VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Jangan Marah lagi ya


__ADS_3

Malam harinya,


Saat makan malam semuanya berkumpul di ruang makan tanpa terkecuali Vanya dan juga Daffin.


Daffin terus menatap Vanya ia ingin sekali berbicara kepadanya, Ia masih saja terus menatap Vanya tanpa menyentuh makanannya, Lalu Mamanya pun mulai menegur Daffin,


"Fin, Kamu ngapain ayo cepat makan dulu" ujar Mamanya.


"Oh iya Ma " ujar Daffin yang kini mulai memakan makanannya sambil sesekali melihat ke arah Vanya.


Setelah selesai makan Vanya mulai membantu merapikan piring kotor yang ada di meja dan membawanya ke wastafel.


Daffin masih duduk disana menunggu Vanya, Vanya selesai dan ia hendak berjalan pergi ke kamar namun Daffin mencegahnya dan menarik lengan Vanya,


"Kita bicara sebentar ya" ucap Daffin lembut.


"Nanti aja aku ada PR " ujar Vanya sambil berusaha melepaskan tangan Daffin.


"Tapi Vanya sebentar aja ya" bujuk Daffin yang tak mau melepaskan tangan Vanya.


"Nanti aja, Aku kan udah bilang nanti !" ucap Vanya sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Daffin dan mulai memandang sinis kepada Daffin.


Mau tak mau Daffin mulai melepaskan genggaman tangannya dan membiarkan Vanya pergi, Ia tak mau membuat Vanya semakin marah kepadanya.


Daffin pun berjalan keluar ia duduk di kursi di teras rumahnya, Tidak lama kemudian Mas Daniel datang sambil membawa teh ditangannya dan duduk di kursi sebelah Daffin.


Mas Daniel pun meletakkan tehnya di meja dan mulai membuka pembicaraan dengan Daffin,


"Kenapa? Kamu kenapa lagi Fin? Perasaan baru juga kemarin lagi mesra-mesranya sekarang udah perang dingin lagi aja" tanya Mas Daniel sambil menghisap rokok di tangannya.


"Tahu nih Mas, Vanya kayaknya marah banget, Dari kemarin Daffin dicuekin terus" ujar Daffin.


"Memang awalnya bagaimana? Ga mungkin kan tiba-tiba dia marah tanpa sebab" ujar Mas Daniel lagi.


"Itu..Kemarin Daffin marah-marah sama dia, Habisnya dia enggak angkat-angkat telepon sampai malam baru biasa dihubungin, Daffin tuh khawatir sama dia Mas, Takut dia kenapa-napa" keluh Daffin.


"Terus Daffin juga bilang pokoknya dia enggak boleh kemana-mana lagi" ujar Daffin lagi.


"Fin... Fin... Itu namanya kamu kekang dia, Coba kalau kamu yang di suruh enggak boleh kemana-mana cuma diam di rumah, Memangnya kamu mau? Pasti enggak kan, Khawatir boleh tapi jangan terlalu berlebihan." ujar Mas Daniel.


"Ya itu juga kan karena Daffin khawatir sama dia, Daffin enggak mau dia kenapa-napa" ujar Daffin.


"Ya Mas paham maksud kamu pasti baik, Cuma Vanya tuh masih muda Fin masih senang main kesana kemari, Kumpul sama teman-temannya, Kalau kamu bicara seperti Itu, Dia akan merasa terkekang, Merasa kamu terlalu mengatur hidup dia, Dan yang paling buruknya, Dia akan berpikiran sebelum sama kamu aja dia bebas melakukan apa aja yang dia mau, Tapi kenapa setelah sama kamu dia malah terkekang," ujar Mas Daniel.


"Dia juga bilang begitu kemarin Mas" ujar Daffin


"Nah kan, Gimana dia enggak marah coba, Sekarang kalau udah begini siapa juga yang rugi, Yang nyesel ya kamu sendiri" ujar Mas Daniel.


"Terus Daffin harus gimana sekarang?" tanya Daffin.

__ADS_1


"Yang kayak gini kamu masih nanya juga? Ya minta maaf lah kamu sama dia" ujar Mas Daniel gemas.


"Gimana mau minta maaf, Diajak ngomong aja enggak mau, Malah menghindar terus" ujar Daffin.


"Ya itu sih Mas angkat tangan, Soalnya perempuan agak susah kalau udah ngambek Mas yang udah nikah bertahun-tahun aja masih suka bingung ngebujuk kakak kamu" ujar Mas Daniel.


"Yah elah Mas malah jadi curcol juga dia" ujar Daffin.


"Hahahaha" tawa Mas Daniel.


Setelah obrolan panjang antara Daffin dan Daniel berakhir, Daffin pamit untuk masuk ke dalam lebih dulu,


"Mas, Daffin masuk duluan ya" ujar Daffin


"Iya sana, Mudah-mudahan cepat baikan lagi ya kalian" ujar Daniel.


"Iya makasih ya Mas, Mudah-mudahan aja" ujar Daffin yang kini mulai berjalan masuk kedalam rumah.


...----------------...



