
..."Akan Ada Hari yang Cerah Setelah Badai"...
...----------------...
Udara pagi ini terasa begitu sejuk, Vanya terlihat sedang duduk di balkon bersama Daffin sambil menikmati sarapannya.
Daffin yang sedang memegang ponsel pun mulai memotret Vanya secara diam-diam.
Lalu Daffin mulai mengunggah foto Vanya pada akun media sosialnya, Setelah itu ia mulai ikut sarapan bersama Vanya.
Setelah sarapan selesai Vanya nampak mengecek ponselnya dan Daffin pun terlihat sedang memainkan ponselnya.
Vanya mulai membuka akun media sosial miliknya, Ia pun melihat sebuah foto diberanda, Vanya tersenyum lalu mulai mengetik sesuatu.
Sarapan dengan yang manis, Semanis istriku π
#mylovelywife
.................................................................................
VanyaSatyaUtama Ehem foto siapa tuhππ
DaffinYugaP Foto kamu lah sayang, Siapa lagi π
FaniMahesaPutri Nyamuk lewatπππ
VanyaSatyaUtama Hahaha
DaffinYugaP Kasian yang jomblo
FaniMahesaPutri ππππ Vanya belain gue
VanyaSatyaUtama Cup cup cup sabar ya mblo #eh π
FaniMahesaPutri π€π€π€ Vanya jahatππ Aku dibully hiks
.................................................................................
Vanya tak lagi membalas komentar Fani ia masih terus saja tertawa sama halnya dengan Daffin.
"Tega banget kamu" ucap Daffin yang masih mengembangkan senyumnya.
"Biarin sekali-kali" ucap Vanya yang juga masih tersenyum.
"Teman-teman kamu lucu juga ya" ucap Daffin.
"Makanya seru kalau ngeledekin mereka tuh, Ah coba aja mereka ada disini pasti seru" ucap Vanya.
"Jadi kalau sama aku enggak seru?" ucap Daffin.
"Ya enggak gitu juga, Beda serunya, Kamu kayak enggak punya temen seru-seruan aja" ucap Vanya.
"Emang enggak ada" ucap Daffin.
"Masa sih?" ucap Vanya tak percaya.
"Iya teman satu angkatan aku ya cuma Hans, Itu pun dia selalu sibuk sama pacarnya, Makanya aku suka nongkrongnya ya sama Dion dan Leo" ucap Daffin.
"Hmm pantesan" ucap Vanya.
"Kamu udah sarapannya?" tanya Daffin
"Iya udah"jawab Vanya.
__ADS_1
"Jalan-jalan yuk" ajak Daffin.
"Ayo, Tapi aku ganti baju dulu ya" ucap Vanya.
"Iya" jawab Daffin.
Vanya tengah bersiap-siap dan mengganti pakaiannya sedangkan Daffin menunggu diluar, Setelah selesai Vanya mulai keluar dan pergi bersama Daffin.
Daffin pun mengajak Vanya pergi ke pantai, Cuaca pagi sudah cukup terik karena tidak ada pepohonan disana, Mereka berjalan cukup jauh menyusuri bibir pantai,
"Kamu capek enggak?" tanya Daffin.
"Lumayan" jawab Vanya.
Daffin mulai berjalan selangkah di depan Vanya dan mulai membungkukan tubuhnya.
"Ayo naik" perintah Daffin.
Vanya tanpa ragu langsung naik ke atas punggung Daffin, Ya Daffin menggendongnya sambil berjalan menyusuri pantai.
"Udah Fin turunin aku disini" ucap Vanya.
"Kenapa? Aku enggak apa-apa kok" ucap Daffin.
"Bukan gitu, Aku mau foto hehe" ucap Vanya seraya tertawa.
"Oh" ucap Daffin yang mulai menurunkan Vanya.
"Kamu tolong fotoin aku ya" pinta Vanya.
"Iya sini" ucap Daffin yang mulai memotret Vanya.
Vanya pun mulai tersenyum, Namun senyumannya menghilang ketika melihat hasil pengambilan foto oleh Daffin.
"Lho emang harus gimana?" tanya Daffin.
"Ah udah lah nanti aja fotonya" ucap Vanya.
Vanya pun terlihat berjalan lebih dulu, Daffin pun mulai mengekor dibelakangnya dan mulai mengangkat tubuh Vanya serta memutarnya.
"Aahhhh! " teriak Vanya.
"Turunin Fin udah aku pusing" ucap Vanya.
Daffin pun mulai menurunkan Vanya lalu mulai menggenggam tangannya, Mereka berjalan kembali menapaki bibir pantai,
Saat siang hari mereka mulai kembali ke penginapan.
Vanya mulai duduk dan menyandarkan tubuhnya pada kursi yang berada di dekat kolam renang.
"Kita pulang besok jadinya?" tanya Vanya.
"Iya, Ada beberapa berkas yang aku harus pelajari dulu dari Papa sebelum masuk ke kantor jadi kita harus pulang lebih awal," ucap Daffin.
