VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Main ke Rumah Fani


__ADS_3

Sepulang sekolah,


"Vanya, Ayo jalan , Lo jadi ikut kan ke rumah Fani?" ujar Meta


"Iya jadi, Tapi nanti gue nyusul aja" ucap Vanya


"Tar lo malah enggak dateng lagi" ujar Fani


"Gue pasti dateng kok tenang aja" ucap Vanya


"Ya udah kalau gitu kita duluan ya" ucap Meta yang mulai berjalan keluar kelas bersama Fani dan juga Riri.


Selang waktu 20 menit Vanya akhirnya menyusul teman-temannya, Setelah sebelumnya menelepon Pak Herman untuk mengantarkannya


Sesampainya di rumah Fani,


"Pak, Pulang duluan aja ya? Nanti kalau aku udah selesai, Baru bapak jemput aku lagi" ucap Vanya kepada Pak herman


"Oh iya siap " ujar Pak Herman


Vanya pun mulai membuka pintu mobil lalu turun, Ia pun mulai melangkahkan kakinya menuju teras rumah Fani.


Vanya mulai menekan bel, Sambil melihat ke sekeliling teras rumah Fani dan matanya pun tertuju pada pohon mangga berbuah rimbun dengan dahan yang rendah yang berada di halaman depan rumah Fani, Tidak lama kemudian asisten rumah tangga Fani pun membukakan pintu dan langsung menyuruh Vanya menyusul Fani dan yang lainnya yang tengah berada di kamar.


"Akhirnya dateng juga lo" ujar Meta yang tengah memakan camilan yang disediakan oleh Fani saat Vanya mulai membuka pintu kamar Fani.


"Gue kira lo enggak jadi dateng" ujar Fani yang tengah sibuk dengan Laptopnya.


"Iya Riri kira juga kamu enggak dateng Vanya" ujar Riri yang sedang sibuk mencoba aksesoris rambut milik Fani di meja riasnya.


"Jadi lah, Oh iya Fan pohon mangga depan rumah lebat juga ya pendek lagi" ujar Vanya.


"Iya tapi asem banget buahnya cuma kalau udah mateng ya manis" ujar Fani.


"Ya buah mangga dimana-mana juga kalau udah mateng ya pasti manis kalau yang muda ya asem gimana sih lo Fan" ucap Meta.


"Eh iya ya" ucap Fani sambil menggaruk kepalanya.


"Kita ngerujak yuk" ajak Vanya kemudian


"Ngidam lo" celetuk Meta


"Ha? Emm..Kan enak Ta siang-siang gini ngerujak seger" ujar Vanya setengah tersenyum.


"Ya udah yuk, Kebetulan gue masih punya nanas sama jambu kayaknya di kulkas" ujar Fani.


Fani menaruh laptopnya diatas tempat tidur dan mulai berjalan menuju teras rumah diikuti oleh Vanya, Meta dan juga Riri.


...----------------...


Sesampainya di teras, Mereka mulai melihat ke atas pohon mangga.


"Yang bawah kebanyakkan yang muda, yang setengah matengnya diatas semua," ujar Meta,


"Sini lah gue panjat ambil yang atas" ujar Meta sambil bersiap menaiki pohon mangga.


"Eh gila ini anak maen panjat aja" ujar Vanya kaget ketika Meta mulai menaiki pohon.


"Beda emang turunan sun go kong" celetuk Fani.


"Monyet dong gue !! Sial*n lo ! ucap Meta sambil melemparkan buah mangga yang kecil dan mendarat tepat dikepala Fani.


"Aduh ! Yee si*lan lo Ta ! Maen lempar aja" ucap Fani sewot.


"Lagi lo duluan ngomong sembarangan, Sekali lagi ngomong gue sambit nih pake yang ini" ucap Meta sambil memegang buah mangga berukuran cukup besar ditangannya.


"Eh gila lo ! Yang bener aja benjol gue nanti !" protes Fani.


"Makanya jangan macem-macem lo !" ujar Meta puas sambil tertawa puas.


"Nih tangkep " ucap Meta dari atas pohon


"Sini sama Riri " ujar Riri sambil menengadah dan mengulurkan kedua tangannya ke atas.


