VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Hilang Kendali


__ADS_3

BACA ✔


PLAGIAT ❌


Karena mikir menguras energi otak beda dengan tinggal nyomot😂, think smart 😉**


...****************...


Sesampainya di kamar Vanya,


Daffin mulai masuk ke dalam kamar, Lalu ia menaruh barang bawaan Vanya disana, Setelah itu ia mulai merebahkan tubuhnya di tempat tidur milik Vanya.


Sedangkan Vanya sedang melihat-lihat barang-barangnya yang masih tersusun rapi disana, Vanya mulai menyentuh boneka kesayangannya yang ia dapat dari Papanya tahun lalu, Vanya mulai mengambil lalu memeluknya, Tiba-tiba saja Vanya merindukan Papanya.


"Vanya kamu lagi apa?" Tanya Daffin yang mulai bangun dan duduk di tempat tidur.


"Enggak lagi apa-apa" jawab Vanya sambil menaruh kembali boneka pemberian dari Papanya.


"Ya udah kalau gitu aku mau minta tolong pijat bahu aku boleh? Pegel banget nih barang bawaan kamu berat banget" ujar Daffin.


"Iya udah sini" ucap Vanya seraya menghampiri Daffin dan mulai memijat bahunya.


Daffin mulai merinding saat Vanya menyentuh dan memijat bahunya, jantungnya mulai berdegup dengan cepat, Nafasnya kian makin tak beraturan.


Wah gak beres nih batin Daffin.


Lalu Daffin pun mulai menyentuh tangan Vanya serta berbalik dan mulai menatap Vanya, Vanya pun tampak bingung Lalu ia pun mulai berkata,


" Kamu kenapa?" tanya Vanya sambil mengerenyitkan dahinya.


Tanpa basa basi lagi kini Daffin mulai memajukan wajahnya lalu m*magut bibir Vanya, Vanya pun terbelalak, Nafas Daffin kian memburu, Lalu ia mulai memeluk Vanya, Pagutannya nampak semakin tak terkendali, Vanya merasa aneh karena permainan Daffin dibibirnya kali ini tidak selembut biasanya, Ia merasa kalau Daffin seakan-akan ingin memakannya.


Vanya pun berusaha mendorong Daffin, Namun Daffin masih saja tak mau melepaskan Vanya, Daffin benar-benar hilang kendali saat ini, Yang ia inginkan sekarang adalah memuaskan hasratnya yang sudah cukup lama ia pendam,


"Fin lepasin !" ucap Vanya sambil berusaha mendorong tubuh Daffin.


Namun Daffin tak mau sedikit pun melepaskan Vanya ia terus melahap bibir Vanya dengan rakusnya, Saat Daffin berusaha merebahkan tubuh Vanya tiba-tiba...


Tok tok tok


Suara ketukan pintu mulai menyadarkan Daffin, Ia pun mulai melepaskan Vanya, Vanya terlihat diam.


"Vanya" panggil Mama Vanya dari luar kamar.


"Iya Ma" ucap Vanya seraya merapikan rambutnya dan mulai berjalan menuju pintu lalu membukanya.


"Kenapa Ma?" tanya Vanya.


"Makanannya udah siap, Ayo kita makan dulu" ujar Mamanya Vanya sambil melirik ke arah Daffin yang sedang terduduk diam di tempat tidur Vanya.


"Iya Ma ayo" ucap Vanya.


Mama Vanya mulai berjalan turun lebih dahulu, Sementara Vanya memanggil Daffin untuk makan.


"Kamu mau ikut makan enggak?" tanya Vanya yang masih berdiri di dekat pintu.


"Iya ayo" ucap Daffin sambil beranjak bangun dan mulai berjalan menghampiri Vanya,

__ADS_1


Saat ia sampai di samping dan sejajar dengan Vanya tangan Daffin mulai merem*s b*k*ng Vanya, Vanya pun terbelalak.


"Kamu!" ucap Vanya dengan nada tinggi.


Namun dengan cepat Daffin mengecup kepala Vanya seraya berkata,


" Kamu buat aku pusing tahu gak" ucap Daffin seraya berjalan mendahului Vanya.


Vanya hanya mengerenyitkan dahinya, Ia terlihat bingung, Namun dengan cepat ia ikut menyusul Daffin ke bawah.


...----------------...


Di ruang makan,


Vanya duduk disebelah Mamanya, Dan Daffin duduk diseberang Vanya.


Tiba-tiba saja suasana menjadi canggung, Daffin pun nampak menunduk, Ia dapat melihat dengan jelas ketidaksukaan Mama Vanya kepada dirinya, Ingin rasanya ia pergi saat ini juga namun ia masih ingin melihat Vanya lebih lama lagi.


