
Pukul 01.20 dini hari
Daffin pulang dari kafe, Ia membuka pintu rumah saat masuk ia dikejutkan dengan suara gaduh dari arah dapur.
Ia memegang pemukul dan menyalakan saklar lampu.
Saat ia nyalakan lampunya ia hendak memukul tapi dengan cepat ia berhenti, Karena tenyata itu adalah Vanya.
"Kamu ngapain disini???" tanya Daffin
"Aku laper jadi cari makanan" ujar Vanya yang masih memegang apel ditangannya
"Aku pikir tadi tuh maling tahu ga, Untung belum sempet aku pukul !" ucap Daffin gemas
"Ya maaf " ucap Vanya seraya memakan apelnya
"Kenapa lampunya enggak dinyalain??" tanya Daffin kemudian
"Aku enggak tahu saklarnya dimana" jawab Vanya
"Hhh ini kamu lihat baik-baik saklar ada disini" ucap Daffin seraya menunjukan letak saklarnya
"Oh iya" ucap Vanya
Daffin pun mengambil air minum lalu kemudian menyalakan kompor dan mulai memasak mie instan, Ia pun merasa lapar
Setelah siap Daffin meletakan mie nya di atas meja dan mulai menyantap mie nya.
Vanya pun melirik sambil masih asik memakan apel miliknya.
"Kamu mau? Ambil sendok sana kalau mau" perintah Daffin
Vanya pun mengambil sendok dan mulai ikut makan bersama Daffin, Ia pun sangat lapar hingga sudah tidak perduli lagi kalau dia harus makan bersama Daffin.
Daffin yang tak tega melihat Vanya begitu kelihatan lapar akhirnya memberikan semua mie nya kepada Vanya
"Ini abiisin aja semua aku udah kenyang" ucap Daffin
Vanya pun menggeser piring dan mulai menyantap mie nya. Daffin tersenyum melihat Vanya yang makan dengan lahap.
Bener juga kata Dion, Nikah tuh enggak seburuk pikiran gue, Lihat Vanya makan lahap gini aja rasanya gue udah seneng banget Batin Daffin
Vanya sudah selesai makan lalu ia bangun dari duduknya dan mulai mencuci piringnya, Saat sedang mencuci piring , tiba-tiba Daffin memeluknya dari belakang.
__ADS_1
Vanya pun kaget
Lalu Daffin pun berkata
"Vanya, tidurnya dikamar aku aja yuk" ajak Daffin
Vanya terperanjat lalu ia pun menginjak kaki Daffin dengan sekuat tenaga,
"Aduhh !" teriak Daffin,
Daffin mulai meringis kesakitan dan memegangi kakinya, Sementara Vanya bergegas pergi dan masuk ke kamar Sandra.
Keesokan harinya, Vanya sudah bersiap berangkat ke sekolah lagi ia sedang mengenakan seragamnya.
"Kamu mau sekolah hari ini? Enggak izin lagi aja" ujar Sandra
"Enggak embak nanti aku ketinggalan pelajaran kemarin aja rasanya sayang banget bolos sehari" ujar Vanya
"Ya udah kalau gitu kita sarapan dulu yuk dibawah" ajak Sandra
"Iya embak ayo" ucap Vanya
Disana sudah ada Papa dan Mamanya Daffin, dan Suami Sandra.
"Belum, tahu tuh semalem pulang jam berapa" ujar Mamanya
"Ya udah Sandra bangunin dulu mau ngajar enggak dia" ujar Sandra
"Vanya aja yang bangunin kan Vanya istrinya, Lagi pula Mama yakin kalau yang bangunin istri tuh dia pasti jadi semangat" ucap Mamanya Daffin
"Oh ya udah Vanya bangunin dulu" ucap Vanya seraya naik ke atas kembali
Tok tok tok
"Daffin banguuun mau ke sekolah enggak" teriak Vanya dari luar kamarnya
"Masih enggak ada suara jangan-jangan tidurnya ngebo lagi" gumam Vanya sambil menempelkan telinganya ke pintu
Ia coba membuka pintunya,
"Eh enggak dikunci" gumam Vanya
Lalu ia pun masuk, Ia memperhatikan isi kamar Daffin yang tertata dengan rapi, Lalu matanya tertuju pada kasur yang penggunanya masih menutup rapat dirinya didalam selimut
__ADS_1
Hhh tidur apa mati ga bangun-bangun juga batin Vanya
Vanya mulai mengguncangkan tubuh Daffin
.
"Daffin banguuun mau ngajar enggak" ucap Vanya
"Masih pagi baru juga jam berapa" ucap Daffin yang matanya masih terpejam
"Udah setengah 7 ini" ucap Vanya
Mata Daffin pun terbelalak
"Hah? kesiangan" ucap Daffin yang langsung berhambur ke kamar mandi
"Hish bener-bener ada ya guru kayak gitu, bisa-bisa muridnya kesenengan dia ngajarnya telat" ucap Vanya
Daffin segera mandi, setelah mandi ia keluar kamar mandi dan melihat kasurnya telah tertata dengan rapi serta ada tumpukan pakaian diatasnya.
Ternyata Vanya merapikannya sebelum keluar dan juga menyiapkan pakaian untuk Daffin.
Daffin tersenyum sumringah
"Gini ya ternyata rasanya punya istri" ucap Daffin sambil terus tersenyum
Daffin segera memakai pakaian.y dan menyisir rambutnya. Dan segera turun ke bawah untuk sarapan.
Tapi disana hanya tinggal Mamanya dan juga kakaknya Sandra,
"Vanya kemana Ma?" tanya Daffin
"Udah berangkat tadi" ucap Mamanya
"Kok enggak nungguin Daffin?" ujar Daffin
"Emangnya udah jam berapa ini masih mau ditungguin juga" ucap Sandra
Daffin melihat jam ditangannya dan hanya mengambil sepotong roti lalu bergegas berangkat ke sekolah.
"Ma Daffin berangkat" ucap Daffin seraya berjalan keluar
"Iya hati-hati jangan ngebut-ngebut" ucap Mamanya.
__ADS_1
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