VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
S2 Part 140


__ADS_3

Hari sudah semakin sore Daffin dan juga Vanya akhirnya berpamitan, Mereka akan melanjutkan perjalanan mereka ke rumah orang tua Vanya.


Di luar rumah orang tua Daffin.


"Kalian hati-hati ya," ucap Mama Daffin seraya memeluk Vanya dan Daffin secara bergantian.


"Iya Ma," jawab Vanya seraya memeluk Mama Daffin.


"Nanti main lagi ya cucu oma yang ganteng," ucapnya kemudian sambil mencubit gemas pipi Dava yang tengah berada dalam gendongan Vanya.


"Iya oma," ucap Vanya yang seolah Dava yang tengah menjawab.


Vanya dan Daffin bergegas masuk ke dalam mobil, Vanya ke arah kursi belakang mobil untuk menaruh Dava di car seat-nya.


Setelah itu mereka mulai melambaikan tangan dan mobil melaju pergi.


"Sayang," panggil Daffin dengan pandangan lurus ke depan namun sesekali menoleh ke arah Vanya.


"Hmm kenapa?" tanya Vanya seraya menoleh ke arah Daffin.


"Nanti main kerumah orang tua kamunya jangan lama-lama ya," pintanya


"Memangnya kenapa?" tanya Vanya sambil menaikan alisnya.


Daffin lagi-lagi tersenyum genit ke arah Vanya.


"Aku mau lanjut yang belum tuntas tadi hehe," ucapnya.


"Hhh kamu pikiran kesitu terus!" sewot Vanya.


"Ya aku tuh lagi harap-harap cemas yang, Kamu lupa pas hamil Dava gimana? Mau deketin kamu aja susah karena kamunya mual terus dekat sama aku, Ya aku jaga-jaga aja sebelum itu kejadian lagi, Aku mau puas-puasin dulu," ucapnya dengan senyum jahil.


"Huu dasarr!" ucap Vanya seraya mengambil majalah dari dashboard mobil.


"Iya enggak yang??" tanya Daffin memastikan.


"Hmm... Iya," ucap Vanya yang kini pandangan telah teralih pada majalah ditangannya.


...----------------...


Tak butuh waktu lama kini mereka telah sampai di rumah orang tua Vanya, Vanya keluar dari dalam mobil diikuti oleh Daffin, Vanya hendak berjalan ke kursi belakang , Namun dicegah oleh Daffin.


"Aku aja yang gendong Dava, Kamu masuk duluan sana," ucap Daffin.


Vanya pun akhirnya berjalan ke arah pintu, Nampak mamanya yang baru saja membuka pintu dan kini merentangkan tangannya bersiap untuk memeluk putri kesayangannya itu.


"Mama Vanya kangen." ucap Vanya seraya mendaratkan pelukan ditubuh Mamanya itu


"Iya, Mama juga."


"Hei siapa ini yang main ke rumah oma," ucap Mama Vanya sambil melepas pelukannya dan kini pandangannya beralih pada bayi gemas yang tengah Daffin gendong.

__ADS_1


"Gimana kabarnya Ma?" tanya Daffin.


"Baik, Sini Mama mau gendong Dava coba, Ayo.Dava sama oma," ucap Mama Vanya yan kini mengambil alih Dava dari tangan Daffin.


"Papa mana Ma?" tanya Vanya.


"Ada di dalam tadi sih lagi di kamar mandi," ucap Mamanya yang mulai masuk ke dalam.


Daffin dan Vanya pun ikut masuk ke dalam, Nampak Papa Vanya yang kini tengah menuruni tangga, "Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga," ucap Papa.


Vanya bergegas menghampiri Papanya dan memeluknya, diikuti Daffin yang juga menghampiri Papa lalu mencium punggung tangannya.


Namun, Setelah itu Papa nampak melengos meninggalkan mereka berdua dan menghampiri Mama yang tengah menggendong Dava.


"Yah Papa sama Mama udah ada cucu lupa sama anak," gerutu Vanya.


"Apa sih Va, Sama kamu tuh udah enggak gemas lagi udah gede, Kalau sama Dava tuh dia lagi gemes-gemesnya," ucap Papa.


"Iya bener Pa, gemes banget ya, bibirnya mirip banget nih sama Vanya," ucap Mama.


Vanya memasang tampang sebal karena kedua orang tuanya tengah sibuk bersama cucu mereka dan melupakannya, Mungkin karena anak satu-satunya ia merasa ingin selalu dimanja bahkan kini merasa cemburu dengan anaknya sendiri.


