
BACA ✔
PLAGIAT ❌
Karena mikir menguras energi otak beda dengan tinggal nyomot😂, think smart 😉**
...****************...
"Aduh sakit" ucap Vanya usai Daffin mencubit pipinya.
"Makanya muka kamu jangan ngegemesin gitu" ucap Daffin sambil tersenyum.
"Hish" ucap Vanya sambil memajukan bibirnya.
"Tuh kan bikin aku gemes lagi" goda Daffin sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Vanya.
Namun dengan cepat Vanya beranjak dari tempat tidur dan mulai meninggalkan Daffin.
"Kamu mau kemana?" tanya Daffin.
"Mandi" jawab Vanya yang kini sudah keluar dari pintu kamar Daffin.
Daffin pun mulai tersenyum lagi, Daffin terlihat sangat bahagia, Vanya benar-benar membuatnya jatuh cinta setiap harinya.
Daffin pun berjalan ke kamar mandi dan bersiap untuk mandi, Sebenarnya setiap hari minggu Daffin tak ingin bangun terlalu pagi tapi kali ini berbeda, Ia pun mulai mengganti kebiasaannya hanya untuk melihat Vanya setiap waktu.
...----------------...
Daffin pun turun kebawah untuk sarapan bersama tidak lupa sebelum duduk ia mendaratkan kecupan di kening Vanya, Sementara yang lain melihat heran kehadiran Dafiin ditengah-tengah mereka,
"Ini udah jam 12 ya? Jam di kamar kamu ngaco kayaknya Fin ! " ucap Mas Daniel heran.
"Ini baru jam 7 Mas" jawab Daffin sambil sambil tersenyum.
"Tumben kamu jam segini udah bangun" ucap Embak Sandra.
"Sekali-kali embak" ucap Daffin
"Kayaknya udah punya istri bawa pengaruh positif ya" ucap Mama Daffin.
"Harus dong Ma, Yang jelas bikin jadi tambah semangat" ucap Daffin sambil melirik ke arah Vanya.
Vanya terlihat tersipu malu dan salah tingkah, Ia lalu menundukan pandangannya.
...----------------...
Setelah selesai sarapan Vanya memilih untuk duduk di halaman belakang rumah, Ia nampak sedang melamun, Daffin pun datang dan duduk disampingnya seraya memberikan sebuah amplop kepada Vanya.
"Ini untuk kamu" ujar Daffin seraya memberikan amplop tersebut kepada Vanya yang ternyata berisikan sejumlah uang.
"Ini apa?" tanya Vanya yang bingung setelah membuka isi amplopnya.
__ADS_1
"Itu uang gaji dari hasil mengajar aku, Ya emang enggak seberapa sih" ucap Daffin.
"Ini aku enggak bisa terima" ucap Vanya seraya memberikan kembali uangnya kepada Daffin
"Lho kenapa? " tanya Daffin bingung
" Itu kan uang kamu, Uang hasil jerih payah kamu, Kenapa malah kamu kasih ke aku?" Ucap Vanya polos
Daffin terlihat tersenyum dan mulai berkata,
"Kamu kan istri aku sekarang, Uang aku ya uang kamu juga, Lagipula aku juga malu uang jajan kamu aja Papa yang kasih, Aku belum bisa kasih nafkah yang layak buat kamu, Makanya terima ini ya" ucap Daffin sungguh-sungguh.
Vanya pun tampak ragu untuk mengambil uang dari Daffin, Lalu Daffin pun mulai berkata lagi sambil memberikan uangnya kepada Vanya
"Udah ambil aja, Kamu bisa beli apapun yang kamu mau" ucap Daffin lagi.
" Aku enggak mau beli apa-apa," ucap Vanya
"Masa sih? Biasanya kan cewek paling seneng shopping, Eh ngomong-ngomong shopping gimana kalau hari ini kita shopping" ajak Daffin.
"Enggak usah baju aku banyak kok" ucap Vanya.
"Kamu tuh aneh ya, benar-benar beda dari yang lain biasanya cewek selalu minta shopping sama aku, Ini malah enggak mau, Padahal kamu malah yang lebih berhak minta itu dari aku" ucap Daffin.
"Ya kan enggak semuanya harus disamain, Lagian baju aku emang udah banyak kok" ucap Vanya.
