VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Mengungkap Kebenaran


__ADS_3

BACA ✔


PLAGIAT ❌


Karena mikir menguras energi otak beda dengan tinggal nyomot😂, think smart 😉**


...****************...


" Ta, Si Vanya kemana?" tanya Fani.


" Ke toilet " jawab Meta.


" Gue nyusul ah" ucap Fani yang bangun serta izin ke toilet.


Sesampainya di toilet,


"Kok rusak lagi sih" ujar Fani yang mulai berjalan menuju tangga.


Fani sampai di ujung tangga, Dilihatnya Vanya yang sedang berpelukan bersama Daffin.


"Vanya !!" panggil Fani.


Seketika Vanya terperanjat serta Daffin yang mulai melepaskan pelukannya.


Gila gak nyangka gue batin Fani.


Fani berjalan melewati Vanya serta Daffin ia pun dengan sengaja menabrak bahu Vanya, Daffin berusaha memeganginya, Sementara Fani berjalan menuju toilet yang diikuti oleh Vanya.


"Fani !"panggil Vanya di toilet setelah ia buang air kecil.


"Kita perlu bicara gue mau jelasin sesuatu sama lo" ucap Vanya.


Fani tersenyum kecut,


"Apa yang mau lo jelasin??" tanya Fani.


"Bener-bener gak nyangka gue, Ternyata lo cuma pura-pura polos aja selama ini padahal aslinya..." ucap Fani yang kembali tersenyum kecut.


"Jangan-jangan nilai-nilai lo juga selama ini lo dapat dengan cara begitu?" terka Fani.


"Maksud lo apaan sih Fan?" ucap Vanya yang mengerenyitkan dahinya.


"Lo deketin guru, Biar lo bisa dapat nilai sempurna, jangan-jangan bukan sama Pak Daffin doang, Tapi sama semua guru laki-laki lo begitu juga?? Gila ya murah banget lo Va" celetuk Fani.


Plak


"Jaga mulut lo, Gue gak serendah itu !!" teriak Vanya yang mulai kesal dengan perkataan Fani sambil mendaratkan tamparan di pipi Fani.


"Cewek murahan mana ngaku klo dia murahan !" ucap Fani yang memegangi pipinya lalu berjalan pergi dengan kesal.


Daffin nampak menunggu di luar toilet, Fani nampak berjalan naik kembali ke atas dan melewatinya, Sementara Vanya keluar dengan perasaan yang tak karuan.


"Gimana?" tanya Daffin yang mulai memegang bahu Vanya.


"Lepasin tangan kamu, Kamu mau buat satu sekolah berpikiran yang enggak-enggak juga tentang aku" ucap Vanya sinis.


Daffin mulai menurunkan tangannya, Sementara Vanya ikut berjalan ke atas.


Sesampainya di kelas Vanya dan Fani nampak saling terdiam.


...----------------...


Saat jam istirahat,


Fani nampak berjalan keluar kelas sendiri, Meta dan Riri mulai terlihat heran.


"Kenapa si Fani?" ucap Meta.


"Fani kok ninggalin Riri" ucapnya.


Sementara Vanya masih terlihat diam.

__ADS_1


...----------------...


Sepulang sekolah,


Yang lain nampak mulai keluar kelas sementara Vanya masih duduk di kursinya, Tidak lama kemudian Daffin datang menghampirinya.


"Kamu kenapa?" tanya Daffin.


"Kamu kenapa sih masih nekat juga!??" ucap Vanya dengan nada tinggi.


"Aku kan cuma mau lepas kangen sama kamu"jawab Daffin


Vanya hanya menghela nafas, Ponselnya berdering dan Vanya mulai menjawab panggilan yang ternyata dari Mamanya.


"Iya Ma, Vanya kesitu" ujar Vanya di telepon.


"Mama udah jemput, Aku pulang dulu" ucap Vanya sambil berjalan pergi meninggalkan Daffin.


...---------------...


Malam harinya,


Vanya yang sedang duduk di tempat tidur, Mulai mencoba menghubungi Fani namun tak terhubung.


Kayaknya di blokir batin Vanya.


Vanya ingin menjelaskan semuanya kepada Fani agar ia tak salah paham lagi,


Kring kring🎶🎶


Ponsel Vanya berdering, Ternyata telepon dari Daffin, Vanya mulai mengangkat teleponnya.


"Ya kenapa? " ucap Vanya saat mengangkat teleponnya.


"Aku di depan rumah," ucap Daffin.


"Yang bener kamu? Tapi Mama lagi di rumah, Hari ini gak praktek" ucap Vanya.


"Memangnya kenapa? Aku cuma mau ketemu sama istri aku" ucap Daffin cuek.


Vanya nampak keluar kamar, Didengarnya Mama serta Papanya yang sedang mengobrol di dalam kamar, Vanya berjalan dengan perlahan menuruni tangga dan menemui Daffin.


Vanya mulai membuka pintu tampak Daffin yang tengah duduk di kursi luar, Vanya menghampiri Daffin dan duduk di sebelahnya.


