VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Coba Panggil Sayang


__ADS_3

Vanya telah kembali ke rumah,


Ia mulai masuk ke dalam kamar, Vanya nampak terduduk diatas tempat tidur seraya memegangi kepalanya, Ternyata semua yang Daffin katakan ada benarnya, Ia merasa sangat bodoh percaya begitu saja dengan apa yang Leo katakan.


"Kakak adik" ucap Vanya yang setengah tersenyum.


"Ternyata itu semua cuma alasan aja supaya aku mau dekat sama dia" gumam Vanya.


...----------------...


Pukul 19.45


Daffin baru saja pulang, Ia pun segera menemui Vanya yang tengah duduk didalam kamar.


"Sayang, Ini handphone barunya" ucap Daffin tersenyum seraya mengangkat tas berisi handphone ditangannya.


Vanya nampak berlari menghampiri Daffin dan memeluknya dengan erat, Daffin tersenyum dan la pun mengelus rambut Vanya seraya berkata,


"Kamu sesenang itu dapat handphone baru?" tanya Daffin yang masih mengelus rambut Vanya sambil tersenyum.


Vanya hanya menggeleng, Sedangkan Daffin nampak bingung, ia pun mulai bertanya lagi,


"Terus kenapa sayang? " tanya Daffin.


"Kamu benar soal Kak Leo," ucap Vanya yang membuat Daffin seketika membatu, Sebelum akhirnya ia mulai melepaskan pelukan Vanya dan menatap sambil memegang bahu Vanya dengan kedua tangannya.


"Leo kenapa? Kamu diapain sama dia??" tanya Daffin panik.


Vanya hanya menggelengkan kepalanya.


"Enggak Fin, Dia enggak apa-apain aku, Cuma dia bilang katanya dia suka sama aku dan aku disuruh ninggalin kamu" ucap Vanya.


"Terus kamu mau?" tanya Daffin.


"Kamu ngomong apa sih ! Ya enggak mungkin" ucap Vanya seraya kembali memeluk Daffin.


Daffin menghela nafas sebelum akhirnya tersenyum,


"Syukurlah kalau kamu mengerti sekarang, Alasan aku melarang kamu untuk dekat sama dia" ujar Daffin.


"Iya Fin, Maafin aku ya enggak dengerin kata-kata kamu"


"Iya enggak apa-apa yang penting kamu sudah tahu kebenarannya sekarang" ucap Daffin.


"Oh iya, Ini handphone barunya, Kamu enggak mau?" tanya Daffin.


"Ya mau lah" ucap Vanya yang dengan segera melepas pelukannya dan mulai menyambar tas berisi ponsel dari tangan Daffin.


Vanya nampak membawanya keatas tempat tidur dan mulai membuka bungkusnya, Sementara Daffin mulai ikut menghampiri Vanya dan duduk didekatnya.


"Gimana kamu suka?" tanya Daffin.


"Iya suka, Makasih ya Fin" ucap Vanya.


"Vanya" panggil Daffin.


"Ya? Kenapa?"ucap Vanya seraya menoleh ke arah Daffin.


"Bisa enggak kamu enggak panggil nama terus"


"Hah? Terus aku harus panggil apa?" tanya Vanya.


"Ya apa kek, Kamu aja panggil Leo kakak, padahal umur aku aja lebih tua lho dari dia" ujar Daffin.


"Terus apa? Aku panggil kakak aja nih?" tanya Vanya yang disusul dengan jentikan jari Daffin pada bibir Vanya.


"Aduh sakit" ucap Vanya cemberut.


"Lagian, Aku ini suami kamu masa dipanggil Kakak" Protes Daffin.

__ADS_1


"Ya udah kan kamu lebih tua katanya, Gimana kalau aku panggilnya om aja" ucap Vanya seraya tersenyum lebar.


"Enak aja, Emangnya aku setua itu " ucap Daffin seraya membulatkan matanya.


Vanya pun tertawa, "Ya abisnya apa dong??"


"Panggil Mas boleh, Sayang juga boleh sih," saran Daffin.


"Ya udah panggil Mas aja ya" ucap Vanya.


"Kenapa enggak sayang aja?"


"Enggak ah panggil sayangnya pas berdua aja"


"Sekarang kan lagi berdua, Coba panggil sayang" ucap Daffin yang mengembangkan senyumnya.


"Enggak ah, Malu" ucap Vanya.


"Ya udah, Kalau gitu aku jual lagi handphonenya" ujar Daffin.


"Ih kok gitu sih !" protes Vanya.


"Ya makanya coba panggil sayang sekarang" pinta Daffin.


"Iya sayang" gumam Vanya.


"Kok kayak enggak ikhlas gitu ngomongnya" ucap Daffin


"Hish tuh kan ! "


"Cepatan aku masih nunggu nih" ucap Daffin seraya kembali merapikan kotak handphone.