Vanya terlihat begitu kecewa karena ia masih ingin berlibur disini, Daffin yang menyadari kekecewaan Vanya dari raut wajahnya pun mulai mengelus kepala Vanya seraya berkata," Enggak usah kecewa gitu, Nanti lain kali kita liburan kesini lagi, Kamu mau ajak teman-teman kamu juga boleh" ucap Daffin.
"Beneran??" ucap Vanya yang terlihat sumringah.
"Iya sayang" ucap Daffin.
"Udah sana mandi dulu nanti kita makan siang, Lalu sorenya kita ke toko aksesoris, Kamu mau beli oleh-oleh kan buat temen-temen kamu" ucap Daffin.
"Oh iya aku sendiri sampe lupa, Ya udah deh aku mandi dulu" ucap Vanya yang mulai berjalan masuk.
__ADS_1
...----------------...
Sore harinya,
Vanya dan Daffin kembali pergi keluar menuju pertokoan untuk mencari oleh-oleh, Daffin nampak tengah memilih hiasan rumah dan Vanya mulai melihat pedagang permen kapas serta meninginkannya.
"Fin, Aku mau itu" ucap Vanya yang menunjuk pedagang permen kapas.
"Ya udah sana beli dulu" ucap Daffin.
"Kamu enggak mau beliin aku" ucap Vanya.
"Kamu beli sendiri aja" ucap Daffin.
"Ya udah deh" ucap Vanya yang mulai berjalan pergi.
Daffin telah selesai memilih, Lalu ia pun mulai menoleh ke arah Vanya nampak Vanya yang terlihat begitu senang sambil memegang permen kapas, Tanpa pikir panjang lagi-lagi Daffin mulai memotret Vanya secara diam-diam, Ia sangat suka sekali dengan hasil fotonya yang satu ini karena disana tampak Vanya yang sedang tersenyum lepas sembari memegang permen kapas dengan ukuran yang cukup besar.
"Aku selalu suka senyum kamu" gumam Daffin.
Vanya pun datang menghampiri Daffin,
"Taraaa" ucapnya sambil menunjukan permen kapas yang sedang ia pegang.
"Besar juga ya, Buat aku mana?" tanya Daffin.
"Emangnya kamu mau juga?? Aku kira kamu enggak mau jadi aku cuma beli satu" ucap Vanya.
"Ya udah enggak apa-apa, Nanti aku nyicip aja sedikit punya kamu" ucap Daffin.
"Iya, Kamu udah milih-milihnya?" tanya Vanya.
"Iya udah nih , Udah dapat satu, Yuk kita cari-cari lagi" ajak Daffin.
"Iya ayo " jawab Vanya yang mulai berjalan lagi menyusuri pertokoan.
Tak terasa hari sudah semakin sore, Daffin dan Vanya memutuskan untuk kembali ke penginapan.
Setelah itu Vanya mulai berkemas lagi karena besok mereka akan pulang ke rumah.
...----------------...
Malam harinya,
Vanya nampak duduk didekat kolam renang sambil melamun, Daffin pun datang dan mulai duduk disampingnya.
"Kenapa? Kok ngelamun?" tanya Daffin.
"Enggak apa-apa" jawab Vanya.
"Ayo masuk, disini dingin" ucap Daffin.
"Iya sebentar lagi, Aku masih mau nikmatin suasananya" ucap Vanya seraya tersenyum ke arah Daffin.
Daffin nampak terdiam sambil memperhatikan Vanya, Vanya pun terlihat heran sambil mengerenyitkan dahinya, Daffin mulai mendekatkan wajahnya dan mencium Vanya.
Vanya mulai terlihat was-was karena lagi-lagi Daffin seperti tidak terkendali, Ia mulai dengan rakus m*l*m*t bibir Vanya, Dan kini Daffin mulai mengangkat tubuhnya serta membawa Vanya ke dalam dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Daffin terlihat mulai menciumi Vanya lagi dan kini ciumannya mulai turun ke leher, Vanya pun terbelalak, Ia mulai teringat kembali saat Daffin menodainya dulu, Lalu Vanya pun mulai mendorong Daffin dengan sekuat tenaganya.
"Fin jangan kayak gini !!!" teriak Vanya tanpa sadar.
Daffin pun mulai tersadar, Lalu Ia pun duduk disamping Vanya dan berkata,"Maaf aku terbawa suasana" ucap Daffin yang mulai meninggalkan Vanya keluar dari kamar.
__ADS_1
Vanya hanya terdiam dan mulai berpikir,Kenapa ia harus menolak Daffin dengan sekasar itu, Padahal sudah seharusnya ia melayani Daffin, Tapi ternyata bayangan kala itu masih saja membekas dipikirannya, Vanya hanya bisa menghela nafas sekarang sambil memegangi kepalanya.
Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga Votenya. Terima Kasihπ