VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Kesempatan Bagus


__ADS_3

BACA ✔


PLAGIAT ❌ (Stop plagiat aku mantau karya kamu yg udah 2 bab nyontek)


Karena mikir menguras energi otak beda dengan tinggal nyomot😂, think smart 😉**


...****************...


Vanya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan setelan piyama lengan panjang dengan motif kelinci berwarna merah muda, Mata Daffin terus saja memperhatikannya, Vanya nampak terlihat tidak nyaman, Ia pun mulai terlihat menyibukan dirinya sendiri dengan merapikan isi tas yang ia bawa semasa menginap.


"Kamu lagi apa?" tanya Daffin.


"Emm beres-beres" ujar Vanya.


Daffin nampak berangsur turun dari tempat tidurnya, Dan mulai menghampiri Vanya,


"Beres-beresnya besok lagi aja, Ayo tidur istirahat, Memangnya kamu enggak ngantuk?" ucap Daffin lembut.


"Belum ngantuk kok" ucap Vanya yang ternyata malah menguap setelah berbicara.


"Tuh kan udah ngantuk," ucap Daffin.


Vanya memang lelah sekali hari ini karena sepulang sekolah ia pergi bersama kedua orang tuanya dan langsung pulang ke rumah Daffin setelah itu.


"Ayo tidur " ajak Daffin.


"Enggak nanti aja" ucap Vanya seraya menggelengkan kepalanya.


"Ayo tidur" ucap Daffin lembut.


Namun Vanya masih saja tertunduk diam, Akhirnya Daffin mulai mengangkat serta membopong tubuh mungil Vanya, Vanya terbelalak, Daffin mengangkat tubuhnya dan merebahkannya di tempat tidur, Vanya segera menggeser tubuhnya berusaha menjauh dari Daffin.


"Kamu kenapa?" tanya Daffin.


"Enggak apa-apa" jawab Vanya.


"Udah cepat tidur, Istirahat udah malam" perintah Daffin.


Vanya pun mulai membelakangi Daffin, Ia mencoba untuk tidak tertidur namun kantuknya benar-benar tak tertahankan, Tidak lama kemudian Vanya pun mulai tertidur.


Kayaknya hari ini dia capek banget, Besok lagi aja deh Batin Daffin.


Daffin pun mulai ikut tertidur di samping Vanya seraya memeluknya dari belakang.


...----------------...


Keesokan harinya...


Vanya mulai terbangun dari tidurnya, Ia melihat tangan yang melingkar di pinggangnya, Lalu ia mulai mengangkat tangan tersebut serta mulai menggeser tubuhnya untuk turun dari atas tempat tidur.


Nampak Daffin yang masih terlelap, Vanya mulai bangun serta berjalan ke kamar mandi, Setelah selesai mandi Vanya mulai mengambil seragam lalu memakainya, Serta menyiapkan pakaian untuk Daffin.


Setelah Vanya siap ia mulai membangunkan Daffin, " Fin, Bangun udah siang" ucap Vanya seraya mengelus pipi Daffin dengan lembut.

__ADS_1


"Hmm.. Iya kenapa sayang?" tanya Daffin yang perlahan mulai membuka matanya.


"Ayo bangun udah siang" ucap Vanya.


Daffin pun mulai bangun dan duduk di tempat tidur,


"Udah sana mandi dulu" perintah Vanya.


Daffin mulai berangsur turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi, Sedangkan Vanya merapikan tempat tidur serta menaruh pakaian Daffin di atasnya, Setelah itu ia pergi ke bawah dan menunggu Daffin disana.


Daffin nampak keluar dari kamar mandi, Ia melihat semuanya telah tersusun rapi, Dan bahkan Vanya telah menyiapkan pakaian untuknya.


"Akhirnya ngerasain juga rasanya punya istri, Cuma tinggal yang satunya aja yang belum" ucap Daffin seraya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Ia mulai mengambil pakaian yang telah Vanya siapkan lalu mulai memakainya setelah itu ia mulai menyisir rambutnya dan berjalan ke bawah untuk bergabung bersama yang lain serta memulai sarapan.


...----------------...


Di sekolah,


Vanya baru saja datang dan duduk di kursinya,


"Va, balik sekolah jalan yuk" ajak Meta.


"Kemana?" tanya Vanya.


"Nonton, Makan" jawab Meta.


Ping


Pesan masuk ke ponsel Daffin, Ia pun membukanya.


ISTRIKU : Ujian kan udah selesai, Aku mau main sekarang sama temen-temen aku, Boleh enggak Fin?


Daffin : Gak, Besok aja mainnya hari ini harus pulang cepet ke rumah.


