VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Mulai Menerima


__ADS_3

"Makasih ya buat hari ini , Aku senang akhirnya kamu mau jalan sama aku" ujar Daffin sambil tersenyum dan menatap Vanya.


"Iya sama-sama" jawab Vanya sambil melemparkan pandangan kebawah


"Ya udah yuk masuk, Aku udah ngantuk nih " ajak Vanya sambil pura-pura menguap.


"Iya ayo" ucap Daffin yang mulai membuka pintu mobil begitu pula dengan Vanya.


Vanya dan Daffin pun berjalan masuk ke dalam rumah, Tapi sebelum itu Daffin meraih tangan Vanya dan mulai menggandengnya,


"Kamu ngapain? Udah kayak orang mau nyebrang aja" ujar Vanya.


"Emangnya cuma yang mau nyebrang yang boleh begini" timpal Daffin


"Ayo jalan sayang" ajak Daffin sambil tersenyum


"Hish" ucap Vanya sambil memajukan bibirnya


"Coba tolong bibirnya dikondisikan, Jangan buat aku pengen cium kamu lagi" goda Daffin


"Apaan sih!?" ucap Vanya sambil memukul dada Daffin


"Aduh" ucap Daffin seraya tertawa


Daffin pun hanya tersenyum melihat ekspresi wajah Vanya yang selalu membuatnya gemas, Lalu mereka pun berjalan masuk dan mulai menaiki tangga.


Sesampainya didepan kamar Daffin, Vanya pun melepaskan genggaman tangan Daffin,


"Aku tidur dulu" sambil berjalan ke arah kamar Sandra


"Kamu mau kemana?" tanya Daffin,


"Ke kamar" jawab Vanya yang menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Daffin


"Ini kan kamar kita, Kamar kamu juga, Kamu enggak mau tidur disini?" tanya Daffin


Vanya hanya menggeleng lalu ia kembali berjalan dan masuk ke dalam kamar Sandra.


Daffin hanya bisa mematung saat Vanya pergi meninggalkannya, Lalu ia pun menghela nafas dan mulai masuk ke kamarnya sendiri.


...----------------...


Didalam kamar Sandra,


Vanya yang telah merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dengan posisi menyamping mulai menyentuh bibirnya sendiri, Ia masih tak percaya dengan apa yang dilakukannya tadi bersama Daffin, Lalu ia pun menutup wajahnya dengan bantal, Ia merasa semakin malu mengingat kejadian tadi.


Kenapa aku jadi aneh gini sih batin Vanya


Ping


Pesan masuk di ponsel Vanya, Vanya pun mengambil ponselnya lalu mulai membuka pesan yang ternyata dari Daffin,


Daffin : Sayang


"Hish apa-apaan sih" gumam Vanya


Ia pun mengabaikan pesannya.


Ping


Daffin : Sayang, Kamu udah tidur?


Daffin masih saja mengirim pesan lagi


Ping

__ADS_1


Daffin : Sayang


Ping


Daffin : Istriku sayang


"Astagaaa ini orang kenapa sih" gumam Vanya


Daffin masih menunggu balasan pesan dari Vanya, Belum sempat ia mengirim pesan ada satu pesan masuk


ISTRIKU : Apa????


Daffin pun tersenyum, Lalu mulai membalas pesan kembali,


Daffin : Sayang kamu muuaahhh


Vanya pun terbelalak menerima pesan dari Daffin, Tanpa sadar wajahnya mulai memerah.


Lalu Vanya pun membalas pesannya lagi,


ISTRIKU : Udah malam tidur, Nanti besok kesiangan bangunnya.


Daffin tersenyum melihat balasan dari Vanya, Lalu ia pun mulai membalasnya lagi,


Daffin : Siap nyonya Pradipta โค


Nyonya Pradipta? Batin Vanya


Vanya pun mulai merentangkan tangannya dan melihat cincin pernikahannya dengan Daffin, Lalu ia pun melepasnya dan mulai melihat ukiran nama didalamnya.


'Daffin Yuga Pradipta'


Hhh beneran suami istri ya sekarang Batin Vanya.


...----------------...


Daffin keluar dari kamarnya dan mulai menuruni tangga, Lalu ia menghampiri Vanya yang sudah duduk dan akan memulai sarapan.


"Pagi sayang" ujar Daffin sambil merangkul kepala Vanya dan mencium dahi sebelah kanan nya lalu mulai duduk disebelah Vanya.


Vanya pun membulatkan matanya, Lalu melirik kearah semua orang yang sedang ternganga melihat kelakuan Daffin, Lalu ia mulai menundukan kepalanya secara perlahan, Daffin pun mulai memakan sarapannya tanpa rasa bersalah.


Lalu Daffin mengarahkan pandangannya kedepan dan bertanya kepada Sandra yang masih ternganga,


"Kenapa embak?" tanya Daffin.


