VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Vanya Hancur


__ADS_3

Jadi ini semua bukan salah kamu ataupun aku" ucap Daffin kepada Vanya.


Vanya menghapus air mata yang membasahi pipinya, Ia menarik nafas dalam mengumpulkan semua tenaganya untuk bicara.


"Kamu tahu dia salah, Kamu tau dia menawarkan hal gila, Tapi kenapa kamu sendiri setuju?? Kenapa kamu enggak tolak itu semua !!!!!???" tanya Vanya dengan lantangnya.


"A-apa!?" Daffin mulai gelagapan tidak tahu harus menjawab apa.


"Kenapa?? Jawab kenapa???!!!!!!! tanya Vanya dengan marahnya.


Daffin diam lalu mencoba menjawab sekenanya,


"Ya kamu pikir aja kucing mana yang menolak diberi ikan" ujar Daffin membela diri.


Vanya membuang muka dan mulai setengah tersenyum,


"Oh jadi kamu sendiri mengakui, Kalau kelakuan kamu enggak jauh beda sama binat*ng !!" ujar Vanya yang kini mulai menatap Daffin dengan penuh kemarahan.


"Apa kamu bilang !!??" Daffin tersentak.


Lalu ia menghampiri Vanya, menatapnya dengan penuh amarah serta dengan kasar mulai menarik selimut yang menutupi tubuh Vanya.


"Aahh !!?? Apa yang kamu lakukan !!??" teriak Vanya sambil mencoba menutupi tubuh nya dengan tangan.


"Enggak perlu kamu coba tutupi, Aku udah lihat semuanya dari ujung rambut sampai ujung kaki, Untuk apalagi kamu tutupi !!??" ujar Daffin marah.


"Kamu mau apalagi??" tanya Vanya terpojok


"Aku?" ucap Daffin sambil tersenyum menyeringai.


"Aku cuma mau tunjukin ke kamu, Bagaimana manusia yang kelakuannya enggak jauh beda dengan binat*ng " ucap Daffin sambil mulai membuka handuk yang ia kenakan dan mulai mendekati Vanya,


"Pergi !!! Jangan mendekat !!! Pergi !!! Aaahhh!! teriak Vanya.


Daffin mulai menind*h tubuh Vanya, Mengig*t leher dan bahunya ia menyerang Vanya tanpa ampun, Vanya mencoba menyingkiran tubuh Daffin tapi ia kalah kuat, Ia cuma bisa pasrah saat Daffin mencengkram kedua tangannya, dan lagi-lagi menodainya.


Sakit dan terhina itu lah yang ia rasakan sekarang, Vanya hanya bisa menangis berharap ini semua segera berakhir.


Beberapa saat kemudian setelah Daffin merasa puas, Ia lalu meninggalkan Vanya ke kamar mandi, Vanya pun mulai bangun perlahan serta mulai mengambil satu persatu pakaiannya yang berserakkan di lantai, Lalu mulai ia kenakan lagi, Setelah itu ia bergegas meninggalkan kamar tersebut sambil berjalan tertatih.


...----------------...

__ADS_1


Vanya sampai di rumah ia melihat jam di tangannya pukul 21:39


Lalu ia bergegas masuk,


"Mama belum pulang" pikirnya


Sesampainya dikamar ia menghempaskan tubuhnya ke ranjang teringat kembali apa yang sebelumnya terjadi pada malam sebelumnya.


Vanya sedang belajar malam itu ada pesan masuk ke ponsel nya.


📩Dion : Malem Vanya, Maaf ganggu


📨Vanya : Iya Kak, Ada apa?


📩Dion : Kamu ada acara enggak besok?


📨Vanya : Enggak ada sih Kak, Kenapa emangnya Kak?


📩Dion : Aku mau minta tolong sekali lagi boleh enggak ?


📨Vanya : Minta tolong apa Kak?


📨Vanya : Aduh maaf banget Kak, Aku bener-bener mau fokus belajar dulu jadi enggak bisa


📩Dion : Please Vanya kalau ada kamu kafe tuh jadi rame, Pendapatan juga jadi lebih besar, Kakak butuh uang buat bayar uang kuliah, Kakak janji besok jadi yang terakhir dan kakak enggak akan ganggu kamu lagi, Gimana?


Vanya pun berpikir sejenak lalu mulai membalas pesan Dion lagi.


📨Vanya : Oke deh ka


📩Dion : Oke makasih ya, Oh iya tapi bisa


enggak kamu berangkat sepulang sekolah?


📨Vanya : Kok siang Kak? Bukannya kafe buka malem ya?


📩Dion : Iya Kakak punya lagu baru, Kakak mau kamu bawaanin lagu Kakak dan kita harus latihan dulu sebelum tampil, Gimana?


📨Vanya : Iya Kak


Keesokan harinya,

__ADS_1


Sepulang sekolah Vanya hendak menelpon


Mamanya dan mengabari tapi ternyata ponselnya mati,


"Mati lagi numpang nge-charge di kafe aja deh baru kabarin Mama" gumam Vanya sambil bergegas datang ke kafe.


...----------------...


Sesampainya di kafe Dion sudah menunggu didepan pintu, Setelah sebelumnya ia mencopot papan pengumuman bahwa kafe tutup selama seminggu dikarenakan sang pemilik sedang berlibur ke luar kota.


Dion membuka pintu untuk Vanya,


"Kok masih sepi Kak yang lain kemana?" tanya Vanya ketika sudah berada didalam.


"Oh anak-anak tadi ngabarin mobilnya mogok masih dibengkel ya setengah jam lagi juga sampe, Maklum mobil butut" ujar Dion.


Vanya sempat ragu karena cuma ada mereka berdua didalam, Sampai akhirnya seseorang datang dan menghampiri mereka.


"Oi Fin dateng juga lo, Sini duduk" panggil Dion


"Nah Vanya kenalin ini Daffin dia juga alumni Harapan Bangsa"ujar dion lagi


"Vanya" ucap Vanya


"Daffin" ujar Daffin


"Ini Vanya minumnya, Aku tinggal dulu ya kamu ngobrol-ngobrol dulu aja sama Daffin" ujar Dion


"Iya kak makasih ya" ucap Vanya


"Jadi kakak juga lulusan Harapan Bangsa ya sama kayak kak Dion?" ujar vanya


"Iya cuma aku satu tahun diatas dia, Jadi waktu kamu masuk aku udah lulus" ucap Daffin.


Vanya pun mulai meminum minuman yang diberikan oleh Dion, Lalu ia merasakan kepalanya mulai berat serta pandangannya kabur, Tak lama kemudian Vanya mulai terlihat tak sadarkan diri.


"Nih kuncinya kamar ada diatas kalau udah selesai jangan lupa rapiin seperti semula, Gue mau ketemuan dulu sama David"ujar Dion seraya menyerahkan kunci kafe ke Daffin dan Daffin yang mulai memberikan sejumlah uang yang ia janjikan.


"Oke siap" ujar Daffin


Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga Votenya, Terimakasih😘

__ADS_1


__ADS_2