VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
S2 Part 139


__ADS_3

Vanya, Daffin beserta dengan Mamanya yang tengah menggendong Dava turun ke bawah menuju meja makan. Di sana sudah ada Papa, Sandra, Daniel dan juga putri kecil mereka Sherin yang tengah menunggu.


"Embak gimana kabarnya?" ucap Daffin seraya mencium punggung tangan Sandra dan juga Daniel, Diikuti pula oleh Vanya.


"Baik," jawab Sandra.


"Embak," ucap Vanya ketika ia ikut mencium punggung tangan Sandra.


"Gimana kabar kamu?" tanya Sandra.


"Baik embak, Embak sendiri gimana kabarnya?" tanya Vanya.


"Iya embak juga baik," ucap Sandra seraya tersenyum.


Mereka pun memulai menyantap makanannya bersama, Namun Mama Daffin terlihat tengah sibuk bersama Dava dan tidak ikut bergabung, Vanya mulai bangun dari duduknya ia hendak menggantikan Mama Daffin, Agar Mama dapat ikut makan bersama, Vanya baru saja beranjak dari duduknya Daffin langsung menoleh dan bertanya, "Kamu mau kemana??"


"Mau ambil Dava biar Mama biasa makan sama-sama," ujar Vanya.


"Udah kamu makan dulu aja, Biar Dava sama aku," ucap Daffin yang kini mulai beranjak dari duduknya.


Daffin pun menghampiri Mamanya yang tengah duduk di ruang TV.


"Ma, Makan dulu sana, Sini biar Dava sama Daffin dulu."


"Enggak usah, Orang Mama masih mau main sama Dava, Kamu duluan aja yang makan, Tadi Mama juga udah icip-icip sambil masak."


"Udah biar Daffin aja yang jagain sini," pinta Daffin.


"Udah sana kamu dulu aja," perintah Mamanya.


Ditengah-tengah perdebatan itu tiba-tiba Vanya datang dengan bubur bayi di tangannya.


"Ma, Mama makan duluan ya , Dava mau Vanya suapin dulu," ujar Vanya.


"Lho kok kamu di sini sih, Sana makan dulu," perintah Daffin.


"Iya gampang yang penting Dava dulu."


"Sini Ma Davanya," ucap Vanya seraya mengambil Dava dari Mama Daffin.


"Ya sudah kalau begitu Mama ke sana dulu sekalian mau ke kamar mandi," ucap Mama Daffin seraya berjalan pergi.


Kini Vanya tengah memangku Dava sambil menyuapinya. Daffin pun mulai mendekat dan duduk di samping Vanya.


"Hei, Sana makan, Kamu jangan bandel kalau dibilangin sama suami," ucap Daffin dengan nada serius.


"Iya nanti dulu kasihan Dava belum makan," ucap Vanya yang masih serius menyuapi Dava.


"Kamu enggak kasihan sama yang di dalam perut? Dia juga butuh makan lho."

__ADS_1


"Iya tapi sekarang udah tanggung, Biar Dava abisin dulu makanannya."


Daffin hanya dapat menghela napas, Lalu ia pun beranjak dari sofa dan pergi. Tak lama setelahnya Daffin datang dengan sepiring penuh nasi beserta lauk pauk, sayuran dan juga air putih ditangan yang satunya. Ia mulai meletakkan gelas di meja dan duduk di samping Vanya.


"Ayo makan," ucap Daffin seraya menyodorkan sendok berisi nasi dan juga lauknya.


Vanya pun menoleh dan sempat tertegun. Sampai akhirnya Daffin kembali berkata," Ayo makan dulu sayang, Sini aku yang suapin kamu, Jadi kamu bisa suapin Dava juga."


Vanya mengulas senyum tipis dibibirnya dan mulai membuka mulut serta melahap makanan dari tangan Daffin.


Daffin pun tersenyum, Kini ia pun mulai ikut melahap makanan di tangannya dan kembali menyuapi Vanya setelahnya, Sampai ketika makanan mulai habis, Dava diambil alih oleh Daffin dan Vanya pergi ke dapur membawa piring yang telah kosong.


Tak lama kemudian, Sandra dan Daniel mulai datang bersama Papa dan ikut bergabung untuk duduk bersama Daffin di ruang TV.


"Sherin mana embak?" tanya Daffin.


