VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Kamu Cemburu?


__ADS_3

Wajah Vanya semakin merah padam, Daffin masih terus memandangi wajahnya seraya berkata,


"Kamu demam?" Kok wajah kamu merah banget" tanya Daffin yang kini lengan satunya telah menyentuh dahi Vanya.


"Enggak" jawab Vanya.


"Iya, Enggak panas, Kamu malu?" tanya Daffin yang mulai tersenyum.


"Enggak" jawab Vanya cepat.


Namun Daffin malah tetap memandanginya seraya tersenyum jahil.


"Orang aku bilang enggak" elak Vanya yang tetap tak dipercaya begitu saja oleh Daffin.


"Iya enggak" ucap Daffin yang berusaha membuat rasa malu Vanya sedikit berkurang.


Kini Vanya terus tertunduk malu, Ia tak berani sedikitpun menatap Daffin.


"Jangan lupa sama janji kamu" ucap Daffin kemudian.


"Janji apa?" tanya Vanya bingung.


"Tuh kan kamu udah lupa duluan, Kamu bilang kamu akan jawab pertanyaan aku tentang perasaan kamu setelah kamu selesai ujian" ujar Daffin.


Oh iya batin Vanya


"Tapi... Kalau kamu mau jawab sekarang aku udah siap kok buat dengerin" ucap Daffin seraya tersenyum.


"Nanti aja" ucap Vanya sambil kembali menundukkan kepalanya.


"Udah ya, Aku mau lanjut koreksi dulu" ujar Vanya seraya melepaskan genggaman tangan Daffin.


"Oh iya, Kamu jangan telepon atau kirim pesan ke aku ya kalau malam" ujar Vanya.


"Kenapa??" tanya Daffin bingung.


" Aku bener-bener mau fokus dulu, Kalau kamu terus-terusan hubungin aku yang ada aku malah jadi enggak fokus, Jadi aku mohon buat seminggu ini kamu enggak usah hubungin aku dulu ya" pinta Vanya.


"Tapi Vanya.." ucap Daffin yang langsung dipotong oleh Vanya.


"Fin please, Aku mohon sama kamu" pinta Vanya.


Gila sehari aja gak tahan apalagi seminggu batin Daffin.


"Iya aku coba, Tapi aku enggak janji" ujar Daffin kesal.


"Iya makasih ya" ucap Vanya seraya tersenyum.


Pakai senyum lagi, Ini sih sedetik aja udah gak kuat batin Daffin.


Vanya pun kembali mengkoreksi soal bersama Daffin, Setelah selesai Vanya bergegas bangun dan berjalan keluar kelas begitu juga dengan Daffin yang mengekor dibelakangnya.


"Vanya" panggil Daffin.


"Kenapa?" tanya Vanya seraya menoleh ke arah Daffin.

__ADS_1


Cup


Dengan cepat Daffin membungkukan badan serta mengecup bibir Vanya.


"Semangat ya belajarnya, Aku tunggu kamu di rumah" ujar Daffin seraya mengelus kepala Vanya dan mulai berjalan pergi keluar kelas, Sedangkan Vanya terlihat masih mematung di tempatnya berdiri, Lalu ia pun mulai menggigit bibir bawahnya.


Daffin sedang berjalan di luar kelas, Tiba-tiba saja ada yang memanggilnya,


"Kak Daffin" panggil seorang wanita berambut panjang , berkulit putih, bertubuh cukup tinggi dan mulai berjalan menghampiri Daffin.


"Siapa ya?" tanya Daffin .


"Alexa teman sekelasnya Dion kak masa lupa" ujar wanita tersebut.


Daffin pun mengerenyitkan dahinya untuk mengingat,


" Oh iya ingat sekarang, Gimana kabar kamu? Terus ada perlu apa kamu kesini?" tanya Daffin.


"Baik kak, Aku mau jemput adik aku, Tadi sih bilangnya lagi di toilet makanya aku nunggu disini," ujar Alexa.


"Oh gitu" ucap Daffin


"Oh iya terus kakak sendiri lagi apa disini?" tanya Alexa.


"Ngajar, Gantiin embak Sandra sementara" ujar Daffin.


"Emangnya Bu Sandra kemana?" tanya Alexa.


"Dia sedang hamil jadi cuti sementara waktu" jawab Daffin.


Tiba-tiba ada seseorang yang berjalan serta menabrak lengan Daffin,


"Maaf, Lagian Bapak berdiri di tengah jalan" ucap Vanya yang langsung berjalan pergi dengan langkah yang cepat.


