
...Akan Ada Hari yang Cerah Setelah Badai"...
...----------------...
Keesokan harinya di Kampus.
Daffin tengah duduk di tangga bersama Leo, Tidak lama kemudian sahabatnya Hans pun datang menghampirinya, Hans nampak berdiri di depan Daffin seraya berkata," Fin, Gimana udah selesai belum skripsi?" tanya sahabatnya Hans.
"Belum, Belum sempet kemarin habis jalan sama Stela langsung check-in dulu" jawab Daffin.
"Ah lo gimana sih !?" protes Hans.
"Ya makanya lo kerjain sendiri lah" ucap Daffin.
"Gue juga enggak sempet, Pacar gue nempelin terus jadi enggak konsen" ucap Hans.
"Samanya lo juga" ucap Daffin.
"Jadi batal nih kesepakatan kita?" tanya Hans.
"Ya nanti lah, Gue bujuk bokap dulu kalau blokiran dicabut, Kita batal, Kalau belum ya lanjut" ucap Daffin.
Kring kring🎶🎶🎶
Ponsel Hans berdering ia nampak menjawab panggilan lalu berjalan meninggalkan Daffin dan juga Leo.
"Fin, Nongkrong yuk ah" ajak Leo.
"Bokek gue, Lo bayarin dulu ya" ucap Daffin.
"Ah elah, Ya udah lah, Ayo cabut " ajak Leo yang beranjak dari duduknya serta berjalan pergi disusul Daffin dibelakangnya.
Hans menutup panggilan, Lalu mulai berbicara lagi seraya menoleh ke arah dimana tadi Daffin dan Leo duduk.
"Pokoknya gue enggak mau tahu Fin, Lo ha...rus..."
"Lha tuh anak pergi kemana?" ucap Hans ketika sadar kalau Daffin dan Leo sudah pergi dari tempat mereka duduk tadi.
Daffin dan Leo pergi ke sebuah mall di dekat kampus mereka, Ia nampak memesan makanan di kedai cepat saji, Tidak menunggu waktu lama pesanan mereka pun datang dan mereka pun mulai melahapnya.
Setelah selesai melahap makanannya, Daffin mulai mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan mulai sibuk bermain game di ponselnya, Sementara Leo sibuk memperhatikan orang yang berlalu lalang di depan mereka.
Saat sedang memperhatikan orang yang berlalu lalang, Leo pun mulai tersenyum lalu menggelengkan kepalanya, Ternyata Ia melihat seorang wanita yang menggandeng lengan pria dengan tas-tas belanjaan di tangannya dan nampak mengenali wanita tersebut.
"Fin, " panggil Leo
"Hmm" ucap Daffin yang masih serius menatap layar ponselnya.
"Lo sama Stela putus?" tanya Leo.
__ADS_1
"Enggak" jawab Daffin.
"Kok dia jalan sama cowok lain" ucap Leo.
"Hah?" ucap Daffin yang kini mulai menatap ke arah Leo sambil mengerenyitkan dahinya.
"Tuh lihat, " ucap Leo seraya menunjuk ke arah Stela.
Daffin pun menoleh dan seketika berkata,
"B*ngs*t !!" ucap Daffin yang langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Stela.
Leo tersenyum kecut dan menonton, "Wah seru nih kayaknya" ucap Leo.
"Stela " panggil Daffin.
Stela pun menoleh bersamaan dengan laki-laki disampingnya, Stela pun mulai menundukkan kepalanya.
"Gila, Ternyata gini kelakuan kamu !" ucap Daffin.
"Fin, Aku bisa jelasin kok" ucap Stela yang mulai mendekat kepada Daffin.
PLAKK..
Daffin mendaratkan tamparan tepat dipipi kiri Stela dan membuat bekas memerah disana.
"Ambil tuh bekas gue !" ucap Daffin seraya melihat ke arah laki-laki yang pergi bersama Stela tadi.
"Yuk Le cabut" ajak Daffin.
"Ok siap" ucap Leo yang mulai berjalan pergi.
Daffin mulai kembali ke dalam mobilnya dan di susul Leo yang ikut masuk ke dalam mobil Daffin.
Daffin pun mulai melajukan kendaraannya dan menuju kafe, Sesampainya disana nampak Dion yang tengah latihan bersama kawan-kawan satu bandnya, Leo pun menghampiri Dion.
"Weh siapa nih yang dateng, Tumben banget" ucap Dion seraya mengulurkan tangan dan mulai menepuk tangan Leo, Sementara Daffin langsung duduk di kursi bawah.
" Kenapa tuh anak?" tanya Dion kepada Leo.
"Abis meregokin si Stela sama selingkuhannya," jawab Leo.
"Pfft Seriusan ?? " tanya Dion lagi.
"Iya, Emang mukanya kurang meyakinkan" ujar Leo.
"Kelihatan sih, Kayak baju belum disetrika, Kusut" ucap Dion yang terkekeh.
Dion pun mulai turun dan menghampiri Daffin serta duduk di depannya.
__ADS_1
"Wah wah wah seorang Daffin dicampakkan perempuan" ledek Dion.
Daffin tersenyum kecut, "Enggak ada dalam sejarah Ion,"
"Tadi kata si Leo lo di selingkuhin" ucap Dion.
"Iya tapi gue puas, Karena gue udah tampar dia saat itu juga" ujar Daffin.
"Wah parah lo main kasar sama cewek" ucap Dion.
"Gue enggak pandang bulu Ion, Mau cewek, cowok, atau b*nci sekalipun, Enggak ada kata ampun !" ucap Daffin dengan bengisnya.
"Enggak kebayang yang jadi istri lo nanti punya suami tempramen kayak lo, Gue rasa enggak ada satu minggu udah minta cerai" ujar Dion.
Daffin tersenyum kecut, "Ya bagus lah yang penting udah pernah gue pake" ujar Daffin.
Daffin pun mulai menikmati minumannya, Lalu ia pun mulai teringat akan sesuatu dan bergegas untuk pulang ke rumahnya.
"Eh iya, Ada yang gue lupain, Gue balik dulu lah" ucap Daffin.
...----------------...
Sesampainya di rumah,
Daffin nampak menemui Papanya di ruang kerja, Ia mulai mengetuk pintu lalu masuk ke dalam dan duduk di depan Papanya.
"Ngapain kamu?" tanya Papanya.
"Emm..Daffin mau minta tolong cabut blokiran kartu kredit Daffin Pa" ucap Daffin.
"Papa sudah tidak percaya lagi dengan kamu, Bisa-bisa Papa bangkrut untuk membayar tagihan kartu kredit kamu," ujar Papanya yang mulai membuka laci mejanya.
"Pakai ini aja" ucap Papanya yang mulai memberikan kartu atm kepada Daffin.
"Kok ini Pa?" tanya Daffin
"Iya, Papa akan kasih kamu jatah 5juta untuk satu bulan, Cukup tidak cukup ya harus cukup" ujar Papanya.
Ini sih buat gue sendiri aja kurang batin Daffin.
"Ini sih kurang Pa" ujar Daffin.
"Oh jadi kamu enggak mau? Sini kembalikan" pinta Papanya.
"Eh jangan Pa, Mau kok mau" ujar Daffin seraya menaruh kartu tersebut ke dalam dompetnya.
"Makasih ya Pa" ujar Daffin seraya berjalan pergi
Note : Jangan lupa untuk like, komen dan juga vote nya untuk dukungan supaya author makin semangat lagi menulisnya.
__ADS_1
Happy Reading💞
..."...