"Kamu main nyosor aja" ucap Sandra sambil mengerenyitkan dahinya


"Loh emang kenapa? Enggak boleh ya? Kan Vanya istri Daffin" ucap Daffin sambil menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.


"Ya iya sih" ujar Sandra yang mulai melanjutkan makannya."


"Kayaknya anak Mama yang satu ini lagi kasmaran" ucap Mama Daffin sambil tersenyum


Daffin pun hanya tersenyum dan melirik ke arah Vanya, Vanya pun melirik ke arah Daffin mata mereka saling bertemu namun dengan sigap Vanya kembali melemparkan pandangannya ke bawah.


"Ya asal jangan sampai mandi parfum lagi aja Fin" ledek Mas Daniel sambil tersenyum geli


"Apaan sih Mas !" ujar Daffin yang malu saat ingat kejadian kemarin.


Vanya pun terlihat tersenyum. Daffin sangat senang dengan suasana hangat yang terasa saat ini, Akhirnya secara perlahan Vanya mulai menerima kehadirannya.


Setelah sarapan Daffin dan Vanya bersiap ke sekolah, Sedangkan Papanya dan Mas Daniel bersiap pergi ke kantor.


Sebelum berangkat tampak Papanya berpamitan kepada Mamanya seraya mengecup dahi Mamanya, Begitu pula dengan Mas Daniel yang berpamitan kepada Sandra dan mengecup dahi Sandra.

__ADS_1


Daffin yang melihat pemandangan itu pun seperti tak mau kalah, Ia lalu mulai memanggil Vanya yang hendak masuk kedalam mobil.


"Vanya" panggil Daffin


"Ya?" jawab Vanya seraya berbalik dan melihat ke arah Daffin


Daffin pun berlari kecil menghampiri Vanya,


Cup


Daffin mulai membungkukkan tubuh tingginya lalu mengecup bibir Vanya di depan semuanya, Vanya pun terbelalak,


"Hati-hati ya" ujar Daffin sambil tersenyum


"Kenapa jadi barbar gitu tuh anak" ujar Mas Daniel yang syok


"Fin..Fin.." ujar Mamanya sambil menundukan kepala dan memijat dahinya dengan satu tangan


Serta Sandra yang hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya.


Vanya pun nampak salah tingkah, Lalu ia mulai masuk kedalam mobil yang di dalamnya sudah ada Pak Herman yang bersiap mengantar Vanya ke sekolah, Diikuti Daffin yang mulai masuk ke dalam mobilnya sendiri, Serta Papanya dan Mas Daniel yang masuk ke dalam mobil secara bersamaan dengan Daniel yang memegang kemudinya.


Di dalam mobil, Vanya mulai menutupi wajahnya sendiri dengan kedua telapak tangannya, Vanya benar-benar tak menyangka kalau Daffin akan seberani itu di hadapan keluarganya.


Duh malu bangeeet Batinnya


...----------------...


Sesampainya di kelas,


"Va, Balik nanti ngumpul yuk di rumah gue" ajak Fani


"Mau ngapain? Tumben" ucap Vanya


"Ya biasa ritual nonton sambil ngemil" ujar Fani


"Lo sama Riri juga ikut Ta?" tanya Vanya kepada Meta yang duduk di sebelahnya


"Ikut dong pastinya, Lo juga ikut kan?" tanya Meta


"Pengen sih, Tapi gue minta izin dulu deh" ujar Vanya


Vanya mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, Lalu ia mulai mengetik pesan dan mengirimnya kepada Daffin.


Ping


Satu pesan masuk, Daffin mengambil ponselnya yang ia taruh di saku celana yang ia kenakan.


ISTRIKU : Pulang sekolah nanti aku mau main ke rumah temen aku, Boleh ngga?


Daffin pun mulai mengetik dan membalas pesan Vanya,


Daffin : Teman yang mana? Laki-laki atau perempuan?


ping


Satu pesan masuk lagi ke ponsel Vanya, Vanya pun membalasnya lagi,


ISTRIKU : Ke rumah Fani, Dia perempuan kok.


Daffin : Ya udah sana, Hati-hati jangan pulang terlalu sore ya


ISTRIKU : Siap Bos ๐Ÿ˜Ž


Daffin pun tersenyum melihat balasan pesan dari Vanya, Ya setidaknya sekarang dirinya benar-benar dianggap, Dan Vanya tidak lagi canggung atau pun segan terhadap dirinya.

__ADS_1


NOTE : Makasih yang udah sempetin mampir. jangan lupa tinggalin like, komen dan juga vote nya, dan jangan lupa rekomendasikan ke teman-teman kamu yang lainnya. Supaya kita baper bersama๐Ÿ˜…๐Ÿ’•


__ADS_2