
..."Akan Ada Hari yang Cerah Setelah Badai"...
...----------------...
"Menyakitkan ketika dia yang kamu cinta tak mencintaimu, tapi lebih sakit ketika kamu mencintai dia, tp tak punya keberanian tuk menyatakannya."
Keesokan harinya..
Vanya baru saja datang dan hendak masuk ke dalam kelas, Namun sebelum itu Niko memanggilnya.
"Vanya" panggil Niko.
"Ya? Kenapa Nik?" tanya Vanya.
"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Niko.
"Bisa" jawab Vanya.
Niko pun mengajak Vanya ke depan kelas, Niko nampak terlihat gugup, Sesekali ia membetulkan rambutnya.
"Ada apa Nik?" tanya Vanya kemudian.
"Emm nonton yuk"ajak Niko akhirnya.
"Nonton?" tanya Vanya meyakinkan.
"Iya, Kamu mau enggak?" tanya Niko lagi.
"Emm Gimana ya" ucap Vanya yang bingung, disatu sisi ia menginginkannya namun disisi lain ia berpikir Mamanya tak akan mengizinkannya.
Namun belum sempat menjawab guru mata pelajaran pertama pun datang Vanya dan Niko akhirnya bergegas masuk ke dalam kelas.
...----------------...
Saat jam istirahat,
Niko mulai mencari keberadaan Vanya dan mulai menghampirinya...
"Va, gimana ?" tanya Niko dikantin saat Vanya sedang makan siang bersama teman-temannya
"Oh iya lihat nanti pulang sekolah aja ya" jawab Vanya
__ADS_1
"Oh ya udah, kalau gitu aku ke kelas duluan ya" ucap Niko
"Iya Nik" ujar Vanya
"Va, kenapa tuh si Niko?" tanya Fani
"Ngajak nonton" jawab Vanya
"Wah kayaknya ada yang makin gencar aja nih" ucap Meta
"Terus kamu mau nonton sama dia?Mau nonton apa? Riri boleh ikut?"tanya Riri polos
"Riri sayang, Vanya mau nya berduaan sama Niko enggak mau diganggu" ucap Meta
"Riri enggak ganggu kok kan cuma ikut" ujar Riri lagi
"Astaga Ririiiiii" Fani gemas
"Udah udah udah terus gimana tuh Va mau? Kok kayak males gitu" tanya Meta
"Males sih enggak cuma bingung aja izinnya sama Mama gimana" ucap Vanya
"
"Fanii jangan mulai" ucap Meta
"Abis gemes gue si Vanya kayak mau mau enggak enggak" ucap Fani kesal
"Ya terus gue mesti gimana sekarang gue izin juga udah pasti enggak dikasih" ucap Vanya putus asa
"Kan belum di coba Va" ucap Meta
"Iya sih, ya udah gue coba ya" ucap Vanya sambil pergi ke tempat yang lebih sepi untuk menelpon Mamanya
Ditelpon
"Halo" ucap Mama Vanya
"Halo Mah" ucap Vanya
"Ada apa sayang tumben jam segini telpon?" tanya Mama Vanya
__ADS_1
"Emm.. Vanya pulang sekolah mau nonton boleh Mah, tapi.. bukan sama Meta, Fani, Riri" ujar Vanya ragu
"Terus sama siapa?" tanyanya lagi
"Masih sama temen sekolah Mah namanya Niko" ucap Vanya
Mama Vanya terdiam, Ada rasa menyesal pada Vanya karena meminta izin pergi selain dengan teman-teman perempuannya.
"Ya udah kalau gitu tapi pesan Mama hati-hati kalau sudah selesai langsung pulang jangan mampir kemana-mana lagi" ujar Mama Vanya
"Beneran Mah??" tanya Vanya seolah tak percaya
"Iya, Kamu udah dewasa sayang Mama tahu kamu pasti tahu mana yang baik dan mana yang buruk Mama cuma mau kamu jaga diri kamu dan jangan kecewa kan Mama ya" ucap Mama Vanya kemudian
"Iya Ma" jawab Vanya singkat
Sambungan telpon terputus dan Vanya terdiam
Jangan kecewain Mama? Vanya udah lebih dulu bikin Mama kecewa, Vanya enggak bisa jaga diri Vanya sendiri Ma Batin Vanya
Vanya menarik nafas panjang matanya sudah mulai berkaca-kaca, Ia coba mengusap air mata yang hampir jatuh
"Woi Va, Eh lo kenapa?" Tanya Meta yang datang dari arah belakang sementara Fani dan Riri sudah lebih dulu masuk ke dalam kelas
"Enggak apa-apa" jawab Vanya sambil mencoba tersenyum
"Nyokap Marah ya? Ga kasih izin ya?" tanya Meta
"Enggak kok Mama kasih izin" ucap Vanya kemudian sambil tersenyum
"Beneran?? "tanya Meta tak percaya
Vanya mengangguk.
"Akhirnyaaa jadi lo nangis gara-gara terharu nih ceritanya di izinin jalan sama si Niko" ujar Meta
Vanya tersenyum pahit
Seandainya aja karena hal itu meskipun sayangnya bukan batin Vanya.
"Andai saja badai tak pernah datang pada hidupku, Mungkin saat ini bahagia lah yang akan aku rasakan, Namun kini berbeda dan aku bukan lah lagi orang yang sama."
__ADS_1
_VanyaSatyaUtama_
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