VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Usaha


__ADS_3

Daffin pulang kerumahnya, Ia melihat Vanya yang sedang membaca buku di ruang tamu, Sambil memakan keripik kentang.


Kalau lagi diam manis banget ya kayak kucing tapi kenapa kalau aku deketin berubah jadi singa Batin Daffin


Daffin pun berjalan dan menghampiri Vanya, Lalu ia pun mulai membuka percakapan.


"Kamu lagi apa?" tanya Daffin dengan lembut


"Kamu enggak lihat??" jawab Vanya sewot


Hhh tuh kan keluar singanya Batin Daffin


"Kamu laper enggak cari makan yuk sambil jalan-jalan" bujuk Daffin


"Baru aja abis makan" ucap Vanya yang masih sibuk memakan keripik kentang sambil membaca buku.


Hhh gimana lagi coba batin Daffin


Daffin pun akhirnya duduk disamping Vanya lalu mengambil keripik kentang yang dipegang oleh Vanya,


"Eh punya aku itu" ucap Vanya saat Daffin mulai mengambil keripik kentang dari tangannya


"Minta " ucap Daffin sambil memakan keripiknya


"Udah sini balikin" pinta Vanya


Tapi Daffin tetap cuek dan terus memakan keripik kentangnya , Vanya berusaha mengambilnya tetapi Daffin terus menghalanginnya.


"Balikin ! Tinggal sedikit itu nanti abis" rengek Vanya


"Daffin udah sini!" ucap Vanya lagi


Tetapi Daffin masih saja acuh tak acuh


"Daffiiiiiin" panggil Vanya yang kini mulai setengah menangis


"Iya ini" ujar Daffin seraya memberikan bungkus keripik kentang yang hanya tersisa beberapa keping disana


"Tuh kan abis" ucap Vanya yang kini mulai cemberut


"Enggak usah cemberut gitu jelek, Aku beliin yang baru 10 bungkus kalau perlu" ujar Daffin


"Ya udah mana!?" tagih Vanya


"Iya aku beli dulu kamu tunggu aja" ujar Daffin yang beranjak dari duduknya dan segera keluar untung membeli camilan untuk Vanya.


20 menit kemudian Daffin datang dengan 1 kantong penuh camilan ditangannya.


"Nih" ujar Daffin seraya mengeluarkan seluruh camilan dari dalam kantong


"Eh ada ice cream nya juga?" ucap Vanya

__ADS_1


"Iya kali aja kamu mau" ujar Daffin


"Aku mau yang ini" ucap seraya mengambil 1 buah ice cream rasa stroberi


"Kamu suka yang rasa stroberi?" tanya Daffin


Vanya pun mengangguk, " Dulu Papa sering banget beliin pas pulang kerja, Tapi semenjak pisah sama Mama udah enggak pernah lagi" ujar Vanya yang mulai terlihat murung


"Emangnya mereka pisah kenapa?" tanya Daffin penasaran


"Mereka enggak pernah saling sayang, Cuma karena Mama hamil aja mereka nikah, Ya kayak hubungan kita sekarang" ucap Vanya yang berusaha menahan kesedihannya agar tak terlihat oleh Daffin tapi nyatanya percuma karena Daffin bisa melihat dengan jelas kesedihan di mata Vanya.


"Kita jangan pernah lakuin hal yang sama ya?" ucap Daffin seraya menatap Vanya dan mulai menggenggam tangannya


"Ha? Maksud kamu?" ujar Vanya sambil mengerenyitkan dahinya


"Kita jangan pernah pisah, Dan aku harap kamu belajar menyayangi aku, Karena aku udah terlanjur sayang sama kamu" ucap Daffin sambil menatap lekat ke arah Vanya, Lalu secara perlahan Daffin mulai mendekat dan sedikit lagi akan mendaratkan kecupan di bibir Vanya, Namun tiba-tiba


"Daffiiiin!" teriak Sandra sambil menurunin tangga


Vanya segera memalingkan wajahnya dan Daffin pun mulai terlihat kesal


"Kenapa sih embak??" tanya Daffin marah


"Kamu kemanain buku embak? kata Mas Daniel kamu yang ambil" ujar Sandra


"Ada dikamar Daffin" jawab Daffin


"Ditaruh sebelah mana? Embak cari-cari enggak ada" ucap Sandra


Sementara itu Vanya terus menepuk-nepuk pipinya dengan kedua tangannya sambil berkata


"Sadar Vanya sadar, Hampir aja" gumam Vanya


Lalu ia pun segera membereskan camilan serta buku-bukunya dan segera naik lalu masuk ke dalam kamar Sandra..


