu,Vanya juga enggak nyangka Ma, Semuanya ngalir gitu aja, Terus dia juga bilang kalau dia sayang sama Vanya" ujar Vanya sambil tersenyum serta menggelengkan kepalanya.


"Kamu suka ya sama dia?" tanya Mamanya sambil mengelus rambut Vanya.


"Ha? Mama ngomong apa sih" ucap Vanya salah tingkah


Vanya mulai terdiam, Ia pun mengerenyitkan dahinya dan mulai berpikir, Selama ini Mama paling tahu dan mengerti dirinya, Sampai saat Mama tahu ia hamil pun tanpa banyak bicara Mama sudah tahu, Dan sekarang Mama berbicara seperti ini membuat Vanya berpikir apa ia sekarang benar-benar telah menyukai Daffin.


"Ga tahu Ma, Vanya bingung" jawab Vanya kemudian.


"Jujur Mama masih kesal, Marah dan tidak terima dengan apa yang sudah dia perbuat sama kamu, Tapi kalau memang dia bisa membuat kamu bahagia, Mama akan coba mendukung kamu dengan dia." ucap Mamanya sambil mengelus kepala Vanya.


"Iya Ma, Makasih ya" ujar Vanya seraya memeluk Mamanya.


...----------------...


Malam harinya di rumah Daffin,


Pukul 22.35


"Aahhh tumben banget enggak bisa tidur" ucap Daffin sambil berguling ke kanan dan ke kiri.


Daffin pun memutuskan turun dan mengambil air minum di dapur, Ia pun duduk di kursi serta mulai melamun mengingat setiap kejadian manis yang terjadi di tempat ia duduk sekarang.


Saat pertama kalinya ia dapat mencium Vanya, Saat Vanya yang membantunya mengeringkan rambut, Saat Daffin memeluk Vanya, Saat betapa senang dan lahapnya Vanya menerima serta memakan makanan yang ia berikan, Daffin pun mulai tersenyum mengingat semuanya.


Sementara itu di rumah Vanya,


Krucuuukkkk


Suara dari perut Vanya ia pun bangun dan duduk di tempat tidur seraya memegangi perutnya.


"Laper" ucap Vanya.


"Tiba-tiba pengen ayam bakar yang biasa Daffin beliin" ucap Vanya cemberut.


"Minta beliin aja apa ya ?" ujar Vanya lagi seraya mengambil ponsel yang ia simpan di atas meja.

__ADS_1


"Ah tapi enggak deh pasti dia udah tidur juga sekarang" ucap Vanya seraya menaruh ponselnya kembali.


Vanya nampak gelisah, Sesekali ia mencoba untuk tidur kembali tapi ia tak bisa juga.


Ping


Satu pesan masuk di ponsel Vanya,


Daffin : Sayang kamu udah tidur belum?


ISTRIKU : Belum


Daffin : Ya udah kalau gitu kamu turun ke bawah terus tolong bukain pintunya ya.


ISTRIKU : Emangnya kamu disini?


Daffin : Iya


Vanya pun segera bangun dari duduknya, Dan mulai membuka pintu kamarnya serta berjalan menuruni tangga menuju pintu luar rumahnya.


Ceklek


Pintu di buka Daffin sedang berdiri di luar, Lalu ia mulai menyodorkan sesuatu bungkusan kepada Vanya.


"Ini buat kamu" ujar Daffin seraya tersenyum


"Apa ini?" tanya Vanya.


"Ayam bakar dari tempat biasa" ucap Daffin sambil tersenyum lagi.


Vanya terlihat begitu senang senyumnya mengembang, Ternyata Daffin membawakan makanan yang sangat ia inginkan saat ini, Lalu tanpa ia sadari, Ia mulai memeluk Daffin, Daffin pun terbelalak.


Daffin pun mulai ikut memeluk Vanya seraya berkata" Iya sama-sama sayang, Tadi tuh aku juga lagi kepikiran sama kamu, Ingat kalau jam-jam segini anak kita pasti minta makan, Jadi sengaja aku belikan buat kamu" ucap Daffin sambil mengelus rambut Vanya.


