
Malam hari di rumah Vanya...
Vanya yang sedang terlelap tiba-tiba saja terbangun oleh suara seseorang yang tidak asing baginya.
Vanya pun keluar kamar ia melihat Papa dan Mamanya sedang berdebat dibawah ia pun duduk sambil mendengarkan mereka berbicara.
"kita harus menunggu apa lagi
laki-laki itu harus bertanggung jawab, kalau perlu tuntut dan penjarakan dia" ucap Mama Vanya dengan marahnya
"Kita tidak boleh gegabah, Seharusnya kamu belajar dari pengalaman" ucap Papa Vanya
" Kalau laki-laki itu sampai dipenjara kamu pikir bagaimana nasib Vanya dan anak yang dikandungnya" ucap Papanya lagi
"Lalu apa yang mau kamu lakukan?" tanya Mama Vanya
"Kita harus minta pertanggung jawabannya, Dia harus menikahi Vanya" ucap Papanya
"Apa kamu bilang!??" ucap Mama Vanya
"Kamu sadar dengan apa yang kamu katakan barusan, Kamu mau membiarkan Vanya dengan laki-laki br*ngs*k itu??" ucap Mamanya lagi
"Kita tidak punya pilihan lain" ucap Papa Vanya
"Tidak punya pilihan??" ujar Mama Vanya tak percaya
"Aku tidak akan pernah setuju !!" ucap Mama Vanya dengan marahnya
"Ayo lah ini semua demi Vanya juga" ucap Papanya
"Demi Vanya?? Kamu sadar bagaimana nanti hidup Vanya ditangan dia, Kamu malah mau membiarkan Vanya menikah dengan dia?? Apa kamu tidak sayang pada Vanya?" ucap Mamanya
"Bagaimana mungkin aku tidak menyayangi Vanya dia anakku juga, Tapi sekarang masalahnya bukan hanya tentang Vanya, Kamu fikir bagaimana nasib anaknya nanti lahir tanpa ayah? Kamu sudah mengalaminya sendiri seharusnya kamu lebih paham, Kamu lupa kita berdua sama-sama mengorbankan perasaan kita masing-masing untuk siapa? untuk Vanya, Dan sekarang hal yang sama harus Vanya lakukan juga untuk anaknya!" ucap Papanya
Mamanya hanya bisa menghela nafas..
"Sudahlah sudah malam besok kita bicarakan lagi aku mau istirahat" ucap Papa Vanya sambil menaiki tangga dan akan masuk ke kamar tamu tapi ternyata ia melihat Vanya sedang terduduk diluar kamarnya Papanya pun menghampiri Vanya.
"Kamu sedang apa disini ayo Papa antar ke kamar kamu ya" ucap Papanya
Vanya menggeleng
"Vanya sedang apa kamu disitu, Ayo masuk istirahat dikamar" ucap Mamanya yang baru saja naik ke atas dan melihat Vanya sedang duduk dilantai.
"Vanya mau tidur sama Papa dan Mama" ucap Vanya kemudian
Papa dan Mamanya terlihat canggung
__ADS_1
"Boleh kan Ma?" tanya Vanya
Mamanya tampak terdiam, tapi lagi-lagi ia harus mengalahkan egonya
"Ya udah kalau begitu" ucap Mamanya
Akhirnya malam ini Vanya tidur bertiga bersama Mama dan Papanya.
Apapun yang terjadi nanti sekarang aku cuma mau habiskan waktu bersama Mama dan Papa batin Vanya.
...----------------...
Sementara itu di kost an Dion,
Dion membuka pintu kost an nya dan berkata
"kost an gue kecil jadi lo maklumin aja" ucap Dion kepada Daffin.
"Iya santai aja" ucap Daffin.
"Nih bantal, Gue mau langsung tidur duluan besok harus bangun pagi-pagi" ucap Dion
"Mau kemana emang lo pagi-pagi?" tanya Daffin tapi tidak ada jawaban
"Woii Dion !" panggil Daffin
Akhirnya Daffin pun ikut merebahkan tubuhnya dan terlelap disamping Dion.
Keesokan harinya saat Daffin bangun, Ia melihat Dion sedang menggendong seorang bayi sambil bercengkrama dengannya.
"Lo lagi ngapain? Itu anak siapa?" tanya Daffin
" Anak tetangga kost an gue, Kasihan pas dia baru umur berapa hari udah ditinggal sama bokapnya" ucap Dion.
"Ditinggal kemana ?" tanya Daffin.
"Maen gila sama cewek lain" ucap Dion.
"Terus nyokapnya kemana?" tanya Daffin lagi.
"Lagi kepasar jualan sekalian belanja, Oh iya nih sarapan" ucap Dion sambil menyodorkan 1 bungkus makanan kepada Daffin.
Daffin mencuci muka dahulu, Lalu mulai memakannya, Setelah Daffin selesai Dion pun berkata,
"Fin, udah kelar? Nih tolong pegangin dulu gue mules" ucap Dion
"Gue enggak bisa, Kenapa enggak lo taro kasur aja sih" ucap Daffin
__ADS_1
"Dia kalau ditaro tuh nangis harus digendong, Nih pegang dulu cepet gue udah ga tahan"ujar Dion
Daffin pun mencoba menggendongnya, Dan Dion segera berlari ke toilet.
Daffin mulai memperhatikan bayi yang digendongnya.
"Kamu lucu juga" ucap Daffin
Bayi itu pun tersenyum
"Eh senyum-senyum, pipinya bikin gemes sih" ucap Daffin
Tidak lama kemudian Dion keluar toilet, Dan mengambil gelas untuk minum, Seraya memperhatikan Daffin yang sedang menggendong bayi dan asik bercengkrama dengannya.
"Udah pantes lo Fin jadi Bapak" ucap Dion
"Apaan sih lo ! Tapi lucu juga ya? Gemes banget gue berasa pengen gue gigit ini pipinya, Hmm kira-kira anak gue sama Vanya selucu ini juga enggak ya?" ucap Daffin.
"Ya mana gue tahu, Kalau dia lahirin itu juga Kalau enggak" ucap Dion ngasal.
"Maksud lo?" tanya Daffin
"Ya sekarang lo fikir aja sendiri, Emang dia mau ngelahirin anaknya tanpa suami tanpa ayah, Gue rasa sih lama-lama juga dia gugurin, berat coy, Lo kira enggak bakal jadi bahan omongan tetangga enggak bakal kuat lah dia" ucap Dion
Daffin terdiam tiba-tiba bayi yang digendongnya mulai menangis.
"Kok nangis?" ucap Daffin mulai panik
"Bentar- bentar aus kali dia, Gue bikin susunya dulu" ucap Dion yang segera membuat susu untuk bayinya, Lalu setelah jadi ia langsung memberikan botol susu kepada Daffin.
Daffin terus memperhatikan bayi yang sedang ia beri susu tidak lama bayi tersebut tertidur.
"Fin, Udah taro sini pegel entar lo" ucap Dion seraya merapikan bantal di atas kasurnya
Daffin pun meletakan bayinya, serta terus memandanginya..
"Kenapa lo?" tanya Dion
"Lucu ya, Jadi pengen lihat anak gue sendiri" ucap Daffin sambil terus memandangi wajah polos bayi yang tertidur didekatnya.
"Makanya merried sono " ceplos Dion
"Gue mandi dulu deh, Oh iya sekalian pinjem baju juga gue" ucap Daffin kemudian.
"Iya udah sana lo mandi dulu" perintah Dion.
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊
__ADS_1