"Mama masak udang?" tanya Vanya sumringah


"Iya sayang, Pokoknya hari ini khusus makanan kesukaan kamu" ujar Mamanya.


"Vanya coba ya Ma" ucap seraya menyuapkan udang ke mulutnya dan mulai mengunyahnya.


"Emm enak Ma" ujar Vanya sambil tersenyum.dan Mamanya pun ikut tersenyum.


"Aku juga mau coba ah" ujar Daffin sambil mengambil udang dan menaruhnya dipiring, Vanya yang melihat pun langsung terbelalak seraya berkata,


" Fin, jangan dimakan!!" teriak Vanya ketika Daffin hendak menyuapkan udang ke mulutnya.


Lalu dengan sigap Vanya bangun dari duduknya dan mulai menghampiri Daffin, Ia pun menarik piring milik Daffin dan mulai berkata,


"Udah makannya yang ini aja" ujar Vanya yang mulai mengambilkan 1 potong ikan dan menaruhnya di piring Daffin yang baru.


Daffin pun tersenyum melihat Vanya yang begitu perhatian kepadanya, Sedangkan


Mama Vanya menatap heran dengan sikap putrinya kepada laki-laki yang telah merusak hidupnya itu.


Vanya mulai berubah, Apa mungkin dia... batin Mamanya.


Setelah itu Vanya kembali duduk dan meneruskan makannya dengan lahap, Lalu setelah selesai menyantap makanannya Daffin nampak mengajak Vanya untuk duduk di teras rumahnya.


...----------------...


Di teras rumah Vanya,


"Duduk berdua kayak gini aku berasa lagi ngapelin kamu jadinya" ujar Daffin seraya tersenyum.


"Emangnya kalau ngapelin cewek kamu duduknya di luar?" tanya Vanya.


"Ya awalnya di luar dulu baru nanti ke kamar" ujar Daffin tersenyum jahil.


"Hish" ucap Vanya yang terlihat sebal.


Daffin pun tersenyum, Lalu ia mulai memanggil Vanya,


"Vanya" panggil Daffin.

__ADS_1


"Hmmm" Vanya berdehem.


"Kamu suka ya sama aku?" tanya Daffin.


"Ih pede banget kamu" sangkal Vanya


"Aku enggak kepedean kok, Buktinya tadi kamu perhatiin aku pas makan, Seneng rasanya diperhatiin sama kamu" ucap Daffin sambil tersenyum.


"Ya itu kan gara-gara kamunya aja, Udah tahu alergi masih aja nekat, Kalau sakit lagi gimana??" ucap Vanya.


Daffin pun tersenyum sambil memandang ke arah Vanya,


"Aku makin senang lagi sekarang ternyata bukan cuma perhatian, Tapi kamu juga khawatir sama aku" ucap Daffin yang lagi-lagi tersenyum.


"A-Apa?" Vanya mulai gelagapan dan salah tingkah.


"Ya bukan gitu, Kalau kamu sampai kamu sakit kan aku juga yang repot" ucap Vanya.


"Ya kan udah tugas kamu ngerawat aku, Kamu kan istri aku" ujar Daffin


Vanya benar-benar kehabisan kata-kata,


"Udah kamu pulang aja sana" perintah Vanya


"Kok aku di usir??" tanya daffin bingung.


"Ya abisnya aku kesini kan mau ketemu sama Mama, Kangen sama Mama, Eh malah ujungnya ngobrolnya sama kamu lagi" ujar Vanya.


"Ya udah aku pulang" ujar Daffin yang beranjak dari duduknya.


"Iya sana hati-hati"ucap Vanya.


"Aku pulang nih" ujar Daffin seolah meyakinkan Vanya.


"Iya udah sana pulang" ucap Vanya


"Beneran?" tanya Daffin


"Iya udah pulang aja sana" ujar Vanya gemas.


"Kamu enggak ada mau nahan aku gitu biar enggak pulang?" tanya Daffin.


"Enggak" ucap Vanya


"Ya udah kalau gitu, Aku pulang, Awas ya kalau kamu sampai bilang kangen sama aku" ucap Daffin.


"Enggak akan !" ujar Vanya dengan mantap.


"Ya udah deh aku pulang" ujar Daffin yang terlihat kecewa.


Daffin benar-benar pulang sekarang, Padahal ia berharap kalau Vanya akan menahannya.


Daffin mulai menyalakan mesin mobilnya dan pergi dari sana.


Sementara Vanya mulai masuk ke dalam,


"Vanya sini sebentar Mama mau bicara" panggil Mamanya ketika Vanya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Note : Untuk yang membaca dan suka dengan karyaku jangan lupa untuk like, komen dan juga vote nya untuk dukungan supaya author makin semangat lagi menulisnya.


Happy Reading💞


__ADS_2