"Iya sayangku, Cintaku, Suamikuuuuu" ucap Vanya seraya merangkul lengan Daffin.


"Nah gitu dong" ucap Daffin seraya mendekat dan memagut bibir Vanya.


Namun tenyata tidak sampai disitu, Daffin berusaha membuka kancing piyama yang Vanya kenakan,


"Buat anak" ucap Daffin seraya terus berusaha membuka kancing piyama yang melekat ditubuh Vanya.


"Mandi dulu sana" pinta Vanya seraya megangi piyamanya dan menahan tangan Daffin.


"Mandinya nanti aja sama-sama, Sekarang udah tanggung nih, Kamu tanggung jawab dulu, Aku udah enggak tahan" ucap Daffin yang tanpa basa basi lagi mulai melucuti pakaian yang Vanya kenakan.


"Sayang mandi dulu~~~" ucap Vanya.


Namun ternyata mendengar suara Vanya yang manja, Malah membuat Daffin semakin menggebu-gebu.


...----------------...


Keesokan harinya,


Karena hari ini akhir pekan, Daffin dan juga Vanya tengah libur dari rutinitas bekerja dan juga kuliah.


Namun tetap saja Vanya bangun lebih awal untuk merapikan rumah dan juga memasak.


Siang harinya mereka pun memilih untuk menonton Televisi bersama.


Kring Kring 🎶🎶🎶


Suara deringan ponsel milik Daffin, Ia nampak menjawab panggilannya dan berbicara dengan seseorang, Setelah Daffin selesai menjawab panggilan, Vanya yang terlihat penasaran sedari tadi mulai bertanya.


"Siapa?"


"Embak Sandra, Habis check-up mau mampir kesini katanya, Dia tanya kita dirumah enggak takutnya kita lagi enggak di rumah" jelas Daffin.


"Oh gitu" ucap Vanya.


"Eh aku beres-beres sama masak dulu kalau gitu" ucap Vanya yang bergegas bangun dari duduknya dan Daffin dengan cepat Daffin cegah.

__ADS_1


"Nanti aja, Enggak sekarang kok nanti sore katanya"


"Oh gitu"


Vanya kembali duduk dan merebahkan kepalanya di dada Daffin.


...----------------...


Sore harinya,


Ting tong...


Daffin nampak bergegas membukakan pintu, Nampak Daniel dan Sandra yang tengah berdiri disana.


"Ayo masuk Mas, Embak " ajak Daffin.


Sandra dan Daniel pun masuk dan mulai duduk di ruang tamu.


"Vanya kemana Fin?" tanya Sandra.


"Ada diatas, Tadi sih lagi mandi, Daffin panggilin dulu sebentar"


Daffin mulai naik keatas, Ia pun mulai membuka pintu kamar, Dilihatnya Vanya yang hanya memakai pakaian dalam, Dan hendak memakai pakaian luarnya.


Lalu ia pun mendekat dan memeluk Vanya dari arah belakang.


"Sayang~~~" panggil Daffin.


"Hmm? Kenapa?" tanya Vanya


"Ada Mas Daniel sama Embak Sandra dibawah..."


"Oh ya udah, Sebentar aku pakai baju dulu"


Namun tangan Daffin malah menyusup ke punggung Vanya dan melepas pengait bra yang Vanya kenakan, Vanya nampak terbelalak.


"Ko dilepasin ?!?" protesnya.


"Kenapa memangnya? Enggak boleh ya?"


"Kata kamu ada Mas Daniel sama Embak Sandra dibawah" ucap Vanya.


"Iya..." ucap Daffin.


"Ya udah cepet aku mau pakai baju dulu"


"Nanti dulu sayang, Kayaknya mereka bisa nunggu 15 menit" Ucap Daffin tersenyum.


Lalu Daffin mulai mengangkat tubuh Vanya dan merebahkannya diatas tempat tidur.


"Sayang, Kamu tuh be..."


Belum sempat melanjutkan kata-katanya Daffin mulai mengunci mulut Vanya dengan mulutnya.


Akhirnya pergulatan panas itu pun berlanjut lagi.


Sementara itu dibawah,


"Kemana ini si Daffin, Jangan-jangan ikut mandi lagi"


"Ya udah enggak apa-apalah Mas," ucap Sandra.


"Bukan gitu kita disini kehausan, Dia diatas keenakan"


Selang beberapa belas menit Daffin nampak turun kebawah dan disusul Vanya dibelakangnya.


"Udah selesai kejar targetnya?" ucap Daniel.


"Udah Mas" ucap Daffin tersenyum bangga, Sementara wajah Vanya terlihat merah padam.

__ADS_1


***Note : Ayo dong di like hehe,,


Vanya dan Daffin otw ending😍***


__ADS_2