"Ikut sama Mama tadi, Tuh dia" ucap Sandra ketika Mamanya datang sambil menuntun Sherin yang tengah memakan ice cream cone stroberi di tangannya.


"Hei, Anak cantik sini cium tangan dulu sama om," ujar Daffin.


Namun Sherin nampak tak memperdulikannya dan terus melengos ke arah Sandra.


"Oh gitu ya sama Om, Awas ya Sherin," ucap Daffin.


"Sini main sama Mas Dava nih," ucap Daffin lagi.


"Mas? Dedek Dava kali," ucap Sandra.


"Mau jadi Mas??" ucap Sandra.


Vanya baru saja datang dan langsung mengendong Dava dan duduk disamping Daffin, Sementara kini tatapan ketiga orang yang menatap heran ke arah Daffin tadi mulai beralih ke arahnya.


Vanya yang baru datang nampak kebingungan mendapat tatapan dari ketiganya.


"Vanya, Kamu lagi hamil!?" tanya Sandra kemudian.


"Ha? Oh iya embak," ucap Vanya yang wajahnya terlihat merah padam.


"Fin, Yang bener aja kamu , Dava belum lama keluar udah kamu masukin yang baru lagi," celetuk Daniel.


Daffin nyengir, "Ya kan mumpung masih muda Mas."


"Iya benar itu, Mumpung masih muda, Tenaga buat melahirkannya juga masih kuat, Dulu Mama pas lahir Daffin terpaksa caesar karena udah enggak kuat lagi," ucap Mama Daffin.


Daniel mulai melirik ke arah Sandra sambil menaikan kedua alisnya, " Gimana nih? Kita susul enggak?" tanya Daniel.


" Susul kemana? " ucap Sandra seraya mengangkat Sherin dan mendudukkannya dipangkuannya.


"Yah kayaknya kamu belum bisa jadi kakak dalam waktu dekat Sher," ucap Daniel sambil mencubit gemas pipi putrinya.

__ADS_1


Daffin pun mulai menoleh ke arah Vanya yang tengah serius menatap Sherin yang tengah memakan ice cream.


"Yang," panggil Daffin.


"Hmm?" Vanya menoleh ke arah Daffin.


"Ice cream? Mau juga?" tanya Daffin.


"Enggak," ucap Vanya malu-malu.


Daffin mulai menoleh ke arah Sandra dan berkata," Embak, Ice cream masih ada enggak? Vanya ngidam nih," celetuk Daffin.


"Apa sih Mas," ucap Vanya yang menatap tajam ke arahnya.


Vanya memang menginginkannya, Namun ia merasa malu karena menginginkan ice cream yang tengah dimakan oleh anak kecil.


"Yah habis Fin, Ini stok terakhir embak lupa enggak beli lagi tadi."


"Yah... Ya udah Daffin beli dulu deh," ucapnya yang bergegas beranjak dari tempat duduknya dan berjalan pergi.


Selang beberapa puluh menit Daffin kembali dengan sekantong ice cream ditangannya. Sementara Vanya tengah duduk di teras bersama Dava.


"Kamu nungguin?" tanya Daffin.


"Enggak," elak Vanya.


"Oh ya udah deh aku bawa masuk," ucap Daffin seraya melangkahkan satu kakinya.


"Eh kamu mau kemana??" tanya Vanya yang membulatkan matanya.


"Bawa ice cream ini masuk, Katanya tadi kamu enggak mau," ucap Daffin yang tersenyum jahil.


"Siapa bilang? Aku tuh enggak mau ice cream yang dipegang Sherin," bela Vanya.


"Kalau yang ini?" ucap Daffin yang mengangkat kantong berisi ice cream.


"Ya mau," ucap Vanya dengan bibir mengerucut.


Daffin pun mulai mendekat ke arah Vanya.


"Ini ice creamnya, Nanti anak aku ngiler lagi," ucap Daffin seraya tersenyum dan menaruh ice cream di atas meja.


Daffin mengambil alih Dava dan memangkunya sementara Vanya mulai membuka ice cream dan menjilaatnya.


"Kamu biasa aja dong jillatin ice creamnya, Aku jadi...,"


"Jadi apa? Jangan ngeres!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Author be like : Sapu mana sapu...??? Aku mau sapu dulu ini agak ngeres.😭😭


__ADS_2