VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Izin Mama


__ADS_3

Malam harinya


Mama Vanya nampak tengah menonton televisi, Vanya mulai mendekat dan duduk disampingnya.


"Mah..." panggil Vanya.


"Iya kenapa Va" tanya mamanya.


"Tadi siang pas di acara pensi sekolah Vanya nyanyi Ma "ujar Vanya


"Hmm terus.." ujar Mamanya sambil mengelus rambut Vanya


"Banyak yang suka Ma, Terus tadi ada alumni gitu nawarin buat nyanyi di band nya dia suka manggung di kafe-kafe gitu Ma, Menurut Mama gimana ambil enggak nanti dapet bayaran juga Ma kan lumayan ya buat jajan Vanya" ucap Vanya membujuk Mamanya


"Memangnya uang jajan yang Mama kasih selama ini kurang??" tanya Mamanya.


"Bukan gitu Ma" jawab Vanya.


"Mama enggak setuju" ujar Mamanya kemudian


"Tapi Ma..."ujar Vanya lagi


"Enggak Vanya sekali Mama bilang enggak ya enggak" jawab Mama Vanya emosi


"Vanya cape mah, Vanya tuh udah lakuin semua yang Mama mau, Tapi Vanya cuma mau lakuin apa yang Vanya mau sendiri aja enggak bisa, Vanya bukan robot mah Vanya punya hati punya perasaan bisa ga sih sekali aja Mama turutin mau Vanya enggak selalu Vanya yang ikut mau Mama terus" ujar Vanya sambil menangis dan berlari masuk ke kamarnya


Vanya menangis sejadi-jadinya merasa dikekang, Tak didengar, Kecewa, Marah semuanya membuat ia sedih, Kenapa dia ga bebas lakuin apa yang dia mau kenapa mesti terlalu banyak aturan dan larangan.


Sementara itu di Ruang TV


Maafkan Mama Vanya mama hanya ingin melindungi kamu batin Mamanya.


...----------------...


Keesokan harinya


"Va ayok sarapan dulu,Mama sengaja masak nasi goreng kesukaan kamu udah lama banget mama ga masak buat kamu"ajak Mama Vanya


"Enggak Ma, Vanya berangkat udah kesiangan" jawab Vanya sambil pergi berangkat ke sekolah


Vanya diam bukan berarti marah dia cuma butuh ruang, butuh waktu untuk Menenangkan hati dan pikirannya..


Sampai saat malam harinya Mama Vanya berusaha mengetuk pintu kamar Vanya,.


"Vanya, Buka pintunya nak Mama mau bicara"ujar Mama Vanya


Tapi Vanya tetap tak bergeming


"Vanya sebentar aja buka pintunya kita perlu bicara"ucap Mamanya lagi


Tak lama akhirnya Vanya pun keluar kamar..


"Kenapa lagi sih Mah?"tanya Vanya


"Kita ngobrol sebentar ya" ujar Mamanya Vanya


"Mama sayang kamu, Mama lakuin itu juga untuk lindungi kamu Va" ucap Mama Vanya lirih


"Tapi Vanya udah gede mah umur Vanya juga udah mau 18tahun, Vanya bisa jaga diri Vanya sendiri.."ucap Vanya sedih


"Baik kalau kamu memang bisa jaga diri, Mama izinkan kamu untuk lakukan apa aja yang kamu mau, Apa aja yang kamu suka tapi cuma 1 pesan mama jangan terlalu dekat apa lagi punya hubungan khusus sama laki-laki manapun, Jaga diri kamu dan jaga kepercayaan Mama" ucap Mama Vanya kemudian


"Beneran Ma??" tanya Vanya tidak menyangka


"Iya Mama ingin kamu bahagia, Apapun yang membuat kamu senang asal ingat kata Mama tentang 1 hal tadi ya" ujarnya

__ADS_1


"Iya mah pasti, Vanya enggak bakal kecewain Mama" jawab Vanya sambil tersenyum dan memeluk Mamanya


Dikamar Vanya mulai mengirimkan pesan kepada seseorang,


📨Vanya : Malem ka Dion ini Vanya yang waktu ketemu di pensi harapan bangsa


📩Dion : Oh iya, Ada apa Vanya?


📨Vanya : Tawaran yang waktu itu masih berlaku enggak ya?


📩Dion : Masih kok, Kalau gitu kita mulai besok gimana? Kebetulan besok malem minggu kafe pasti lagi rame-rame nya


📨Vanya : Boleh


📩Dion : Oke nanti aku kabarin lagi ya


📨Vanya : Oke siap


Vanya membaringkan tubuhnya di kasur


akhirnya aku bebas.


...----------------...


Keesokan harinya,


"Pagi semuanyaaa....." sapa Vanya sambil tersenyum memeluk sahabatnya Meta,Fani dan Riri bergantian


"Enggak panas" ucap Meta sambil memegang kening Vanya


"Ta, Bokap gue ada kenalan ustad kita coba bawa kesana aja gimana mungkin abis di ruqyah bisa balik normal"ucap Fani ngasal


"Vanya abis ditembak siapa?" ucap Riri yang disambut kekagetan kompak temannya


" Hahhh!!???"


