VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Terganggu


__ADS_3

BACA ✔


PLAGIAT ❌


...****************...


Keesokan harinya,


Vanya tengah bersiap-siap untuk pindah ke rumah baru mereka, Semua barang sudah dimasukan ke dalam mobil.


Kini tinggal Vanya dan Daffin yang sudah bersiap pergi dan sedang berpamitan dengan keluarganya.


"Fin, Kamu beneran mau pindah?" tanya Mamanya.


"Iya Ma," ujar Daffin


"Mama pasti akan kangen sekali sama kamu, Pokoknya kamu harus sering-sering main kesini ya" pinta Mamanya.


"Ia Ma pasti," jawab Daffin.


"Embak Vanya pamit dulu ya, Embak sehat-sehat sama bayinya juga" ucap Vanya seraya memegang perut Sandra.


"Iya Vanya, Makasih ya kamu juga sehat-sehat disana sama Daffin, Kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk cerita sama embak ya" ucap Sandra.


"Iya embak makasih" ucap Vanya.


"Ma, Vanya pamit dulu" ucap Vanya kepada Mama Daffin.


"Iya sayang, Kamu baik-baik ya disana, Nanti harus sering main kesini" ucap Mama Daffin


"Iya Ma pasti Vanya main kok" ucap Vanya.


"Ayo sayang, Kita berangkat" ajak Daffin


"Iya ayo" ucap Vanya seraya masuk ke dalam mobil.


Daffin mulai melajukan kendaraannya menuju rumah baru mereka.


...----------------...


Sesampainya di rumah baru,


Daffin dan Vanya mulai turun dari mobil, Pak Herman membantu membawa barang-barang masuk ke dalam rumah, Vanya mulai melangkahkan kakinya dan memasuki rumah, Ia pun sedang melihat-lihat isi rumah, Rumah minimalis berlantai 2 dengan 2 kamar,Tidak begitu luas tapi Vanya terlihat menyukainya.


"Kamu suka rumahnya?" tanya Daffin.


"Iya suka kok" ucap Vanya seraya tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu" ucap Daffin.


Pak Herman mulai membantu merapikan barang-barang seperti lemari dan yang lainnya, Sementara Vanya tengah sibuk menata dapur, Setelah itu di lanjut dengan menata ruang tamu, Mereka sempat beristirahat dan memesan makanan lalu makan bersama, Pak Herman pun pamit setelahnya, Hanya tinggal sedikit lagi yang belum dirapikan tapi Vanya sudah nampak kelelahan, Vanya tengah berdiri dan menaruh beberapa pajangan di ruang tamu, Daffin datang dan langsung mengangkat tubuh Vanya lalu direbahkannya di sofa.


"Fin kamu apa-apaan sih, Orang belum selesai juga" protes Vanya.


"Udah nanti lagi aja, Sini aku pijat kaki kamu, Kamu pasti capek" ucap Daffin seraya mulai memijat kaki Vanya secara bergantian.


Vanya nampak menikmati pijatan Daffin, Hingga matanya mulai terpejam, Daffin pun mulai mendekat ke wajah Vanya lalu mulai mengecup bibirnya.


Cup


Satu kecupan mendarat di bibir mungil Vanya yang membuatnya langsung membuka matanya.

__ADS_1


"Enak ya pijatan aku"ujar Daffin.


"Iya enak" ucap Vanya seraya tersenyum.


"Sini kamu mau gantian" ucap Vanya.


"Boleh, Tapi di pundak aja" pinta Daffin.


"Ok" ucap Vanya.


Vanya mulai bangun dan duduk di sofa sementara Daffin tengah duduk di bawah.


"Bahu kamu kekar banget sih" ucap Vanya.


"Iya," ucap Daffin.


"Udah kalau capek kamu istirahat dulu sini duduk" ujar Vanya.


Daffin pun mulai duduk di samping Vanya,


"Aku mau tidur dipangkuan kamu boleh?" tanya Daffin.


"Ya udah sini" ucap Vanya sambil menggeser duduknya


Daffin mulai merebahkan tubuhnya serta menaruh kepalanya dipangkuan Vanya, Lalu Vanya mulai mengelus rambut Daffin.


"Rambut kamu udah panjang banget" ucap Vanya.


"Iya, Apa aku potong aja ya?" tanya Daffin.


"Ya terserah kamu, Kan rambutnya rambut kamu," ucap Vanya.


"Sayang" panggil Daffin


"Kita liburan yuk" ajak Daffin.


"Liburan?" tanya Vanya.


"Iya, karena waktu itu kamu sedang hamil kita enggak bisa pergi-pergian jauh, Makanya sekarang ayo kita liburan, Sebelum kamu masuk kuliah dan sebelum aku masuk kerja juga" ucap Daffin.


