
Setelah kejadian tempo hari di rumah Leo, Leo berusaha berbicara dengan Vanya, Namun Vanya tak mau menghiraukannya, Ia tak lagi mau mendengarkan ucapan Leo lagi, Ia tak mau tertipu lagi olehnya, Leo nampak kecewa karena tak bisa lagi mendekati Vanya.
Saat ini ia tengah duduk ditangga yang sepi bersama Dion disebelahnya.
"Ion?" ucap Leo dengan tatapan lurus kedepan.
Hmm? Kenapa Le? " tanya Dion yang mulai melihat kearah Leo.
"Kenapa sih dulu lo tawarin Vanya ke si
Daffin?"tanya Leo.
"Ha?" ucap Dion.
"Kenapa enggak lo kasih dia ke gue aja waktu itu?" Ucap Leo seraya menoleh ke arah Dion.
"Udah lah Le, Move On, Masih banyak cewek di luar sana, Bukan cuma Vanya doang" ucap Dion seraya menepuk pundak Leo.
"Tapi gue maunya sama Vanya Ion" ucap Leo.
"Ya tapi Vanya maunya sama Daffin dan lo harus terima kenyataan itu" ujar Dion.
"Dunia enggak adil banget, Orang bejat kayak si Daffin bisa dapetin Vanya" ucap Leo tersenyum kecut.
"Le, Tiap orang bisa berubah, Lagipula Daffin tuh sekarang udah banyak berubah, dan Semenjak sama Vanya dia udah jauh lebih baik, Jadi pantas untuk dia dapetin si Vanya" ujar Dion.
Leo mulai bangun dari duduknya dan berjalan pergi.
...----------------...
2 bulan kemudian...
Pagi harinya,
Daffin perlahan membuka matanya, Ia pun mulai bangun dari atas tempat tidur, Sayup-sayup terdengar suara dari dalam kamar mandi, Daffin beranjak dari atas tempat tidur dan menuju ke kamar mandi, Ia mulai menempelkan telinganya pada pintu kamar mandi guna memperjelas suara yang didengarnya tadi.
Howek... Howek.. Howek..
Suara dari balik pintu itu, Daffin kembali ke posisi berdiri, Ia mulai terdiam sepersekian detik sampai akhirnya ia mulai mengembangkan senyumnya.
Ceklek..
Pintu kamar mandi dibuka, Nampak wanita yang menjadi istrinya itu keluar dari dalam kamat mandi, Ia terlihat heran melihat suaminya yang tersenyum dengan lebarnya.
"Kamu kenapa?" tanya Vanya.
"Kapan terakhir kali datang bulan kamu sayang?" tanya Daffin.
Vanya nampak terdiam, Ia mengerenyitkan dahinya berusaha mengingat kapan terakhir kali ia datang bulan.
"Emm.. Satu setengah,.. Kayaknya udah hampir 2 bulan yang lalu" ucap Vanya.
__ADS_1
Seketika Vanya mulai terdiam, Sepertinya ia mulai menyadari maksud pertanyaan suaminya itu, Ia pun mulai ikut tersenyum.
"Yuk kita ke dokter" ucap Daffin kemudian dan dibalas anggukan oleh Vanya.
"Iya ayo" ucap Vanya yang mengembangkan senyumnya.
...----------------...
Sesampainya di rumah sakit,
Vanya dan Daffin tengah terduduk di ruang tunggu, Berbeda dengan sebelumnya yang tadinya mereka berada disana dengan pikiran masing-masing berkecamuk antara, Bingung dan juga takut, Kini perasaan itu tengah berganti dengan penantian yang penuh harap, Daffin terus menggenggam tangan wanita disampingnya dan tersenyum ke arahnya.
Sementara dipikiran Vanya, Ia mulai merasa semuanya seperti mimpi, Awalnya mereka hanyalah 2 orang yang tidak saling mengenal, Masih teringat jelas didalam pikirannya saat dokter memberikan surat pemeriksaan yang menyatakan dirinya hamil, Saat itu ia merasakan sesak didadanya sedih dan juga bingung, Hingga akhirnya ia terlibat pernikahan dengan laki-laki yang berada disampingnya kini.
"Mas " panggil Vanya seraya menoleh ke arah Daffin.
"Iya, Kenapa sayang?" tanya Daffin.
"Serasa baru kemarin ya kita ada disini, Waktu itu aku masih pakai seragam SMA" ucap Vanya.
"Iya, Waktu cepat berlalu, Tapi satu hal yang perlu kamu tahu, Aku memang pernah membuat kesalahan besar, Tapi aku pun mensyukuri apa yang sudah terjadi, Karena dengan begitu aku bisa bertemu dan menikah sama kamu" ujar Daffin.
Vanya nampak tersenyum ke arah Daffin, Ia pun merebahkan kepalanya pada bahu suaminya itu.
