VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Kamu Sayang gak sama Aku?


__ADS_3

Keesokan harinya,


Daffin sudah siap berangkat ke sekolah, Ia berjalan ke bawah menuruni tangga,


Vanya tampak duduk seperti biasa di kursinya, Daffin tampak tersenyum melihat Vanya ada disana, Ia pun mulai berjalan menghampiri Vanya , Dan lagi-lagi mulai mengecup dahi sebelah kanan Vanya, Dan tidak seperti biasanya kali ini ia agak lama mendaratkan kecupannya di dahi Vanya seolah mengisyaratkan betapa ia menyayangi Vanya sepenuh hatinya.


"Pagi sayang" ucap Daffin lembut seraya melepaskan kecupannya.


Daffin pun mulai duduk di samping Vanya, Wajah Vanya terlihat merah padam, Namun sekarang seluruh keluarga Daffin tak lagi kaget melihat perilaku Daffin, Semua terasa seperti rutinitas harian, Mereka hanya melihat sekilas lalu melanjutkan sarapannya.


Sekarang mereka bersiap berangkat ke tempat tujuannya masing-masing, Dan sebelum Vanya masuk kedalam mobil Daffin mulai memanggil Vanya, Vanya menoleh dan terpaku di dekat mobil, Lalu Daffin mulai menghampirinya serta mulai memeluk erat Vanya, Vanya pun merasa heran dengan perilaku Daffin yang lembut hari ini dan tidak begitu jahil seperti biasanya.


"Kamu hati-hati ya" ujar Daffin sambil mengecup kepala Vanya


"Iya" jawab Vanya singkat


Daffin pun melepas pelukannya, Sementara Vanya melihatnya dengan tatapan bingung, Setelah itu Daffin mulai beranjak masuk ke dalam mobilnya dan begitu pula dengan Vanya, Mereka pun mulai berangkat ke tempat tujuan mereka masing-masing.


...----------------...


Di kantin sekolah saat jam istirahat,


"Aku mau gabung boleh?" tanya Niko kepada Vanya dan teman-temannya saat berada di kantin.


"Boleh kok" jawab Fani


"Sini geser Fan" suruh Meta sambil beranjak bangun dan memesan makanan.


Vanya nampak tidak nyaman saat Niko duduk di dekatnya, Ia melemparkan pandangannya ke arah lain Lalu secara tidak sengaja ia melihat dari kejauhan Daffin yang sedang memperhatikan ke arahnya, Berdiri bersandar di sebuah pilar sambil mengatupkan kedua lengannya.


Vanya tampak gelagapan, Vanya Ingin menyuruh Niko pergi namun ia bingung harus bagaimana menyuruhnya untuk pergi,


"Vanya" panggil Niko.


"Hmm" ucap Vanya.


"Ini bekal buat kamu dari Mama aku" ucap Niko yang mulai menyodorkan 1 kotak berisi makanan.


"Emm Nik enggak usah buat lo aja" ujar Vanya yang terlihat gelagapan.


"Enggak apa-apa emang Mama aku buatin khusus buat kamu, Nih aku ada 1 kotak lagi yang buat aku" ucap Niko sambil menunjukan 1 kotak bekal didepannya.


Kini Vanya terlihat semakin bingung, Di satu sisi ia merasa tak enak kepada Daffin, Karena setelah ini Daffin pasti akan marah dan berpikir yang bukan-bukan, Di sisi lain Vanya menginginkan masakan buatan Mamanya Niko dan sangat menyukainya.


Ngiler deh anak gue batin Vanya


Di dalam diam Vanya mulai menemukan sebuah ide, Ia lalu mengambil ponsel disaku bajunya dan mulai mengetik pesan,


Ping


Satu pesan masuk ke ponsel Daffin, Daffin pun mulai membacanya.


ISTRIKU : Mamanya Niko buatin bekal buat aku, Aku harus gimana?

__ADS_1


Ping


Pesan masuk dari Daffin di ponsel Vanya,


Daffin : Makan aja kalau kamu suka, Enggak apa-apa.


Sebenarnya ada rasa kesal di hati Daffin, Tetapi ia pun sadar tidak boleh terlalu mengekang Vanya, Lagipula sebelumnya Vanya terlihat menyukai makanan yang diberikan Niko dari cara ia melahap makanannya waktu itu, Daffin pun memilih mengalah membiarkan istrinya duduk bersama dan makan dengan lelaki lain, Tak ingin berlama-lama melihat kebersamaan Vanya dengan Niko lalu ia pun mulai beranjak pergi dari tempatnya berdiri.


Sedangkan Vanya mulai terlihat senang menerima makanan yang diberikan Niko,


"Ya udah makasih ya , Aku makan" ucap Vanya seraya membuka kotak bekalnya.


"Vanya bagi dong" ucap Fani.


"Nih punya lo, Jangan suka ganggu orang " ujar Meta sambil membawa baso pesanan Fani dan menaruhnya di hadapan Fani.


"Ah elah Ta, Gue cuma pengen icip doang" ujar Fani


"Nih kalau mau" tawar Vanya


"Udah Va biarin kebiasaan si Fani, Lagi dia perut karet lo kasih semua juga enggak bakal kenyang dia " celetuk Meta


"Enak aja lo Ta" ucap Fani sewot


Vanya dan Niko pun hanya tersenyum melihat perdebatan antara Fani dan Meta.


