VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Bimbang


__ADS_3

Sesampainya disekolah,


Vanya mulai melihat ke depan ke kanan dan ke kiri untuk memastikan tidak ada yang melihatnya turun dari mobil Daffin.


Lalu ia pun turun namun betapa terkejutnya Vanya, bukan karena ia dipergoki oleh teman-temannya Tetapi kali ini ia melihat Niko yang berdiri tidak jauh dibelakangnya.


Vanya berusaha mengalihkan pandangannya ke arah lain lalu segera pergi dari sana, Sedangkan Daffin melihat ke arah Niko dengan senyum menyeringai lalu ia pun pergi mengekor dibelakang Vanya.


...----------------...


Sesampainya Vanya dikelas


"Va, lusa Niko ulang tahun loh" ujar Meta kepada Vanya ketika ia baru saja duduk di kursinya.


"Oh" jawab Vanya singkat


"Nanti kita datang kesana yuk?" ajak Meta


"Gue enggak tahu Ta, Gue enggak yakin bisa" ujar Vanya


"Masa enggak bisa sih Va? Bukannya waktu itu nyokap lo kasih izin ya buat jalan sama Niko, Gue rasa kali ini juga boleh kan cuma acara ulang tahun" ujar Meta


Vanya hanya terdiam


"Oh atau kalau enggak gue jemput lo deh ya, Gue yakin pasti nyokap lo kasih izin" ujar Meta


"Eh enggak usah Ta, Nanti gue aja yang ngomong sendiri" ujar Vanya cepat


"Nah gitu dong" ujar Meta


...----------------...


Malam harinya dikamar Sandra, Sandra sedang serius membaca buku diatas tempat tidurnya, Vanya pun duduk disampingnya lalu ia memberanikan diri untuk berbicara dengan Sandra.


"Embak Vanya boleh enggak dateng ke rumah teman Vanya, Lusa dia ulang tahun" ujar Vanya


"Ya kalau embak sih enggak akan melarang kamu, Tapi embak sarankan kamu juga harus tanya Daffin, Dia yang lebih berhak menjawab pertanyaan kamu" ujar Sandra


Hhh gimana cara ngomongnya, Lagian kayaknya dia enggak akan kasih izin juga batin Vanya


"Kenapa?" tanya Sandra membuyarkan lamunan Vanya


"Enggak apa-apa embak, Takut dia enggak kasih izin aja" ucap Vanya seraya menunduk


"Ya kan kamu belum coba, Coba tanya langsung dulu aja ke dia ya" saran Sandra


"Iya embak, Ya udah Vanya tanya dia dulu deh" seraya beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar Daffin


Tok tok tok


"Siapa?" tanya Daffin yang sedang bersandar ditempat tidurnya sambil bermain game di ponsel miliknya.


"Vanya" jawab Vanya dari luar


Daffin pun langsung melonjak dari posisi bersandarnya, Ia pun terduduk dan menaruh ponselnya lalu mulai merapikan rambutnya.


"Masuk aja enggak dikunci" perintah Daffin


Vanya pun masuk dan mulai menghampiri Daffin,

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Daffin


"Aku mau ngomong sesuatu" ujar Vanya


"Sini duduk" ucap Daffin seraya menepuk tempat tidur disebelahnya.


"Enggak usah begini aja" ujar Vanya menolak


"Jadi aku harus menengadah terus ke kamu nih?" tanya Daffin


Vanya pun akhirnya duduk disamping Daffin namun agak berjauhan


"Ada apa?" tanya Daffin kemudian


"Aku mau tanya.. Emm minta izin maksudnya, Aku mau ke ulang tahun temen aku lusa, Boleh enggak?" tanya Vanya


Daffin pun heran sekaligus merasa senang akhirnya Vanya meminta izin kepada dirinya saat akan pergi dan ia pun menjawab " Iya boleh kok" ucap Daffin sambil tersenyum.


Vanya tak percaya semudah itu meminta izin kepada Daffin, Ia pun tersenyum senang


"Ya udah kalau gitu makasih ya" ucap Vanya seraya beranjak dari duduknya


Namun sebelum ia bangun Daffin dengan cepat memegang lengan Vanya.


