VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Terlambat


__ADS_3

BACA ✔


PLAGIAT ❌


Karena mikir menguras energi otak beda dengan tinggal nyomot😂, think smart 😉**


...****************...


Niko mulai mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya, Ia pun mulai menatap Vanya seraya berkata,


"Aku enggak tahu ini bener atau salah tapi menurut aku enggak ada salahnya mencoba, Aku udah lama banget nunggu waktu yang pas, Aku tahu kamu enggak pernah boleh pacaran, Makanya aku enggak pernah ajak kamu buat menjalin suatu hubungan, Tapi kali ini aku cuma mau bilang aku mau menjalin hubungan lebih dari sekedar pacaran sama kamu, Setelah lulus nanti aku mau kuliah sambil bekerja dan setelah lulus kuliah aku mau lamar kamu Vanya" ucap Niko serius.


"Dan cincin ini sebagai tanda bukti keseriusan aku" ucap Niko yang menunjukan sebuah cincin yang ia ambil dari sakunya tadi.


Vanya mulai mengerenyitkan dahinya, Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang didengarnya saat ini.


"Cincin ini punya sejarah, Cincin ini diberikan oleh kakek aku saat melamar nenek, Lalu kemudian diberikan oleh Papa untuk melamar Mama dan sekarang Mama kasih aku ini untuk aku berikan ke kamu, Aku udah bilang ke Mama soal kamu, Dan saat kamu ke rumah aku waktu itu Mama juga keliatannya suka sama kamu, Vanya kamu mau kan nunggu aku dan juga menerima cincin ini" ucap Niko sambil menatap lekat kepada Vanya.


Vanya merasa sesak di dadanya, Apa lagi ini pikirnya, Kenapa Selalu saja Niko memberikan kejutan dihidupnya, Ia tak ingin lagi berpikir kalau seandainya Daffin tak pernah hadir di hidupnya, Karena saat ini ia telah belajar untuk melupakan masa lalu dan memulai semuanya dari awal lagi bersama Daffin.


Tanpa sadar mata Vanya mulai berair, Ia terus berusaha mengatur nafasnya agar ia tak menangis, Vanya mulai menelan ludahnya sendiri seraya berkata,


"Kenapa baru sekarang sih Nik? Kenapa kamu baru bilang sekarang??" tanya Vanya.


"Aku sedang mengumpulkan keberanian Vanya, Aku pikir setelah ujian adalah waktu yang tepat untuk kita membicarakan masa depan" ucap Niko.


"Aku bukan enggak mau nunggu, Tapi aku udah enggak bisa dan enggak pantes buat nunggu" ucap Vanya.


"Maksud kamu gimana?" tanya Niko bingung.


Vanya mulai menunjukan cincin yang melingkar di jari manisnya, dan mulai berkata lagi, " Ini, Aku udah nikah Nik" ucap Vanya.


Niko seperti percaya tak percaya mendengar perkataan Vanya, Hatinya berharap yang di ucapkan Vanya itu bohong tapi raut wajah serta cincin yang melingkar di jarinya seperti mengatakan yang sebenarnya.


Niko mulai menghela nafas, Ia tersenyum kecut, " Kapan ? Sama siapa?" tanya Niko.


"2 bulan yang lalu sama Daffin" jawab Vanya.


Niko kembali tersenyum kecut, Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang di dengarnya saat ini.


"Pantes aja, Dia selalu kasih tatapan enggak suka ke aku, Aku malah berpikir kalau dia masih saudara kamu yang sengaja jaga kamu supaya enggak dekat sama laki-laki, Tapi ternyata... "


"Aku udah kayak orang bod*h ya di depan kamu" ucap Niko.


"Nik maaf, Aku juga udah mau kasih tahu ke kamu yang sebenarnya" ucap Vanya menyesal.


"Tapi kenapa waktu itu kamu masih datang juga ke rumah aku? Bukannya saat itu harusnya kamu sudah menikah?" tanya Niko.


"Iya" jawab Vanya.


"Lalu kenapa kamu datang?" ucap Niko yang mulai menatap Vanya namun Vanya hanya menunduk.


"Vanya jawab aku" ucap Niko yang memegang kedua bahu Vanya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Entah mengapa rasanya Niko tidak rela sedikitpun kalau ternyata Vanya benar telah menikah dengan Daffin, Karena selama ini Vanya terlihat menyukai dirinya.


"Maaf Nik, Aku enggak bermaksud memberi kamu harapan" ucap Vanya.


"Tapi aku udah terlanjur berharap Vanya" ucap Niko.


"Kamu cinta sama dia?" tanya Niko.


Vanya menggeleng" Enggak pada awalnya, Tapi sekarang aku sudah belajar menerima dia, Bagaimana pun juga dia suami aku sekarang" ucap Vanya.


Niko tak bisa berbicara apa -apa lagi wanita yang ia sukai sejak lama ternyata sudah menjadi milik orang lain sekarang.