Vanya pun terlihat lesu melihat pesan di ponselnya, Lalu ia mulai bicara lagi kepada Meta,


"Ta, Enggak bisa hari ini, Besok aja katanya bolehnya" ucap Vanya tak bersemangat.


"Yah gimana sih Va, kemaren lo bilang besok sekarang lo bilang besok lagi, Besok aja terus sampe kita masuk kuliah" ucap Meta.


"Ya abisnya gimana lagi, Enggak dapet izinnya" ucap Vanya lesu.


"Ya udah deh lo ikut lain kali aja, Hari ini gue jalan duluan sama anak-anak yang lain" ujar Meta.


"Meta tega banget sih" ucap Vanya sambil cemberut.


"Ya abisnya lo juga, Besok-besok terus, Udah nanti pokoknya kita atur lagi, Tapi hari ini gue jadi pergi" ucap Meta.


Vanya memajukan bibirnya, Ia terlihat tidak senang.


...----------------...

__ADS_1


Sepulang sekolah,


Di rumah Vanya pulang dengan wajah murung serta duduk di sofa, Daffin yang baru saja datang melihatnya pun mulai menghampiri Vanya dan duduk di sampingnya.


"Kamu kenapa? Kok mukanya ditekuk begitu?" tanya Daffin.


"Kamu ngeselin, Aku jadi di tinggal main kan sama temen-temen aku, Padahal abis ujian maunya bebas main setelah pusing mikir" ujar Vanya cemberut.


"Ya abisnya ketunda terus, Nanti kalau kamu kecapekan bisa-bisa gagal lagi, Enggak jadi lagi" ucap Daffin.


"Apanya yang ketunda sama gagal?" ucap Vanya sambil mengerenyitkan dahinya.


"Ada deh, Nanti malam juga kamu tahu" ucap Daffin seraya tersenyum dan mulai berjalan ke atas untuk mengganti pakaiannya.


"Hish kenapa harus nunggu nanti malam coba" ucap Vanya.


Vanya pun mulai menyandarkan tubuhnya kembali di sofa, Ia pun mulai diam, Lalu seketika matanya mulai terbelalak.


"Jangan-jangan dia mau..." ucap Vanya yang mulai mengerti arti dari perkataan Daffin tadi.


...----------------...


Sore harinya nampak Daffin yang tengah bermain game di ponselnya, Vanya baru saja masuk ke dalam rumah setelah berbincang dengan Sandra di halaman rumah.


Vanya mulai berjalan ke atas dan bersiap untuk mandi, Selang tidak berapa lama ponsel Daffin nampak kehabisan daya.


"Ah elah mati lagi" ucapnya.


Daffin mulai bangun dari duduknya dan beregangkan otot tubuhnya yang pegal karena sedari tadi duduk dalam satu posisi sambil bermain ponsel, Daffin pun memutuskan untuk mengisi daya ponselnya dan mulai berjalan menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Daffin mulai mengisi daya ponselnya, Dan tidak lama setelah itu Vanya yang baru saja selesai mandi pun keluar hanya mengenakan baju handuk yang menutupi tubuhnya serta rambutnya yang tergerai dan masih terlihat basah.


Vanya shock seketika karena melihat Daffin di dalam kamar. Ia pun mulai bergegas menuju lemari untuk mengambil pakaiannya, Sedangkan Daffin mulai menatap Vanya dan tersenyum menyeringai.


Kesempatan bagus batin Daffin.


Daffin pun mulai menghampiri Vanya, Dan memeluk tubuhnya dari belakang, Vanya terbelalak.


M*mp*s gue ! batin Vanya.


"Kamu wangi banget sih sayang" ucap Daffin yang mulai mengendus rambut Vanya.


Daffin mulai memejamkan matanya ia tengah menikmati aroma yang ada di tubuh Vanya menciumi rambut Vanya dan dengan perlahan turun ke samping lehernya, Vanya pun merinding seketika, Ia berusaha melepas pelukan Daffin, Namun Daffin memeluknya dengan cukup erat.


"Fin, jangan kayak gini" pinta Vanya yang terlihat ketakutan.


Namun Daffin tak menghiraukannya, Ia masih terlihat sibuk merasakan aroma yang ada di tubuh Vanya, Sekarang Daffin nampak berusaha membuka tali handuk yang melingkar ditubuh Vanya, Vanya semakin terlihat tak karuan, Ia benar-benar ketakutan sekarang, Apa yang diperbuat Daffin dulu masih membekas di pikirannya, Rasa sakit yang ia dapat saat Daffin memaksa dirinya untuk memuaskan hasratnya waktu itu masih terlintas dengan jelas.


Bersambung...


Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga votenya, supaya authornya tetap semangat. Terima kasih😘


Bab selanjutnya nanti malam ya, lagi proses.

__ADS_1


__ADS_2