VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Belum Saatnya


__ADS_3

Vanya masih terlihat sibuk memilih pakaian sedangkan Daffin sudah mulai terlihat jenuh, Dan mulai duduk ditempat duduk yang telah disediakan, Ia mulai merogoh ponsel yang ia taruh di saku celananya, Dan mulai bermain game di ponselnya, Selang beberapa menit Daffin pun memutuskan untuk menyusul Vanya,


"Kamu lagi lihat apa?" tanya Daffin kepada Vanya yang tengah terpaku di sebuah tempat perlengkapan bayi.


"Ini bajunya lucu ya" ucap Vanya yang kini telah memegang sebuah baju tidur bayi model sleepsuit berwarna merah muda.


Daffin pun mulai tersenyum dan mulai berkata,


"Iya, Kamu mau? Kalau mau kita beli juga sekalian" tanya Daffin.


"Tapi... Kan belum ketahuan laki-laki atau perempuan" ucap Vanya lagi.


"Iya sih, Ya kita beli warna yang netral aja biar nanti laki-laki atau perempuan bisa pakai" saran Daffin.


"Ya udah boleh, Aku mau yang ini" ucap Vanya sambil memegang sebuah sleepsuit bayi berwarna biru muda.


"Iya boleh, Kamu udah selesai milihnya? Kalau udah kita langsung ke kasir aja yuk" ajak Daffin.


"Iya udah kok" jawab Vanya.


Akhirnya Daffin dan Vanya pun beranjak ke kasir membayar pakaian, Lalu mereka makan terlebih dahulu di restoran cepat saji, Setelah selesai mereka bergegas menuju mobil dengan Daffin yang menenteng beberapa tas belanjaan di tangannya, Mereka pun masuk ke dalam mobil, Lalu Daffin mulai melajukan kendaraannya.


Saat dijalan Daffin mulai membuka percakapan,


"Kamu seneng ga hari ini?" tanya Daffin.


"Campur aduk" jawab Vanya.


"Kok campur aduk?" ucap Daffin mengerenyitkan dahi sambil sesekali menoleh ke arah Vanya.


"Ya ada seneng, Capek, Malu sama keselnya juga" ujar Vanya.


"Malu sama kesel kenapa??" tanya Daffin bingung.


"Ya abisnya kamu ngapain segala pilih pakaian dalam buat aku, Mana tadi dilihatin orang, Malu tahu" ucap Vanya sambil cemberut.


"Ya emang apa salahnya?" ucap Daffin sambil mengangkat alis


"Hish pake nanya apa salahnya lagi, Kamu belum sih ngerasain jadi perempuan malunya sampe ke akar tahu gak" ucap Vanya kesal.


"Masa sih? Mantan aku dulu malah sengaja suruh aku pilih buat dia" ucap Daffin santai.


"Ya itu kan mantan kamu, Lagi ada gitu cewek yang enggak ada malunya begitu, Jangan-jangan kamu juga pilih model yang sama lagi kayak punya mantan kamu" ucap Vanya menggerutu.


"Ya enggak lah, Aku pilih model yang lebih sexy lagi kalau buat mantan aku, Lagian ukurannya juga beda" jawab Daffi jahil.


"Hish kamu tuh !!" ujar Vanya sambil memukul pundak Daffin.


"Eh kamu jangan gitu aku lagi nyetir ini bahaya" ucap Daffin yang tetap berusaha berkonsentrasi saat mengemudi.


"Ya udah kalau gitu berhenti dulu biar aku puas mukulin kamu !!" ucap Vanya dengan bengisnya.


Daffin pun menepikan mobilnya,


"Nih udah berhenti" ucap Daffin setelah ia benar-benar menghentikan mobilnya.


Vanya pun mulai memukul Daffin, Tetapi Daffin menghalangi dengan kedua tangan.


"Rasain nih !" ucap Vanya sambil terus mencoba memukul Daffin dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Aduh sakit, Udah dong sayang" ucap Daffin yang tetap mencoba menghalangi dengan kedua tangannya.


"Gak mau, Aku belum puas!" ucap Vanya seraya masih terus memukuli Daffin.


Daffin pun mulai memegang tangan Vanya lalu menariknya sehingga tubuh Vanya mendekat ke arah Daffin, Lalu Daffin mulai meletakan tangan kanannya ke belakang kepala Vanya, Dan mulai mendekatkan wajahnya lalu m*magut bibir Vanya, Vanya terbelalak, Lagi-lagi untuk kesekian kalinya Daffin mencuri ciuman darinya.


Daffin mulai melepas pagutannya dan mulai tersenyum kepada Vanya seraya berkata,


"Udah marahnya?" tanya Daffin.


Vanya mengedipkan kedua matanya lalu mulai memundurkan tubuhnya ke belakang serta mulai duduk ke posisinya semula.


"Udah ayo kita pulang" ucap Daffin seraya melajukan kendaraannya kembali.


Daffin benar-benar membuat Vanya tak berkutik, Perasaan kesal dan marah sekarang berubah jadi perasaan malu dan tak karuan.


...----------------...


Sesampainya di rumah Daffin,


Vanya dan Daffin mulai berjalan masuk, Sementara itu Mama Daffin serta Embak Sandra sedang berduduk santai di ruang tamu.