"Banyak juga kalau perut kamu makin besar, Enggak akan cukup lagi di badan kamu sayang" ucap Daffin sambil mengusap kepala Vanya.
Daffin pun merasa bingung harus menjawab apa karena perempuan kalau sudah bicara tentang berat badan tingkat sensitifnya jadi sangat tinggi.
"Emm ya kan kamu lagi hamil jadi wajar aja kalau makin gemuk" ujar Daffin.
Vanya pun terlihat tak senang dengan jawaban dari Daffin, Namun Daffin pun mulai berkata lagi,
"Tapi buat aku kurus atau gemuk kamu masih yang paling cantik kok" ucap Daffin sambil tersenyum.
"Kok aku tiba-tiba denger suara buaya ya" ledek Vanya.
"Apa kamu bilang? Enak aja aku di samain sama buaya" ujar Daffin seraya menjentikan jarinya pada bibir mungil Vanya.
"Aduh, sakit ! ucap Vanya sambil memajukan bibirnya.
"Makanya yang sopan kalau ngomong sama suami" ujar Daffin lembut.
Vanya pun menatap Daffin dengan sinis sambil terus memegangi bibirnya.
"Udah jangan cemberut jelek, Yuk kita shopping" ajak Daffin.
"Sekalian jalan-jalan emang kamu enggak jenuh di rumah terus" ujar Daffin lagi
"Ya udah deh aku ganti baju dulu" ucap Vanya seraya beranjak dari duduknya dan mulai meninggalkan Daffin.
__ADS_1
...----------------...
Sesampainya di kamar Sandra,
Vanya tampak sibuk memilah pakaian yang ada di dalam lemari pakaian dan mulai mengganti pakaiannya, Sandra yang baru masuk ke dalam kamar pun bertanya kepada Vanya,
"Kamu mau kemana?" tanya Sandra
"Mau shopping embak tadi diajak Daffin" jawab Vanya.
" Oh ya sudah hati-hati ya, Ingat jangan terlalu capek" ujar Sandra
"Iya Embak, Ya udah Vanya berangkat dulu ya embak" ucap Vanya
"Iya ya udah sana hati-hati" ucap Sandra seraya tersenyum.
Vanya pun menuruni tangga, Daffin sudah menunggu dibawah,
"Ayo berangkat" ajak Daffin.
Vanya dan Daffin pun berangkat menuju salah pusat perbelanjaan, Sesampainya disana Daffin mulai memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk ke dalam.
"Ayo" ajak Daffin sambil menggandeng tangan Vanya.
Vanya pun hanya bisa terdiam saat Daffin menggenggam tangannya dan mulai mengajaknya masuk,
Sesampainya di sebuah toko pakaian,
"Kamu pilih aja pakaian yang kamu suka" ucap Daffin sambil melepaskan genggaman tangannya.
Vanya mulai melihat-lihat pakaian, Begitu pula dengan Daffin yang sibuk melihat-lihat,
"Vanya, Coba kesini dulu" panggil Daffin yang membuat Vanya langsung datang menghampirinya.
"Beli ini sekalian ya? Ini bagus, Ukurannya yang ini kan?" tanya Daffin.
Seketika wajah Vanya pun merah padam, Ia terlihat sangat malu karena Daffin ternyata menyarankan sebuah bra berwarna merah muda dengan aksen renda disana, dan lagi Daffin terlihat sedang memegangnya ditangan, Ingin sekali Vanya menghajar Daffin saat itu juga, Apalagi ternyata ada yang tengah memperhatikan ke arah mereka.
Daffiiiiiiiiiiiin jerit batin Vanya.
"Enggak usah nanti aja" ucap Vanya yang tengah menahan malu.
"Lho kenapa? Kamu enggak suka ya? Atau mau yang ini?" tanya Daffin seraya memegang satu bra lagi di tangannya.
Vanya semakin terbelalak, Daffin benar-benar membuatnya malu setengah mati.
"Udah semuanya aja sini" ucap Vanya seraya mengambil kedua benda yang membuatnya malu setengah mati dan mulai memasukannya kedalam tas belanja.
"Udah aku mau cari yang lain lagi" ucap Vanya sambil menundukan wajahnya dan mulai berjalan pergi meninggalkan Daffin.
Nyesel gue belanja sama dia tahu gitu mending mentahnya aja tadi Batin Vanya menggerutu.
__ADS_1
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