
Tiba hari berkemah,
Saat sore hari di rumah Vanya,
Ting tong
Suara bel berbunyi, Vanya nampak tergopoh-gopoh membukakan pintu,
"Papa, Akhirnya datang juga" ujar Vanya saat membukakan pintu.
"Ayo Pa masuk" ajak Vanya.
"Papa tunggu di luar aja ya, Papa mau langsung buat tendanya" ujar Papa Vanya.
"Oh ya udah, Sini Vanya bantu" ucap Vanya
" Enggak usah kamu bantu Mama kamu aja siapkan makanan yang banyak, Biar Papa sama Daffin yang bangun tendanya" ujar Papa Vanya.
"Daffin?" ucap Vanya bingung serta mengerenyitkan dahinya.
"Iya, Itu dia di luar sudah mulai siap-siap" ujar Papa Vanya.
Vanya pun keluar dan melihat ke arah halaman, Tampak Daffin yang sedang berusaha mendirikan tenda,
"Hai" ucap Daffin seraya melambaikan tangan ke arah Vanya yang tengah ternganga.
Vanya pun tersadar lalu mulai berjalan dan bergegas menghampiri Daffin di sana.
"Kamu kok di sini?? " tanya Vanya.
"Iya aku kan mau bantuin Papa kamu, Biar bisa baikan lagi sama Mama kamu" ucap Daffin seraya tersenyum.
"Oh iya aku haus nih sayang, Tolong sekalian ambilin minum dong" pinta Daffin.
Vanya tak bisa berkata apa-apa lagi, Ia hanya berharap Daffin tidak mengacaukan semuanya nanti.
"Iya aku ambilin dulu" ucap Vanya seraya berjalan masuk dan berpapasan dengan Papanya yang hendak membantu Daffin.
Vanya mulai pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman, Di sana ada Mamanya yang sedang menyiapkan bahan makanan.
"Papa kamu sudah datang?" tanya Mama
"Iya Ma udah sama Daffin juga" ujar Vanya.
"Oh pantes aja kemarin dia minta nomor telepon Papa kamu" ucap Mama Vanya.
"Minta nomor telepon Papa?? Kok Vanya enggak tahu" tanya Vanya heran.
"Iya kemarin tuh dia datang ke Rumah Sakit pas Mama sedang praktek ngotot minta nomor Papa kamu, Padahal udah Mama usir tapi tetap enggak mau pergi, Udah dikasih nomornya baru dia mau pergi" ujar Mamanya yang masih sibuk menyiapkan makanan.
Ada aja akal-akalannya batin Vanya.
"Oh gitu ya Ma, Ya udah Vanya antar minuman dulu ya Ma" ucap Vanya seraya mengangkat nampan berisi air minum serta gelasnya.
"Kamu bisa enggak ? Kalau enggak biar Mama aja yang bawa sini" ujar Mamanya.
"Bisa kok Ma" ujar Vanya seraya berjalan pergi
"Ini minumnya" ucap Vanya yang mulai menaruh minumannya di luar.
Daffin pun menghampiri Vanya
__ADS_1
"Sini Pa, Minum dulu" ajak Daffin.
"Sejak kapan jadi sok akrab manggil Papa juga" gumam Vanya.
"Kamu bicara apa barusan?" tanya Daffin.
"Enggak ada, Aku mau bantuin Mama dulu di belakang" ujar Vanya seraya berjalan pergi
...----------------...
Malam hari pun tiba,
Nampak dua buah tenda telah didirikan, Papa Daffin yang tengah sibuk membakar ayam dan juga sosis, Vanya serta Mamanya yang tengah sibuk melumuri sosis dengan mentega,
"Vanya coba kesini dulu" panggil Daffin.
Vanya pun menghampiri Daffin,
"Kenapa?" tanya Vanya.
"Aaa.. Coba buka mulutnya" ucap Daffin.
Vanya membuka mulutnya, Daffin pun sontak menjejalkan ayam bakar ke mulut Vanya,
"Gimana? Enak enggak?" tanya Daffin.
"Emm iya enak" ucap Vanya sambil mengunyah.
"Mau lagi?" tanya Daffin.
"Boleh" ujar Vanya sumringah
"Ini buat kamu, Ayo coba" ucap Papa Vanya yang menghampiri Mama Vanya yang tengah duduk seraya memberikan ayamnya.
"Ayo buka mulut kamu" perintah Papa Vanya.
Mama Vanya tersenyum kecut serta menggelengkan kepalanya, Namun setelah itu pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari Papa Vanya.
Daffin dan Vanya yang sedang memperhatikan mereka pun tersenyum.
Setelah semuanya siap dan matang mereka mulai makan bersama, Seperti biasa Vanya makan dengan begitu lahap, Membuat Daffin tersenyum sambil terus memandang ke arahnya.
