VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Ingin Marah


__ADS_3

..."Akan Ada Hari yang Cerah Setelah Badai"...


...----------------...


"Tapi setiap orang kan bisa aja berubah Kak" ujar Vanya.


"Iya tapi perubahannya terlalu drastis, Sampai orang lain juga pasti enggak akan nyangka" ujar Leo.


"Apa sih yang spesial dari kamu?" tanya Leo penasaran.


"Ha? Maksudnya?" ucap Vanya yang terlihat bingung.


"Enggak apa-apa, Oh iya sebelum sama Daffin kamu punya pacar?" tanya Leo.


"Enggak punya Kak, Aku belum pernah pacaran" ucap Vanya setengah tersenyum.


"Belum pernah atau lagi jomblo?" tanya Leo.meyakinkan.


"Belum pernah sama sekali" ujar Vanya.


"Wah menang banyak dong si Daffin" ujar Leo.


"Ha? Kenapa Kak?" ucap Vanya.


"Enggak apa-apa, Daffin pernah enggak ngajak jalan atau nonton kayak gini?" tanya Leo lagi.


"Emm pernah sih Kak sekali" jawab Vanya.


"Cuma sekali?" tanya Leo lagi.


"Iya" jawab Vanya singkat.


"Daffin.. Daffin.. Tahunya ngajak cewek check-in doang sih" ujar Leo.


"Ha? Kenapa Kak?" tanya Vanya lagi.


Belum sempat Leo menjawab tiba-tiba sudah ada pemberitahuan kalau pintu theater sudah dibuka,


"Ayo" ajak Leo yang bergegas bangun dari duduknya dan segera menuju ke gedung bioskop diikuti oleh Vanya dibelakangnya.


Leo dan Vanya pun mulai menonton, Namun ternyata film yang dipilih Leo adalah film horor, Vanya nampak histeris ketika hantu dalam film tiba-tiba muncul.


"Aahh !" teriak Vanya.


Leo yang tadinya fokus menonton pun malah teralihkan perhatiannya, Kini ia malah terlihat asik memperhatikan wanita disebelahnya yang sesekali menutup wajahnya dengan tangan, Memejamkan matanya dan mengintip


atau sekilas menonton dari sela-sela jarinya sendiri.


Leo nampak tersenyum melihat tingkat Vanya saat sedang menonton, Lucu batinnya.


Setelah ratusan menit berlalu, Lampu bioskop mulai kembali menyala, Leo dan Vanya mulai berdiri lalu berjalan keluar gedung bioskop.


...----------------...


Diluar gedung bioskop,


"Gimana filmnya? Seru?" tanya Leo.

__ADS_1


"Serem Kak," jawab Vanya.


Leo nampak tersenyum dan mulai berbicara lagi, " Cari minum dulu yuk" ajak Leo.


Mereka pun pergi membeli Jus buah, Setelah itu mereka mulai berjalan lagi, Namun saat sedang berjalan mata Leo mulai tertuju pada tempat bermain disampingnya.


"Vanya, Kita ke timezone dulu yuk" ajak Leo.


"Emm.. Ya udah tapi jangan lama-lama ya Kak, Aku mesti buru-buru pulang" ujar Vanya.


"Iya.. Ayo jalan" ajak Leo yang mulai masuk.


Leo dan Vanya pun mulai masuk dan bermain disana, Mereka mulai bermain memasukan bola ke dalam ring, dan hampir semua permainan mereka coba.


Hingga akhirnya perhatian Vanya tertuju ke sebuah mesin pencapit boneka, Leo pun mulai memperhatikan Vanya yang tengah melihat mesin tersebut.


"Mau main yang itu?" tanya Leo


" Mau sih tapi enggak pernah dapet Kak, Buang-buang koin" ujar Vanya.


"Masih sisa 3 nih, Yuk coba siapat tahu dapat" ujar Leo.


"Boleh deh" ujar Vanya yang kini mulai berjalan serta berdiri di depan mesin tersebut.


Vanya nampak tengah mencapit satu buah boneka kelinci namun saat ia mulai mengangkat pencapitnya boneka itu pun jatuh.


"Yah tuh kan gagal " ucap Vanya yang terlihat kecewa.


"Ya udah coba lagi" Ujar Leo yang mulai kembali memasukkan koinnya dan lagi-lagi Vanya gagal mendapatkannya.


"Udah lah Kak, Aku nyerah emang susah ini tuh" ujar Vanya.


