VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Salah Tingkah


__ADS_3

Vanya terdiam begitu pula dengan Daffin,


Ini jantung gue kenapa jadi begini, kayak baru aja dipeluk cewek Batin Daffin


Duh gue lagi ngapain sih ini Batin Vanya


"Udah tidur sana biar cepet sembuh" ujar Vanya kemudian


"Enggak mau nanti kalau aku tidur kamu pergi" ucap Daffin


"Ya emang kenapa? Aku cuma nemenin sampe sembuh aja kok" tanya Vanya


Hening mereka berdua kembali terdiam,


"Aku boleh menghadap ke kamu ya?" tanya Daffin


"Enggak !" jawab Vanya


"Kenapa?" tanya Daffin


"Enggak apa-apa udah begini aja" ujar Vanya yang berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah


"Vanya" ucap Daffin lagi


"Kenapa lagi?" tanya Vanya


"Makasih ya " ucap Daffin


"Hmm iya sama-sama" ucap Vanya


Mereka pun kembali diam, Vanya terus menguap dan tanpa sadar lama kelamaan ia pun tertidur


"Vanya" panggil Daffin lagi


Tapi tak ada jawaban Daffin pun mencoba berbalik dan dilihatnya Vanya yang sedang tertidur, Lalu Daffin membuka selimutnya dan mulai menyelimuti Vanya.


Kini Daffin merubah posisi tidurnya dan ia mulai memeluk Vanya.


Saat sore hari di ruang tamu, Mamanya Daffin baru saja pulang,


"Kamu dari mana saja jam segini baru pulang?" tanya Papa Daffin kepada Mama Daffin


"Kenapa sih Pa biasanya juga emang pulang jam segini kan" jawab Mamanya Daffin.


"Itu anak kamu alerginya kambuh" ujar Papanya Daffin


"Siapa? Daffin? " tanya Mamanya Daffin


"Ya iya siapa lagi" jawab Papanya Daffin


Mama Daffin segera naik ke atas menuju kamar Daffin, Lalu mulai memanggil-manggil namanya.


"Fin.. Daffin" panggil Mamanya sambil membuka pintu


Tapi saat disana mamanya melihat Daffin yang sedang tertidur lelap bersama Vanya disampingnya. Lalu Mamanya pun tersenyum seraya menutup pintunya kembali.


"Daffin gimana Ma kata Papa tadi dibawah alerginya kambuh" tanya Sandra yang baru saja datang bersama Daniel


"Iya San" ujar Mamanya


"Terus sekarang gimana keadaan dia?" tanya Sandra


"Kayaknya baik-baik aja sih" ucap Mamanya


"Kok kayaknya? Emang Mama enggak periksa ke dalam tadi?" tanya Sandra

__ADS_1


"Enggak, Mama enggak enak takut ganggu" ujar Mamanya


"Ganggu?" ujar Sandra penasaran dan langsung membuka pintu kamar Daffin


"Oh pantesan" ujar Sandra


Daniel pun ikut melihat ke dalam kamar, Lalu ia pun berkata "Wah pesat juga kemajuannya" ujar Daniel


"Ssst jangan berisik" bisik Sandra


Lalu Sandra pun menutup pintunya kembali dengan perlahan.


"Sudah biarkan saja, Sekarang dia sudah punya istri yang merawat dia kita udah enggak perlu terlalu khawatir lagi" ujar Mamanya.


"Iya Ma" jawab Sandra


Lalu mereka pun masuk ke dalam kamarnya masing-masing.


Saat tengah malam,


Vanya pun terbangun, Lalu ia pun melihat ke arah jam dinding di kamar Daffin.


"Hah? jam 11" gumam Vanya


Ia pun melihat ke arah Daffin yang saat ini sedang melingkarkan tangannya di pinggang Vanya, Serta melihat tangan Daffin yang masih berbercak kemerahan namun sudah agak pudar, Lalu Vanya berusaha mengangkat tangan Daffin.


Tetapi Daffin malah mempererat pelukannya, Vanya pun merasa sesak, Lalu ia mencoba membangunkan Daffin.


"Fin, Lepasin aku enggak bisa nafas" ucap Vanya


Tetapi Daffin masih saja tertidur dengan lelap.


