VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Sehari Bersama Kamu


__ADS_3

..."Akan Ada Hari yang Cerah Setelah Badai"...


...----------------...


Keesokan harinya,


Vanya mulai bangun seperti biasa, Ia turun dari tempat tidur, Mandi, Lalu pergi ke dapur untuk membuat sarapan, Sarapan sudah siap Vanya pun akhirnya kembali ke kamar untuk membangunkan suaminya, Vanya mulai naik ke atas tempat tidur, Ia pun duduk disamping Daffin dan mengguncangkan tubuhnya.


"Fin ayo bangun, Udah siang nih nanti kamu telat"ucap Vanya yang mengguncangkan bahu Daffin.


Namun Daffin pun masih saja diam di dalam selimutnya, Vanya pun masih terus berusaha membangunkan Daffin.


"Daffin bangun, Kamu kerja enggak sih? Udah jam berapa ini" ucap Vanya.


"Fin, Ayo bangun~~~"ucap Vanya lagi.


"Aku cuti," ucap Daffin yang mulai membuka matanya.


"Tumben, Kamu kan baru masuk emangnya udah boleh cuti ya?"tanya Vanya.


Daffin tak menjawab pertanyaan Vanya, Ia pun mulai keluar dari dalam selimut serta mulai merentangkan tangannya dan meminta Vanya untuk merebahkan tubuhnya di pelukan Daffin.


"Sini, Peluk aku" pinta Daffin.


Vanya pun berangsur mendekat dan mulai merebahkan tubuhnya dipelukan Daffin.


"Hari ini, Kita jalan-jalan yuk"ajak Daffin


"Jalan-jalan kemana?" tanya Vanya.


"Kemana aja yang kamu mau, Pokoknya aku bakalan temenin kamu seharian" ujar Daffin.


"Tapi aku kan kuliah hari ini" ucap Vanya lagi


"Kamu izin dulu aja, Yang penting hari ini kita jalan-jalan" ujar Daffin.


"Emangnya ada apa sama hari ini? Kok tumben ngajak jalan-jalan" tanya Vanya.


"Enggak ada apa-apa, Aku cuma lagi pengen aja ajak istriku ini jalan-jalan, Enggak cuma kuliah sama beres-beres rumah terus" ujar Daffin.


"Ya udah ayo" ucap Vanya dengan senyum yang merekah.


"Ya udah kamu siap-siap sana sebentar lagi kita berangkat" ujar Daffin.


Vanya pun mulai bangun dari dada Daffin dan mulai berangsur turun dari tempat tidur untuk mandi serta berganti pakaian.


Setelah Vanya siap, Daffin pun mulai bersiap, Setelah itu mereka mulai sarapan bersama sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat ke Taman Hiburan.


...----------------...


Di Taman Hiburan,


Daffin sedang membeli tiket, Ia mulai menghampiri Vanya yang tengah duduk menunggunya, Setelah Daffin mendapatkan tiketnya, Mereka pun mulai masuk ke dalam.

__ADS_1


Sesampainya di dalam, Nampak banyak orang yang tengah berlalu lalang kesana kemari, Banyak pula permainan yang disuguhkan disana.


"Kita mau naik apa dulu nih?" tanya Daffin.


"Naik itu yuk" ajak Vanya seraya menunjuk ke arah roller coaster.


"Ayo" ucap Daffin seraya menggenggam erat tangan Vanya dan mulai berjalan menuju roller coaster bersamanya.


Daffin dan Vanya pun menaiki Roller Coaster bersama, Vanya terlihat berteriak saat Roller Coaster turun dari ketinggian.


Vanya terlihat sangat senang, Begitu pula dengan Daffin karena akhirnya ia bisa meluangkan waktunya bersama Vanya.


Setelah puas menaiki beberapa permainan Vanya nampak duduk beristirahat disebuah kursi panjang didekat taman, Sementara Daffin pergi mencari minuman.


Cukup lama Vanya menunggu sampai akhirnya...


"Sayang" panggil Daffin.


Vanya pun menoleh ia melihat Daffin yang tengah memegang permen kapas ditangannya.


"Wah, Kamu dapat dari mana?" ucap Vanya yang mengembangkan senyumnya.


Daffin mulai duduk disebelah Vanya lalu memberikan permen kapas serta mengeluarkan apa saja yang ia beli tadi.


"Sama ini juga air minum, Terus ice cream stroberi kesukaan kamu" ujar Daffin yang tersenyum ke arah Vanya.


