
Vanya pun terbangun dari tidurnya, sambil mengosok matanya ia pun bertanya kepada Fani yang masih asik di depan laptopnya.
"Jam berapa ini Fan? Si Meta sama Riri kemana?" tanya Vanya
" Udah balik tadi, Sekarang jam 9 " jawab Fani yang matanya masih tertuju pada laptopnya
"Hah?? Jam 9?" ujar Vanya pun langsung beranjak dari tempat tidur mencari tasnya dan mulai mengecek ponselnya.
Ia pun terkejut sudah ada puluhan pesan dan panggilan tak terjawab dari Daffin.
"Kok lo enggak bangunin gue sih??" tanya Vanya panik.
"Tadi mau gue bangunin, Cuma kata si Meta nanti aja kasian sama lo keliatannya pules banget, Lagi selow aja sih Va, Nyokap lo juga enggak bakal marah kan mainnya dirumah gue" ujar Fani
...----------------...
Sementara itu di rumah Daffin
Daffin sedang duduk di ruang tamu dan sesekali melihat jam di dinding rumahnya,
Jam berapa ini, Kamu kemana Vanya batin Daffin.
Daffin pun mencoba menelepon Vanya kembali dan akhirnya tersambung,
"Kamu masih dimana?? Kenapa telepon enggak diangkat-angkat?? Udah jam berapa ini !!!" ucap Daffin ditelepon dengan marahnya.
"Masih dirumah Fani, Ketiduran tadi, Terus lupa handphonenya di silence takut bunyi di kelas" ujar Vanya.
"Tunggu disana aku jemput kamu sekarang" ucap Daffin sambil mematikan teleponnya
"Hah??" Vanya kaget bukan kepalang mendengar perkataan Daffin.
Vanya pun mencoba menelepon Daffin kembali namun tak di angkat,
"Lo balik sama siapa Va? Gue lihat tadi si kimi enggak ada" tanya Fani
"Emm gue dijemput supir" jawab Vanya sekenanya
"Sejak kapan lo punya supir?" tanya Fani sambil mengerenyitkan dahinya.
"Emm sejak si kimi mogok terus, Mama khawatir jadi gue dikasih supir deh" ujar Vanya berbohong.
Vanya pun pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan mulai merapikan rambutnya.
"Gue balik dulu ya Fan" ujar Vanya
"Ya udah yuk gue anter ke bawah" ujar Fani
Mama dan Papa Fani tampak sedang menonton televisi, Vanya pun berbincang sebentar dengan mereka lalu mulai berpamitan.
Diteras rumah Fani, Vanya sedang mengunakan kaos kakinya,
Kringg kringg🎶🎶
Ponsel Vanya berdering, Ia pun mulai mengangkatnya
"Halo" ucap Vanya
"Aku udah didepan rumah teman kamu" ujar Daffin di telepon.
"Iya aku kesana" ucap Vanya seraya mematikan teleponnya.
"Gue balik ya Fan" ucap Vanya.
"Ya udah gue anter lo sampai depan ya?" ucap Fani.
"Eh enggak usah Fan, Gue sendiri aja" ucap Vanya mulai panik.
"Udah malem kali Va ini tuh, Enggak takut lo keluar sendiri? Udah sini gue anter sampe naik mobil ya?" ujar Fani
"Eh beneran Fan enggak usah seriusan gue enggak apa-apa, Berani kok gue sendiri" ucap Vanya gelagapan.
"Bener nih??" tanya Fani mencoba meyakinkan
"Iya bener kok bener, Udah sana lo masuk aja" perintah Vanya
"Hmm ya udah gue masuk nih ya?" ucap Fani
"Iya Faniiii" ucap Vanya gemas
__ADS_1
"Ya udah hati-hati lo" ujar Fani
"Iya" ucap Vanya singkat
Fani pun masuk ke dalam rumahnya dan Vanya bergegas pergi dari sana, Vanya melihat mobil Daffin dari kejauhan dan segera menghampirinya. Lalu membuka pintu dan mulai masuk serta duduk disebelah Daffin.
Daffin mulai melajukan kendaraannya,
Vanya nampak gugup, Sesekali ia melirik ke arah Daffin yang tengah serius mengemudi.
Duh kena marah lagi nih pasti batin Vanya
"Besok-besok kamu enggak perlu main kemana-mana lagi" ujar Daffin yang masih serius mengemudikan mobil.
"Hah? Kok gitu? Kok kamu jadi seenakknya ngatur-ngatur hidup aku??" protes Vanya
"Jangan banyak protes kalau aku bilang enggak ya enggak !! Ngerti kamu !! ucap Daffin dengan lantangnya.
Vanya pun tertunduk diam, Dan terus berpikir kenapa Daffin mulai seenaknya mengatur hidupnya. Lalu ia pun mulai berkata,
"Kalau kamu enggak pernah ada aku pasti udah bebas ngelakuin apa aja yang aku mau" ucap Vanya.
Daffin pun menepikan mobilnya, Ia menoleh ke arah Vanya lalu berkata,
"Apa kamu bilang?" tanya Daffin sambil mengerenyitkan dahinya.
"Enggak ada, Aku mau pulang, Mau istirahat, Aku capek" ujar Vanya tanpa menatap Daffin.
Daffin pun menghela nafas lalu mulai melajukan kendaraannya lagi.
Sesampainya di rumah tampak Vanya yang terburu-buru keluar dari mobil dan segera meninggalkan Daffin sendiri disana. Di susul Daffin dibelakangnya.
"Kamu habis darimana? Kok baru pulang?" tanya Sandra ketika Vanya memasuki kamar.