"Udah enggak usah cemberut, Nanti pulang dari sini aku yang manjain kamu di rumah," bisik Daffin.


"Hishh kamu lagi!" protes Vanya.


"Oh jadi enggak mau?" ucap Daffin.


"Ah jadi enggak sabar buat manjain kamu," bisik Daffin lagi yang disambut cubitan dari Vanya karena kini Daffin nampak mencium telinganya membuat Vanya merinding seketika.


"Jangan begitu, Nanti Mama Papa lihat malu" bisiknya pada Daffin.


Daffin pun hanya tersenyum melihat ekspresi istrinya itu yang tengah membulatkan mata ke arahnya.


"Oh iya Fin, Udah lama kita enggak catur, Yuk kita main," ajak Papa seraya menoleh ke arah Daffin.


"Ok Pa siap !" ucap Daffin dengan cepat.


Daffin dan Papa pun pergi ke teras untuk bermain catur sementara, Vanya dan Mamanya yang masih menggendong Dava nampak duduk di ruang tamu.


"Vanya," panggil Mama.


"Kenapa Ma?"


"Bagaimana dengan kuliah kamu? Kamu yakin enggak lanjut?" tanya Mama.


"Ya abisnya gimana Ma, Vanya enggak tega ninggalin Dava sama orang yang belum terlalu dikenal, Mau titip ke Mama juga kan enggak bisa jadwal praktek Mama enggak tentu, Mau dititip ke Mamanya Daffin juga enggak mungkin kan Mamanya Daffin juga jagain Sherin karena embak Sandranya ngajar lagi di sekolah." ucap Vanya sambil memegang tangan Dava yang tengah duduk dipangkuan Mamanya.


"Ya kita bisa coba carikan pengasuh yang cocok kalau kamu mau lanjut lagi, Sayang Vanya nilai-nilai kamu itu selalu bagus dan bahkan nyaris sempurna," ucap Mama lagi.


"Iya sih Ma, Ya nanti lah dibicarain dulu sama Daffin, Lagian kalau mau lanjut lagi juga enggak mungkin sekarang-sekarang," ujar Vanya.

__ADS_1


"Memangnya kenapa??" tanya Mama.


"Emm... Vanya... Hamil lagi Ma," ucap Vanya yang tersenyum kaku.


"Ha? Hamil lagi?? Sekarang???" ucap Mama dengan ternganga.


"Iya," ucapnya singkat sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


"Memangnya kamu enggak kb?" tanya Mama.


"Enggak Ma, Enggak boleh sama Daffin," ucap Vanya.


"Hhh bener-bener tuh anak," ucap Mama yang terlihat sedikit kesal.


"Ya enggak apa-apa kok Ma, Kata Mamanya Daffin juga mumpung masih muda kan, Jadi tenaganya masih kuat buat melahirkan, Karena waktu itu juga Mamanya Daffin terpaksa caesar karena udah enggak kuat," ucap Vanya.


"Hhh ya sudah kamu jangan terlalu capek, Kerjaan rumah juga kalau enggak sanggup jangan maksa kerjain sendiri yang penting kamu urus Dava aja, atau enggak nanti Mama carikan asisten rumah tangga untuk kamu," ujar Mama.


"Iya Ma , Tapi kalau masalah itu Nanti Vanya mau bicarakan dulu sama Daffin."


"Hmm Iya," ucap Mama.


Daffin nampak berjalan masuk ke dalam setelah hampir satu jam lamanya bermain bersama Papa Vanya. Ia pun mulai menghampiri Vanya yang tengan duduk di bawah bersama Dava dengan beralaskan karpet bulu.


"Yang, Mama kemana?" tanya Daffin.


"Lagi mandi," ucap Vanya yang sedang bercengkrama bersama Dava.


"Oh,"


"Yang," panggil Daffin lagi.


"Hmm kenapa?" tanya Vanya.


"Yuk pulang," ajak Daffin.


"Sekarang?" tanya Vanya seraya menoleh ke arah Daffin.


"Iya, Kan perjanjiannya tadi cuma sebentar."


"Ya udah tunggu Mama dulu ya," ucap Vanya.


"Siap," ucap Daffin seraya mengecup pipi Vanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf baru up lagi...


Aku lagi dikejar up karya kedua di lapak sebelah.


Yang punya aplikasi Nov*lMe bisa kepoin karya kedua aku disana. Cari aja nama penaku pasti ketemu.

__ADS_1


__ADS_2