"Nih ambil " ucap Meta sambil melemparkan buah mangga ke arah Riri


"Aaaahhhh" teriak Riri sambil berlari menghindari buah mangga yang Meta jatuhkan.


"Yee gimana sih lo Ri, bukannya ditangkep malah lari" ujar Fani

__ADS_1


"Abis Riri takut" ujar Riri


"Lagian gaya banget mau ditangkep, Udah Ta jatohin aja kebawah" perintah Vanya


"Bonyok dong " ucap Meta


" Ya enggak apa-apa orang enggak mateng enggak akan hancur juga" ucap Vanya lagi


"Ngomong kek dari tadi biar cepet pegel nih gue nangkring di atas" ucap Meta sambil memetik buah mangga lalu mulai menjatuhkannya.


"Udah kali Ta cukup" ujar Fani


Meta pun turun dari atas pohon, Vanya, Fani dan Riri mulai mengumpulkan buah mangga yang berserakan. Mereka mulai masuk lagi kedalam dengan membawa buah mangga ditangannya masing-masing. Lalu mulai berjalan menuju dapur.


"Gue yang bikin sambelnya ya" ujar Vanya


" Ok Vanya" ucap Fani


"Ta kupas nih" suruh Fani


"Enak aja gue yang naek pohon gue juga yang kupas, Tuh suruh Riri aja" ujar Meta sambil duduk di kursi dapur.


"Ya udah nih Ri, Awas jangan tebel-tebel" ujar Fani seraya memberikan pisau kepada Riri.


"Iya" jawab Riri


Setelah selesai menyiapkan semuanya, Mereka pun berkumpul di ruang tamu dan duduk dilantai yang beralaskan karpet, Dan mulai memakan rujaknya.


"Enak sambelnya" ucap Fani sambil mengunyah


"Iya dong siap dulu yang buat" ujar Meta


" Mangganya asem banget, Gigi Riri ngilu " ujar Riri sambil bergidik ngilu.


"Kan gue bilang juga apa" ucap Fani.


Sementara itu Vanya sedang asik memakan buat mangganya, Teman-temannya pun merasa heran.


"Va ? Enggak ngilu? Perasaan dari tadi lo makanin mangganya terus" ucap Meta.


"Enggak enak kok seger" ucap Vanya sambil mengunyah.


Teman-temannya pun hanya bisa mengerenyitkan dahi melihat Vanya yang tampak menikmati memakan mangga yang masam,


"Faniiiiii" ujar suara itu yang ternyata adik sepupunya Fani.


"Ngapain lo kesini?" tanya Fani ketus.


"Ih kenapa? Enggak boleh? Gue mau minta mangga lagi" ucap Nita sepupu Fani.


"Lagi pada ngerujak ya kebetulan banget nih, Ikutan ah" ucap Nita lagi seraya duduk di dekat Fani dan mulai mengambil nanas lalu memakannya.


"Eh jangan makan nanas keguguran baru tahu rasa lo !" cegah Fani


"Satu doang gapapa nanti anak gue ngiler, Nyokap lo kemana?" tanya Nita


"Tau bilangnya mau keluar bentar tapi belom balik-balik, Kesini sama siapa lo?" ujar Fani.


"Sendiri" jawab Nita singkat sambil terus memakan rujak dengan lahap.


"Udah ah sana gangguin gue sama temen-temen gue aja" ucap Fani sewot


"Iya iya, Gue mau ambil mangga dulu ah" ujar Nita sambil berjalan pergi ke teras depan rumah.


"Panggil bibi kalau enggak bisa" ujar Fani


"Iyaaa" jawab Nita yang sudah berada di ambang pintu.


"Fan, itu tadi siapa?" tanya Meta.


"Sepupu gue, Anak adiknya Nyokap" ujar Fani.


"Dia lagi hamil ya?" tanya Riri.


"Iya" jawab Fani singkat.


"Tapi kok kayaknya masih kecil ya" ucap Vanya hati-hati.


"Iya baru kelas 2 SMP" ucap Fani

__ADS_1


"Hah !!??" ucap Meta, Vanya dan Riri bersamaan.


"Ih gila parah banget, Kecil-kecil udah bisa bikin anak kecil" celetuk Meta.


