VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Ditinggal Berdua


__ADS_3

"Iya sabar Va, Ini bentar lagi sampe, Ya udah matiin teleponnya." ucap Fani.


Tidak lama setelahnya Fani pun datang dan mulai menghampiri Leo yang tengah duduk di teras.


"Hai Kak, Udah lama?" tanya Fani tersenyum canggung.


"Enggak kok, Baru aja sampai" jawab Leo.


"Kak tinggal ke dalam dulu ya sebentar" ujar Fani yang berjalan masuk ke dalam rumah Vanya.


"Oh iya silahkan" ujar Leo.


Vanya akan keluar sambil memegang nampan berisi air minum dan juga makanan, Lalu berpapasan dengan Fani.


"Lo kemana aja sih !"


"Sorry, Kan gue dandan dulu tadi" ujar Fani.


" Va, pinjem kaca dong, Gue berantakan banget nih kayaknya abis naik motor" ujar Fani.


"Tuh disana" ucap Vanya seraya menunjuk ke arah cermin yang berada di ruang tamu dengan mengunakan dagunya.


Fani nampak sibuk merapikan rambut dan juga make up nya sementara Vanya mengantarkan minuman untuk Leo di luar.


" Ini Kak, Di minum dulu " ucap Vanya.


"Oh iya, Makasih ya" ucap Leo seraya mengambil gelas berisi jus jeruk lalu mulai meneguknya.


Fani pun datang dan duduk dikursi yang sejajar dengan Leo, Lalu Vanya mengambil kursi lain dan duduk bersama mereka, Mereka pun mulai berbincang, Mulai dari hobi hingga kesukaannya masing-masing.


"Oh iya, Aku mau numpang ke toilet" ucap Leo kemudian.


"Oh iya Kak, Ayo aku antar" ucap Vanya seraya menunjukan jalan dan menuntun Leo masuk ke dalam.


" Itu Kak dekat dapur," tunjuk Vanya.


Leo pun berjalan menuju toilet sementara Vanya kembali ke teras menunggu disana bersama Fani.


"Va, Makasih ya untung ada lo, Sumpah gue gugup banget tadi, Tapi orangnya enak ya, Bawaannya kalem santai, Gue jadi makin suka" ujar Fani.


"Ya bagus lah kalau gitu" ucap Vanya.


Kringg kringg 🎶🎶🎶


Ponsel Fani berdering, Ia pun mulai menjawab panggilan di ponselnya.


"Kenapa?" tanya Fani ditelepon.


"Faniiiiiii hiks.. Tolongin" ucap Nita di telepon.

__ADS_1


"Ha? Lo kenapa? Lo diapain sama si Hans?" tanya Fani panik.


"Bukan... Hans lagi pergi gue enggak bisa ngurusin bayi sendirian, Tolongin" rengek Nita.


"Astagaaaa, Iya iya gue kesitu tunggu" ucap Fani seraya mematikan panggilannya.


"Kenapa Fan??" tanya Vanya penasaran.


"Si Nita nyuruh gue ke tempatnya sekarang, Dia enggak bisa ngurusin anaknya sendirian, Lagian anak kecil punya anak kecil repot kan jadinya" gerutu Fani.


"Lah terusss??? Kak Leo gimana ini?? Masa gue ditinggal berdua aja??? " tanya Vanya bingung dan panik.


" Ya lo suruh dia balik aja, Udah ya Va, Gue buru-buru takut tuh anak kenapa-napa" ujar Fani yang bergegas pergi dari rumah Vanya.


"Duh Faniiiii" ujar Vanya gemas.


Leo telah selesai buang air dan keluar dari toilet lalu kembali ke teras, Nampak Vanya yang terlihat tak tenang, Antara bingung dan juga gugup.


" Teman kamu kemana?" tanya Leo.


"Dia ke rumah saudaranya Kak, Saudaranya lagi butuh bantuan katanya" ujar Vanya.


"Oh.." ucap Leo yang kembali duduk di tempatnya.


Leo mulai memperhatikan Vanya, Vanya terlihat gugup nampak sesekali ia memainkan kukunya.


"Kamu kenapa?" tanya Leo.


"Lho kenapa memangnya?" tanya Leo lagi.


"Emm... Gimana pun juga aku kan perempuan yang udah punya suami Kak, Enggak baik aja kalau cuma berduaan" ujar Vanya.


Leo tersenyum kecut, " Jadi kamu ngusir aku nih?"