"Kamu mau kemana? Buru-buru banget" ujar Daffin lalu ia pun mulai mendekat kepada Vanya


M*mp*s gue batin Vanya


"A-aku mau belajar dulu" ucap Vanya gugup


"Sini aku aja yang ajarin, Tapi.. sebelum itu kita lanjutin yang kemarin dulu ya" ucap Daffin yang mulai megang dagu Vanya, Lalu ia pun mulai mendekat hanya tinggal sedikit lagi bibirnya menyentuh bibir Vanya, Vanya pun dengan cepat mendorong bahu Daffin dengan perlahan.


"Vanya kamu emang paling bisa buat aku penasaran, Aku jadi makin suka" gumam Daffin lalu ia pun tersenyum


Sementara itu Vanya berdiri dibalik pintu kamar Daffin,


Aduuuh nyaris aja, Kenapa gue jadi deg-degan ga jelas gini sih batin Vanya


Vanya pun mulai mengatur nafasnya, Dan kini mulai kembali masuk ke dalam kamar Sandra.


"Gimana? udah izinnya?" tanya Sandra


"Iya udah embak" jawab Vanya


"Dibolehin? " tanya Sandra lagi


"Iya boleh" jawab Vanya


...----------------...


Keesokan harinya, Di sekolah


" Vanya gimana? Besok bisa kan ke Niko ? " tanya Meta


"Iya bisa kok" jawab Vanya


"Akhirnya, Terus lo mau kasih dia kado apa??" tanya Meta penasaran


"Emm apa ya? Gue belum kepikiran" jawab Vanya

__ADS_1


"Oh iya acaranya jam berapa sih emang?" tanya Vanya


"Jam 7 malem sih katanya" jawab Meta


"Oh ya udah nanti gue cari kadonya dulu deh" ujar Vanya


...----------------...


Sepulang sekolah Vanya meminta supir keluarga Daffin untuk mengantarnya membeli hadiah untuk Niko.


Namun ketika melewati warung soto langganan Niko tiba-tiba Vanya pun ingin menyantapnya.


"Pak berhenti di depan dulu yuk, Aku lagi pengen banget makan soto" ajak Vanya kepada Pak Herman


"Oh iya siap" ujar Pak Herman yang mulai menepikan mobilnya.


"Pak Herman enggak ikut kedalam? Kayaknya aku mau makan di tempat lebih enak soalnya" ujar Vanya


"Oh enggak usah saya menunggu di mobil saja ya" ujar Pak Herman


"Oh ya udah kalau gitu" ucap Vanya yang langsung masuk kedalam warung soto


"Mas pesan 1 dimakan disini ya" ucap Vanya


"Vanya" panggil seseorang yang tidak asing untuk Vanya


"Niko? " ucap Vanya


"Tumben banget kamu kesini, Tahu gitu tadi kita bareng aja" ujar Niko


"Oh iya ini juga tadi enggak direncanain kok pas kebetulan lewat jadi kepengen aja" ucap Vanya


"Oh gitu" ucap Niko


"Mas kayak biasa ya" ujar Niko kemudian


"Kita duduk disana aja yuk" ajak Niko


Sambil menunggu pesanan datang Niko pun memulai obrolan


"Emm Vanya besok kamu dateng kan?" tanya Niko


"Oh iya Nik aku usahain dateng ya" ujar Vanya


Seketika hening kembali,


Entah kenapa canggung rasanya bagi Vanya mengobrol lebih banyak dengan Niko, Mungkin juga karena statusnya sekarang,


Yang jelas ia juga takut membuat Niko berharap lebih, Karena sepertinya Niko masih belum menyerah dengan perasaannya terhadap Vanya.


Setelah mereka selesai makan Niko pun pamit dan pulang terlebih dahulu, Disusul dengan Vanya yang juga segera pergi dari sana.


Note : Terimakasih untuk yang masih setia membaca^^, jangan lupa untuk Like, komen dan vote juga boleh kalau berkenan.


Dan untuk sesama author jangan lupa tinggalin jejak ya, aku usahakan utk mampir balik memberi dukungan meskipun ga bisa untuk baca semua karyanya satu persatu karena terbatas waktu juga untuk nulis serta real life.


salam dari author


💕💕

__ADS_1



__ADS_2