VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Menginap


__ADS_3

Daffin pun melepas pelukannya dan mulai berkata,


"Tunggu dulu minggu depan kamu udah mulai ujian akhir kan?" tanya Daffin.


"Iya" ucap Vanya.


Daffin mulai terdiam dan berpikir lagi, Lalu ia mulai berkata,


"Kalau gitu kamu ke sekolah cuma tinggal 2 sampai 3 bulan lagi, Nanti kamu pakai seragam punya aku aja, Ukurannya lumayan besar, Kamu jangan pakai pakaian yang terlalu ketat mungkin masih bisa kita tutupi sampai kamu lulus nanti," ujar Daffin.


"Iya juga sih, Mudah-mudahan aja enggak ada yang sadar nanti" ucap Vanya.


Daffin pun mulai sedikit lega sekarang,


"Ya udah, Kalau gitu kita pulang ya? Kamu juga harus istirahat" ajak Daffin seraya mengelus kepala Vanya.


"Iya" jawab Vanya sambil mengangguk.


Kini Daffin mulai melajukan mobilnya kembali untuk pulang ke rumah.


...----------------...


Sesampainya di rumah,


Ternyata Vanya telah tertidur di mobil, Ia nampak sangat lelah hari ini, Daffin berinisiatif menggendongnya masuk ke dalam rumah.


Daffin nampak membawa Vanya ke dalam kamarnya, Lalu ia merebahkan Vanya di tempat tidurnya, Setelah itu Daffin pun pergi untuk mengganti pakaiannya, Lalu mulai menyusul Vanya dan merebahkan tubuhnya di samping Vanya.


Daffin mulai memperhatikan wajah Vanya dengan seksama, Namun tiba-tiba Vanya merubah posisi tidurnya menjadi menyamping ke arah Daffin, Sontak pandangan Daffin pun mulai tertuju ke arah lain, Model pakaian yang Vanya kenakan membuat sesuatu di dadanya menyembul dan terlihat cukup jelas.


Daffin mulai menelan air liurnya sendiri, Sudah 2 bulan terakhir ini ia tak pernah menyentuh wanita manapun termasuk Vanya, Daffin pun mulai memalingkan wajahnya, sambil mengusap rambutnya kebelakang dengan kedua tangannya.


"Hhh Gila lo Fin, Sempet-sempetnya lo mikir yang enggak-enggak" gumam Daffin.


Daffin pun mulai bangun dan memakaikan selimut kepada Vanya, Dan ia pun mulai tidur sambil memunggui Vanya.


Bahaya banget batin Daffin yang kini mulai memejamkan matanya.


...----------------...


Keesokan harinya,


Vanya mulai terbangun, Ia pun merasakan sesuatu yang aneh, Ada sebuah tangan yang sedang bermain dengan bebas diatas dadanya, Vanya pun melihat kebelakang dan dengan spontan Vanya berbalik lalu...


Plak


Vanya mendaratkan tamparan yang cukup keras bagi si pemilik tangan tersebut yang ternyata adalah Daffin.


"Aduh Sakit" ucap Daffin sambil mengelus pipinya sendiri saat ini.


"Kamu ngapain !??" tanya Vanya yang masih shock.


"Aku enggak ngapa-ngapain" ujar Daffin.

__ADS_1


"Enggak ngapa-ngapain itu tadi tangan kamu !?" ucap Vanya lagi.


"Cuma pegang sedikit" ucap Daffin lagi


"Hish kamu !" ucap Vanya yang segera bangun dari tempat tidur dan berjalan keluar dari kamar dan meninggalkan Daffin disana yang masih sibuk mengelus pipinya.


"Vanya mau kemana?" tanya Daffin yang tak dihiraukan oleh Vanya.


Kemudian Daffin mulai bangun dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi, Setelah selesai mandi Daffin mulai turun kebawa untuk sarapan bersama.


Setelah sarapan Vanya pergi ke halaman belakang rumah dengan buku ditangannya, Sementara Daffin naik ke atas untuk mengambil sesuatu dan mulai datang menyusul Vanya.


...----------------...


Di halaman belakang,


"Ini bajunya" ucap Daffin seraya memberikan seragam miliknya.


Vanya pun mengambilnya lalu mulai membuka lipatannya.


"Kok besar banget" ucap Vanya.


"Coba aja dulu, Lebih baik kebesaran daripada kekecilan" ujar Daffin


Vanya pun mulai mencobanya, Lalu Daffin mulai berkata lagi,


"Sambil dibuka dong bajunya, Jangan di double " pinta Daffin.