"Aku duluan ya" ucap Daffin seraya berjalan terburu-buru untuk mengejar Vanya.


Vanya pun berjalan dan sedang menuruni tangga.


"Vanya" panggil Daffin.


Namun tak dihiraukan oleh Vanya, Daffin pun mulai berlari dan dengan cepat menghadang Vanya.


"Minggir aku mau pulang !" ucap Vanya dengan nada tinggi.


"Hei kamu marah?" tanya Daffin.


"Ngapain marah, Udah minggir aku mau pulang !!" ucap Vanya yang makin meninggikan suaranya.


"Kamu cemburu?" tanya Daffin lagi.


"Siapa yang cemburu !??" ucap Vanya masih dengan nada tinggi.


Daffin pun tersenyum melihat tingkah Vanya, Lalu ia pun mulai berkata,


"Tadi tuh adik kelas aku sayang, Dia teman sekelasnya Dion, Enggak sengaja ketemu, Dia lagi mau jemput adiknya disini" ucap Daffin yang membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan Vanya.

__ADS_1


Vanya masih terdiam dan terlihat memajukan bibirnya.


"Udah enggak usah marah, Enggak usah cemberut begitu" ucap Daffin.


"Aku tuh cuma sayangnya sama kamu, Jadi enggak akan pernah tertarik sama yang lain" ujar Daffin lagi.


"Masa? Orang cantik begitu bohong banget kalau enggak suka" gerutu Vanya.


Daffin pun terlihat semakin senang melihat Vanya yang sedang menggerutu, Ia pun tersenyum jahil dan mulai berkata,


"Iya ya cantik, Tahu gitu tadi aku minta nomor teleponnya, Apa aku samperin lagi aja ya" ucap Daffin dengan sengaja.


"Ih tuh kan !!" ucap Vanya seraya memukul-mukul dada Daffin.


"Aduh Sakit aduh, Udah dong aku kan cuma bercanda" ucap Daffin seraya menahan pukulan Vanya di dadanya.


"Kamu tuh ngeselin tahu gak !"ucap Vanya yang telah berhenti memukul Daffin.


"Kamu lebih ngeselin lagi" ucap Daffin kepada Vanya.


"Kok jadi aku?" tanya Vanya.


"Iya udah tahu cemburu masih enggak mau ngaku" ucap Daffin sambil tersenyum.


Tidak lama Alexa turun bersama adiknya, Dan Daffin segera mengubah posisinya berdiri serta menjauh dari Vanya.


"Masih disini ternyata, Oh iya aku sekalian minta nomor telepon kakak dong" ujar Alexa kepada Daffin


Daffin nampak melirik ke arah Vanya yang sedang memasang tampang sebal.


"Maaf aku lupa nomor telepon aku berapa" ujar Daffin


"Masa sih? Ya udah kalau gitu save nomor aku aja ya" ujar Alexa lagi.


"Emm handphone aku enggak dibawa, Ketinggalan di meja ruang guru tadi" ujar Daffin.


"Yah sayang banget, Ya udah besok lagi deh, Duluan ya kak" ujar Alexa yang berjalan pergi.


"So jual mahal, Kalau aku enggak ada pasti udah kamu kasih tuh" ujar Vanya


"Ya enggak lah, Gila kali aku, Kalau dulu mungkin iya tapi sekarang kan aku udah punya kamu, Istri yang suka ngambek dan marah-marah" ujar Daffin sambil tersenyum.


"Siapa yang suka marah-marah??" tanya Vanya.


"Itu barusan namanya apa kalau bukan marah" ujar Daffin.


Vanya pun mulai terdiam,


"Ya udah istriku, Ayo aku antar kamu pulang, Tenang enggak akan ada yang lihat, Anak-anak udah pulang semua, Kalau ada yang lihat juga bilang aja kamu nebeng" ujar Daffin seraya merangkul pinggang Vanya.


"Iya tapi jangan gini juga, Kalau masih ada yang belum pulang bahaya" ujar Vanya seraya melepaskan rangkulan Daffin.


Daffin dan Vanya berjalan ke bawah, Mereka berdua menuju parkiran, Lalu Vanya mulai masuk ke dalam mobil Daffin.


Daffin mulai melajukan mobilnya menuju rumah Vanya.

__ADS_1


Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga vote. Terima kasih sudah membaca😊


__ADS_2