"Abis main di rumah temen embak" jawab Vanya
"Terus kenapa telepon enggak diangkat?" tanya Sandra lagi
"'Vanya ketiduran terus Lupa ganti mode handphone embak, Tadi tuh masih mode diam biar ga ganggu pas belajar tahunya Vanya lupa ganti lagi" ujar Vanya mencoba menjelaskan.
"Ya udah besok-besok jangan sampai lupa lagi ya, Tadi tuh Daffin udah kalut enggak jelas dia marah-marah di rumah gara-gara kamu belum pulang, Diaa khawatir banget sama kamu" ujar Sandra
"Iya embak" ucap Vanya singkat.
"Iya" jawab Vanya singkat
Vanya pun berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaian lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu mengganti pakaiannya.
Vanya merebahkan tubuhnya dikasur, Tampak embak Sandra yang sudah mulai tertidur, Tidak lama kemudian ada 1 pesan masuk,
Ping
Daffin : Kamu udah makan belum? Atau mau ayam bakar lagi nanti aku beliin dulu
Vanya pun membalas pesan Daffin dengan kesal,
ISTRIKU : GA PERLU, AKU GA LAPER.
Daffin pun mengerenyitkan dahinya.
"Kok balesnya gini banget" gumam Daffin.
Lalu ia pun mulai membalas pesan Vanya lagi,
Daffin : Kamu kenapa?
ISTRIKU : Gapapa, Ga usah sms lagi aku ngantuk mau tidur.
Daffin pun tak membalas pesan Vanya lagi,
"Kayaknya dia marah" Gumam Daffin
...----------------...
Keesokan harinya,
Daffin turun dari tangga dan segera duduk di kursi ruang makan, Ia lantas melihat kursi yang biasa Vanya pakai yang terlihat kosong.
"Vanya kemana Ma?" tanya Daffin
__ADS_1
"Udah berangkat, Baru aja" jawab Mamanya
"Hah? Kok tumben banget" ucap Daffin heran
"Tahu tadi langsung pamit buru-buru dianter Pak Herman" ujar Mamanya
Daffin pun beranjak dari duduknya dan segera menyusul Vanya keluar, Namun ternyata Vanya sudah tak ada disana.
"Lagi-lagi kamu menghindar dari aku" ucap Daffin kesal.
...----------------...
Daffin tiba di sekolah,
Ia melirik ke dalam kelas, Vanya sedang duduk disana, Daffin ingin segera bertemu dengan Vanya pikirannya jadi tak karuan karena Vanya terus mengabaikannya dan malah terkesan terus menghindar dari dirinya.
Daffin pun mengirim pesan kepada Vanya
Daffin : Vanya keluar sebentar aku mau bicara
Vanya membuka pesan, Lalu mulai mematikan ponselnya.
Sedangkan Daffin mulai terlihat kesal karena pesan darinya diabaikan oleh Vanya.
"Si*l !" umpatnya di luar kelas.
Daffin semakin terlihat tak karuan ia terus mondar mandir di luar kelas.
"Abimanyu sini kamu" panggil Daffin kepada siswa yang hendak masuk ke dalam kelas
"Iya Pak, Ada apa panggil saya?" tanya Abimanyu
"Tolong panggilkan Vanya ya, Saya tunggu disini" pinta Daffin
"Oh iya baik Pak" ujar Abimanyu seraya berjalan masuk kedalam dan menghampiri Vanya
Terlihat Abimanyu yang mulai mendatangi meja Vanya,
"Vanya kamu dipanggil Pak Daffin tuh di luar" ujar Abimanyu
"Oh iya" jawab Vanya
Namun Vanya tak bergeming, Ia tetap asik berbincang dengan teman-temannya.
"Va, lo dipanggil Pak Daffin juga, Samperin dulu sana" perintah Meta
"Males ah" ucap Vanya
"Dih bisa gitu males" ucap Fani
"Lo udah kayak orang lagi marahan aja" ujar Meta
"Iya udah kayak berantem sama pacar aja" ujar Fani
Fani dan Meta pun dengan spontan melihat ke arah Vanya secara bersamaan.
"Lo ada main sama Pak Daffin??" bisik Fani
"Iya Va, Jadi curiga gue" bisik Meta
"Apaan sih mulai deh lo pada! Orang gue cuma lagi males aja" ujar Vanya sewot
Sementara di luar kelas tampak Daffin yang mulai hilang kesabaran dan berniat masuk menemui Vanya, Tetapi kalah cepat karena guru jam pelajaran pertama telah lebih dulu masuk ke dalam kelas, Daffin mengepalkan tangannya dan mulai berjalan pergi.
...----------------...
Di Kantin saat jam istirahat,
"Vanya seriusan lo enggak ada apa-apa sama Pak Daffin?" tanya Fani penasaran
"Apaan sih masa aja dibahas" Ujar Vanya yang mulai risih
"Ya gue penasaran aja abisnya tiap koreksi soal maunya sama lo terus" Ujar Fani
"Ya kan karena nilai dia emang paling bagus, Gue justru enggak yakin kalau lo yang koreksi nilai gue harusnya 10 bisa jadi 5" Bela Meta
"Tuh Meta aja tahu" Ucap Vanya
Sementara itu Daffin yang melihat dari kejauhan nampak ingin sekali menghampiri Vanya, Namun ia urungkan karena pasti akan mengundang perhatian orang banyak. Ia pun berpikir untuk menyelesaikan masalahnya dirumah meskipun rasanya ia tak tahan ingin menyelesaikannya sekarang juga.
__ADS_1
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