"Hish dasar m*sum" ucap Vanya yang menajamkan lirikannya.


"Ya udah nanti aku pakai ke sekolah" ujar Vanya seraya menaruhnya di samping dan mulai membaca buku.


Daffin pun mulai berbicara lagi,


"Emm Vanya kamu mau gak?" tanya Daffin.


"Mau apa?" tanya Vanya sambil melirik tajam ke arah Daffin.


"Emm enggak jadi deh" ujar Daffin lagi.


"Hish aneh" ujar Vanya yang mulai melihat ke arah buku yang sedang ia pegang.


Daffin pun terlihat salah tingkah, Sebenarnya ia ingin meminta haknya sebagai suami, Namun ia pun teringat kembali kejadian tadi pagi.


Baru pegang aja udah ditabok, Apa lagi minta yang lain batin Daffin.


"Oh iya Fin, Aku mau ke rumah Mama, Udah lama enggak kesana, Aku kangen" ujar Vanya kemudian.


"Oh ya udah aku antar ya kalau gitu" saran Daffin.


"Ya udah aku siap-siap dulu" ujar Vanya yang mulai beranjak dari duduknya.


"Lho sekarang berangkatnya?" tanya Daffin

__ADS_1


"Iya, Emang kenapa?" tanya Vanya.


"Oh ya enggak apa-apa sih" jawab Daffin kemudian.


Vanya pun mulai beranjak pergi ke kamar untuk bersiap-siap tidak lupa juga sebelumnya ia meminta izin kepada Mamanya Daffin.


Daffin pun masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya, Lalu mulai keluar kamar dan tidak lama setelah itu Vanya pun keluar dari kamar Sandra dengan tas yang cukup besar.


"Sini aku bawain"ujar Daffin sambil mengambil alih barang bawaan Vanya


Vanya pun memberikannya kepada Daffin, Lalu Daffin mulai bertanya kembali.


"Kenapa bawaan kamu banyak banget?" tanya Daffin heran.


"Iya sekalian aku mau menginap juga di rumah Mama" jawab Vanya.


"Hah? Menginap?"tanya Daffin.


"Iya, Kenapa? Enggak boleh?" tanya Vanya.


"Emm boleh kok" ujar Daffin sambil setengah tersenyum.


Daffin pun mulai turun sambil membawa barang bawaan Vanya, Lalu Vanya berpamitan kepada Mama dan Papanya Daffin, Setelah itu Daffin mulai menaruh barang bawaan Vanya di bagasi mobilnya, Dan mulai melajukan kendaraannya menuju rumah Mamanya Vanya.


...----------------...


Sesampainya disana, Vanya mulai menekan bel rumah, Dan tidak lama kemudian nampak Mamanya Vanya membukakan pintu.


"Mama, Vanya kangen" ucap Vanya sambil tersenyum dan mulai memeluk Mamanya.


"Iya sayang, Mama juga kangen sekali sama kamu" ujar Mamanya.


"Ayo masuk" ujar Mamanya melepas pelukannya.


Vanya mulai masuk ke dalam rumah, Daffin pun menghampiri Mamanya Vanya, Lalu mulai mengulurkan tangannya, Mamanya Vanya sempat ragu untuk menerima uluran tangan Daffin, Tapi mau tak mau ia harus menerimanya karena Daffin adalah menantunya saat ini, Namun saat Daffin hendak mencium punggung tangan Mamanya, Mama Vanya segera menarik kembali tangannya.


"Ayo masuk" ujar Mamanya dingin.


"Iya tante" ucap Daffin sambil mencoba tersenyum.


Mamanya pun masuk dan mulai berjalan ke dapur, Seraya berkata kepada Vanya yang telah berada di dalam rumah,


"Mama sama bibi lagi masak makanan kesukaan kamu, Nanti kita makan sama-sama ya" ujar Mamanya kepada Vanya.


"Iya Ma" ucap Vanya sambil tersenyum.


"Vanya ini taruh dimana?"tanya Daffin setelah ia sampai di dalam.


"Oh taruh di kamar aku aja" jawab Vanya.


"Di sebelah mana kamarnya?" tanya Daffin lagi.


"Ayo ikut aku" ujar Vanya seraya naik ke atas menuju kamarnya dan diikuti oleh Daffin dibelakangnya.

__ADS_1


Note : Untuk yang membaca dan suka dengan karyaku jangan lupa untuk like, komen dan juga vote nya untuk dukungan supaya author makin semangat lagi menulisnya.


Happy Reading💞


__ADS_2