VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Cari Kesempatan


__ADS_3

BACA ✔


PLAGIAT ❌


Karena mikir menguras energi otak beda dengan tinggal nyomot😂, think smart 😉**


...****************...


Hari ini adalah hari minggu, Vanya libur begitu juga Daffin dan yang lainnya.


Papa Daffin masih sibuk di ruang kerja bersama Daniel.


Setelah mandi Vanya bergegas turun ke bawah, Dibawah tampak Mamanya Daffin beserta asisten rumah tangganya menyiapkan sarapan.


"Ma, ada yang bisa Vanya kerjain enggak?" tanya Vanya kepada Mamanya Daffin


"Udah kamu duduk aja disana sama Sandra enggak usah capek-capek, Ibu hamil harus banyak istirahat" ucap Mama Daffin


Vanya pun menghampiri Sandra yang tengah membaca buku di sofa, "Kamu kenapa?" tanya Sandra


"Enggak apa-apa embak cuma bingung mau ngapain" ujar Vanya


"Emang biasanya kalau libur gini kamu ngapain?" tanya Sandra


"Ya enggak ngapa-ngapain juga sih hehe, Cuma enggak enak nanti disangka males-malesan" ucap Vanya


"Udah tenang aja, Mau nonton TV juga boleh" ucap Sandra


Akhirnya Vanya memilih menonton TV, Setelah itu lanjut sarapan bersama yang lainnya, Kecuali Daffin yang memang setiap hari minggu sengaja meminta untuk tidak dibangunkan.


Siang hari saat Vanya sedang mengobrol dengan Sandra di halaman belakang,


"Vanya kita ngerujak yuk, Enak kayaknya siang-siang gini" ajak Sandra


"Mau rujak apa embak?" tanya Vanya


"Itu sebelah sana ada pohon mangga, seger kayaknya" ucap Sandra


"Tapi tinggi banget ya pohonnya" ucap Vanya sambil memperhatikan pohonnya.


"Iya tapi tenang aja ada ahli manjat, Bentar embak telepon dulu" ujar Sandra


Sandra pun menelpon Daffin, Daffin sedang bermain game di kamarnya.


"Apaan sih ganggu aja!" ucap Daffin yang mulai mengangkat teleponnya


"Fin, Turun sini jangan ngerem terus dikamar"ucap Sandra di telepon


"Mau ngapain sih emang embak? Daffin lg nggame nih gangguin aja" ucap Daffin sambil mematikan ponselnya


"Yee dimatiin, Dasar ini anak ga ada sopannya" Sandra sewot


Sandra pun berusaha menelpon Daffin lagi,


"Fin turun sekarang juga ambilin embak mangga muda!" ucap Sandra ketus


"Males ah , Mas Daniel aja" ucap Daffin


"Mas Daniel kan enggak bisa manjat pohon beda sama ka.." belum selesai bicara telepon Sandra dimatikan lagi, Habis kesabaran Sandra, Ia mulai menelpon lagi, Daffin belum sempat berbicara Sandra sudah menghujani Daffin dengan kata-kata.


"Daffiiiiin, ambilin mangga sekarang juga! embak sama Vanya mau ngerujak! Kamu mau anak kamu ngiler hah!?? " ucap Sandra marah


"Iya iya Daffin kesana" ucap Daffin akhirnya


Tidak lama Daffin turun, dan langsung menghampiri Sandra dan Vanya.


"Kamu mau mangga?" tanya Daffin kepada Vanya

__ADS_1


"Iya" jawab Vanya singkat


Daffin pun dengan sigap memanjat pohon mangga yang berada dibelakang rumahnya, Ia mulai memetik dan menjatuhkannya kebawah


"Cukup enggak segitu?" tanya Daffin


"Iya cukup, Udah kamu turun" ucap Sandra


Daffin pun turun perlahan, namun ketika akan sampai ke bawah Daffin tergelincir dan jatuh


Bugh


"Aduhh " teriak Daffin


"Eh Fin kamu enggak apa-apa?" tanya Sandra panik dan berusaha membangunkannya


Sementara Vanya hanya diam


Rasain lo batin Vanya


"Pinggang Daffin sakit nih" ucap Daffin


"Ya udah embak panggil bibi ya biar pijat pinggang kamu" ucap Sandra


"Enggak usah embak sama Vanya aja" tawar Daffin


"Loh kok aku? Aku enggak bisa pijat" elak Vanya


"Enggak apa-apa pelan-pelan aja" ucap Daffin


"Itu mah emang akal-akalan kamu aja!" ucap Sandra sambil menoyor kepala Daffin


"Tapi beneran sakit embak, Lagi punya istri kenapa harus dipijat sama orang" bela Daffin


"Ya udah kalau gitu Vanya pijat dulu embak siapin rujaknya"ucap Sandra yang pergi membawa mangganya ke dapur


