
Yeayyyyy setelah pertimbangan dan juga saran dari teman dan juga pembaca setia hingga saat ini,
Author memutuskan untuk lanjuuuuuuut !!!!
BACA ✔
PLAGIAT ❌
Karena mikir menguras energi otak beda dengan tinggal nyomot😂, think smart 😉**
...****************...
"Kita mulai semua dari awal lagi ya, Kita tata hidup kita, Seperti kamu menata hidup kamu yang aku hancurkan dulu, Dan yang berbeda sekarang ada aku yang akan selalu menemani kamu " ucap Daffin.
"Kamu beneran temenin aku terus ya, Jangan pernah tinggalin aku" pinta Vanya.
" Tentu aja sayang, Aku mana bisa ninggalin kamu, Aku kan sayang sama kamu" ucap Daffin seraya tersenyum.
"Fin" panggil Vanya.
"Ya kenapa?" tanya Daffin.
"Mau minta peluk boleh?" tanya Vanya.
"Ya boleh dong, Lebih dari itu juga boleh banget" ucap Daffin bersemangat.
"Hish" ucap Vanya yang mulai memajukan bibirnya.
Daffin mulai menyentuh bibir Vanya dengan jari telunjuknya.
"Aku kangen ekspresi kamu itu" ucap Daffin yang kini mulai bangun dari duduknya dan naik ke tempat tidur Vanya serta memeluknya dari belakang.
"Udah tidur lagi istirahat, Supaya kamu cepat pulih, Nanti setelah sehat kita jalan-jalan kemana pun kamu mau" ucap Daffin.
Vanya pun mulai menutup matanya, Dipeluk oleh Daffin seperti saat ini membuatnya tenang dan damai.
...----------------...
Mama Vanya dan juga Mama Daffin mulai masuk ke ruangan Vanya namun ketika masuk mereka terlihat malu sendiri dan salah tingkah karena melihat Vanya serta Daffin yang sedang tidur di satu tempat tidur sambil berpelukan.
Mereka pun memutuskan untuk keluar dan menunggu lagi disana.
Tidak lama kemudian Papa Daffin datang bersama Sandra dan juga Daniel, Nampak Papa Daffin berbincang dengan Mama Vanya, Sedangkan Sandra dan Daniel mulai masuk ke dalam untuk melihat keadaan Vanya.
Dilihatnya Daffin yang masih tertidur sambil memeluk Vanya.
"Ini anak orang lagi sakit juga masih dipepet terus, Udah kebelet bikin anak lagi kayaknya" celetuk Daniel.
"Ssssutt kamu jangan berisik, Ayo kita keluar" ucap Sandra berbisik.
...----------------...
Malam hari nampak Daffin yang terbangun, Ia mulai turun dari tempat tidur dan meregangkan tubuhnya. Dilihatnya Mama Vanya yang sedang duduk bersandar dan tertidur di sofa rumah sakit di dalam ruangan.
Sore tadi yang lainnya pulang karena Mama Vanya yang meminta menemani Vanya seorang diri.
"Ma," panggil Daffin saat berada di dekatnya.
Mama Daffin mulai membuka matanya, "Ya kenapa?" ucapnya.
"Mama tidur disini?" ucap Daffin lagi.
__ADS_1
"Iya, Vanya anak saya sudah seharusnya saya ada disini" ucap Mama Vanya dingin.
Daffin mulai duduk di samping Mama Vanya, Keduanya tampak diam, Lalu Mama Vanya mulai membuka pembicaraan.
"Kamu punya pacar?" tanya Mama Vanya.
"Ha? Pacar? " ucap Daffin bingung.
"Iya pacar, Saat ini kamu masih punya pacar atau enggak?" tekan Mamanya.
"Enggak Ma, Daffin cuma punya istri satu dan itu anak Mama" ucap Daffin.
"Syukurlah kalau begitu," ucap Mama Vanya lagi.
Mereka berdua kembali terdiam, Lalu Mama Vanya mulai berbicara lagi, " Kamu benar-benar serius sama Vanya dan menyayangi dia sepenuh hati kamu?" tanya Mama Vanya lagi.
"Enggak Ma, Enggak pada awalnya, Tapi seiring waktu Daffin mulai menyayangi Vanya, Makanya kalau boleh Daffin mau kembali sama Vanya, Boleh gak Ma Daffin bawa Vanya kembali ke rumah Daffin, Daffin mau sama-sama terus sampai tua nanti sama Vanya" pinta Daffin.
Mama Vanya tidak menjawab ia hanya terdiam, Sementara itu ternyata diam-diam ternyata Vanya mendengarkan percakapan mereka.
...----------------...
Keesokan harinya,
Daffin tengah menyuapi Vanya, Mama Vanya pun datang dari luar dan membawa bungkusan ditangannya, lalu menyerahkan bungkusan itu kepada Daffin.
"Ini sarapan dimakan" ucap Mama Vanya.