Daffin yang telah menyelesaikan urusannya dengan kakaknya segera turun kembali kebawah untuk menemui Vanya, Tapi ternyata ia sudah tidak ada disana.


Hhh ilang kan tuh kesempatan langka batin Daffin


Akhirnya Daffin pun kembali ke kamarnya lalu merebahkan diri di kasur miliknya.


Ia pun memandang ke arah langit-langit kamarnya, Dan mulai membayangkan kejadian yang hampir saja terjadi tadi, Lalu ia pun mulai tersenyum


Sementara itu dikamar Sandra,


Vanya tidur memunggungi Sandra dan ia masih terus saja memegangi kedua pipinya yang terasa panas, Sandra yang sedang membaca buku pun mulai bertanya


"Kamu udah tidur Vanya?" tanya Sandra


"Oh belum embak" jawab Vanya yang langsung menoleh ke arah Sandra lalu duduk

__ADS_1


"Emm embak tadi enggak sengaja lihat kamu sama Daffin" ujar Sandra


Vanya pun terlihat gugup dan salah tingkah,


"Tapi enggak apa-apa, Embak malah seneng kalau kamu bisa dekat dengan dia dan belajar menerima dia" ucap Sandra


Vanya hanya diam dan menunduk


"Embak bicara seperti ini bukan semata-mata karena Daffin adik embak, Tapi justru karena kamu dan juga anak kamu, Karena hubungan yang awalnya dipaksakan enggak akan pernah berakhir dengan baik, Embak tahu dari awal pasti kamu terpaksa menerima dia, Udah enggak usah terlalu dipikirkan jalani aja jangan kamu jadikan beban ya" ujar Sandra


"Iya Embak" jawab Vanya


"Ya sudah kita tidur kita istirahat sudah malam" ajak Sandra


"Iya" ucap Vanya singkat


...----------------...


Keesokan harinya saat sedang sarapan Daffin secara terus menerus memperhatikan Vanya, Vanya tak pernah luput sedikit pun dari pandangannya.


Vanya mulai merasa canggung, Ia memandang sinis ke arah Daffin agar Daffin berhenti memandanginya, Tetapi percuma karena Daffin malah tersenyum kepadanya, Vanya pun semakin canggung.


"Oh iya Mama lupa bilang Pak Herman cuti dia sedang ada perlu, Jadi hari ini kamu berangkat sama Daffin dulu ya, Enggak apa-apa kan?" ujar Mamanya Daffin


"Ha?" ucap Vanya tak percaya


"Iya Ma enggak apa-apa" ucap Daffin senang


Akhirnya Vanya pun berangkat bersama Daffin, Vanya pun pamit dan segera masuk ke dalam mobil Daffin, Daffin pun mulai melajukan kendaraannya.


"Semalam kamu.." ucap Daffin yang langsung dipotong oleh Vanya


"Aku turun disini aja deh" ucap Vanya


"Loh kenapa?" tanya Daffin yang masih terus berusaha melajukan kendaraannya sambil sesekali melihat ke arah Vanya


"Nanti takut ada yang lihat lagi, Soalnya kemarin aja teman aku ada yang lihat kita terus dia juga curiga karena rumah kita lawan arah" ujar Vanya


"Ya kamu kan bisa bilang aku abis dari mana terus kebetulan lewat kan bisa" ujar Daffin


"Iya alasan itu udah aku pakai kemarin apa enggak basi kalau dipakai lagi" ucap Vanya


"Kamu bukan lagi mencoba menghindar dari aku kan" ujar Daffin


"Ya enggak juga" jawab Vanya


Daffin pun terlihat kesal karena Vanya masih saja berusaha menutupi hubungan mereka.


"Kamu enggak perlu turun pokoknya kamu berangkat sama aku sampai kesekolah" ujar Daffin sinis


Vanya bisa melihat kekesalan Daffin dan ia pun tak lagi berani membantahnya.

__ADS_1


Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊



__ADS_2