Leo pun nampak berhati-hati sekali, Ia pun mulai mencapit boneka kelinci yang tadi hampir saja Vanya dapatkan, Vanya nampak memperhatikan dengan serius, Hingga akhirnya boneka itu berhasil Leo dapatkan.


"Yeayy dapat !" sorak Vanya seraya memegangi lengan Leo, Leo pun mulai menatap tangan Vanya yang tengah memegangi lengannya, Vanya pun mulai tersadar dan segera melepaskan tangannya.


"Maaf Kak" ujar Vanya.


"Leo mulai mengambil boneka kelinci tadi dan memberikannya kepada Vanya.


"Ini buat kamu aja" ujar Leo.


"Tapi kan Kakak yang dapat tadi"ujar Vanya.


"Iya tapi anak laki-laki kan enggak main boneka, Nih ambil" ujar Leo seraya memberikan bonekanya.


"Makasih Kak" ucap Vanya yang mulai tersenyum dan memegang gemas boneka di tangannya.


Leo pun nampak tersenyum melihat Vanya tersenyum, Manis ya kalau lagi senyum begitu batin Leo.


Vanya pun mulai melihat jam diponselnya,


"Udah sore Kak, Aku pulang duluan ya, Makasih buat traktiran nonton, main timezone sama bonekanya " ujar Vanya.


Vanya mulai berjalan pergi meninggalkan Leo namun dengan cepat Leo mencegahnya.


"Vanya nanti dulu" cegah Leo.

__ADS_1


"Kenapa lagi Kak?" tanya Vanya.


"Aku antar aja ya, Sekalian aku juga mau pulang" ujar Leo.


"Oh, Hmm.. Ya udah deh Kak maaf kalau jadi ngerepotin terus" ujar Vanya.


"Enggak ngerepotin kok" ucap Leo.


"Kamu tunggu di depan ya , Aku ambil motor dulu diparkiran" ujar Leo.


"Iya Kak" jawab Vanya yang kini mulai berjalan dan menunggu di luar mall.


Tidak lama kemudian Leo pun datang dengan sepeda motornya, Vanya pun naik lalu mereka mulai berangkat menuju rumah Vanya.


...----------------...


Sesampainya di rumah,


Vanya mulai turun dari motor Leo.


"Makasih ya Kak" ujar Vanya.


"Iya sama-sama" ucap Leo seraya berjalan pergi.


Vanya mulai membuka gerbang dan masuk, Ia pun melihat mobil Daffin yang sudah terparkir di dalam sana.


Tumben udah pulang batin Vanya.


Vanya pun bergegas masuk ke dalam, Dilihatnya Daffin yang tengah berdiri sambil memegang ponselnya.


"Kamu kok udah pulang jam segini? Tumben banget biasanya juga..." ucap Vanya terpotong karena tiba-tiba saja Daffin memeluknya dengan sangat erat hingga rasanya Vanya kesulitan untuk bernafas.


"Fin, sesak kamu jangan kenceng-kenceng peluknya" ucap Vanya dengan suara tertahan karena sesak.


Daffin pun mulai melepaskan pelukannya.


"Maaf" ucapnya singkat.


"Kamu kenapa?" tanya Vanya bingung karena Daffin yang sudah pulang tiba-tiba saja langsung memeluknya dengan erat.


"Enggak apa-apa" ucap Daffin.


"Oh iya, Tadi aku mampir ke tempat ayam bakar langganan kita, Terus aku beli, Jadi kamu udah enggak perlu masak lagi, Ayo kita makan sama-sama" ajak Daffin.


"Iya tapi aku mandi dulu ya" ucap Vanya yang mulai berjalan ke kamar untuk mandi serta berganti pakaian.


Setelah selesai mandi Vanya mulai turun kembali dan makan bersama Daffin.


...----------------...


Malam harinya,


Nampak Vanya yang tengah tertidur disamping Daffin, Daffin pun mulai memandangi wajah Vanya yang sedang tertidur dengan lelap, Ia pun mulai menghela nafas.


Sebenarnya Daffin tahu hari ini Vanya pergi bersama Leo, dari cerita Dion, karena ia memang memerintahkan Dion untuk selalu mengawasi Vanya dengan imbalan sejumlah uang tentunya.


Ingin rasanya Daffin marah saat Vanya baru saja pulang tadi, Namun ia pun terus berpikir lagi, Mungkin ini juga salahnya yang terlalu sibuk, Sampai-sampai istrinya sendiri jalan bersama orang lain.

__ADS_1


Note :Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga Votenya, Terima kasih😘💕


__ADS_2