Udah lah, Biarin dulu aja kali batin Vanya


Vanya pun diam lalu mulai melirik ke arah Daffin,


Vanya mulai memperhatikan setiap sudut wajah Daffin


Kalau dilihat-lihat emang lumayan sih, Apalagi pas banget sama postur badannya, "batin Vanya


Tiba-tiba Daffin membuka matanya dan mulai memandangi Vanya, Sesaat Vanya masih terdiam Setelah tersadar Vanya mulai menjauh.


"K-kamu udah bangun" ucap Vanya canggung


"Iya udah dari tadi sebelum kamu bangun" ucap Daffin


"Jadi kamu pura-pura tidur??" tanya Vanya tak percaya


Daffin hanya tersenyum dan lantas berkata "Kamu juga diam-diam ngelihatin aku" ujar Daffin


"Enggak !" elak Vanya


"Masa sih terus tadi namanya apa dong" goda Daffin


"Tahu ah, kalau kamu udah baikan aku tinggal sekarang aja" ucap Vanya seraya akan beranjak bangun dari tempat tidur


Krucuukkk.


Daffin dan Vanya sontak menoleh secara bersamaan ke perut Vanya,


"Kayaknya Ada yang demo didalam" ucap Daffin.


"Perasaan tadi siang makannya udah banyak kok masih bunyi aja" ucap Vanya malu-malu


"Ya wajar aja kan kamu makan buat 2 orang" ujar Daffin

__ADS_1


"Kita pergi cari makan di luar yuk aku juga laper nih" ajak Daffin


"Enggak usah orang badan kamu masih merah-merah begitu" ucap Vanya


"Ya terus gimana? Aku enggak mau kalau kamu cuma makan mie" ucap Daffin


"Ya kita coba lihat dulu ada bahan makanan apa dikulkas" ujar Vanya


Mereka pun turun bersama kebawah menuju dapur dan membuka kulkas untuk melihat stok bahan makanan yang masih tersisa, Ia pun menemukan telur disana.


"Cuma ada ini enggak apa-apa?" tanya Vanya


"Aku apa aja mau kok" jawab Daffin


"Hish apa aja mau tahunya malah bentol-bentol" ujar Vanya menggerutu


Daffin pun hanya tersenyum


"Sini aku bantu" ujar Daffin


"Enggak usah, Udah kamu duduk aja, Biar aku yang masak" ujar Vanya


Daffin mulai memperhatinkan Vanya sambil menopang dagunya.


Gini ya rasanya punya istri tuh mau makan ada istri yang masakin dan siapin Batin Daffin


"Ini seadanya aja untung masih ada nasi tadi" ucap Vanya seraya memberikan sepiring nasi goreng yang telah ia buat


"Iya makasih ya"ucap Daffin


Daffin pun mulai menyantapnya


"Emm enak kamu pinter masak juga ya ternyata" puji Daffin


"Ya harus lah, Mama bilang tuh jadi anak perempuan harus bisa masak biar suami tuh seneng, lagian kan lebih hemat uang belanja juga" ujar Vanya


"Makasih ya kamu udah nyenengin aku" ucap Daffin


Vanya pun terlihat salah tingkah dan lagi-lagi wajahnya terlihat tersipu malu.


"Udah cepet abisin!" perintah Vanya


"Iya istriku " ucap Daffin sambil menarik hidung Vanya


"Kamu ! "ucap Vanya tak meneruskan kalimatnya ia memilih meneruskan makannya dari pada terus menerus berdebat dengan Daffin


Setelah selesai makan Vanya dan Daffin pun naik ke atas bersamaan,


"Kamu enggak tidur di kamar aku lagi?" tanya Daffin


"Hish enggak! " jawab Vanya seraya berjalan masuk ke kamar Sandra


Namun sebelum masuk Daffin memanggilnya lagi,


"Vanya" panggil Daffin


"Apa lagi?" tanya Vanya


"Selamat tidur ya dan makasih buat hari ini, Aku beruntung punya istri seperti kamu" ucap Daffin sambil tersenyum lalu berjalan masuk ke kamarnya.


Vanya pun segera berjalan masuk ke dalam kamar dan langsung merebahkan tubuhnya.


Ucapan Daffin tadi masih terngiang dikepalanya,


Seketika wajah Vanya mulai memerah kembali.

__ADS_1


Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊


__ADS_2