
Jam pelajaran terakhir di mulai, Dan ini adalah waktunya Daffin mengajar. Ia masuk dan mulai memberikan materi pelajaran serta menjelaskannya, Beberapa menit berlalu..
"Va, apa perasaan gue doang atau bukan kayaknya Pak Daffin ngeliatin lo terus dari tadi" bisik Meta
"Cuma perasaan lo doang Ta" jawab Vanya pelan dan lemah
Meta mencoba memperhatikan lagi dengan seksama tatapan Daffin.
"Ssstt.. Va beneran kayaknya dia ngeliatin lo deh" bisik Meta
"Lihat Fani kali Ta" ujar Vanya santai
"Masa sih si Fani" gumam Meta
"Kerjakan soal latihan halaman 69" ujar Daffin
Para murid mulai sibuk membuka bukunya masing-masing. Dan mulai mengerjakan soal satu persatu.
Krriiiiiiinnnnnngggggggg
Bel tanda pelajaran telah berakhir pun berbunyi, mereka bergegas menyelesaikan soal latihannya. Dan segera mengumpulkannya ke meja guru
"Oh iya Vanya, seperti biasa kamu bantu saya koreksi soal jangan pulang dulu" ucap Daffin
Namun Meta segera mengangkat tangannya sambil berkata " Pak, Vanya lagi sakit kalau ganti orang aja gimana Pak?"
"Dia cuma saya suruh duduk manis bantu saya koreksi soal bukan saya suruh lari keliling lapangan" ucap Daffin tegas
__ADS_1
Meta menurunkan tangannya perlahan,
"Va sorry ya " ujar Meta
"Enggak apa-apa Ta, Gue bisa kok" ujar Vanya
Para murid bersiap untuk pulang, terkecuali Vanya. Teman-temannya yang khawatir menunggu di luar kelas.
Vanya berjalan gontai ke meja guru dan duduk di dekat Daffin, Daffin memberikan lebih sedikit buku latihan soal kepada Vanya.
Vanya pun mulai mengkoreksi satu persatu.
"Kamu sakit?" tanya Daffin kemudian namun tak dihiraukan oleh Vanya dia masih serius mengkoreksi.
"Kamu pusing enggak?" tanya Daffin lagi tapi Vanya masih tak menghiraukannya.
"Enggak perlu"ucap Vanya sinis
Daffin benar-benar dibuat mati kutu, akhirnya ia pun mengkoreksi soal latihan yang dipegangnya. Ada perasaan yang tidak bisa dijelaskan oleh Daffin,
Apa karena kejadian kemarin dia sampai sakit begini batinnya
Ya dia mulai merasa bersalah, Vanya tampak tidak bersemangat sedikitpun
"Ini udah selesai" ucap Vanya sambil memberikan buku latihan soal bagiannya, dan langsung berdiri namun tiba-tiba ia terhuyung Daffin dengan sigap memeganginya.
"Kamu enggak apa-apa? Aku antar kamu pulang ya?" ucap Daffin namun di tolak oleh Vanya
__ADS_1
"Enggak usah, aku dijemput Mama" ucap Vanya sambil berjalan gontai keluar kelas di depan kelas sudah ada Meta, Riri dan Fani serta Niko yang melihat dari kejauhan.
"Va, lo enggak apa-apa ?" tanya Meta
Vanya pun hanya menggeleng
"Enggak apa-apa kok" jawab Vanya
"Gue anter ke dokter aja yuk" Ajak Meta
"Enggak usah Ta, kan nyokap gue juga dokter lagian abis ini juga jemput jadi tenang aja gue enggak apa-apa" jawab Vanya mencoba menenangkan Meta
"Vanya kamu kenapa?, Riri jadi takut kamu pucet banget" ucap Riri
"Enggak apa-apa kok Ri" ucap Vanya sambil berusaha tersenyum
"Lagian lo enggak enak badan bukannya istirahat aja di rumah Va malah maksain masuk" ucap Fani
"Iya abisnya gue nanti ketinggalan pelajaran bentar lagi kan ujian" ucap Vanya
"Ya udah yuk kita temenin ke depan aja" ajak Meta
Niko ingin sekali menghampiri Vanya tapi ia ingat untuk tidak mengganggunya dahulu, Maka Niko pun mengurungkan niatnya, Ia cukup melihat dari kejauhan dan memastikan bahwa teman-temannya ada untuknya.
Hingga tanpa sadar ternyata dari depan pintu ruang kelas Daffin memperhatikan Niko dan melihatnya dengan tatapan sinis, Dan akhirnya Niko pun berbalik pergi.
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊
__ADS_1