Niko mengela nafas panjang, Lalu mulai berbicara lagi.


"Boleh aku peluk kamu untuk yang terakhir kalinya?" pinta Niko.


Vanya mulai menatap Niko dan mengerenyitkan dahinya, Sejak kapan ia mulai berani meminta sesuatu pikirnya.


"Aku enggak tahu diri ya? Udah tahu kamu punya suami aku malah minta peluk, Tapi ini cuma permintaan terakhir aku, Setelah itu aku enggak akan ganggu hidup kamu lagi" ucap Niko.


"Boleh ya?" ucapnya lagi.


Vanya pun akhirnya mengiyakan permintaan Niko, Niko mulai mendekatkan dirinya dan memeluk Vanya.


Vanya merasa bersalah kepada Niko karena ia baru menceritakan kebenarannya sekarang, Tapi dipeluk oleh Niko seperti saat ini, Kenapa ia malah lebih merasa bersalah kepada Daffin.


Namun tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik Niko,


Bughh


"Berani-beraninya kamu peluk istri orang !" ucap Daffin yang kini mencengkram erat kerah baju Niko.


"Daffin berhenti !" teriak Vanya yang kini mulai memegang tangan Daffin agar ia melepaskan Niko.


Daffin pun melepaskan Niko dengan cara menghempaskannya ke bawah.


"Awas kamu kalau berani mendekati Vanya lagi" ucap Daffin.


"Tenang aja Pak pelukan tadi adalah permintaan terakhir saya sebelum saya benar-benar mencoba melupakan Vanya" ucap Niko.


Niko pun akhirnya pergi dan tinggal Daffin serta Vanya disana.


"Actually, when you close to him, I am jealous. But, I am remember, I am not anyone."


"Aku kecewa sama kamu" ucap Daffin yang mulai pergi dari sana meninggalkan Vanya.


...----------------...


Sepulang sekolah di rumah Niko,


Mamanya sedang duduk di ruang tamu, Niko mulai menghampiri Mamanya serta duduk di sampingnya, Wajahnya terlihat lesu,


"Ini Ma, Niko kembalikan" ucap Niko seraya memberikan cincinnya kembali.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Di tolak ?" tanya Mamanya.


"Bukan Ma, Niko terlambat" ucap Niko.


"Terlambat?" ucap Mamanya.


"Iya dia sudah milik orang lain sekarang Ma, Niko udah enggak ada harapan lagi"ucapnya lagi


Mama Niko pun mulai memeluknya,


"Sabar, Masih banyak wanita lain di depan sana sayang" ucap Mamanya.


"Iya Ma" ucap Niko.


...----------------...


Sementara itu di rumah Daffin,


Daffin nampak diam, Ia benar-benar marah kepada Vanya, Ia merasa tak dihargai sebagai suami karena Vanya malah membiarkan Niko memeluknya.


Vanya dan Daffin saling diam di dalam kamar, Lalu Vanya mulai mendekati Daffin.


"Fin maafin aku ya, Tadi cuma permintaan terakhir dari Niko, Aku juga udah jujur kok sama dia tentang hubungan kita, Aku tahu aku salah enggak seharusnya aku mengiyakan permintaan dia, Aku bener-bener nyesel." ucap Vanya.


Daffin masih terlihat diam dan Vanya mulai berbicara lagi.


"Fin, Aku harus apa supaya kamu maafin aku??" tanya Vanya.


Daffin masih terlihat diam namun tak lama kemudian ia mulai berkata,


"Kamu mau tahu bagaimana cara supaya aku memaafkan kamu?" ucap Daffin.


Vanya mengangguk.


"Layani aku sekarang, Berikan tubuh kamu !" ucap Daffin.


Vanya pun terbelalak,


"Tapi Fin aku kan baru aja.." ucap Vanya yang dipotong oleh Daffin.


"Aku bilang sekarang !!" bentak Daffin.


Vanya mulai mendekat, Ia berusaha membuka pakaian yang Daffin kenakan, Namun Daffin terlihat tidak sabar, Ia pun mulai mendorong Vanya ke tempat tidur, Lalu menciuminya dengan kasar, Daffin kini mulai membuka pakaian Vanya, Namun ia pun nampak terkejut setelahnya.


"Kamu datang bulan?" tanya Daffin.


"Kamu lupa aku abis keguguran Fin, Darah yang keluar belum benar-benar bersih" ucap Vanya.


Daffin pun mulai duduk dan megangi kepalanya, Ia mulai berpikir lagi-lagi ia kehilangan akal sehatnya sampai-sampai ia melupakan kalau belum lama ini Vanya baru saja kehilangan bayi mereka dan ia malah meminta untuk di layani.


"Maafin aku "ucap Daffin kemudian.

__ADS_1


Note : Jangan lupa tinggalkan like,komen dan juga votenya ya. Terima kasih😌


Maaf mood authornya terjun bebas, lagi-lagi harus ada konflik.😔😔


__ADS_2