"Eh salah ya, Habisnya Vanya keliatan seneng banget kayak dulu pas Riri ditembak Evan" ujar Riri polos


"Ya seneng kan ga selalu karena abis ditembak aja" tambah Vanya


"Ya terus lo kenapa? Kesambet? Emang balik lewat mana sih lo kemaren udah gue bilangin jangan lewat yang ada pohon beringinnya" celetuk Fani


"Sembarangan!!" semprot Vanya


"Ya terus lo kenapa va? cerita dong sama kita"pinta Meta


"Nanti malem kalian ada acara ga? tanya Vanya


"Riri sih rencananya mau nonton sama Evan"ujar Riri


"Gue mau nganter Dimas nyari sepatu futsal" ujar Meta


"Gue ada kencan sama guling,Nasib jones emang" ujar Fani sewot..


"Uluh kasian mending nongkrong ke kafe Venus aja Fan, Nonton gue perfom"ucap Vanya


"Ha? Perfom gimana maksudnya? " Fani bingung


"Gue ngisi disana sama bandnya kak Dion"jawab vanya antusias


"Kok bisa Va? Nyokap lo emang kasih izin??" tanya Meta penasaran


"Ya kalau enggak ngapain gue bilang mau tampil disana"jawab Vanya santai


"Coba Va bilang sama gue dukun mana yang lo datengin gue udah bosen jadi jones" tanya Fani antusias

__ADS_1


"Sembarangan!" Vanya sewot


"Mama sekarang udah bebasin gue mau lakuin apa aja asal tetep enggak pacaran" ujar Vanya lagi


"Owh gitu kok tumben banget" tanya Meta


"Ya gitu lah abis baku hantam dulu itu juga, Gue debat abis-abisan tapi ya akhirnya gue dapet SIM-nya,, Surat Izin Melakukan apa yang gue mau" jawab Vanya bangga


"Ati-ati kualat lo Va" celetuk Fani


"Ya jangan didoain yang jelek juga" ujar Vanya


Malam harinya


"Mah, Vanya berangkat ya?" tanya Vanya


"Iya hati-hati jangan pulang malam-malam kalau bisa ya nak"ucap Mama Vanya khawatir


"Iya mah enggak sampe jam 9 juga udah pulang mah Vanya udah minta ngisi 1 jam aja enggak sampe acara selesai"ucap Vanya


Saat ini pukul 19:00, Vanya mulai membawakan beberapa lagu,


waktu menunjukan pukul 20:05


"Kak udah ya cuma 1 jam kan?" tanya Vanya


"Yah ,Lagi rame-rame nya nih yang dateng padahal engga mau nambah 1 atau 2 lagu lagi gitu Vanya" tanya Dion berharap


"Enggak bisa ka" jawab Vanya


"Ya udah tunggu bentar ya, Duduk aja aku ke dalam dulu" ujar Dion


Dion pun datang dan menyerahkan beberapa lembar uang


"Ini Vanya makasih ya" ujar Dion memberikan uang senilai 300 ribu


" Ini enggak kebanyakkan Ka"??tanya Vanya


"Enggak ko berkat kamu kafe biasanya enggak serame ini meskipun malem minggu tapi sekarang yang datengnya enggak kira-kira" ucap Dion


"Oh ya udah makasih ya kak aku pamit sekalian" ujar Vanya


"Kamu buru-buru banget sih pacarnya udah nungguin ya besok-besok suruh nonton aja disini pacarnya jadi kamu bisa tampilnya aga lamaan"ujar Dion memberi saran


"Aku enggak punya pacar Ka"ucap Vanya


"Masa sih? Cantik, Pinter nyanyi masa enggak punya pacar" ujar Dion tidak percaya


"Ya emang enggak punya dan enggak boleh punya juga" jawab Vanya


"Loh kenapa enggak boleh?" tanya Dion penasaran


"Ya mama ga kasih izin aja"jawab Vanya lagi


"Cuma itu? Berarti kamu enggak pernah pacaran sama sekali juga ya jangan-jangan?" terka Dion


"Ya gitu lah" jawab Vanya singkat


"Oh ya udah pacaran sama aku aja, Mama kamu pasti izinin kalau liat aku hehe"ujar Dion dengan pede nya


" Enggak ka, Kata Mama sekali enggak tetep enggak" jawab Vanya


"Ya udah ka aku permisi mau pulang dulu takut kemaleman" ujar Vanya sambil berlalu dan pergi.


Note : untuk yang membaca dan suka dengan karyaku jangan lupa untuk like, komen dan juga vote nya untuk dukungan supaya author makin semangat lagi menulisnya.

__ADS_1


Happy Reading💞


__ADS_2