"Ya gitu lah pergaulan kelewat bebas" ucap Fani.


"Emang orang tuanya enggak ngawasin apa gimana?" tanya Meta.


"Broken home,Bokapnya main gila terus sama cewek, Nyokapnya sakit keras, Udah gitu dia anak satu-satunya, Jadi enggak ada yang bener-bener ngawasin mana pacarannya sama anak kuliahan" jelas Fani.


"Hiii serem ya" ucap Riri.


"Terus pacarnya mau tanggung jawab?" tanya Vanya hati-hati.


"Katanya sih mau, Cuma kan belum cukup umur jadi belum bisa nikah" ucap Fani.


Vanya mulai tertunduk lesu sekarang, Karena Vanya sendiri pun mengalaminya juga, Pasti berat di usia yang masih sangat muda menanggung beban seberat itu, Apalagi dia belum menikah apa yang akan dikatakan orang nantinya.


"Makanya harus hati-hati lo semua , Terutama lo Riri sama lo juga Ta" ucap Fani.


"Kok Riri?" tanya Riri bingung.


"Iya lo tuh polos nanti lo diajak begituan sama si Evan nurut-nurut aja lagi atau jangan-jangan udah ya??" terka Fani.


"Ih apa sih faniii" ucap Riri


"Enggak bakal berani lah mau ditembak tuh si Evan sama Omnya si Riri yg polisi" celetuk Meta


"Iya juga sih hahaha" ujar Fani sambil tertawa


"Nah kalau kita nih aman, Iya enggak Va??" ujar Fani.


"Ha?" ujar Vanya yang mulai tersadar dari lamunannya.


"Iya kita aman, Orang kita jomblo enggak mungkin lah kita hamil duluan" ucap Fani.


Vanya tersenyum kecut, Lalu ia mulai berkata,


"Sebenernya gue..." ucap Vanya yang terpotong oleh Mama Fani yang baru saja datang.


"Eh Vanya tante kira kamu enggak dateng" ujar Mama Fani yang baru saja masuk sambil membawa barang belanjaan diikuti Nita dibelakangnya.


"Iya tante tadi datengnya telat, Gimana kabarnya tante?" tanya Vanya seraya bangun dari duduknya dan mulai bersalaman dengan Mama Fani.


"Baik, Kamu sendiri gimana kabarnya Mama sama Papa juga sehat?" tanya Mama Fani


"Sehat kok tante, Semua sehat" jawab Vanya


"Bagus lah kalau begitu, Oh iya nih tante beli soto nih kita makan sama-sama yuk" ajak Mama Fani.


"Ayo mau Ma" ujar Fani


Akhirnya mereka pergi ke ruang makan dan makan bersama, Vanya mulai mencicipi sotonya,


"Rasanya mirip sama soto langganan Niko" ucap Vanya tanpa sadar.


"Ehem lagi makan juga ingetnya sama Niko" ujar Meta


"Bukan gitu Ta, Tapi emang rasanya sama kok" ujar Vanya menjelaskan


"Itu tante beli tadi enggak jauh dari sekolah kamu" ujar Mama Fani


"Yang sebelah minimarket bukan tante?" tanya Vanya


"Nah iya itu" jawab Mama Fani


"Oh berarti bener langganan temen Vanya itu" ucap Vanya


"Bohong Ma bukan temen tapi orang istimewa" celetuk Fani.


"Fan, Apaan sih ! hardik Vanya


Fani hanya menjulurkan lidahnya meledek Vanya, Lalu mereka pun melanjutkan makannya, Setelah selesai mereka membantu merapikan meja dan Nita pamit pulang sementara Fani dan yang lainnya kembali ke kamar Fani.


Mereka pun mulai menonton film di laptop, Selang setengah jam berlalu Vanya tampak mengantuk, Lalu ia mencoba merebahkan tubuhnya dikasur milik Fani.


"Fan, Gue ngantuk banget, Gue tidur bentar ya, Nanti bangunin gue kalau udah selesai" ujar Vanya.


"Iyaa" jawab Fani

__ADS_1


Vanya pun mulai tertidur, Sedangkan teman-temannya masih asik menonton film.


Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊


__ADS_2