Vanya dan Daffin pun menghampiri mereka


"Duh yang habis ngeborong" ujar Embak Sandra.


"Iya dong Embak"ucap Daffin.


"Oh iya, Vanya juga beliin buat Mama sama Embak Sandra" ucap Vanya seraya mengambil tas belanja yang dipegang oleh Daffin.


"Tapi Vanya enggak tahu Mama sama Embak Sandra suka atau enggak" ucap Vanya.


Sandra masih sibuk membuka tas belanja,


"Kamu udah beli baju bayi Fin??" tanya Sandra kemudian setelah menemukan baju bayi di sana.


"Iya, Lucu ya Embak" ujar Daffin seraya tersenyum.


Sandra dan Mamanya pun saling bertatapan, Lalu Mamanya Daffin pun berbicara lagi,


"Kenapa?" tanya Daffin yang heran dengan gelagat Kakak serta Ibunya,


"Emm gini Fin sebenarnya tuh, Kalau umur kandungan belum lewat dari 7 bulan kamu belum boleh beli perlengkapan bayi dulu, Ya percaya enggak percaya sih tapi orang tua dulu selalu bilang begitu" ucap Mamanya.


"Ya elah Ma, Mama masih aja percaya mitos kayak gitu" ucap Daffin menyepelekan.


" Lagian ini cuma baju kok cuma beli satu juga, Yang buat enggak boleh tuh sebenarnya karena jenis kelamin bayinya belum ketahuan, Lagian Daffin belinya warna netral kok jadi bisa untuk perempuan dan juga laki-laki" jelas Daffin.


Vanya tampak menunduk dan bingung,


"Ya udah ini rapikan dulu, Vanya kamu istirahat dulu ya pasti capek" ujar Mama Daffin.


"Iya Ma" ucap Vanya seraya berjalan pergi ke kamar Sandra yang diikutin Daffin dibelakangnya.


Setelah sampai ke kamar Daffin memberikan tas belanja kepada Vanya, Vanya masih terlihat diam, Lalu Daffin pun mulai menegurnya,


"Kamu kenapa?" tanya Daffin


"Hhh harusnya kita enggak beli baju bayi dulu tadi belum waktunya" ujar Vanya.

__ADS_1


"Udah enggak apa-apa, Enggak usah terlalu dipikirin, Cuma satu kan, Udah sana masuk istirahat" ucap Daffin


Vanya hanya mengangguk dan berjalan masuk ke dalam kamar Sandra. Sementara Daffin berjalan masuk juga ke kamarnya.


...----------------...


Daffin pun masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya,


Kring kring🎶🎶


Suara deringan ponsel Daffin, Daffin pun merogoh saku celananya dan mulai mengambil ponsel miliknya.


"Kenapa?" ucap Daffin di telepon.


"Nanti malem dateng lo, Si Hans ulang tahun dia buat party di rumahnya" ucap seseorang di telepon yang ternyata adalah Leo.


"Iya nanti deh gue dateng" ucap Daffin


"Ajak sekalian bini lo, Anak-anak banyak yang bawa pasangan termasuk gue juga, Jangan sampe di sana lo cuma cengo" ujar Leo


"Iya gimana nanti lah" Ucap Daffin kemudian seraya mematikan sambungan teleponnya.


...----------------...


Malam harinya,


Setelah makan malam Daffin mulai berbicara kepada Vanya yang telah selesai merapikan meja makan.


"Vanya, ikut yuk ke rumah teman aku" ajak Daffin


"Mau ngapain?" tanya Vanya.


"Emm teman aku ulang tahun dia buat party di rumahnya, Jadi aku mau ajak kamu kesana juga, Lagian besok kan tanggal merah jadi kamu masih libur juga" ucap Daffin.


Vanya terlihat diam dan berpikir lalu ia mulai berkata," Enggak deh malu" ucap Vanya.


"Lho malu kenapa?" tanya Daffin.


"Pasti rame, Aku enggak enak" ucap Vanya.


"Ya enggak apa-apa, Lagi Cuma sebentar kok, Mau ya? "ucap Daffin


Vanya pun mulai menghela nafas, "Hhh tapi bener cuma sebentar aja ya?" ucap Vanya


"Iyaa" jawab Daffin.


"Ya udah aku ganti baju dulu" ucap Vanya seraya berjalan ke kamar dan mengganti pakainnya.


Setelah selesai mengganti pakaian Daffin dan Vanya pun berangkat bersama, Sesampainya di sana mereka pun mulai masuk ke dalam rumah.


Setelah berada di dalam, Daffin mulai mengajak Vanya menemui Hans, Nampak Hans sedang berdiri dengan seorang wanita disampingnya.


"Thanks Fin, Udah dateng, Eh ngomong-ngomong siapa nih yang lo bawa?" tanya Hans.


"Ini Vanya, Istri gue sekaligus calon ibu dari anak gue juga" ucap Daffin sambil memegang perut Vanya, Vanya pun terbelalak.


Vanya masih saja menundukkan kepalanya, Ia tak menyangka akan bertemu seseorang yang ia kenal disana.


Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊

__ADS_1


__ADS_2