
Kring kring 🎶🎶
Suara ponsel Daffin yang berdering, Lalu ia mulai mencari-cari ponsel yang ia lempar ke atas tempat tidurnya tadi lalu mengambilnya.
...LEO...
Nama yang tertera di layar ponselnya, Daffin mengangkat teleponnya dan berkata,
" Oi Le, Kenapa? tumben" ucap Daffin di telepon
"Sini lah Fin jangan ngerem di kamar terus sama bini, Gue lagi di Kafe nih, Lagi sama si Dion juga" ujar Leo di telepon.
"Oke lah gue kesana" ucap Daffin sambil menutup teleponnya.
Daffin mengambil jaket serta kunci mobilnya, Dan mulai membuka pintu, Lalu keluar dari kamar serta menutupnya kembali, Ia mulai menyusuri tangga menuju mobil di garasi dan mulai membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil menyalakan mesin serta mengeluarkan mobilnya dari dalam garasi.
Ia pun mulai melajukan mobilnya menuju Kafe.
...----------------...
Sesampainya di Kafe,
Daffin mulai masuk ke dalam Kafe, Matanya terus mencari keberadaan Leo di dalam sana,
"Woi Fin, Sini lo !" teriak Leo dari arah kursi yang letaknya ada di pojok sebelah kanan,
Daffin mulai berjalan menghampiri Leo yang tengah duduk bersama Dion, Dan duduk bersama mereka.
"Wah pengantin baru, Gimana sih lo merried enggak ngomong-ngomong, Enggak ngundang juga lagi" ujar Leo
"Ya sorry emang cuma keluarga inti yang hadir juga, Nanti lah pas resepsinya pasti gue undang lo semua" ujar Daffin.
"Terus gimana? Gimana?" tanya Leo
"Gimana apanya emang si Dion enggak cerita" ujar Daffin
"Ya gue kan pengen denger langsung dari narasumbernya," ucap Leo sambil meneguk minumannya.
"Emang merried sama siapa lo jadinya? perasaan punya pacar aja enggak tahu-tahu nikah aja," ucap Leo lagi.
"Sama cewek yang kita lihat di Mall waktu itu" ujar Daffin sambil tersenyum.
"Cewek yang mana?" tanya Leo sambil mengerenyitkan dahinya.
"Yang lo bilang cantik, Anak Harapan Bangsa" ucap Daffin mencoba mengingatkan.
"Hah? Serius lo merried sama dia? gercep(gerak cepat) juga lo ya" ujar Leo seolah tak percaya dengan yang Daffin katakan.
"Iya lah kalau gue enggak gercep nanti lo embat lagi" ujar Daffin bangga
"Halah laga lo Fin, Kemaren aja lo sodorin ke gue" ujar Dion menyepelekan.
"Suuuttt diem lo !" perintah Daffin.
Dion pun terkekeh,
"Wah apa nih? Kayaknya gue ketinggalan banyak nih" ucap Leo
__ADS_1
"Ya jadi tuh cewek hamil tapi Si Daffin enggak mau tanggung jawab, Terus nyuruh gue yg tanggung jawab, Ya ogah lah gue orang anaknya aja anak dia" ujar Dion menjelaskan.
"Ember banget tuh mulut lo !" ujar Daffin sewot
Dion hanya terkekeh,
"Wah parah lo bisa-bisanya lo bikin dia hamil duluan, Terus lo lempar ke si Dion pula" ucap Leo yang tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Ya kan itu tadinya, Tapi abis itu juga gue mau kok" bela Daffin.
"Tapi kalau pun lo enggak mau, Dan waktu itu lo tawarin dia ke gue juga, Gue pasti mau kok" ujar Leo sambil tersenyum.
"Jangan macem-macem lo bini gue tuh !" Daffin sewot.
Leo dan Dion pun tertawa,
"Hahahaha santai dong Bro enggak usah ngegas" ujar Leo.
"Kapan-kapan lo bawa lah kesini, Kenalin sama gue" ujar Leo lagi.
"Enggak usah kenal-kenal banget lah" ucap Daffin sinis.
"Daffin.. Daffin.. Perasaan sama si Stella lo bawa dia kemana-mana, Terus kenapa sama yang ini lo kekepin sendiri sih" ujar Leo tak habis pikir.
"Ya beda lah, Vanya tuh beda dari yang lain, Pokoknya enggak bisa dibandingin sama cewek mana pun," ujar Daffin sambil tersenyum.
"Lo ngomong begitu malah bikin gue makin penasaran, Gue mau main ah kerumah lo" ujar Leo
"Enggak gue bukain pintu !" ucap Daffin sinis
"Gue sayang sama dia Le, Jangan macem-macem lo" ancam Daffin.
"Hahaha Biasa aja dong lo" ujar Leo.
