VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Salah Paham


__ADS_3

Vanya pun pulang kerumah, Sesampainya di rumah ia segera naik ke atas untuk mengganti pakaiannya.


Ia memilih baju di dalam lemari pakaian dan mulai menggambil celana panjang yang agak longgar serta kaos lengan pendek, Saat akan menurunkan kaosnya ia pun memperhatikan perutnya.


Ia terdiam lalu mulai melihat ke arah cermin, Ia pun membolak balikkan tubuhnya kedepan dan kesamping.


"Kamu kenapa?" tanya Sandra yang baru saja masuk kedalam kamar dan melihat Vanya bolak balik melihat ke arah cermin sambil memegangi perutnya.


"Enggak, Vanya keseringan makan malam, Terus sekarang jadi gendutan gini ya" ujar Vanya


Sandra pun tertawa mendengar ucapan Vanya


"Kamu tuh ada-ada aja, Ya kan kamu sedang hamil jadi lama kelamaan perut kamu ya membesar" ujar Sandra


"Nih perut embak juga udah mulai kelihatan" ucap Sandra lagi sambil memperlihatkan perutnya kepada Vanya.


"Tapi kok kayaknya masih lebih besar perut Vanya ya?" tanya Vanya heran


"Ya bagus dong berarti dia tumbuh cepat dan sehat" ujar Sandra


"Oh gitu ya embak" ujar Vanya


"Oh iya besok jadwal embak check up kamu ikut sekalian ya, Kita check juga kandungan kamu juga mumpung besok hari libur" ujar Sandra


"Iya embak" ucap Vanya


...----------------...


Keesokan harinya,


Daffin sedang membantu pekerjaan Papanya di ruang kerja,


"Pa, Daffin ambil minum dulu ya haus nih" ujar Daffin


"Ya udah sana, Jangan lama-lama awas kamu kalau kabur" ancam Papanya


"Beres Pa tenang aja" ujar Daffin yang kini mulai berjalan ke dapur untuk mengambil minuman


Saat keluar dari dapur Ia pun berpapasan dengan Embak Sandra, Mas Daniel dan juga Vanya.


"Mau pada kemana rapi-rapi banget?"tanya Daffin


"Mau ke dokter check up kandungan" jawab Sandra


"Vanya juga ikut?" tanya Daffin kepada Sandra


"Iya ikut" jawab Sandra lagi


"Daffin juga mau ikut ah" ucap Daffin


"Ikut kemana?" tanya Sandra


"Ikut check up lah nganter Vanya" jawab Daffin


"Ya udah kamu sekalian siapin koper bawa baju-baju kamu, Soalnya tadi Papa udah pesen ke embak nyuruh kamu cepetan balik ke ruang kerja bantuin Papa" ujar Sandra


" Oh iya lupa " ucap Daffin


"Udah sana bantuin Papa dulu, Biar Mas aja yang antar mereka" ucap Mas Daniel


"Ya udah nanti Daffin nyusul deh kalau udah selesai" ucap Daffin sambil berjalan dan segera menuju ke ruang kerja kembali.


Tapi sebelum itu Daffin menghampiri Vanya dan berkata " Kamu hati-hati ya dijalan" ucap Daffin di sebelah Vanya


"Iyaa" jawab Vanya


"Mas nitip ya, Jagain " ujar Daffin kepada Mas Daniel

__ADS_1


"Iya siap tenang aja" ujar Daniel


Mereka pun segera berangkat, Sedangkan Daffin segera kembali ke ruang kerja.


Setengah jam berlalu


"Pa masih belum juga?" tanya Daffin


"Ya belum lah orang masih banyak begini" ujar Papanya


15 menit berlalu


"Pa masih lama?" tanya Daffin lagi


"Masih, Lagian kamu mau kemana sih buru-buru banget?" tanya Papanya


"Pengen nyusul Vanya Pa, Dia lagi check up kandungan sama embak Sandra" ucap Daffin


"Oh Papa kira kenapa, Sudah lah lain kali aja kamu ikutnya lebih baik bantu Papa dulu disini ya," ujar Papanya


"Yah Papa, Daffin kan mau lihat anak Daffin juga Pa" ucap Daffin


"Ya sabar yang penting bantu Papa dulu sampai beres, Emangnya kamu tega sama Papa" ujar Papanya.


"Hhh iya deh" ujar Daffin pasrah


Ternyata cukup Lama Daffin membantu pekerjaan Papanya, Dan akhirnya Ia pun mengurungkan niat untuk menyusul Vanya. Lalu ia pun mulai merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu.


...----------------...