"Ini ayam bakar di tempat biasa, Pas di rumah sakit kamu bilang mau itu jadi aku bawain" ucap Daffin seraya menaruhnya di atas meja.


"Iya , Makasih ya" ucap Vanya yang terlihat tak bersemangat.


"Kamu kenapa?" tanya Daffin.


"Temen aku salah sangka sama kita" ucap Vanya.


"Ya udah kamu jelasin aja ke mereka, Mungkin udah saatnya mereka tahu, Kamu udah mau lulus Vanya mau sampai kapan kamu tutupi hubungan kita" ucap Daffin.


"Iya juga sih, Tapi pas aku coba telepon nomor aku malah diblokir." ujar Vanya.


"Ya udah besok aja disekolah kamu temuin dia" ucap Daffin.


"Iya" jawab Vanya singkat.


"Ya udah aku pulang dulu udah malam, Kamu makan dulu sana, Nanti keburu dingin" ucap Daffin


Vanya hanya mengangguk dan Daffin mengusap kepala Vanya serta mencium dahinya, Serta mulai berjalan pergi.


...----------------...


Keesokan harinya,


Di kelas,


"Ta balik sekolah nanti lo, Riri sama Fani jangan kemana-mana dulu ya, Ada yang mau gue omongin sama kalian" ucap Vanya.

__ADS_1


"Gue sibuk, Gak ada waktu buat dengerin omongan orang munafik" ucap Fani yang duduk di depannya.


Vanya terlihat geram,


"Lo enggak tahu masalah sebenernya Fan !" ucap Vanya emosi.


"Emang apa masalahnya? Bilang sekarang aja ngapain nunggu nanti?" tantang Fani.


Vanya hanya terdiam tak mungkin berbicara saat ada orang banyak disana.


"Ih Fani sama Vanya kok ribut sih" ujar Riri yang duduk di sebelah Fani.


"Lo berdua pada kenapa sih?" tanya Meta.


"Ya makanya nanti pulang sekolah gue jelasin ke kalian" ucap Vanya.


Pak Firman pun datang, Semua duduk dengan rapi di kursinya masing-masing.


"Kita remedial nilai kalian yang kurang, Yang saya panggil namanya boleh tunggu di luar"


"Abimanyu Prasetya, Meta Tria Monica, Octarini,.. Dan yang terakhir Vanya Satya Utama, Nah kalian boleh keluar" ujar Pak Firman.


"Cih, Jijik" ucap Fani saat Vanya melewatinya dan berjalan keluar kelas.


Vanya dan juga Meta sedang duduk di luar kelas, Lalu Meta mulai berkata,


"Vanya lo ada masalah apa sih sama si Fani?" tanya Meta.


"Salah paham Ta" ucap Vanya.


"Masalah apa?" tanya Meta.


"Ya ada lah, Makanya nanti kalian jangan balik dulu, Gue pengen omongin semuanya sama kalian supaya semuanya jelas" ucap Vanya.


...----------------...


Sepulang sekolah,


Semua murid mulai keluar kelas satu persatu, Vanya tetap berdiam disana bersama Meta dan juga Riri, Sedangkan Fani terlihat akan beranjak pergi, Namun Vanya mencegahnya.


"Tar dulu Fan, Lo jangan balik dulu" perintah Vanya.


"Males gue, Ngapain lama-lama disini mending juga balik" ucap Fani.


"Fan, Lo jangan gitu dong kita nih temenan kenapa jadi ribut gini sih" ucap Meta.


"Kalau lo tahu juga lo bakalan males deket-deket dia, Jijik banget" ucap Fani sambil berjalan pergi.


Vanya mengejar Fani, Namun Fani semakin berjalan dengan cepat.


"Fani tunggu dulu !" teriak Vanya,


Tapi Fani tetap tidak menghiraukan Vanya, Ia masih terus berjalan menyusuri tangga.


Vanya berhasil mencapai Fani dan mulai menarik tangannya,


"Fan , please jangan balik dulu , Lo harus tahu semuanya" ucap Vanya yang menahan tangan Fani.


"Lepasin tangan gue !" ucap Fani yang mulai melepaskan tangannya dan berjalan pergi.


Vanya terus berusaha mengejar Fani namun naas, Vanya terpeleset dan jatuh dari tangga dengan posisi telungkup.


Meta dan Riri yang baru saja sampai segera membantu Vanya untuk bangun, Sementara Fani terlihat kaget serta mematung.


"Fani ! Lo keterlaluan banget sih !!"teriak Meta


"Vanya kamu enggak apa-apa?" tanya Riri


Vanya terduduk sambil memegangi perutnya.


"Ta, Perut gue sakit" ucap Vanya sambil meringis kesakitan.

__ADS_1


*Note : Jangan lupa tinggalkan like , komen, dan juga votenya.


Bab selanjutnya nanti malam kalau mood authornya ga terjun bebas*.


__ADS_2