
Sandra membuka matanya, Ia mendengar suara seperti seseorang yang sedang menangis, Lalu ia mulai duduk dan melihat Vanya disampingnya.
"Kamu kenapa?? Kok nangis? Daffin macem-macem sama kamu?" tanya Sandra khawatir
"Enggak embak,.. hiks.. Vanya cuma.. Kangen sama Mama" ucap Vanya sambil terisak
Duh Vanya.. Kenapa Daffin b*go nya kebangetan sih anak masih polos gini juga batin Sandra.
"Udah udah jangan nangis lagi ya, Besok kamu boleh kok menginap dirumah Mama kamu" ucap Sandra
"Beneran embak? Vanya boleh menginap di rumah Mama" tanya Vanya sambil mengusap air matanya.
"Iya boleh, Nanti biar embak yang bilang ke Mama sama Papa, Lagi pula mereka pasti kasih izin kok, Udah ya jangan nangis lagi" ucap Sandra mencoba menenangkan.
Vanya pun mengangguk, Lalu ia dan Sandra melanjutkan tidurnya.
Keesokan harinya di sekolah
"Va, ngumpul yuk udah lama nih enggak ngumpul dirumah lo aja yuk" ajak Fani
"Hmm gue ga janji nnti gue pulang dulu baru gue kabarin lagi ya" ucap Vanya
"Oke " ucap Fani
Jam pelajaran Daffin dimulai tidak seperti biasanya kali ini Vanya tidak menemukan kertas catatan apapun dibukunya, Daffin mengajar dengan serius dan yang paling aneh bagi Vanya Daffin tidak lagi memintanya untuk membantu mengoreksi soal.
Jadi ia bisa pulang lebih awal, Semua terasa kembali normal Vanya merasa senang sekali, Apalagi hari ini ia akan pulang dan bertemu dengan Mamanya.
Supir datang menjemput serta mengantarkan Vanya pulang ke rumahnya, Sesampainya di rumah.
Vanya mulai menekan bel rumahnya dan Mamanya mulai membuka pintu.
"Vanya" ucap Mamanya dan langsung memeluk erat Vanya
"Ma, Vanya kangen banget sama mama" ucap Vanya
"Iya sayang , Mama juga kangen sekali sama kamu" ucap Mamanya
"Ayo kita masuk, Mama akan masakin makanan kesukaan kamu" ujar Mamanya sambil membawa Vanya masuk kedalam
.
Sementara itu dirumah Daffin,
"Vanya kemana? Kok enggak kelihatan" tanya Daffin saat mulai duduk di ruang makan
"Dia langsung pulang ke rumah Mamanya. Dia mau menginap disana" ujar Mamanya
"Kok enggak bilang dulu sama Daffin" protes Daffin
"Udah lah dia lagi kangen sama Mamanya, Kamu enggak tahu aja semalam dia nangis sesenggukan gara-gara kangen sama Mamanya" ujar Sandra
Daffin menghela nafas , Ia kecewa merasa tak dianggap karena Vanya tidak meminta izin kepada dirinya, Tapi ia ingat lagi kata-kata Mas Daniel untuk memberi Vanya waktu agar bisa menerima dia sepenuhnya.
Sementara itu Vanya dan Mamanya sedang makan bersama, Setelah itu mereka duduk di sofa dan mulai mengobrol.
"Ma, Vanya menginap disini ya boleh kan?" tanya Vanya
"Sudah pasti boleh sayang, Tapi kamu sudah izin belum sama suami kamu" ujar Mamanya
__ADS_1
"Emm Vanya udah bilang kok sama Mamanya" ucap Vanya
"Terus dia?" tanya Mamanya
"Ya nanti juga ada yang kasih tahu" ujar Vanya
"Kamu baik-baik aja kan disana?" tanya Mamanya hati-hati
"Iya Ma, Semua keluarganya baik, Vanya juga tidur sama Kakaknya" ujar Vanya
"Ya sudah kalau begitu, Kamu istirahat dulu di atas Mama mau beres-beres dulu" ucap Mamanya
"Iya Ma" jawab Vanya seraya mulai naik ke atas dan masuk kamarnya
"Kangen banget rasanya tidur disini" gumam Vanya yang telah merebahkan tubuh ya diatas kasur miliknya lalu ia pun mulai tertidur
Tok tok tok
"Va, Vanya " panggil Mamanya dari luar sambil mengetuk pintu kamar Vanya
"Iya Ma" jawab Vanya
Ia pun berjalan dan mulai membukakan pintu untuk Mamanya.
