
Yeaayyy aku kembali, Efek kangen sama Daffin😅, Up disela hiatus, Habis ini aku mau lanjut hibernasi lagi, Sebelum bangun dengan up karya kedua..😁
Daffin nampak duduk di tangga hanya mengenakan kemeja serta celana pendek dan juga sepatu sportnya, Ia baru saja menyelesaikan olahraga paginya, Entah kenapa berumah tangga menjadikannya menjadi cepat gemuk, Mungkin karena ia sibuk bekerja dan setiap ada waktu luang pun ia hanya ingin menempel dengan istri tercintanya.
Namun tidak untuk kali ini, Ia kembali rutin berolahraga karena semenjak seminggu yang lalu saat ia mengetahui kehamilan istrinya itu, Hanya selang 2 hari kemudian setiap kali ia mendekat Vanya pasti selalu muntah-muntah, Kini ia pun hanya dapat menandangi istrinya yang tengah menyiapkan sarapan dengan ia yang duduk di tangga agar mereka berdua tidak berdekatan satu sama lain.
"Sayang udah belum siapin sarapannya??" tanya Daffin.
"Udah kok ini sedikit lg, Nah udah selesai kamu udah boleh kesini"
Daffin beranjak dari duduknya ia pun segera datang ke meja makan, Sementara Vanya mulai menjauh dengan membawa sepiring nasi goreng ditangannya, Namun sebelum Vanya pergi menjauh dari sana Daffin mulai berteriak.
"Heh junior !! Awas ya nanti kalau kamu sudah lahir, Papa kasih pelajaran kamu ! Berani-beraninya buat Papa enggak bisa dekat-dekat sama Mama kamu !" ancam Daffin yang disambut tatapan tajam dari istri tercintanya.
"Sayaaaaaangg... Inget ! Enggak boleh ngomong begitu, Dia bisa dengar dan bisa rasakan lho" ujar Vanya penuh penekanan serta dengan mata yang membulat menatap Daffin.
Daffin nyengir,
"Iya enggak kok sayang, Maafin papa ya junior, Papa cuma becanda"
Asem masih di dalam perut udah mulai ngeselin batin Daffin.
"Nah gitu dong, Ya udah sana sarapan dulu, Aku mau sarapan di Ruang TV, Makan deket kamu malah jadi enggak bisa makan, Mual," ucap Vanya seraya berjalan pergi.
Daffin hanya bisa menghela napas dan segera duduk untuk memulai sarapannya, Setelah sarapan Daffin mulai bersiap berangkat ke kantor, Sementara Vanya karena merasa tidak begitu enak badan memutuskan untuk izin tidak masuk kuliah hari ini.
Vanya pun mengantar Daffin sampai pintu depan dengan ia yang menutupi hidungnya dengan kerah kaus yang ia kenakan.
"Sayang mau cium, Sebentar aja" pinta Daffin.
"Bau, Enggak mau" ucap Vanya yang masih menutup hidungnya dan mengerenyitkan dahinya.
Namun bukan Daffin namanya kalau tidak jahil dan juga nekat, Ia bergegas berlari mendekat,Menarik kaus yang Vanya gunakan untuk menutupi hidungnya dan mencium bibir mungil istrinya.
Cup
Vanya membulatkan matanya.
"Kamu !!! " teriak Vanya.
Daffin hanya tersenyum, Namun seketika mual yang kini Vanya rasakan, Ia mulai menutupi mulutnya dengan tangan kanannya
Howek..
__ADS_1
Howek..
Kini ia mulai berlari kecil ke dalam menuju kamar mandi, Sementara Daffin masih mematung di luar, Ia mulai mengangkat tangan kanannya, Lalu ia dekatkan pada mulutnya seraya membuang napas dari mulutnya.
"Hahh"
"Enggak bau" ucapnya dengan dahi yang mengerenyit.
Kini pandangan teralih pada jam di pergelangan tangan kanannya.
"Duh udah jam segini lagi, Bisa telat nih" gumamnya.
Daffin mulai berjalan masuk menemui Vanya, Sementara Vanya baru saja keluar dari dalam kamar mandi sambil memegangi perutnya dengan tangan kanannya.
"Sayang, Aku udah telat nih, Aku berangkat ya, Kamu hati-hati di rumah, Jangan capek-capek, Nanti biar kerjaan rumah aku yang kerjain pas pulang kerja" ucap Daffin.
"Enggak apa-apa, Nanti aku kerjain sedikit-sedikit, Kasihan kamunya dari kemarin bantu aku rapiin rumah terus" ujar Vanya.
"Enggak apa, Aku kan strong" ucap Daffin seraya mengangkat tangan kanannya dan menunjukan otot layaknya bina ragawan.
Vanya terkekeh,
"Kamu apa-apaan sih," ucap Vanya yang masih mengembangkan senyumnya.
"Iya deh iya" ucap Vanya akhirnya.
"Ya udah aku berangkat ya sayang" ucap Daffin yang mulai mendekat ke arah Vanya.
"Eh eh stop !! Jangan deket-deket ! Sarapan aku udah keluar semua tadi jangan kamu tambahin lagi !" sewot Vanya.
"Iya iya" ucap Daffin lemas,
" Ya udah aku berangkat ya sayang" ucap Daffin lagi.
"Iya hati-hati" ucap Vanya.
Daffin mulai berjalan keluar menuju mobilnya, Ia masuk kedalam mobil dan mulai melajukan kendaraannya untuk pergi ke kantor.
...----------------...
Malam harinya,
Vanya nampak telah terlelap di sisi sebelah kiri tempat tidur dengan posisi memunggungi Daffin yang tengah menyandarkan tubuhnya di sisi sebelah kanan tempat tidur.
"Yang, Sayang" panggil Daffin namun Vanya tak bergeming sedikit pun.
__ADS_1
Wah udah pules nih kayaknya batin Daffin.
Kini Daffin berangsur mendekat, Ia mulai berada tepat dibelakang Vanya, Lalu ia mulai melingkarkan lengannya pada pinggang istrinya itu.
Akhirnya bisa peluk Vanya lagi, Heh junior kamu kalah telak sekarang ! batin Daffin.
Daffin nampak tersenyum penuh kemenangan, Ia pun mulai memejamkan matanya, Namun tiba-tiba tubuh di depannya bergerak, Kini ia menoleh ke arah belakang dengan mata terpejam dan hidung mengendus.
Ia pun mulai membuka matanya dan mendapati Daffin yang tengah memeluknya.
" Yang ih ! Sana ah bau tahu" protes Vanya.
Daffin nampak membuka matanya.
Hhh baru juga sebentar batin Daffin.
"Iya iya" ucapnya seraya menjauh dan kembali ke sisi kanan.
Vanya kembali menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan kembali memejamkan matanya, Sementara Daffin nampak terdecak kesal.
"Hahh... Sabar Fin Sabar..." gumamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Masih ada yang baca enggak nih kira-kira atau udah kabur semua ya😅
Aku kangen Daffin jadi aku up Extra part nya sekarang tadinya mau nanti aja pas balik hiatus, Cuma apa daya pesona Mas Daffin masih melekat ehe...
Terima kasih buat yang masih membaca sampai extra partnya...
Bye bye...
👋👋
Daffin potong rambut👀
Tapi masih ganteng pas gondrongg
Salam dari pecinta cowok gondrong 😆😆
...****************...
NB :Oh iya makasih juga buat para author hebat yang udah mampir, Nanti aku feedback bertubi-tubi kalau sudah selesai masa hiatusnya ya.😘
__ADS_1