"Ya udah ayo, Kita mau liburan kemana?" tanya Vanya.


"Kemana pun yang kamu mau sayang" ucap Daffin.


"Kemana ya enaknya," ucap Vanya.


"Aku ajak temen-temen aku juga ya?" ucap Vanya lagi.


"Jangan dong sayang, Nanti mereka gangguin kita, Lagian kamu enggak kasian ke mereka, Kalau mereka ngiri gimana?" ucap Daffin.


"Justru itu biar mereka ngiri" ucap Vanya seenaknya.


"Kamu jahat juga ya ternyata" ucap Daffin seraya mencubit pipi Vanya.


"Aduh sakit" ucap Vanya yang memajukan bibir sambil mengelus pipinya.


"Sayang cium dong" pinta Daffin.


"Apaaa??? Cium mulu" keluh Vanya.


"Jadi enggak boleh nih??" ucap Daffin seraya bangun dan kembali duduk.

__ADS_1


"Ya bukan gitu" ucap Vanya.


"Terus apa?" ucap Daffin yang mulai memegang pipi Vanya lalu memagut bibirnya.


Perasaan Vanya begitu meluap-luap begitu pula dengan Daffin, Mereka terus saling memagut, Vanya tak lagi malu-malu ia pun turut membalas pagutan Daffin, Cukup lama permainan yang mereka lakukan, Seperti tak ada yang ingin mengakhirinya lebih dulu, Namun kejailan Daffin pun kembali muncul saat Vanya tengah asik memagut bibirnya, Ia pun mulai melepaskan lalu menjauh, Vanya nampak terlihat kebingungan.


"Kamu nafsu banget sih" ucap Daffin yang membuat wajah Vanya seketika merah padam.


"Ih apaan sih !" ucap Vanya yang mulai memukuli bahu Daffin.


"Aduh aduh sakit sayang" ucap Daffin.


"Udah ah aku mau lanjut lagi" ucap Vanya yang mulai melanjutkan pekerjaannya.


Tak terasa hari sudah sore semuanya telah beres, Vanya pergi mandi lalu berpakaian, Begitu pula dengan Daffin.


"Kita belanja stok bahan makanan yuk" ajak Vanya kemudian.


"Ya udah ayo, Sekalian kita makan diluar ya" ucap Daffin.


"Iya" ucap Vanya.


Sore itu pun mereka pergi makan lalu berbelanja stok bahan makanan disebuah toko keperluan sehari-hari.


Vanya nampak memilih lalu memasukan beberapa sayuran ke dalam keranjang sementara Daffin tengah melihat-lihat alat cukur untuk kumis dan juga janggutnya yang mulai tumbuh.


"Eh lihat deh ganteng banget ya" bisik wanita di samping Daffin dengan temannya.


"Iya tinggi badannya cool banget sih" bisik temannya juga.


Daffin tampak tak menghiraukan dua wanita yang tengah sibuk berkasak kusuk disampingnya, Matanya masih sibuk mencari benda yang ia inginkan, Namun ternyata Vanya memperhatikan kedua wanita yang sedang berkasak kusuk di samping Daffin tersebut, Ia pun mulai bergumam sendiri.


"Dasar cewek-cewek ganjen, Enggak bisa lihat laki orang nganggur dikit" gumam Vanya.


Vanya pun mulai menghampiri Daffin lalu merangkul pinggangnya seraya berkata," Sayang udah belum milihnya" ucap Vanya seraya melirik sinis ke arah dua wanita tadi.


"Belum, Sabar sayang" ucap Daffin.


Kedua wanita itu pun beranjak pergi seraya berbisik dengan suara yang masih bisa didengar," Tahunya udah punya pacar" bisik wanita tadi.


Husss sana, Berani-beraninya deketin laki gue batin Vanya.


Vanya pun kembali menoleh ke arah Daffin yang ternyata sedang memperhatikannya sedari tadi,


"Kamu ngapain?" tanya Daffin sambil tersenyum.


"Enggak ngapa-ngapain" jawab Vanya.


"Kok tumben banget manggil sayang, Di depan umum lagi" ucap Daffin yang masih terus saja tersenyum.


"Oh.. I-itu" ucap Vanya gelagapan.


Daffin semakin mengembangkan senyumnya, Karena ia menyadari bahwa Vanya merasa terganggu dengan kedua wanita tadi yang sedang membicarakan dirinya.


"Cemburu ya?" terka Daffin.


"Dih siapa" ucap Vanya seraya berjalan pergi sambil mendorong troli belanjanya.


"Masih enggak mau ngaku juga" ucap Daffin yang mulai berjalan mengekor dibelakang Vanya.


Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga Votenya. Terima kasih😘

__ADS_1


Baca ✔


Plagiat dalam bentuk apapun? 🔪🔪🔪🔪


__ADS_2