"Ha? Ya enggak gitu juga Kak, " ucap Vanya merasa tak enak.


"Udah santai aja, Jangan terlalu tegang, Aku juga enggak akan berbuat macam-macam sama kamu, Kamu lupa ya aku kan temannya Daffin, Lagian aku lagi bosen di rumah, Kita ngobrol-ngobrol sebentar enggak apa-apa kan" ujar Leo.


"Emm ya udah deh Kak" ujar Vanya terpaksa.


"Oh iya, Gimana perutnya masih sakit?" tanya Leo kemudian.


"Hmm? Oh udah enggak kok Kak, Makasih ya obatnya waktu itu, Kakak tahu banyak juga ternyata, Aku memang suka beli obat yang itu juga" ujar Vanya.


"Iya, Soalnya dulu adik aku sering minta tolong belikan obat itu juga" ujar Leo.


"Oh Kakak punya adik, Adik Kakak umur berapa sekarang?" tanya Vanya.


"Ya dia hampir seusia kamu lah kira-kira" ujar Leo.

__ADS_1


"Oh ya? Kapan-kapan kenalin sama aku Kak, Siapa tahu aku sama adik Kakak bisa berteman" ujar Vanya.


"Boleh aja" ucap Leo.


"Oh iya muka Kakak kenapa?" Tanya Vanya ketika melihat memar yang masih membekas di pelipis Leo setelah dipukul oleh Daffin kemarin.


"Oh ini biasa lah namanya juga laki-laki" ucap Leo seraya mengelus pelipisnya.


"Emm... Tunggu sebentar ya Kak" ujar Vanya yang beranjak dari duduknya.


Vanya pun kembali masuk ke dalam, Tidak berapa lama ia kembali keluar dan membawa obat ditangannya.


"Sini Kak aku olesin ini," ujar Vanya.


"Ha? Oh iya boleh" ujar Leo yang tadi tengah sibuk melihat ponselnya.


Vanya pun mulai mendekat kepada Leo serta duduk dikursinya dan menghadap ke arah Leo, Karena postur tubuh Leo yang cukup tinggi tetap saja Vanya harus menengadah ke atas, Vanya membuka tutup obatnya mulai dan mulai mengoleskan obatnya perlahan.


"Kalau sakit bilang ya Kak" ucap Vanya.


"Hmm"


Vanya tengah sibuk mengobati lebam Leo, Wajahnya hanya berjarak sekira 20 senti saja dengan Leo, Leo pun mulai memperhatikan Vanya, dari mata, Hidung, Kemudian bibirnya.


Seketika Leo mulai merasa aneh, Kenapa jantungnya berdegup tak beraturan seperti ini pikirnya, Bibir Vanya yang nampak merah merona alami membuatnya ingin mendekat dan mendaratkan bibirnya disana.


Vanya sudah selesai mengoleskan obatnya,


"Udah Kak," ucap Vanya yang seketika membuyarkan lamunannya.


"Ha?? Oh Iya makasih ya" ucap Leo.


"Iya Kak sama-sama, Itung-itung balasan buat obat yang Kak kasih juga kemarin" ucap Vanya.


Mereka pun mulai berbincang lagi, Entah Vanya sedang membicarakan apa saat ini yang jelas Leo hanya terfokus kepadanya, Sesekali Vanya tersenyum ditengah cerita, Senyum Vanya begitu manis pikirnya.


"Kak, " ucap Vanya yang lagi-lagi membuyarkan lamunannya.


"Ya?" ucap Leo


"Emm.. Udah sore banget Kak, Udah mau gelap juga, Aku juga udah nemenin Kakak ngobrol sebentar, Kakak pulang ya, Aku enggak enak lama-lama berdua gini" ucap Vanya.


"Oh iya, Kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap Leo seraya bangun dari duduknya.


"Iya Kak,"


Leo mulai berjalan pergi meninggalkan Vanya, Ia mulai menjalankan mesin motornya dan pulang ke rumah, Sementara Vanya kembali masuk ke dalam rumahnya dan membawa kembali gelas dan minumannya.


Sesampainya di rumah, Leo mulai masuk ke dalam kamarnya, Ia pun merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, Pikirannya kembali melayang, Apa itu tadi? Kenapa perasaannya jadi aneh saat berada di dekat Vanya, Apa mungkin karena sudah lama ia tidak memiliki pacar pikirnya.

__ADS_1


Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga votenya. Terima kasih😌😌


__ADS_2