
Sesampainya dirumah, Vanya langsung masuk ke dalam kamarnya, Lalu ia duduk ditepi tempat tidur dan dengan marahnya melemparkan bantal serta selimutnya
"Br*ngs*k !!! teriak Vanya
Keesokan harinya disekolah...
"Va, PR dari Bu Sandra udah lo kerjain?"tanya Fani
"Udah"jawab Vanya
"Liat dong, Semalem gue langsung tidur jadi enggak ngerjain " pinta Fani
"Nih ! " ucap Vanya seraya memberikan buku catatannya
"Sibuk banget lo, Bu Sandra cuti dia ga masuk hari ini" ujar Meta kepada Fani
"Masa sih?" tanya Vanya
"Iya, Gue kata kelas sebelah tadi pas ke toilet Bu Sandra cuti hamil katanya beberapa bulan" jelas Meta
"Loh Bu Sandra hamil? Terus kok udah cuti,Bukannya kalau mau melahirkan baru cuti ya?" tanya Vanya
"Iya cuma katanya kandungannya lemah apa gimana jadinya dia harus istirahat total dirumah, Apalagi sekolah kita banyak tangganya gini, khawatir kali dia mana nunggu lama juga kan 5 tahun baru hamil kalau enggak salah" ucap Meta
"Yang bener lo Ta, Jangan sampe enggak gue kerjain tahu-tahu nongol aja, Abis gue!" ucap Fani meyakinkan
"Iya serius gue, Tanya aja kelas sebelah kalau lo enggak percaya" ucap Meta
"Ya udah deh, Nih Va enggak jadi"ucap Fani sambil mengembalikan buku milik Vanya
"Ta nanti balik ngumpul yuk dirumah lo" ucap Fani kemudian
"Mau ngapain?"tanya Meta
"Bikin kue yang kayak waktu itu"Ucap Fani
"Ogah ah gue, lo bantuin makannya doang bikinnya kagak" tolak Meta
"Ya kan gue bantu doa lagian si Vanya enggak mau gantian"Fani ngeles
"Ah alasan aja lo" ucap Meta
"Selamat siang semua" ucap seseorang yang baru saja masuk dan memecah suara riuh di dalam kelas, Mereka pun mulai mendengarkan dengan seksama.
__ADS_1
"Perkenalkan nama saya Daffin Yuga Pradipta, Mulai hari ini saya pengganti sementara Bu Sandra, Jadi mohon kerja sama nya" ujarnya
Vanya terbelalak seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya
"Oh iya sebelum kita mulai pelajaran hari ini, kita perkenalan dulu ya, Akan saya absen satu persatu, Tapi... karena saya baru disini dan belum kenal kalian semua saya harap yang saya panggil namanya bukan cuma angkat tangan tetapi juga berdiri" ucap Daffin
"Mengerti?" ucapnya lagi
"Mengerti" ujar semua murid serempak
"Kita mulai dari Abimanyu Prasetya" lanjutnya
Daffin mulai mengabsen semua siswa tanpa terkecuali dan mereka mulai berdiri secara bergantian
"Dan yang terakhir Vanya satya utama" ucapnya sambil memperhatikan Vanya dengan seksama lalu tersenyum
"Ketemu" batin Daffin
Vanya memalingkan wajahnya dan segera duduk kembali, Lalu ia mengepalkan tangannya dengan penuh amarah
Pelajaran dimulai, Vanya merasa tidak tenang karena sesekali ia lihat Daffin terus melihat ke arahnya
"Kita ulangan dadakan ya" ucap Daffin kemudian dan disambut gaduh oleh semua murid
"Siapkan kertas selembar, saya akan bacakan soalnya" ucapnya lagi
20 menit berlalu...
"Ayo semua waktunya habis, Kumpulkan kertas kalian kesini sekarang juga" ucap Daffin
Mereka pun dengan cepat mengumpulkan kertas ulangannya..
Tampak Daffin sedang sibuk menata kertas tersebut.
"Yang saya panggil namanya harap maju kedepan "ujar Daffin
"Abimanyu Prasetya" panggil Daffin
"Iya Pak " jawab Abimanyu sambil berjalan maju ke depan kelas
"Duduk " perintah Daffin
"Ini kamu nomor 1 benar, Nomor 2 salah, 3 Benar, 4 Benar dan 5 salah" ucap Daffin
__ADS_1
"Nah ini kamu boleh pulang" ucap Daffin sambil memberikan hasil ulangannya
"Hah? Pulang Pak?" tanya Abimanyu bingung
"Iya, Enggak mau? " tanya Daffin
"Mau pak mau" jawab Abi ia pun mengambil tas dan pamit pulang
"Huuuuuuuuuuuuu" sorak para murid sekelas.
"Asik Va gue balik duluan dong , Makanya nama tu depannya F jangan V" ledek Fani seraya maju ke depan kelas setelah namanya dipanggil.
Vanya tersenyum getir, " Dia pasti sengaja" batin Vanya
Tiba giliran Vanya ia berjalan ragu dan kemudian duduk di depan Daffin,
5 menit berlalu Daffin masih diam dan hanya sibuk melihat kertas ditangannya,
Vanya mulai jengah
"Pak udah belum?" tanya Vanya tapi Daffin tak merespon
"Pak gimana hasil ulangannya?" Tanya Vanya lagi.
"Pak?"
"Pakkk" !?
Braakkkkkk
Habis kesabaran Vanya, Ia mengebrak meja didepannya.
"Mau lo tuh apa sih?!" ucap Vanya berusaha menahan amarahnya.
Daffin masih acuh tak acuh,
"Daffin !" ucap Vanya setengah berteriak
Daffin pun menoleh dan berkata " Aku pikir kamu lupa sama aku" sambil menatap lekat pada Vanya.
Vanya lantas membuang muka, Ia tak ingin sedikit pun memandang ke arah laki-laki yang berada didepannya saat ini.
..."Melihatmu hanya membuka kembali luka yang perlahan inginku sembuhkan, Perihnya masih terasa hingga detik ini dan itu terus berulang saat aku berada didekatmu seperti ini"...
__ADS_1
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊
Ayo ayo lanjut baca lagii.....