"Abisnya lo tuh kebiasaan tiap cewek yang deket sama gue pasti lo pepet juga" ucap Daffin sewot
" Ya kali Fin gue masih pepet bini orang juga, Tapi ya kalau dia mau sih boleh juga hahaha" ujar Leo tertawa puas.
"Tapi emang sih kalau lo deket dia juga pasti lo naksir gue jamin" tambah Dion
"Ah masa sih" ujar Leo tak percaya
"Ya kalau enggak di embat sama si Daffin duluan juga gue mau banget, cantik, berbakat apalagi kalau dia udah nyanyi suaranya lembut banget Bro," ucap Dion memanasi.
"Kalian enggak ada kerjaan lain selain ngomongin istri orang" ucap Daffin sinis.
"Haha santai Fin, Kaku amat sih lo kayak kanebo kering, Kita seru-seru an aja kali jangan terlalu dibawa serius lah" ujar Dion.
"Bener banget tuh kata Dion" tambah Leo.
"Rese emang lo pada !" ujar Daffin sewot
"Ngomong-ngomong masih pisah kamar lo Fin?" tanya Dion.
Daffin pun terdiam, Ia jadi salah tingkah mendengar pertanyaan dari Dion.
"Pisah kamar?" tanya Leo sambil mengerenyitkan dahinya.
__ADS_1
"Lo enggak sekamar sama istri lo??" tanya Leo lagi.
"Udah lah enggak usah dibahas" ujar Daffin yang terlihat malas.
"Eh tunggu tunggu, Maksudnya apa nih? Lo bilang lo sayang sama dia tapi lo sendiri tidur terpisah gitu? Jadi lo suka sama dia tapi dia enggak suka sama lo??" tegas Leo.
"Siapa yang bilang !?" ucap Daffin sewot.
"Ya kan gue nanya, Makanya lo jawab dong !" desak Leo
Daffin pun hanya terdiam, Ia tak tahu harus menjawab apa, Karena memang dia tak tahu apa Vanya memiliki perasaan yang sama dengannya atau tidak,
"Gue enggak tahu" jawab Daffin yang terlihat tak senang.
"Daffin.. Daffin.. Predikat badboy lo udah turun jadi sadboy nih sekarang , Sejak kapan lo jadi tergila-gila sama satu cewek yang dia aja enggak tahu ada rasa atau enggak sama lo" ucap Leo meremehkan.
"Tahu lah gue bingung" ucap Daffin sambil mengusap rambutnya kebelakang dengan tangan kanannya.
Leo tersenyum kecut,
"Udah lah enggak usah bingung bingung, Sini gue kenalin sama cewek yang seksi, cantik, Ya enggak kalah lah sama bini lo" ucap Leo.
"Apaan sih lo" ucap Daffin sambil tersenyum kecut
"Lho kenapa? Jadi lo enggak mau??" tanya Leo meyakinkan.
"Enggak lah, Gue udah punya istri" tolak Daffin.
"Punya istri tapi enggak bisa lo pake buat apa? " ucap Leo asal.
"Hhh ini tuh masalah hati Le" ucap Daffin.
"Cih, masalah hati? Dia aja gak ada hati sama lo, Kalau dia ada hati ya enggak mungkin lah dia mau pisah kamar" ucap Leo sambil tersenyum kecut.
"Gue enggak perduli dia ada perasaan atau enggak sama gue, Yang jelas gue sayang sama dia" tegas Daffin.
Leo hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, Sebegitu hebatnya kah perempuan yang membuat temannya menjadi seperti sekarang ini.
"Gue balik dulu deh kalau gitu, Biar besok gue enggak kesiangan buat lihat istri gue tercinta" ucap Daffin sambil tersenyum
"Ya udah sana, hati-hati lo" ucap Dion.
...----------------...
Di kamar Daffin, Ia sedang berbaring di atas tempat tidurnya sambil melamun, Perkataan Leo tadi masih terngiang dibenaknya.
"Bener juga selama ini selalu gue yang bilang suka dan sayang, Tapi Vanya enggak pernah sekalipun ngomong gitu juga ke gue" gumam Daffin.
"Jangan-jangan dia masih punya perasaan lagi sama si Niko" gumam Daffin lagi.
Daffin mulai menghela nafas, Akhir-akhir ini Vanya selalu saja memenuhi pikirannya, Entah ia harus senang atau kesal dengan hal ini, Karena Mantan kekasih Daffin pun tidak ada yang bisa membuatnya sampai menjadi seperti sekarang ini, Rasanya tak bisa sekejap pun Daffin tidak memikirkan tentang Vanya.
Daffin pun mencoba untuk tidur, Lalu mengambil guling disamping dan mulai memeluknya,
"Hhh lagi-lagi peluk guling kapan aku bisa tidur sambil peluk kamu Vanya" keluh Daffin sambil mencoba memejamkan matanya.
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊
__ADS_1