Akhirnya Sandra pun pulang, Vanya segera naik ke atas menuju kamar untuk beristirahat,


Tampak Daffin yang masih merebahkan tubuhnya di sofa sambil bermain game dengan serius di ponsel miliknya, Lalu Sandra datang menghampiri Daffin seraya berkata,


"Nih oleh-oleh" ucap Sandra sambil memberikan sebuah foto yang berwarna hitam putih kepada Daffin


"Apa nih embak?" tanya Daffin sebelum melihat fotonya dengan jelas


Daffin pun melihat dengan seksama foto yang ia pegang, Sekarang bulatan kecil itu sudah mulai berbentuk, Daffin pun senang bercampur haru, Lalu ia mulai bertanya lagi kepada Sandra yang baru saja keluar dari dapur,


"Ini punya Vanya embak?" tanya Daffin


"Iya" jawab Sandra seraya berjalan ke atas menuju kamarnya.


Daffin pun tersenyum sambil terus mengelus foto dengan ibu jarinya,


Jadi enggak sabar ketemu kamu Batin Daffin


...----------------...


Keesokan harinya disekolah


Seperti biasa Vanya dan teman-temannya sedang istirahat dan makan di kantin,


"Eh Ta, Ada berita baru nih" ucap Fani kepada Meta


"Hmm berita apa lagi?" tanya Meta sambil mengunyah baso


"Istrinya Pak Daffin hamil !" ujar Fani


Hhh mulai ngegosip lagi Batin Vanya


"Serius? " tanya Meta


"Iya nih lo lihat aja sendiri" ujar Fani seraya memberikan ponselnya kepada Meta


__ADS_1


#Enggak sabar ketemu sama kamu 💚👶


"Iya ya" ucap Meta


"Eh tapi perasaan merried nya belum lama deh iya enggak sih??" ujar Fani


"Iya kayaknya belum sampe sebulan ya?" ujar Meta


" Iya bener sekitar 3 mingguan yang lalu, Masa udah hamil aja sih" ujar Fani setelah mengecek postingan Medsos Daffin hari-hari sebelumnya


"Fan, Bisa enggak sih kita enggak usah ngurusin hidup orang?" ujar Vanya yang mulai terlihat kesal


"Loh emangnya kenapa? Orang gue cuma iseng" ujar Fani


"Ya tapi orang juga punya privasi kali, Coba kalau lo yang ada diposisi istrinya, Suka lo diomongin kayak gitu" ujar Vanya sewot


"Kok jadi lo yang baper, Santai aja kali Va gue enggak lagi ngomongin lo kok" ujar Fani


Vanya tersenyum kecut, Lalu bangun dan beranjak pergi dari kantin meninggalkan teman-temannya.


"Gue duluan" ujar Vanya


"Vanya kenapa sih?" tanya Riri


"Tahu tuh lagi dapet kali jadinya sensitif" ujar Fani


Vanya pun kembali ke kelas dan duduk disana, Tidak ada siapapun dikelas hanya ada Vanya seorang diri.


Lalu ia pun mulai memegangi perutnya sendiri,


Hhh belum apa-apa udah jadi bahan omongan, Gimana kalau semua orang tahu Batin Vanya


...----------------...


Sedari pulang sekolah, Vanya tampak berdiam diri, Daffin yang mencoba mengajaknya berbicara pun mulai kebingungan.


"Vanya, Aku bawain ice cream stroberi nih buat kamu" ujar Daffin


Vanya pun tak bergeming


"Aku enggak mau" ujar Vanya


"Tumben banget, Atau kamu lagi mau makan yang lain, Bilang aja sama aku pasti aku belikan kok" ujar Daffin


Vanya pun masih berdiam diri, Daffin terlihat makin serba salah dan bingung.


"Kamu bisa enggak, enggak posting hal-hal enggak penting" ucap Vanya kemudian


"Maksud kamu?" tanya Daffin sambil mengerenyitkan dahinya.


"Enggak usah lagi posting apapun di media sosial kamu" ujar Vanya


"Loh emangnya kenapa?" tanya Daffin heran


"Aku enggak suka" ucap Vanya singkat


Daffin pun tersenyum kecut,


"Iyalah yang menurut kamu penting tuh cuma si Niko kan?" ujar Daffin kemudian


"Kenapa jadi bawa-bawa Niko, Dia enggak tahu apa-apa" ujar Vanya


"Belain aja terus, Kamu pikir aku enggak kesal lihat kamu selalu dekat-dekat sama dia, Kamu mikir enggak gimana perasaan aku, Jangan cuma kamu pikirin perasaan dia doang, Kamu takut dia tahu iya kan???" ucap Daffin marah


"Aku udah bilang ini enggak ada hubungannya sama Niko enggak usah kamu bawa-bawa dia !" ucap Vanya yang tak kalah marah


"Terserah !" ucap Daffin yang berjalan pergi meninggalkan Vanya

__ADS_1


Hhh kenapa jadi dia yang marah yang harusnya yang marah tuh aku kan Batin Vanya.


Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊


__ADS_2