"Kamu baru bangun?" tanya Mamanya
"Iya Ma Vanya ketiduran" ujar Vanya
"Mama lupa bilang malam ini jadwal Mama jaga, Kamu enggak apa-apa sendirian di rumah?" tanya Mamanya
"Iya Ma enggak apa-apa kok lagian Vanya juga udah biasa kan kalau Mama lagi tugas malam" ujar Vanya
"Ya udah Mama mau siap-siap berangkat dulu ya" ujar Mamanya seraya berbalik dan berjalan ke kamarnya
"Iya boleh kok" jawab Mamanya
Lalu Vanya pun masuk ke kamarnya dan mulai mengirim pesan kepada teman-temannya.
Tidak lama kemudian Mamanya pamit, dan teman-temannya pun datang.
"Va gue dibawah nih, Bukain dong gerbangnya" ujar Fani di telepon
"Iya bentar gue kebawah" ujar Vanya
Vanya pun mulai menuruni tangga dan membuka pintu rumahnya , Lalu membuka pagar rumahnya, Lalu ia mendapati teman-temannya disana dan ada 1 orang lagi yang tidak asing baginya.
"Niko?" ucap Vanya heran
"Oh iya Va sorry gue ajak Niko, Tadi tuh sebenernya motor gue mogok dan mau telepon Dimas, dianya lagi futsal jadi gue telepon Niko deh minta anter kesini" ujar Meta berusaha menjelaskan
"Oh gitu " ucap Vanya
"Ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya" ujar Niko seraya memundurkan motornya
"Emm Nik tunggu, Kamu enggak mau ikut main sekalian?" tanya Vanya
"Emangnya boleh ya?" tanya Niko
"Iya enggak apa-apa kok kan kamu teman aku juga, Lagian kita juga mau kumpul sama-sama" ujar Vanya
__ADS_1
"Ya udah yuk buru masuk" ajak Fani
Akhirnya mereka pun masuk kedalam
"Va kita di basecamp biasa yuk dekat balkon" ajak Fani
"Iyaa, Ya udah sana duluan gue siapin cemilan dulu" ucap Vanya seraya berjalan kedapur
"Ayo sini Va gue bantuin" ucap Meta yang mengikuti Vanya dari belakang
"Aku juga mau bantu" ujar Niko
Mereka bertiga akhirnya menyiapkan makanan dan minuman sementara Fani naik keatas bersama Riri.
Lalu setelah membawa makanan mereka menyusul Fani dan Riri.
Vanya benar-benar bahagia hari ini dikelilingi orang-orang yang disayanginya.
"Main truth or dare yuk" ajak Fani
"Boleh ayo" ucap Meta
Tak disangka Vanya mendapat giliran pertama
"Ayo Va lo pilih turth or dare" ucap Meta
"Dare aja deh" ucap Vanya
Nanti mereka tanya aneh-aneh lagi kalau pilih turth batin Vanya
"Oke, gue yang kasih tantangan ya" ujar Meta
"Tembak Niko Va" ucap Meta
"Hah?" Vanya kaget mendengar tantangan dari Meta
"Ayo dong Va, Berani ambil resiko kan tadi lo yang pilih, Lagi ini cuma permainan aja kok" ujar Fani.
Vanya terdiam lalu mengiyakannya, Vanya mulai menatap Niko.
"Nik, Aku.. Suka sama kamu, Kamu mau ga jadi pacar aku?" ucap Vanya kelihatan bersungguh-sungguh
"Iyaa aku mau Va" jawab Niko sambil tersenyum
"Aduh aduh enggak bisa nih gue lihat keuwuan macem ini, Sakit mata gue, Udah ayo lanjut" ucap Fani
Vanya dan Niko pun tertunduk malu.
Setelah permainan berakhir, Mereka mulai menonton film bersama, Sedangkan Vanya berjalan dan duduk di balkon, Ia menatap ke arah langit dan mulai menikmati keindahan malam, Udara dingin serta bintang-bintang.
Lalu Niko pun menghampiri Vanya dan duduk disampingnya, Ia menatap Vanya yang tengah menatap ke arah langit, Lalu ia pun membuka jaketnya
"Udaranya dingin kamu pakai ini ya" ucap Niko yang mulai memakaikan jaket kepada Vanya
"Makasih ya Nik" ujar Vanya sambil tersenyum
"Iya sama-sama" ucap Niko sambil tersenyum
Ternyata dari bawah sana Daffin sedang memperhatikan mereka, Lalu ia masuk ke dalam mobilnya dan mulai mengumpat
__ADS_1
"Br*ngs*k !" ucap Daffin dengan marahnya.
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