VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Anak Mama


__ADS_3

Seluruh keluarga Daffin sedang menghabiskan waktu malam menjelang akhir pekan mereka dengan menonton TV bersama.


Tampak Papa dan Mamanya yang duduk bersama terlihat serius menonton, Sedangkan Sandra duduk bersama Daniel sambil menyandarkan kepalanya di dada Daniel, Dan juga Vanya yang duduk 1 sofa dengan Daffin namun agak berjauhan.


Vanya sedang serius menonton TV lalu secara tidak sengaja ia mengarahkan pandanganya ke arah embak Sandra dan suaminya Mas Daniel yang duduk berseberangan dengannya.


Tampak Mas Daniel yang sedang mengelus perut Sandra sambil serius menonton TV.


Lalu Vanya pun melirik ke arah Daffin, Dan ternyata ia pun sedang memperhatikan Embak Sandra dan Mas Daniel, Vanya mengarahkan pandangannya kearah TV lagi, Tidak lama kemudian Vanya mulai melirik lagi kearah Daffin yang ternyata diam-diam sedang memperhatikan perut Vanya.


Vanya pun menjadi canggung, Lalu ia mulai menggeser duduknya menjauh dari Daffin dan mengambil bantal untuk menutupi perutnya.


Daffin nampak salah tingkah, Lalu Ia mulai kembali mengarahkan pandangannya ke arah TV.


Keesokan harinya saat sedang sarapan, tentunya tanpa Daffin disana karena setiap hari minggu ia selalu bangun siang hari.


"Vanya, Kalau kamu butuh apa-apa bilang aja sama bibi ya, Mama mau arisan dulu" ucap Mama Daffin


"Iya Ma" jawab Vanya


"Sandra juga hari ini mau main ke rumah orang tuanya Mas Daniel ya Ma, Udah lama enggak main kesana" ucap Sandra


"Iya, Tapi kamu harus hati-hati dijalan inget jangan capek-capek ya" ujar Mamanya


"Iya Ma siap" jawab Sandra


Setelah sarapan mereka pun pamit dan pergi, Papa Daffin kembali beranjak ke ruang kerja, Dan sekarang hanya tinggal Vanya sendirian dibawah.


"Enaknya ngapain ya"gumam Vanya


Lalu Vanya pun mengambil beberapa buku dan mulai belajar dihalaman belakang. Setelah itu ia mulai berkeliling rumah, melihat setiap sudut yang belum pernah ia jamah, dan terakhir ia membantu asisten rumah tangga memasak di dapur untuk makan siang.


Vanya telah selesai dengan masakannya lalu ia mulai memanggil Papanya Daffin untuk makan siang


"Pa, Bangun yuk makan siang dulu" ucap Vanya pada Papanya Daffin yang ternyata tidak sengaja tertidur.


"Oh iya iya ayo" ucap Papanya


Vanya pun keluar dari ruang kerja dan menuju kamar Daffin.


Vanya mulai mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban, Lalu ia pun membuka pintu kamar Daffin dan mulai masuk.


Nampak Daffin yang masih tertidur dengan posisi terlentang diatas kasur miliknya, Vanya pun mulai mendekatinya, Namun Vanya tak lantas membangunkan nya.


Vanya memperhatikan wajah Daffin dengan seksama, dan teringat kembali perkataan Daffin kemarin kepadanya.


Menerima sepenuhnya sebagai suami? batin Vanya


Lalu ia pun mulai memandangi Daffin lagi,Tapi tiba-tiba Daffin membuka matanya, Vanya pun kaget begitu juga dengan Daffin, Daffin bangun lalu mulai membersihkan matanya dan bertanya kepada Vanya,


"Ada apa?" tanya Daffin

__ADS_1


"Emm waktunya makan siang" jawab Vanya


"Iya nanti aku nyusul, Aku mandi dulu" ucap Daffin.


Vanya pun berjalan keluar dan menghampiri Papanya Daffin lagi.


"Ini cuma kita bertiga yang lain pada kemana?" tanya Daffin yang saat ini telah bergabung bersama Vanya dan Papanya


"Mama kamu arisan, Sandra sama Daniel main kerumah orang tua Daniel" ujar Papanya


"Oh" ucap Daffin singkat ia pun mulai mengambil nasi dan juga lauknya


Tumben ada udang batin Daffin


Mereka pun mulai makan bersama,


Vanya terlihat lahap memakan udang didepannya.