Yah kok malah ditinggal sih batin Vanya


"Iyaa" ucap Vanya seraya mendekat pada Daffin


Tiba-tiba Daffin membuka bajunya, Seketika Vanya pun syok


"Kamu ngapain!??" ucap Vanya kaget


"Buka baju, Kalau enggak dibuka gimana pijatnya" ucap Daffin


"Hissh dasar kurang ajar" gumam Vanya


"Apa kamu bilang??" tanya Daffin


"Enggak, buru cepetan sini" ucap Vanya


"Yang ini" ucap Vanya sambil mencoba memijat pinggang Daffin


"Iya disitu" ucap Daffin


Gue kerjain sekalian batin Vanya


Lalu Vanya menekan dengan keras pinggang Daffin yang sakit, Daffin pun menjerit kesakitan


"Aaaaaaww" teriak Daffin


"Udah udah udah sakiiiit" teriak Daffin


"Udah enakan??" tanya Vanya


"Iya udah kok" jawab Daffin

__ADS_1


"Ya udah aku masuk dulu" ucap Vanya seraya bangun dan pergi


"Hadeh pinggang gue berasa mau patah bener-bener si Vanya" ucap Daffin.


Daffin masih terduduk dihalaman belakang sambil memijat-mijat pinggangnya sendiri, Sedangkan Vanya sudah berada di dapur memakan rujak bersama Sandra,


"Apa enggak asem itu?" tanya Mamanya Daffin ketika masuk ke dapur dan mendapati Sandra dan Vanya tengah memakan mangga muda.


"Enggak Ma, Enak tahu Ma seger" ucap Sandra


Mamanya bergidik ngilu, Namun kemudian tersenyum senang karena akan menjadi Nenek dari dua cucu sekaligus.


Ting tong


"Ada tamu kayaknya" ucap Mama Sandra seraya berlalu ke pintu depan lalu membuka pintunya.


"Eh Mas Embak, akhirnya dateng juga" ucap Mama Sandra kepada Kakak dan Kakak Iparnya


"Iya nih baru sempat kemari, Lagi kamu buat acara enggak pas hari libur saja" ucap Kakaknya Mas Handri


"Iya Mas, Lagi pula masih ada resepsi juga nanti baru nikahnya dulu aja kan, Ayo ayo silahkan masuk" ucap Mamanya Sandra mempersilahkan mereka masuk.


"Ayo duduk dulu" ucap Mamanya Sandra


"Sandra Vanya sini ada om Handri nih" panggil Mamanya Sandra


"Om Handri siapa embak?" tanya Vanya


"Oh itu kakaknya Mama, Udah yuk kita kesana dulu" ajak Sandra


Mereka pun datang menghampiri Om dan tantenya kemudian bersalaman, Vanya duduk disana sedangkan Sandra pergi memanggil Papanya dan Mas Daniel.


"Oh ini istrinya Daffin?" tanya Om Handri


"Iya, Namanya Vanya" jawab Mamanya Daffin


"Wah pintar juga tuh anak cari istri" ujar Om Handri


Tidak lama kemudian Daffin pun masuk sambil memegangi pinggangnya, Sementara Mamanya pergi ke dapur untuk meminta Asisten rumah tangga menyiapkan jamuan, Diikutin tantenya yang ingin ke toilet.


"Fin kenapa kamu?" tanya om handri


"Sakit pinggang Om" jawab Daffin seraya menghampiri Om Handri dan bersalaman lalu duduk disamping Vanya.


"Wah mentang-mentang pengantin baru" ledek Om Handri


"Oh iya dong Om" ujar Daffin sambil merangkul pinggang Vanya


Vanya terbelalak ia berusaha menyingkirkan tangan Daffin dari belakang, Tapi Daffin malah mempererat rangkulannya


"Hebat kamu ya cari istri secantik ini" puji Om Handri


"Om bisa aja, Tapi emang istri Daffin ini ga ada saingannya, iya kan sayang?" ucap Daffin seraya mengecup pipi Vanya


Vanya kaget, Tapi tetap mencoba tenang, didalam hatinya


Awas lo Daffin gue patahin sekalian itu pinggang !!! batin Vanya


" Wah masih mesra-mesranya nih" ucap Om Handri lagi


"Ya harus dong Om, Iya kan sayang?" ujar Daffin


" Kok enggak dijawab?" ujar Daffin lagi


"Iyaa" ucap Vanya yang mencoba tersenyum.


Awas aja lo Daffiiiiiinn batin Vanya

__ADS_1


Note : Makasih buat yang udah selalu mendukung karyaku, dan maaf bila ada kesalahan penulisan atau kadang cerita yang ngelantur kesana kemari😅, Author slalu mencoba menyuguhkan karya terbaiknya meski kadang mood acak2an dan beberapa kali niat hiatus😔. dan semoga pembaca tetap suka yak dan jangan lupa kasih supportnya jg biar author makin semangat. terima kasih😊😊


Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊


__ADS_2