Di dalam kamar Daffin,


Daffin yang sedang merebahkan tubuhnya di tempat tidur berkali-kali mencoba untuk tidur dengan memejamkan matanya, Tetapi ia tidak bisa, Ia masih terus saja memikirkan Vanya,


Daffin mulai bangkit dari duduknya dan mulai terlihat mondar mandir kesana kemari, Ia masih belum tenang sebelum membereskan masalahnya dengan Vanya.


Lalu ia mengambil ponsel yang ia taruh di meja di dekat tempat tidurnya, Ia mulai menyalakan ponselnya dan mulai menulis pesan untuk Vanya lalu mengirimnya,


Daffin : Kamu udah tidur belum?


Vanya yang sedang belajar tak menghiraukan suara ponselnya, Ia masih serius membaca, Daffin mencoba menelepon Vanya namun tak diangkat juga.


Daffin yang sudah tak tahan dan hilang kesabaran mulai melempar ponselnya ke atas kasur dan mulai berjalan ke arah pintu membukanya serta berjalan ke kamar embak Sandra.


Tok tok tok


Suara pintu yang diketuk oleh Daffin, Embak Sandra sedang berada di kamar mandi Vanya yang sedang serius membaca pun akhirnya beranjak dari duduknya dan mulai berjalan ke arah pintu sambil berkata,


"Siapa?" tanya Vanya dari dalam.


Namun tak ada jawaban disana, Lalu Vanya mulai membuka pintu, Dan tanpa basa basi lagi Daffin mulai mengangkat tubuh Vanya serta membawanya pergi ke kamarnya,


" Eh eh kamu ngapain? Turunin aku sekarang juga turunin !" perintah Vanya sambil memukul-mukul dada Daffin.


Namun Daffin tak menghiraukannya, Ia terus berjalan ke kamarnya membawa Vanya masuk, Meletakan Vanya di tempat tidur serta kembali ke pintu dan mulai mengunci pintunya.


Vanya segera bangkit dan menghampiri Daffin, Lalu berusaha meraih kunci dari tangannya, Namun Daffin terus menghalanginya, Kemudian Daffin mulai menaruh kunci di saku belakangnya, Dari arah depan Daffin, Vanya tampak berusaha meraih kunci yang Daffin taruh dibelakang sakunya,

__ADS_1


Namun Daffin segera memeluk Vanya, Vanya mencoba berontak tapi Daffin tetap memeluknya dengan erat,


"Lepasin Fin !" perintah Vanya.


"Aku enggak mau" ucap Daffin sambil terus mendekapnya dengan erat.


Lalu Daffin pun mulai berkata lagi,


" Maafin aku ya" ucap Daffin tulus.


Vanya pun mulai terdiam dan tak lagi berontak mendengar perkataan Daffin,


"Maaf kalau kata-kata aku kemarin udah nyakitin kamu, Aku benar-benar enggak bermaksud seperti itu, Aku sayang sama kamu, Sama anak kita, Aku cuma enggak mau terjadi sesuatu sama kalian, Jadi jangan buat aku khawatir lagi ya, Jangan terus menghindar dari aku juga, Aku enggak tahan diginiin sama kamu" ujar Daffin yang masih terus memeluk Vanya.


Vanya hanya terdiam di pelukan Daffin, Ia bisa mendengar dan merasakan detak jantung Daffin yang kencang, Seperti yang sedang ia rasakan juga saat ini.


Entah kenapa kini rasanya begitu nyaman dipeluk oleh Daffin, Apa mungkin karena sudah lama Papa dan Mama tidak pernah memeluknya, Atau karena perasaannya pada Daffin yang mulai berubah.


Setelah beberapa saat, Vanya mulai melepas pelukan Daffin.


"Aku lagi belajar, Mau balik ke kamar dulu" ucap Vanya sambil mencoba melepas pelukan Daffin.


"Tapi kamu mau maafin aku kan? Jangan marah lagi ya? Kamu boleh kok main tapi kamu harus selalu kasih aku kabar, Supaya aku tahu kalau kamu baik-baik aja" ucap Daffin sambil menatap Vanya serta memegang bahu Vanya dengan kedua tangannya.


"Iya" jawab Vanya singkat sambil melemparkan pandangannya kebawah.


"Makasih sayang" ujar Daffin yang mulai memeluk Vanya kembali.


Daffin pun tersenyum, dan mencium dahi Vanya dan mengusap lembut rambutnya.


"Ya udah kalau gitu aku mau balik ke kamar mau lanjut belajar lagi" ujar Vanya yang lagi-lagi terlihat salah tingkah.


Daffin pun merogoh kunci yang ia simpan di saku belakang celananya dan mulai membukakan pintu untuk Vanya, Vanya pun keluar dan sebelum berjalan jauh Daffin pun memanggilnya,


"Vanya" panggil Daffin


Vanya pun menoleh ke arah Daffin, Dan dengan sigap Daffin mendaratkan kecupan di bibir Vanya,


Cup


"Semangat ya belajarnya" ujar Daffin sambil tersenyum.


"I-Iya" jawab Vanya gelagapan setelah itu Vanya dengan cepat berjalan memasuki kamar Sandra.


Sementara itu Daffin mulai menutup pintu kamarnya sambil tersenyum.


Daffin pun merasa lega karena telah menyelesaikan permasalahnya dengan Vanya.


Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊

__ADS_1


__ADS_2