...----------------...


Setelah makan malam, Seperti biasa karena besok adalah akhir pekan, Daffin beserta keluarganya menonton televisi bersama di ruang TV, Kecuali Vanya yang memilih untuk duduk sendiri di ruang tamu sambil membaca buku.


Daffin pun mulai menyusul Vanya dan duduk disampingnya, Vanya masih terlihat serius membaca buku dilengannya, Lalu Daffin mulai mengambil ponsel di saku celananya dan mulai bermain game diponsel miliknya.


Sekitar 30 menit berlalu, Daffin mulai terlihat bosan, Ia pun mematikan ponselnya dan mulai memperhatikan Vanya yang sedang serius membaca,


"Kamu baca apa sih?" tanya Daffin kemudian.


"Baca terus emang enggak capek ya matanya" ujar Daffin lagi


"Ya kan sebentar lagi ujian akhir, Jadi aku harus belajar" jawab Vanya.


Daffin pun mulai menyandarkan kepalanya di bahu Vanya, Vanya terlihat sangat terganggu,


"Aduh, Sana ah berat tahu" protes Vanya sambil berusaha menyingkirkan kepala Daffin dari bahunya.


"Abisnya aku dicuekin terus sih" ujar Daffin


Daffin kembali ke posisi duduknya semula,Vanya nampak tak menghiraukannya matanya masih saja tertuju pada buku yang ia pegang,


"Vanya" panggil Daffin.


"Hmm" Vanya hanya berdehem tanpa melihat ke arah Daffin.


Daffin mulai memainkan rambut Vanya yg tergerai ke belakang, Vanya terlihat risih dengan perilaku Daffin.

__ADS_1


"Fin sana ah jangan ganggu terus"ucap Vanya sambil berusaha menyingkirkan tangan Daffin dari rambutnya.


Vanya pun kembali membaca buku ditangannya.


"Ini kan malam minggu sayang, Kamu jangan lihatin buku terus, Lihat aku juga dong" ucap Daffin sambil memegang kedua pipi Vanya, Dan memalingkan wajahnya agar melihat ke arah Daffin.


"Apa sih kamu tuh" ujar Vanya sambil melepaskan kedua tangan Daffin dari Wajahnya.


Vanya baru akan membaca bukunya kembali namun Daffin mulai berkata lagi,


"Susah emang ngajak malam mingguan sama orang yang belum pernah pacaran." ucap Daffin.


"Hah? Apa kamu bilang? ucap Vanya sambil melihat ke arah Daffin.


Daffin pun dengan sigap mengecup bibir Vanya, Vanya hanya bisa mematung saat Daffin mendaratkan kecupannya.


" Aku sayang kamu" ucap Daffin sambil tersenyum.


Vanya melemparkan pandangannya kebawah, Ia terlihat kaget karena Daffin menciumnya secara tiba-tiba.


"Kamu sayang gak sama aku?" tanya Daffin kemudian sambil melihat ke arah Vanya.


"Ha?" ucap Vanya yang kini mulai menatap Daffin sambil mengerenyitkan dahinya.


"Kamu punya perasaan gak sama aku?" tanya Daffin lagi sambil menatap kedua mata Vanya.


"Aku enggak ngerti kamu ngomong apa" ucap Vanya yang mulai melanjutkan membaca buku ditangannya.


"Vanya aku serius aku mau tahu jawaban kamu" ujar Daffin sambil menyentuh lembut wajah Vanya dan membuat Vanya menatapnya lagi.


Vanya menghela nafas, dan berkata lagi " Memangnya harus banget dijawab ?" tanya Vanya.


"Iya, Karena aku penasaran selama ini selalu aku yang bilang sayang dan suka ke kamu, Dan kamu malah enggak pernah ngucapin hal yang sama, Aku cuma pengen tahu apa kamu merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan sekarang" ujar Daffin yang menatap lekat ke arah Vanya.


Vanya membuang muka, Ia tampak bingung harus menjawab apa,


"Aku juga enggak tahu" ucap Vanya.


"Kamu masih suka ya sama Niko?" tanya Daffin lagi.


"Niko? " Vanya mengerenyitkan dahinya ia pun tampak bingung dengan perasaannya sekarang, Apa mungkin perasaannya pada Niko telah pudar dan apa sekarang Vanya mulai menyukai Daffin sementara setiap ingat dengan kejadian itu dirinya nampak kesal dan muak kepada Daffin tetapi saat Daffin bersikap manis padanya, Vanya pun seringkali merasa tersentuh.


"Aku enggak tahu, Tolong jangan bahas ini dulu aku bener-bener mau fokus belajar buat ujian, Jadi aku mohon sama kamu jangan tambah beban pikiran aku dulu" pinta Vanya.


"Ya udah kalau gitu, Aku enggak akan bahas ini dulu, Tapi kalau ujian kamu udah selesai kamu jawab ya pertanyaan aku" ujar Daffin tulus


"Iya," jawab Vanya singkat


"Ya udah, Kamu tidur sana udah malam, Istirahat yang cukup, Biar kamu sama anak kita sehat terus" ujar Daffin sambil mengusap kepala Vanya


Vanya pun hanya mengangguk, Lalu ia mulai merapikan bukunya dan mulai berjalan meninggalkan Daffin.


Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊

__ADS_1


__ADS_2