
Vanya diantar oleh teman-temannya ke depan gerbang sekolah dan menunggu dikursi dekat pos satpam
"Va , beneran nyokap jemput? " tanya Meta meyakinkan
"Iya paling bentar lagi juga dateng"ucap Vanya
"Gue mau nungguin lo cuma nyokap gue minta anter belanja jadi gue mesti buru-buru balik"ucap Meta
"Lo aja yang nungguin Fan" ucap Meta lagi
"Yah enggak bisa gue juga" ucap Fani
"Terus lo Riri " ucap Meta
"Riri juga enggak bisa maaf ya Vanya, Riri mau anter Evan beli sepatu" ujar Riri menyesal
"Iya orang gue enggak apa-apa, Kalau kenapa-napa juga ada Pak Gani" ucap Vanya
"Ya jangan sampe kenapa-napa lah Va" ucap Meta
" Ya kan lo takutnya gue kenapa-napa, jadi enggak usah khawatir kalau kenapa-napa juga ada Pak Gani" ucap Vanya
"Ya udah kalau gitu gue duluan ya" ucap Meta
" Iya Va, ati-ati lo, Pak titip temen saya ya" ucap Fani pada satpam sekolah kami Pak Gani
"Vanya Riri juga duluan ya" ucap Riri
"Iya Riri" ucap Vanya
Tidak lama kemudian ada Niko yang lewat dengan sepeda motornya, ia berhenti didekat Vanya dan kemudian membuka helm yang dipakainya.
"Vanya kamu pulang sama siapa?" tanya Niko
"Mama jemput " jawab Vanya
"Ya udah kamu hati-hati ya, Jangan lupa minum obat sama istirahat yang cukup" ucap Niko
Niko memakai helm nya kembali, Tapi sebelum ia melaju Vanya memanggilnya.
__ADS_1
"Niko !" panggil Vanya
"Makasih ya buat tadi siang" ucap Vanya lagi
"Iyaa"jawab Niko sambil tersenyum
"Kalau gitu aku duluan ya" ujar Niko yang kini sudah mulai melajukan kendaraannya
Vanya bersandar dikursi sambil memejamkan matanya
Ping !
Ada satu pesan baru masuk
Mama Vanya : Sayang Mama enggak bisa jemput ada pasien yang butuh penanganan sekarang, Kamu pulang naik taksi aja ya
Vanya : Iya Ma...
Vanya menghela nafas, Jarak dari sekolah Vanya ke jalan Raya sekitar 100 meter, Namun Vanya tidak patah semangat, Ia mulai berjalan perlahan. Sementara itu ada Daffin dibelakang yang sedang mengendarai mobilnya.Tiba-tiba
BRUUKKKK
"Vanya??" Ucap Daffin yang berusaha mengguncang-guncang tubuhnya namun tetap tak sadarkan diri
Lalu ia membawa Vanya ke dalam mobilnya memakaikan sabuk pengaman dan membawanya ke Rumah Sakit terdekat.
Sesampainya di Rumah Sakit Vanya lalu dibawa ke Instalasi Gawat Darurat, Untuk penanganan lebih lanjut sementara Daffin menunggu di luar.
"Permisi Pak, isi formulir dulu ya" ucap suster yang menangani Vanya
Lalu Daffin kembali ke parkiran untuk mengambil tas milik Vanya di dalam mobilnya, Daffin masuk dan mengisi formulir pendaftaran pasien untuk Vanya.
Sementara Vanya sedang disadarkan oleh suster, Ia membuka matanya
"Ini dimana?" tanya Vanya yang mulai sadar
"Kamu di rumah sakit, tadi kamu pingsan" ucap suster
"Kita ambil sample darah dulu ya" ucap suster sambil menyiapkan alat suntik nya dan mengambil darah Vanya.
__ADS_1
Setelah itu suster membawa sample darah Vanya untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara Daffin yang telah selesai mengisi formulir kembali menunggu di luar.
Selang beberapa waktu, suster datang membawa hasil tes darah Vanya dan Daffin pun dipanggil kedalam kembali lalu duduk didepan dokter. Sementara dokter dengan seksama melihat hasil tes darah Vanya
"Sus, pasien yang tadi suruh kesini" ucap sang Dokter
Suster memapah Vanya, Lalu Vanya duduk disamping Daffin
Jadi dia yang bawa aku kesini batin Vanya
Dokter memperhatikan Vanya, Vanya tampak bingung.
Lalu dokter mengalihkan pandangannya dan mulai bertanya kepada Daffin,
"Kamu kakak, kerabat atau pacarnya?" tanya Dokter kepada Daffin
Daffin pun tampak bingung
"Saya..." belum sempat Daffin menjawab Vanya langsung menyelah
"Dia guru saya Dok" ucap Vanya cepat
"Kalau begitu ini" ucap Dokter seraya memberikan hasil tes darah kepada Vanya
Lalu Vanya membacanya dengan seksama, seketika matanya terbelalak,
Deg
Jantungnya serasa berhenti berdetak, tubuhnya merinding hebat.
Ini enggak mungkin kan? Batin Vanya bertanya-tanya
Daffin yang duduk disampingnya mulai penasaran dan mengambil kertas yang dipegang oleh Vanya
Ia pun membacanya, Namun setelah itu ia tak kalah kagetnya dengan Vanya
"Kamu hamil !???" ucap Daffin dengan kagetnya dan langsung menoleh ke arah Vanya
Vanya melihat Daffin kemudian menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