Daffin nampak terlihat heran,
"Vanya, Nanti Mama bantu kamu mandi ya" ucap Mamanya
"Iya Ma" jawab Vanya.
Persis Vanya meskipun galak tapi perhatian batin Daffin.
Ia pun mulai menyantap makanan ditangannya, Setelah selesai Daffin membantu Vanya untuk kembali ke tempat tidurnya.
Tidak lama setelah itu Mama Daffin datang membawakan makanan untuknya.
"Fin, Mama bawakan sarapan untuk kamu" ujar Mamanya.
"Makasih Ma, Tapi Daffin udah sarapan tadi dikasih sama Mama Vanya" ujar Daffin.
"Oh gitu, Terima kasih ya jeng" ujar Mama Daffin kepada Mama Vanya.
"Iya sama-sama" ujar Mama Vanya.
Oh iya Mama enggak bisa lama, Mama mau ke acara pernikahan anaknya Om Handri, Tapi nanti setelah acaranya selesai Mama akan mampir lagi kesini " ucap Mama Daffin.
"Iya Ma" jawab Daffin.
"Cepet sehat ya sayang" ucap Mama Daffin kepada Vanya seraya mengecup kepalanya.
"Iya Ma, Makasih" ucap Vanya.
"Ayo jeng saya duluan ya" ucap Mama Daffin kepada Mama Vanya.
"Iya hati-hati" ucap Mama Vanya seraya tersenyum.
"Emm Mama juga mau pamit, Hari ini jadwal praktek Mama pagi jadi Mama harus pergi dulu" ujar Mama Vanya.
__ADS_1
"Iya Ma enggak apa-apa" ujar Vanya.
"Ya sudah Mama pergi dulu kamu baik-baik ya," ujar Mama Vanya.
"Iya" ucap Vanya seraya tersenyum.
"Dan kamu, Jaga Vanya baik-baik" ujar Mama Vanya.
"Siap Ma, Pasti" ujar Daffin bersemangat.
Mama Daffin mulai berangkat, Kini tinggal Vanya serta Daffin di dalam ruangan. Daffin nampak duduk diatas tempat tidur Vanya.
"Kamu udah lebih baik belum?" tanya Daffin.
"Iya udah kok" jawab Vanya.
"Oh iya aku jadi penasaran, Memangnya kamu lagi ngapain kok bisa sampai jatuh? Ha?" ucap Daffin sambil menatap Vanya dan mengangkat kedua alisnya.
"Oh i-itu, Aku kepeleset" jawab Vanya gugup.
"Yakin cuma karena itu ?" Tanya Daffin yang seolah tak percaya.
Tok tok tok...
"Siapa?" tanya Daffin dari dalam.
" Meta, Riri, sama Fani Pak" jawab Meta dari luar.
"Ya sudah masuk " ucap Daffin.
Meta, Riri dan juga Fani nampak menghampiri Vanya, Meta mulai memberikan satu parsel buah-buahan.
"Ini Va dari kita, Lo cepet sembuh ya" ujar Meta.
"Iya makasih semuanya" ujar Vanya.
"Kalian enggak ke sekolah?" tanya Daffin.
"Nanti agak siang enggak apa-apa Pak kan lagi class meeting" ujar Meta.
Meta mulai menyenggol lengan Fani seraya berkata" Fan, Buruan ngomong" ujar Meta
"Takut Ta" jawab Fani
"Ih lo bilang tadi mau minta maaf" ujar Meta.
"Ada apa sih? Kok malah kasak kusuk sendiri" tanya Daffin.
"Emm.. Saya mau minta maaf sama Bapak dan juga Vanya, Karena... Karena gara-gara saya Vanya jatuh dari tangga Pak " Aku Fani yang mulai menunduk.
Daffin seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar saati ini , Seketika matanya terbelalak, Amarahnya memuncak, Dan ia sudah bersiap untuk melampiaskan amarahnya pada orang yang tengah berdiri di depannya saatnya ini.
"Jadi semua itu gara-gara kamu!!!"" ucap Daffin yang dengan Marahnya.
*Bersambung...
Note : Seperti biasa jangan lupa tinggalkan like , komen dan juga votenya ya.
Terimakasih untuk yang masih setia menyimak hingga saat ini tadi siang authornya sempet galau karena ternyata tidak sesuai prediksi meski udah lewat 80 bab tapi masih belum selesai juga ini belum happy ending, Makanya sempet minta pendapat reader semua.
Nah karena banyaknya yang minta untuk lanjut juga jadi lah aku lanjutkan lagi. Tapi....
__ADS_1
jangan sampai bosan ya untuk terus mengikuti kisah Vanya dan Daffin , Dukung terus authornya supaya tetap lanjut sampai happy ending.😊😘😘
Spesial aku langsung up di hari yg sama krna semangat dari komen kalian. besok lanjut lagi ya authornya mau istirahat dulu😅*