VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
S2 Part 137


__ADS_3

Vanya tengah menuruni tangga dengan tas berisi perlengkapan Dava di bahunya.


Daffin yang tengah asik bercengkrama bersama Dava di sofa mulai beranjak dari sana dan menghampiri Vanya.


"Yang, Tasnya berat enggak ? Sini aku yang bawa," tawar Daffin.


"Enggak usah, Enggak berat kok," tolak Vanya


"Sini Davanya," ucap Vanya yang mengulurkan tangan dan hendak mengambil alih Dava dari tangan Daffin.


"Enggak usah, Aku aja yang gendong dia sampai ke mobil."


Daffin berjalan ke dalam mobil diikuti Vanya di belakangnya, Kini ia membuka pintu di belakang kemudi dan menaruh Dava pada car seatnya. Setelah memastikan ia duduk dengan aman Daffin pun kembali ke depan dan masuk ke dalam mobil serta duduk di kursi kemudi.


Vanya yang baru masuk ke dalam mobil nampak melambaikan tangan ke arah Dava di kursi belakang yang tengah tertawa riang, Ia memang paling suka bila naik mobil meskipun akhirnya sering ketiduran di perjalanan.


"Sayang," panggil Daffin sebelum ia menyalakan mesin mobilnya.


"Hmm" Vanya berdehem dan menoleh ke arah Daffin.


"Kita ke rumah sakit aja ya gimana? Enggak usah main dulu ke rumah orang tua aku atau kamu dulu."


"Ya enggak bisa gitu dong, Mumpung kamu libur hari ini, Jadi kita bisa main ke sana lebih lama," protes Vanya.


"Ya tapi kan kita belum periksa kehamilan kamu."


"Mau periksa apalagi? Memangnya hasilnya masih meragukan?" tanya Vanya.


"Bukan masalah hasilnya, Nanti kan dokter bisa kasih vitamin untuk kandungan juga," ucap Daffin.


"Iya, Besok lagi aja yang, Enggak mesti hari ini, Lagipula aku ngerasa sehat kok, Belum ada keluhan apa-apa," jelas Vanya.

__ADS_1


"Hhh ya udah iya deh, Sekalian kasih tahu Papa besok aku mau minta cuti buat antar kamu ke dokter," ucap Daffin seraya menyalakan mesin mobilnya.


Mobil melaju dengan kecepatan yang cukup pelan, Daffin ingin memastikan bahwa istri dan anak-anaknya bisa selamat sampai tujuan.


Selang beberapa puluh menit, Mobil nampak memasuki gerbang rumah, Daffin mulai memarkirkan mobilnya di halaman depan. Kini mobil tengah terparkir rapi di halaman, Ia menoleh ke arah istri dan juga putranya yang tengah tertidur pulas.


Daffin melepas sabuk pengaman yang melekat di tubuhnya, Lalu mendekat ke arah istri tercintanya.


Cup...


Daffin melayangkan satu kecupan pada bibir merah merona Vanya yang masih tak bergeming, Kini Daffin pun kembali mendekat dan memagut bibir Vanya membuatnya seketika terbelalak.


"Yang, Kok enggak dibangunin!" ucap Vanya yang kini menatap tajam ke arah suaminya.


"Kan barusan aku lagi bangunin kamu sayang," ucap Daffin seraya tersenyum.


"Memangnya enggak ada cara lain?" protes Vanya.


"Cara lain?" ucap Daffin yang kini menatap Vanya dari atas hingga bawah dengan tatapan nakal sambil menggigit bibir bawahnya sendiri.


Daffin pun terkekeh, "Apa sih yang, Mesum gini juga kan suami kamu," ucapnya seraya tersenyum.


"Hmm..." Vanya hanya berdehem dan berusaha membuka sabuk pengaman yang melingkar di tubuhnya.


"Dava ketiduran?" tanya Vanya kemudian.


"Iya seperti biasa," ucap Daffin yang kini membuka pintu mobil dan berjalan ke kursi belakang untuk mengambil Dava.


Daffin mengangkat tubuh putranya itu dengan perlahan lalu ia dekap di dadanya. Mereka pun berjalan masuk ke dalam, Papa Daffin yang tengah membaca koran di ruang tamu nampak beranjak dari duduknya dan berteriak memanggil istrinya yang tengah sibuk di dapur menyiapkan makanan.


"Ma... Cucu kamu datang nih!"

__ADS_1


"Cucu Opa, Sini sama Opa yuk," ucap Papa Daffin ketika bayi yang tengah berada di dekapan Daffin mulai membuka matanya.


Kini bayi yang menggemaskan itu telah diambil alih oleh opanya, Vanya mendekat dan mencium punggung tangan Papa.


"Gimana kabarnya Pa?" tanya Vanya.


"Ya begini lah Va, Kakek tua sudah mulai banyak yang dirasa," ucap Papa Daffin yang kini tengah mencubit gemas pipi Dava.


"Papa masih keliatan awet muda kok," puji Vanya.


"Kamu kok enggak pernah puji aku begitu sih yang?" protes yang mulai keluar dari mulut suaminya yang hanya dibalas juluran lidah dari Vanya, Membuat Daffin membelalakan matanya, Daffin pun mendekat ke arah Vanya dan membisikan sesuatu di telinganya.


"Awas kamu ya, Hukuman menanti di rumah" bisik Daffin yang membuat Vanya melirik tajam ke arahnya.


"Siapa ini yang baru datang," ucap Mama Daffin yang baru keluar dari dapur dan langsung mendekat ke arah Dava yang sedang bercengkrama bersama suaminya.


Daffin dan Vanya mendekat lalu mencium punggung tangan Mamanya secara bergantian.


"Mama gimana kabarnya?" tanya Vanya lagi.


"Baik Va, Kamu sendiri?"


"Iya baik juga kok Ma."


"Sherin kemana Ma? Kok enggak kelihatan?" ucap Daffin yang menanyakan batita gemas anak dari Sandra yang tak lain adalah keponakannya.


"Lagi pergi sama Sandra dan Daniel, Katanya sih mau beli keperluan bulanan," jawab Mama Daffin yang masih sibuk berebut dengan suaminya untuk bermain bersama cucunya yang tampan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Melanjutkan kisah mereka mudah-mudahan setelah ini terjawab dan selesai semua yang belum sempat terjawab dan terselesaikan.

__ADS_1


Happy Reading❤


Jangan lupa tinggalkan like, Komen+, vote dan juga hadiahnya bila berkenan.😊


__ADS_2