Tanpa mereka berdua sadari Mama Vanya sedang memperhatikan mereka berdua,
Sepertinya dia benar-benar tulus kepada Vanya batin Mamanya.
Mama Vanya pun melirik ke arah Papa Vanya yang ternyata sedang memperhatikan Mama Vanya sedari tadi, Mama Vanya pun mulai melemparkan pandangannya ke arah lain dan terlihat salah tingkah.
Setelah selesai menyantap makanannya Vanya terlihat mulai mengantuk,
"Kamu udah ngantuk? Yuk kita tidur" ajak Daffin kepada Vanya seraya memberikan kode dengan matanya agar meninggalkan Papa serta Mamanya berdua.
"Oh iya ayo" ucap Vanya seraya berdiri
"Ma, Pa, Vanya tidur duluan ya sama Daffin" ucap Vanya yang bersiap berjalan masuk ke dalam tenda bersama Daffin.
Tampak Mama Vanya serta Papanya duduk berdua di luar tenda.
"Gimana kabar kamu?" tanya Papa Vanya.
"Baik" jawab Mamanya singkat.
__ADS_1
"Enggak kerasa ya, Vanya sudah besar sekarang, Sudah 18 tahun berlalu" ujar Papanya.
"Iya, Sudah mau punya anak juga" ucap Mamanya seraya tersenyum kecut.
"Iya kita akan segera menjadi Kakek dan juga Nenek" ujar Papanya seraya tersenyum
"Bagaimana dengan keluarga baru kamu?" tanya Mama Vanya pura-pura tak tahu.
"Keluarga aku, Aku tidak pernah punya keluarga baru, Bagiku ini adalah keluargaku yang di dalamnya ada aku, kamu dan juga Vanya." ucap Papa Vanya seraya menatap Mamanya.
"Dasar pembohong" ucap Mama Vanya setengah tersenyum.
"Iya, Aku memang pembohong dari dulu aku selalu membohongi perasaan aku sendiri" ujar Papa Vanya.
"Tapi sekarang aku tidak mau berbohong lagi, Itu melelahkan dan cukup menyiksa" ucap Papa Vanya.
Mama Vanya hanya tersenyum kecut mendengar setiap perkataan Papa Vanya.
"Aku suka kamu Vir, Aku sayang kamu dari pertama kali kita bertemu" ujar Papanya
Mama Vanya pun mengerenyitkan dahinya,
...----------------...
Kilas balik Marcello...
Hari pertama masuk sekolah, Saat Masa Orientasi Siswa, Ada dua orang siswa dan siswi yang sedang dihukum bersamaan karena tidak membawa atribut yang lengkap, Mereka berdua pun dihukum untuk membersihkan kaca jendela kelas, Setelah selesai membersihkan jendela siswi tersebut nampak duduk di depan kelas diikuti oleh siswa yang ikut dihukum bersamanya.
"Hai aku Marcello, Nama kamu siapa?" tanya Marcello kepada perempuan cantik berambut sebahu yang ada di sebelahnya.
"Virnie" ucapnya sambil tersenyum.
"Kita sekelas mulai sekarang kita berteman ya" ucap Marcello.
...----------------...
"Aku suka senyum kamu Vir, Sejak pertama kali kita bertemu dan juga berkenalan"ucap Papa Vanya.
"Kenapa baru bilang sekarang?" tanya Mama Vanya.
Papa Vanya tersenyum,
"Aku cukup tahu diri, Kamu itu populer sekali dulu, Berbeda dengan aku yang hanya seorang kutu buku" ujar Papa Vanya.
"Virnie kita mulai semuanya dari Awal lagi ya, Kita habiskan hari tua kita bersama"ucap Papa Vanya tulus seraya menatap Mama Vanya.
"Sebelumnya aku juga mau minta maaf karena selalu menyalahkan kamu untuk semua yang telah terjadi, Padahal setelah dipikir-pikir ternyata aku juga yang salah, Coba aja kalau aku tidak seenaknya waktu itu," ucap Mama Vanya sambil menunduk.
Papa Vanya mulai memeluk Mamanya, "Sudah lah yang terpenting sekarang adalah memulai semuanya dari awal, Aku sayang sama kamu Virnie, Kamu mau kan memulai semuanya dari awal lagi bersama aku"
Mama Vanya nampak mengangguk, Papa Vanya semakin erat memeluknya.
Sementara itu di dalam tenda,
Vanya dan Daffin sedang merebahkan tubuhnya dan saling berhadapan sambil menguping pembicaraan Mama Papanya.
Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga votenya, supaya author makin semangat😊
Dan maaf kurang greget nih dari kemarin mood authornya lagi terjun bebas, Tapi tetap berusaha untuk tetap up setiap harinya,
Makasih juga untuk yang masih setia membaca ya😘
__ADS_1
Bonus up 2 bab ya biar enggak gantung dan penasaran😁