Vanya terdiam, Ia pun mulai tersadar..


Eh tunggu dulu, Kenapa aku jadi peluk dan manja-manjaan sama dia begini batin Vanya.


Vanya segera melepas pelukannya, Dan terlihat salah tingkah.


"Emm kalau gitu kamu pulang sana udah malam" ujar Vanya yang terlihat kikuk.


"Iya, Ya udah aku pulang dulu ya, Kamu baik-baik disini, Kalau mau dan butuh apa-apa kamu langsung telepon aku aja ya" ujar Daffin yang masih terus mengusap kepala Vanya.


"Iya" jawab Vanya singkat.


Daffin pun mulai setengah berjongkok, wajahnya kini sejajar dengan perut Vanya.


"Kamu juga ya, Sehat-sehat di perut Mama, Papa sayang kamu" ucap Daffin sambil mendaratkan ciuman di perut Vanya.


Vanya sedikit pun terlihat sedikit shock, Lalu Daffin kembali berdiri dan mulai mengusap kepala Vanya dengan lembut seraya berkata" Aku pulang dulu sayang"


"Iya" ucap Vanya sambil mengangguk.


Daffin pun mulai berbalik dan hendak berjalan, Akan tetapi belum sempat ia berjalan, Ia kembali menoleh ke arah Vanya,


"Oh iya ada yang kelupaan" ujar Daffin.


"Apa?" tanya Vanya sambil mengerenyitkan dahinya.

__ADS_1


Lalu dengan cepat Daffin mulai menundukan tubuh tingginya serta memiringkan kepalanya,


Cup


Satu kecupan ia berikan di bibir Vanya yang mungil seraya berkata,


" Aku sayang kamu " ucap Daffin sambil tersenyum.


Vanya nampak salah tingkah, Ini bukan yang pertama kalinya untuk Vanya, Tetapi tiap kali Daffin mencium bibirnya, Vanya nampak canggung.


"Aku pulang" ujar Daffin yang mulai berjalan pergi.


Vanya terlihat menatap kepergian Daffin setelah Daffin menghilang dari pandangannya Vanya mulai menutup pintu rumahnya.


...----------------...


Keesokan harinya di sekolah,


Vanya baru saja datang dan duduk di kursinya,


"Va lo pake baju siapa?" tanya Meta.


"Iya Va, Enggak banget sih, keliatan cupu" tambah Fani.


"Baju tetangga, Baju gue udah gak cukup lagi" jawab Vanya.


"Tuh kan berarti bukan keliatannya aja, Emang gue perhatiin lo tuh gemukan Va" ujar Fani.


"Emangnya keliatan ya?" tanya Vanya


"Kelihatan lah, Gue kan punya mata" jawab Fani.


"Ish serius gue" ujar Vanya.


"Iya sih gue lihat-lihat juga gitu, Naik berapa kilo lo?" tanya Meta


"Emm cuma 3 kilo padahal" ujar Vanya.


"Ih gila, banyak juga ya" ujar Meta.


"Ah gue pengen gemuk malah susah, Mau makan sebanyak apa juga badan segini-gini aja, Kan gue jadi kesel" ujar Fani pura-pura kesal


"Ya elo enak, Coba kalau kita? Iya enggak Va?" ujar Meta


"Iya nih, Coba bisa kayak lo Fan, Lagi gue suka makan malem terus akhir-akhir ini, Semenjak ha.." ucap Vanya yang hampir saja keceplosan.


"Semenjak apa Va?" tanya Meta sambil mengerenyitkan dahinya.


"Emm semenjak makan malam itu gue jadi gemukan, Tahu sendiri kan abis makan langsung tidur jadi cepet banget gemuknya" ucap Vanya mencoba menjelaskan.


"Iya sih" ujar Meta.


Vanya membuang nafas lega,


Hampir aja batin Vanya.


Note : Untuk yang membaca dan suka dengan karyaku jangan lupa untuk like, komen dan juga vote nya untuk dukungan supaya author makin semangat lagi menulisnya.


Happy Reading💞

__ADS_1


__ADS_2