"Uumm Makasih ya" Vanya yang terlihat senang


"Iya sama-sama sayang" ujar Daffin yang tersenyum ke arah Vanya.


Ekspresi wajahnya pun nampak berubah seketika.


Nampak puluhan panggilan dan juga pesan yang tertera di layar ponsel Daffin.


Panggilan Tak Terjawab (72)


PAPA


+6281XXXXXXX


📩 PAPA : DAFFIN KAMU KEMANA ! RAPAT HARI INI SANGAT PENTING ! CEPAT DATANG KESINI !


Daffin nampak tak memperdulikannya, Ia pun mulai mematikan ponselnya dan kembali memasukannya ke dalam saku celana.


"Sayang kamu udah capek belum? Yuk naik yang lain lagi"! ajak Daffin.


"Belum, Iya Ayo, Sebentar aku abisin dulu ice creamnya"ucap Vanya seraya memakannya dalam 3 suapan.


Lalu mereka mulai lanjut bermain.


...----------------...


Sementara itu dikampus,

__ADS_1


Leo menghampiri Dion yang tengah duduk di tangga.


"Vanya kemana Ion? Kayaknya gue enggak lihat dia seharian ini." tanya Leo.


"Udah Le, Stop, Berhenti nyariin istri orang !" ujar Dion.


Leo tersenyum kecut," Lo kenapa sih?" tanya Leo.


"Ada juga lo yang kenapa, Udah tahu Vanya tuh istri temen lo sendiri tapi masih mau lo embat juga" ucap Dion.


"Santai dikit lah Ion, Gue tuh cuma penasaraan aja apa sih yang ngebuat si Daffin tergila-gila sama dia" ujar Leo.


"Alah , Alibi lo ! " tegas Dion.


" Jangan nyari penyakit Le, Stop sampe sini sebelum lo nyesel sendiri nanti" ujar Dion mengingatkan.


"Iya slow aja Ion tenang, Enggak usah narik urat gitu lah ngomongnya" ujar Leo santai


Leo pun mulai terdiam dan berpikir kenapa juga ia harus mencari Vanya pikirnya, Entah kenapa sejak kejadian beberapa hari ini, Ia malah ingin lebih sering bertemu dengan Vanya.


...----------------...


Sore harinya nampak Vanya dan Daffin yang sudah mulai pulang ke rumah mereka, Vanya mulai membuka pintu rumah ia pun masuk diikutin oleh Daffin dibelakangnya.


Daffin mulai menutup pintu rumah dan dengan terburu-buru menghampiri Vanya serta memeluknya dari arah belakang, Sontak Vanya pun langsung mendongkakkan kepalanya ke arah belakang.


"Kamu senang enggak hari ini?" tanya Daffin.


"Iya aku seneng kok, Seneng banget malah" ucap Vanya seraya tersenyum.


"Bagus lah" ucap Daffin yang kini memejamkan matanya serta meletakkan dagunya di kepala Vanya.


"Kamu kenapa??" tanya Vanya yang bingung dengan sikap Daffin.


"Enggak apa-apa, Aku cuma lagi pengen peluk kamu aja" ujar Daffin.


"Ya udah kalau gitu aku mau mandi dulu, Enggak enak lengket banget badannya" ujar Vanya.


" Iya sebentar lagi ya sayang , Aku masing pengen peluk kamu" ujar Daffin.


Vanya dan Daffin pun tampak terdiam.


"Jangan ada yang peluk kamu lagi selain aku ya?" ucap Daffin tiba-tiba.


"Memangnya siapa lagi yang peluk aku kalau bukan kamu?" tanya Vanya.


Daffin pun hanya diam ia tak menjawab pertanyaan dari Vanya, Lalu ia pun malah bertanya balik.


"Kamu sayang enggak sama aku?"tanya Daffin.


Vanya nampak mengerenyitkan dahinya, Ia terlihat bingung kenapa lagi-lagi Daffin menanyakan hal ini pikirnya.


Namun Vanya seperti enggan menjawab pertanyaan ini lagi, Ia pun mulai berbalik ke arah Daffin, menjinjitkan kakinya ,Lalu menarik bahu Daffin dan mulai menciumnya.

__ADS_1


"Ketika perasaan tak bisa diungkap dengan kata, Perilaku lah yang akan menjawabnya"


Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga Votenya. Terima kasih😌


__ADS_2