Tidak lama setelahnya giliran Vanya untuk masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
" Ayo naik keatas tempat tidur" perintah dokter itu.
Dokter tersebut mulai mengoleskan sesuatu diatas perut Vanya, Ia pun mulai menaruh alat untuk mendeteksi janin.
Kini terlihat dilayar monitor bulatan itu lagi, Daffin mengembangkan senyumannya begitu pula dengan Vanya, Rasa haru mulai menyelimuti keduanya.
Akhirnya aku akan jadi ayah batin Daffin.
Setelah pemeriksaan selesai mereka berdua mulai kembali ke rumah.
...----------------...
Sesampainya dirumah,
Vanya yang baru saja turun dari mobil dna berjalan masuk mulai diangkat tubuhnya oleh Daffin.
"Eh, Kok digendong" ucap Vanya yang nampak terkejut.
"Iya, Istriku ini enggak boleh terlalu capek, Jadi aku gendong aja ya" ucap Daffin.
"Apa sih sayang, Aku masih bisa jalan sendiri" ucap Vanya.
Daffin tak lagi menjawab perkataan Vanya ia mulai membawa Vanya kedalam dan merebahkan tubuhnya diatas sofa, Daffin nampak mendekat kan telinganya pada perut Vanya.
"Hei junior kamu lagi apa didalam?" ucapnya yang disambut tawa oleh Vanya.
__ADS_1
"Kok ketawa?" tanya Daffin.
"Iya abisnya kamu ada-ada aja, Orang masih kecil begitu masih belum berbentuk" ucap Vanya.
"Ya enggak apa-apa dong sayang" ucap Daffin.
"Enggak sabar jadinya mau lihat dia lahir, Menurut kamu dia laki-laki atau perempuan?" tanya daffin.
"Kalau kata aku sih perempuan" ucap Vanya.
"Kalau menurut aku laki-laki" ucap Daffin.
"Lebih bagus lagi kalau kembar" ucap Daffin lagi.
"Kamu tuh ya, Kan tadi juga pas periksa cuma ada satu" ucap Vanya.
"Ya nanti kalau udah lahir, Kita langsung buat lagi biar jaraknya enggak terlalu jauh jadi nanti dikira kembar" ucap Daffin tersenyum jahil.
"Enak aja, Kamu sih enak, Aku pusing ngurusinnya nanti" protes Vanya.
"Ya kan nanti aku bantu urus sayang" ujar Daffin seraya tersenyum.
Nampak jelas kebahagiaan mereka menunggu kehadiran buah hatinya, Semakin lengkap sudah rumah tangga mereka saat ini. Meskipun awal hubungan mereka cukup buruk setidaknya ada akhir yang manis.
Dan pada akhirnya, Ada hari yang cerah setelah Badai .πππ
...Season 1 THE END...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
HAI SEMUA.......ππ
Kisah Daffin dan Vanya telah sampai di babak akhir ya, Sebenarnya masih mau ceritain masa-masa kehamilan Vanya yang sekarang, Tapi nanti lah di ekstra part kalau authornya udah comeback, Karena rencana setelah ini aku mau hiatus dulu, Mau istirahatkan pikiran setelah hampir 5 bulan lamanya nulis kisah Daffin dan Vanya ini.
Berbagi pengalaman sedikit deh sekalian, Boleh diskip dibaca juga boleh hehe, Awalnya aku cuma iseng aja nulis disini, Karena emang aku suka nghalu enggak jelas daripada cuma muter dipikiran jadilah aku tulis disini, Awalnya penulisan masih berantakan banget dan alhamdulillahnya dikasih pencerahan sama sesama penulis, Jadi aku perbaiki sedikit demi sedikit, Sempet down juga dan sempet hiatus juga waktu itu hampir 2 minggu lamanya, Tapi masih ada aja ya yang nunggu kelanjutannya terhura dedek.ππ
Pokoknya aku mau ucapin Terima kasih banyak untuk yang masih menemani perjalanan cinta Daffin dan juga Vanya, Dari awal hingga akhir ini.
Nanti aku mau lanjut karya kedua cuma enggak sekarang tapi karya kedua ini 180 derajat berbeda ya sama Daffin dan Vanya.
Ah bingung mau bilang apalagiπ
Yang jelas love you semua,
Love juga buat Daffin yang bikin aku kesemsem sendiri pas nulisnya.
Author eror, Dia yang nulis dia juga yang suka sama karakter yang dibuatnya hehe.
Udah lah jadi ngelantur enggak jelas gini.
Pokoknya makasih semua yang udah nemenin Kisah Daffin dan Vanya sampai hari ini.ππππ
__ADS_1
Sssttt... Ada extra part 4 bab. Yuk lanjut baca lagi