"Itu enak?" tanya Daffin


"Enak kalau kata aku, soalnya aku yang masak sendiri udah lama banget enggak masak ini" ucap Vanya sambil melahap makanannya


"Aku mau coba ah" ucap Daffin yang bersemangat mengambil sepotong udang


"Gimana? Enak ?" tanya Vanya


Daffin mengangguk lalu ia pun mengambil lebih banyak lagi.


"Iya Pa" jawab Daffin


"Kamu lupa? kamu kan alergi udang!" ucap Papanya


"Tuh lihat didekat dagu kamu udah mulai merah itu, Cepat sana cari obat di belakang!" ucap Papanya panik


Daffin pun meletakan sendoknya dan segera mencari obat dikotak p3k, Vanya pun tampak bingung. Dan segera menyusul Daffin,


"Kamu cari apa?" tanya Vanya


"Obat alergi, Yang mana ya" ucap Daffin bingung sambil mulai menggaruk tangannya.


Vanya pun ikut mencari, Lalu kemudian ia berkata " Nih ketemu yang ini obatnya" sambil memberikannya kepada Daffin lalu ia juga mengambil air minum untuk Daffin.


"Kamu yakin yang ini?" tanya Daffin meyakinkan


"Iya, Mama aku kan dokter jadi aku sedikit tahu, udah cepet minum " perintah Vanya


Daffin pun meminum obatnya.


"Aku ke kamar dulu deh" ucap Daffin kemudian dan langsung naik ke kamarnya.


Vanya kembali ke meja makan disana Papa Daffin tampak sedang memarahi asisten rumah tangganya.

__ADS_1


Vanya pun menyela, " Pa, sebenarnya tadi Vanya yang mau udang sama Vanya juga yang masak" ujar Vanya


"Kamu !!" Papa Daffin tampak tak bisa berkata apa-apa lagi, karena ini juga bukan salah Vanya sepenuhnya,


"Sudah lah lain kali kamu jangan kasih dia ya" ucap Papanya seraya beranjak pergi


Vanya membantu membereskan piring serta gelas, Setelah itu ia naik dan melihat keadaan Daffin.


Vanya membuka pintu kamar Daffin tampak Daffin sedang berbaring membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut dan tinggal matanya saja yang terlihat. Vanya pun menghampirinya


"Maaf, gara-gara aku alergi kamu jadi kumat" ucap Vanya menyesal


"Oh ini bukan apa-apa kok, Enggak lama lagi juga sembuh" ucap Daffin


"Lagian bisa-bisanya kamu lupa kalau alergi sama udang" ujar Vanya


"Aku enggak lupa, Cuma aku mau makan masakan kamu, Jadi gatel sedikit juga enggak apa-apa" ujar Daffin malu-malu


Vanya seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, Daffin bertindak bodoh hanya karena ingin memakan masakannya.


"Ya tapi enggak harus maksain makan juga kalau enggak bisa makan" ucap Vanya sewot


Vanya menghela nafas,


"Kamu sukanya apa? biar lain kali aku masakin yang lain buat kamu" ucap Vanya menawarkan.


Daffin terbangun dan duduk, ia tak percaya dengan yang baru saja Vanya katakan.


"Beneran kamu mau masakin aku??" tanya Daffin meyakinkan.


"Iyaa... itung-itung permintaan maaf juga udah bikin kamu jadi begini, Udah sana tiduran lagi" ucap Vanya


Daffin pun merebahkan tubuhnya kembali dan berkata


"Vanya, Mau enggak kamu peluk aku" ucap Daffin


"Hah?" ucap Vanya yang tak habis pikir disaat sakit begini Daffin masih saja mencari kesempatan.


"Kamu jangan berpikiran yang bukan-bukan, Aku udah lama banget enggak kumat gini, terakhir kumat waktu aku SD dulu, Dan Mama tuh pasti selalu peluk aku, Kamu enggak usah ketawa kedengarannya emang kekanak-kanakan" ucap Daffin.


Dasar anak Mama batin Vanya


Tapi Vanya pun berpikir ia pun pasti melakukan hal yang sama selalu meminta dipeluk dan ditemani Mamanya saat sedang sakit dan juga sedih.


"Tapi kalau kamu enggak mau juga enggak apa-apa. Aku enggak akan ma..." ucap Daffin yang terputus karena sekarang Vanya mulai memeluk Daffin dari belakang. Daffin pun terbelalak


"Enggak usah hadap kesini" ujar Vanya yang berusaha menyembunyikan wajahnya yang merah padam.


Daffin merasakan ada yang tidak beres, Detak jantungnya seakan tak terkendali saat Vanya memeluknya.


Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊

__ADS_1


__ADS_2